Breaking

Showing posts with label Corona. Show all posts
Showing posts with label Corona. Show all posts

Thursday, September 29, 2022

Thursday, September 29, 2022

EUA Vaksin Inavac Ditargetkan Terbit Oktober, Warga Bisa Lepas Masker Saat WHO Cabut Status Pandemi

 


Pemerintah Indonesia Hingga Saat Ini Masih Terus Memantau Perkembangan COVID-19 Di Tanah Air. Vaksin COVID-19 Dalam Negeri Pun Masih Terus Dikembangkan Guna Melawan Virus Corona.

Negaratoto - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diketahui menargetkan izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin COVID-19 jenis Inavac bisa diterbitkan pada awal Oktober 2022. Vaksin ini sendiri dikembangkan dengan platform inactivated virus oleh tim peneliti dari Universitas Airlangga yang bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.

Penny K Lukito selaku Kepala BPOM mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah memproses pengajuan uji klinik Inavac sebagai vaksin penguat alias booster. "Vaksin Merah Putih (Inavac) masih dalam finalisasi, jadi sebentar lagi. Ini kan September, awal Oktober akan dapat EUA," ujar Penny dalam keterangannya di Kompleks Gedung DPR RI, Rabu (28/9).

Lebih lanjut, Penny menerangkan bahwa seluruh vaksin buatan dalam negeri dinyatakan halal berdasarkan hasil audit dan sertifikasi Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Sebagai informasi, vaksin Inavac sendiri merupakan salah satu merek vaksin dalam konsorsium Merah Putih. Selain Unair, ada juga sejumlah universitas dan lembaga lainnya yang turut mengembangkan vaksin Merah Putih buatan dalam negeri. Namun memang vaksin tim Unair lah yang paling cepat berproses untuk mulai memasuki tahap uji klinik kepada manusia.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut bahwa Indonesia baru boleh merilis kebijakan lepas masker secara bebas, bila Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mencabut status pandemi COVID-19 dan menjadi endemi. Kendati begitu, Mohammad Syahril selaku Juru Bicara Kemenkes berharap pemakaian masker oleh masyarakat menjadi budaya baru dikarenakan merupakan salah satu pola dalam menjalani perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Protokol kesehatan kan untuk diri sendiri, silakan kapan pakai kapan tidak pakai (bila endemi) tidak wajib jadinya," tutur Syahril kepada CNNIndonesia.com, Rabu (28/9).

Selanjutnya, Syahril mengingatkan apabila nantinya pandemi COVID-19 dinyatakan berakhir, itu bukan berarti virus COVID-19 hilang sepenuhnya. Ia mengatakan yang berubah hanyalah aspek kewilayahan. Dalam hal ini, bila pandemi yang cakupannya secara global, maka endemi cakupan pengawasannya bersifat per wilayah.

Syahril lantas mengungkapkan di Indonesia mengalami berbagai penyakit yang dikategorikan endemi seperti tuberkulosis, malaria, hingga demam berdarah dengue. Mengenai status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) nantinya juga akan disetop bila aturan terkait status gawat darurat COVID-19 di Indonesia dicabut.


Saturday, July 30, 2022

Saturday, July 30, 2022

Gejala Tak Biasa Saat Kena Omicron, Keringat Dingin hingga Nyeri Punggung


Negaratoto - Munculnya berbagai subvarian Omicron bikin waswas. Meski relatif lebih ringan dibanding varian terdahulu, ada beberapa gejala tak biasa akibat subvarian ini.
Salah satu subvarian terbaru adalah BA.2.75 atau dikenal dengan julukan 'Centaurus'. Subvarian ini pertama kali terdeteksi di India dan dengan cepat meluas ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kehadiran 'Centaurus' membuat para pakar khawatir akan memperpanjang krisis akibat virus baru. Selain itu, subvarian 'Centaurus' membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetap mengkategorikan varian Omicron sebagai varian of concern (VoC) karena kemunculannya tetap wajib diwaspadai.

Saat terpapar subvarian Omicron terbaru, individu akan merasakan gejala yang tidak biasa bagi tubuh. Misalnya, keringat dingin hingga bahkan nyeri punggung.

Keringat Dingin
Beberapa pasien melaporkan bahwa mereka merasakan gejala 'Centaurus' di malam hari, yaitu munculnya keirngat. Para ilmuwan masih mengalanisis lebih lanjut terkait subvarian itu serta mengimbau masyarakat untuk lebih tingkatkan kewaspadaan.


Tidak hanya itu, gejala lainnya yang perlu diwaspadai adalah suhu tinggi atau menggigil, batuk terus menerus selama lebih dari satu jam, kehilangan indera penciuman, sesak napas, lelah, nyeri tubuh, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, kehilangan seelra makan, dan diare.

Sakit Tenggorokan
Dikutip dari Express UK, Dr Mike Hansen, dokter perawatan kritis dan spesialis penyakit paru-paru di Area Miami-Fort Lauderdale, mengatakan belakangan ini memberitahu bagaimana rasa sakit tenggorokan akibat terpapar gejala Omicron. Gejala yang dirasakan oleh Dr Mike membuat dirinya sangat tersiksa. Bahkan, sangat amat sakit saat menelan air liur.

Menurut data ZOE Health Study, sakit tenggorokan merupakan gejala umum COVID-19 dan dapat dialami oleh semua kelompok usia, dari anak-anak hingga dewasa. Juga, dialami oleh mereka pasca divaksinasi dua atau tiga dosis.

Nyeri Punggung
Menurut studi ZOE COVID, nyeri punggung adalah salah satu gejala yang sering dialami oleh pasien yang terpapar Omicron. Menurut ahli, satu dari lima orang yang terinfeksi varian Omicron mengalami gejala nyeri punggung. Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan lebih lengkap tentang penyebab pengidap varian Omicron mengalami nyeri punggung.

"Nyeri punggung digambarkan oleh beberapa pasien sebagai kram menstruasi yang intens, batu ginjal atau kejang otot," kata ahli kesehatan di VaccinesWork, dikutip dari Times of India, Kamis (21/7/2022).

Thursday, July 28, 2022

Thursday, July 28, 2022

Gedung Putih Sebut Joe Biden Sudah Negatif COVID-19


Negaratoto - Gedung Putih menyatakan Presiden AS Joe Biden telah sembuh dari Corona. Joe Biden mengakhiri masa isolasinya.

"Saya pikir saya mendengar gemuruh di staf saya yang berkata, 'Dia kembali,'" canda Biden dilansir AFP, Kamis (28/7/2022).

Biden telah menjalani masa isolasi selama 5 hari. Biden lalu menyinggung Donald Trump.

"Ketika pendahulu saya terkena Covid, dia harus diangkut dengan helikopter ke Walter Reed Medical Center. Dia sakit parah. Syukurlah, dia sembuh. Ketika saya terkena Covid, saya bekerja dari lantai atas Gedung Putih, di kantor di lantai atas," kata Biden.


Biden telah divaksin penuh. Ia juga menggunakan terapi Paxlovid untuk mempercepat pemulihan."Mari terus bangkit dari salah satu momen tergelap dalam sejarah kita," kata Biden.

Dokter Gedung Putih memastikan Joe Biden telah negatif COVID-19 setelah menjalani 2 tes PCR.

"Mengingat faktor-faktor yang meyakinkan ini, presiden akan menghentikan isolasi ketatnya," tulis dokter kepresidenan Kevin O'Connor dalam sebuah memorandum.

Joe Biden tetap mengenakan masker selama 10 hari ke depan. Joe Biden juga akan menjalani tes Corona secara teratur.

"Gejalanya terus membaik, dan hampir sepenuhnya sembuh," imbuhnya.

Tuesday, July 26, 2022

Tuesday, July 26, 2022

Dokter Sebut Gejala COVID Batuk-Nyeri Dialami Biden Mulai Berkurang


Negaratoto - Gejala batuk dan nyeri tubuh yang dialami Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akibat terpapar Corona (COVID-19) telah berkurang. Denyut nadi, tekanan darah, laju pernapasan, dan suhu Biden semuanya dinyatakan normal.

"Gejalanya terus membaik secara signifikan. Gejala utamanya sekarang adalah sakit tenggorokan. Ini kemungkinan besar akibat aktivasi limfoid saat tubuhnya membersihkan virus, dan dengan demikian menggembirakan," kata dokter yang menangani Biden, Kevin O'Connor dalam sebuah keterangan yang dirilis oleh Gedung Putih dilansir Reuters, Selasa (26/7/2022).

"Suaranya tetap agak dalam," kata O'Connor.

Sebelumnya, dilansir AFP, Minggu (24/7), Biden yang melakukan karantina di Gedung Putih, menyelesaikan hari kedua penuh Paxlovid pada Jumat (22/7) malam. Hal itu ditulis O'Connor dalam sebuah memorandum kepada sekretaris pers Gedung Putih.

O'Connor mengatakan pemimpin AS itu terus mengalami sakit tenggorokan, pilek, batuk, dan nyeri tubuh. Dia menambahkan gejala yang dirasakan Biden tidak terlalu merepotkan.


"Tidak terlalu merepotkan," katanya.

O'Connor menyebut denyut nadi, tekanan darah, laju pernapasan, dan suhu Biden 'tetap normal sepenuhnya. "Saturasi oksigennya terus sangat baik di udara ruangan, sementara paru-parunya bersih," menurut O'Connor.

Dia menulis bahwa Biden akan terus menggunakan Paxlovid, serta menggunakan Tylenol dan inhaler untuk batuknya 'sesuai kebutuhan'. O'Connor menyebut Biden tidak mengalami sesak napas.

"(Presiden) tidak mengalami sesak napas sama sekali," tambah O'Connor.

Dia mengatakan bahwa hasil pengurutan utama menunjukkan Biden kemungkinan besar telah menderita subvarian Omicron BA.5 yang sangat menular, yang saat ini memicu gelombang COVID baru di Amerika Serikat.

Sunday, July 24, 2022

Sunday, July 24, 2022

Gejala Covid Joe Biden Diklaim Membaik Usai Minum Paxlovid


Negaratoto - Gejala Covid-19 yang dialami Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden diklaim 'berlanjut membaik'. Hal ini diungkap dokter Gedung Putih pada Sabtu (23/7), dua hari setelah pria 79 tahun itu dinyatakan positif Covid-19.

Biden saat ini tengah mengisolasi di Gedung Putih, menyelesaikan hari kedua penuh pengobatan Paxlovid pada Jumat malam, tulis dokter Kevin O'Connor dalam memorandum kepada sekretaris pers Gedung Putih.

Paxlovid adalah pil antivirus Covid-19 buatan Pfizer untuk pasien bergejala sedang dan berisiko dirawat di rumah sakit. Paxlovid direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pasien di atas 18 tahun. 

Biden dijelaskan terus mengalami sakit tenggorokan, pilek, batuk dan nyeri tubuh. Namun denyut nadi, tekanan darah, laju pernapasan dan suhu disebut 'tetap normal'.


Menurut O'Connor, saturasi oksigen 'terus sangat baik di udara ruangan' dan paru-parunya 'bersih'.

O'Connor juga menulis Biden akan melanjutkan minum Paxlovid serta menggunakan Tylenol dan inhaler untuk batuknya 'sesuai kebutuhan'.

"Presiden tidak mengalami sesak napas sama sekali," tambah O'Connor seperti diberitakan AFP.

Dia mengatakan berdasarkan hasil sequencing Covid-19 menunjukkan Biden kemungkinan besar terjangkit subvarian Omicron BA.5 yang sangat menular. Virus turunan itu saat ini sedang memicu gelombang Covid-19 baru di AS.

Biden adalah presiden AS tertua saat menjabat, ini membuat banyak pihak khawatir kesehatannya saat terjangkit Covid-19.

Gedung Putih telah menekankan sejak Biden didiagnosis positif bahwa dia sudah dua kali divaksin dan dua kali booster.

Wednesday, July 13, 2022

Wednesday, July 13, 2022

Corona Naik Tajam di Moskow, Warga Disuruh Pakai Masker di Tempat Umum


Negaratoto - Kasus infeksi virus Corona telah meningkat tajam di ibu kota Rusia, Moskow, selama seminggu terakhir. Menurut otoritas kesehatan Moskow, kebanyakan dari kasus tersebut adalah subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

"Selama seminggu terakhir, ada peningkatan 57 persen dalam kasus baru COVID-19 dibandingkan minggu sebelumnya," tulis layanan sosial Moskow di Telegram seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (13/7/2022).

"Kami menyarankan Anda memakai masker di tempat umum karena subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang baru menyebar lebih cepat dari orang ke orang," imbuhnya.

Selama beberapa minggu sekarang, negara-negara Eropa telah melihat peningkatan kembali kasus infeksi virus Corona, sebagian besar karena subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.


Uni Eropa pada hari Senin (11/7) kemarin merekomendasikan agar semua orang yang berusia di atas 60 tahun mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 kedua seiring perkiraan gelombang kenaikan infeksi virus Corona selama musim panas. Rekomendasi Uni Eropa sebelumnya adalah untuk orang di atas 80 tahun.

Sejak 6 Juli, Moskow telah mencatat antara 500 dan 600 kasus baru COVID-19 setiap hari, dibandingkan dengan kurang dari 400 kasus pada minggu sebelumnya.

Ini masih jauh dari angka tertinggi lebih dari 20.000 kasus baru per hari yang tercatat di Moskow pada Februari tahun ini.

Moskow telah menjadi pusat pandemi di Rusia. Gelombang kasus yang dimulai di ibu kota dengan cepat menyebar ke seluruh negeri.

Wednesday, July 6, 2022

Wednesday, July 06, 2022

Terpopuler: Ngeri, Ketakutan Jepang Terbukti


Negaratoto - Jepang sangat berhati-hati saat membuka pintu untuk turis karena khawatir muncul kenaikan kasus Covid-19. Tetapi, rupanya ketakutan itu terjadi.

Dilansir dari Japan Today, pemerintah Jepang sangat berhati-hati dalam memulai kampanye promosi wisata karena meningkatnya kasus harian secara nasional.

Perdana Menteri Fumio Kishida menahan diri untuk tidak memulai kampanye pariwisata. Tadinya Kishida mengatakan akan mengupayakan promosi pariwisata di awal bulan ini.

"Kami akan menanggapi meningkatkanya kasus Covid-19 dengan kesadaran dan kehati-hatian yang kuat," ujar Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Seiji Kihara.

Kasus Covid-19 di Jepang telah menurun sejak Februari. Tetapi panel ahli kementerian kesehatan mengatakan bahwa jumlah infeksi "telah berayun" secara nasional. Ada peningkatan dari minggu ke minggu, mulai dari 29 menjadi 47 kasus di prefektur Jepang.


"Kami ingin lebih memantau keadaan infeksi. Kami belum menetapkan tenggat waktu," kata Kihara terkait peluncuran rencana promosi pariwisata pemerintah.

Sementara itu, Pemerintah Metropolitan Tokyo meningkatkan peringatan COVID-19 satu tingkat ke level tertinggi kedua dalam skala empat tingkat, dengan mengatakan bahwa infeksi menyebar lagi.

Kebangkitan diyakini berasal dari penurunan kekebalan bagi banyak orang yang menerima suntikan vaksin booster lebih awal dan dari peningkatan prevalensi varian omicron BA.5 yang sangat menular.

"Kami memantau dengan cermat seberapa besar momentum yang dimiliki virus corona," kata sumber pemerintah.

Kekhawatiran Jepang menjadi artikel paling populer detikTravel kemarin. Diikuti, Blue Bird Buka Suara Soal Penumpang Dibawa Muter-muter Sopir di Soetta dan Ketakutan Jepang yang Jadi Nyata, Daftar Hotel Khusus Bercinta mengisi tiga besar.

Tuesday, June 28, 2022

Tuesday, June 28, 2022

Waduh, Korut Diduga Bakar Jenazah COVID-19 Tanpa Izin Keluarga


Negaratoto - Korea Utara dilaporkan secara paksa mengkremasi jenazah warganya yang diduga meninggal akibat terinfeksi COVID-19. Meski sudah terbuka terkait penemuan kasus, tidak ada yang tahu secara pasti bagaimana kondisi wabah COVID-19 di Korea Utara.

Dikutip dari Daily NK, seorang sumber yang tidak disebutkan namanya berasal dari Provinsi Pyongan Utara mengungkap, otoritas Korea Utara telah melarang keluarga korban untuk menguburkan anggota keluarga yang meninggal akibat COVID-19.

"Para petugas pengendalian penyakit berkumpul dan mengkremasi mayat orang yang meninggal karena dugaan infeksi COVID-19. Pemerintah mengintimidasi pihak keluarga dan mengancam hukuman berat jika melanjutkan melakukan penguburan mayat," kata sumber tersebut kepada Daily NK, dikutip Senin (27/6/2022).

Di awal pandemi, banyak negara yang melakukan kremasi jenazah korban COVID-19 sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit. Namun prosesi tersebut, berdasarkan persetujuan pihak keluarga.

Sementara menurut sumber tersebut, otoritas Korea Utara tidak memberikan penjelasan tentang pengaturan pemakaman. Tanpa persetujuan, mereka mengkremasi jenazah pasien atau diduga pasien COVID-19 yang meninggal.


"Keluarga yang berduka banyak yang berkelahi dengan pihak otoritas pengendalian penyakit, menuduh mereka menghalangi cara pemakaman yang diinginkan jenazah," kata sumber yang sama.

Disebutkan bahwa hanya sedikit kelompok usia muda yang meninggal. Sebagian besar korban COVID-19 atau diduga COVID-19 merupakan anak-anak yang kekurangan gizi, kelompok lansia dan keluarga yang sekarat.

"Mereka (pemerintah Korea Utara) tidak pernah memberikan angka (kasus) pasti karena mereka khawatir membuat kita panik," terangnya.

Alami Efek Samping
Sumber itu juga menjelaskan bahwa banyak pasien COVID-19 yang sembuh tetapi mengalami efek samping setelahnya.

"Mereka mengeluh merasakan gejala demam pada siang hari, suhu tubuh mereka di atas 37 derajat Celcius setelah jam 5 sore, dan mereka merasa kedinginan. Beberapa dari mereka juga menderita hilang ingatan," ungkap sumber tersebut.

Menariknya, sumber tersebut mengatakan bahwa ada salah seorang warga di Sinuiju terjangkit COVID-19 sebanyak tiga kali.

"Terjangkit COVID-19 sebanyak tiga kali dan selalu pulih setelahnya pada April lalu," imbuh sumber itu.

Tuesday, June 14, 2022

Tuesday, June 14, 2022

Picu Kenaikan COVID-19 di Berbagai Negara, BA.4 dan BA.5 Statusnya Apa?


Negaratoto - Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah masuk ke Indonesia. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan ini menjadi salah satu penyebab naiknya kasus COVID-19 akhir-akhir ini.

"Jadi kita konfirmasi bahwa kenaikan ini memang dipicu oleh adanya varian baru. Dan ini juga yang terjadi sama di negara-negara di luar Indonesia," beber Menkes Budi dalam konferensi pers, Senin (13/6/2022).

"Jadi setiap ada varian baru, itu naik (kasus COVID-19)," lanjutnya.

Dikutip dari laman resmi European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), subvarian BA.4 dan BA.5 pertama ditemukan di Afrika Selatan pada Januari dan Februari 2022. Statusnya, menurut ECDC, ditingkatkan dari sebelumnya varian of interest (VoI) menjadi variant of concern (VoC) pada 12 Mei 2022.


Selain itu, ada beberapa fakta lain terkait subvarian BA.4 dan BA.5 yang dikutip dari update ECDC, Selasa (14/6/2022):

1. Varian BA.4 dan BA.5 ini diprediksi menjadi dominan di seluruh Eropa dalam beberapa minggu mendatang.

2. Peningkatannya tergantung pada dua faktor, yaitu:
- Perlindungan kekebalan terhadap infeksi yang dipengaruhi oleh waktu dan cakupan vaksinasi COVID-19.
- Tingkat, waktu, dan landscape varian gelombang pandemi SARS-CoV-2 sebelumnya.

3. Berdasarkan data terbatas, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa BA.4 dan BA.5 meningkatkan keparahan infeksi dibandingkan varian BA.1 dan BA.2 yang beredar.

4. Namun, harus diwaspadai kemungkinan adanya peningkatan kasus COVID-19 yang bisa mengakibatkan peningkatan rawat inap dan ICU pada mereka yang berusia di atas 60 atau 65 tahun, hingga risiko kematian.

5. Masih dikumpulkan data terkait efektivitas obat monoclonal antibodies (mAb) pada BA.4 dan BA.5. Tetapi sejauh ini nampaknya efeknya sedikit menurun atau tetap saja.

Sementara itu, organisasi kesehatan dunia WHO mengkategorikan varian Omicron atau B.1.1.529 ke dalam Variant of Concern (VoC) sejak 26 November 2021, setelah sebelumnya ada di kategori Variant under Monitoring (VUM). Di dalamnya, tercakup subvarian BA.1, BA.2, BA.3, BA.4, BA.5, dan juga subvarian rekombinan Omicron XE.

Secara khusus, WHO mengelompokkan juga subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ke dalam kategori VOC lineages under monitoring (VOC-LUM).

Friday, May 27, 2022

Friday, May 27, 2022

5 Fakta Korut Diamuk COVID-19 saat Tren Kasus Dunia Membaik


Negaratoto - Setelah dua tahun mengklaim bebas dari virus Corona, pemerintah Korea Utara (Korut) mengumumkan bahwa virus tersebut sudah masuk ke negara itu. Sebagai upaya mitigasi kasus, pemerintah langsung menerapkan kebijakan penguncian (lockdown) secara nasional.

Media resmi pemerintah melaporkan kasus tersebut disebabkan subvarian Omicron BA.2 yang terdeteksi di Pyongyang.

"Ada insiden darurat terbesar di negara ini, dengan lubang di bagian depan karantina darurat kami, yang telah dijaga dengan aman selama dua tahun tiga bulan terakhir sejak Februari 2020," kata media pemerintah yang dikutip dari Straits Times, Kamis (12/5).

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta terbaru kondisi Korea Utara yang dilanda COVID-19:

1. Catat Kasus Pertama
Pada Kamis (12/5), pemerintah Korea Utara resmi mengkonfirmasi wabah COVID-19 untuk pertama kalinya dan langsung melakukan penguncian (lockdown) nasional.

Dikutip dari Worldometers pada Kamis (26/5) pukul 12.00 WIB, kasus COVID-19 di Korea Utara mencapai 3,1 juta kasus dengan total kematian 68 jiwa.

2. Biang Kerok Penyebaran COVID-19 di Korut
Parade militer besar-besaran di Korea Utara pada 25 April 2022 lalu, diidentifikasi sebagai biang kerok penyebaran COVID-19. Dugaan ini berdasarkan hasil temuan sejumlah tentara yang berpartisipasi dalam acara tersebut dinyatakan positif COVID-19.


Radio Free Asia melaporkan, beberapa tentara yang ditugaskan sebagai penjaga perbatasan di Kota Sinuiju mula merasakan gejala COVID-19 pada awal bulan ini. Kota tersebut berada di seberang Sungai Yalu, berbatasan dengan China.

"Mereka mengalami demam tinggi dan gejala pernapasan akut. Setelah di tes oleh pihak berwenang bagian kesehatan, dikonfirmasi mereka terinfeksi varian Omicron," kata salah satu pejabat keamanan di Pyongan Utara.

3. Andalkan Ramuan Tradisional
Korea Utara diketahui belum menjalankan program vaksinasi COVID-19 dan mengandalkan ramuan tradisional untuk menghadapi virus tersebut. Obat yang digunakan adalah pereda nyeri dan antibiotik umum, seperti ibuprofen dan amoxicillin.

Warga juga diimbau untuk minum teh herba lonicera japonica atau daun gandarusa tiga kali sehari serta berkumur dengan air garam.

"Obat tradisional adalah yang terbaik!" ujar satu warga Korea Utara dalam wawancara dengan media Korut seperti dikutip dari CNA, Selasa (17/5/2022).

4. Mulai Suntik Vaksin Sinovac
Merebaknya kasus COVID-19 di negara tersebut, pemerintah Korea Utara mulai memberikan vaksinasi buatan China merek Sinovac, bagi para tentara yang bertugas di perbatasan.

"Komando Karantina Darurat Nasional mulai memberikan vaksin China kepada tentara brigade Biro Keamanan Perbatasan ke-31," kata seorang pejabat militer dari Pyongan Utara, dikutip dari Radio Free Asia, Kamis (19/5/2022).

5. Kasus COVID-19 Tunjukkan Tren Perbaikan
Data terbaru per Kamis (26/5), dilaporkan ada lebih dari 2,8 juta orang telah pulih dari COVID-19.

"Situasi penyebaran epidemi saat ini di DPRK menunjukkan tren positif dari pertumbuhan yang cepat di awal menjadi penurunan setelah dikendalikan dan dikelola secara stabil, mencatat peningkatan jumlah pemulihan harian di seluruh negeri," kata KCNA.

Saturday, May 14, 2022

Saturday, May 14, 2022

Korut Hadapi 'Bencana Besar' COVID-19, WHO Siap Bantu Suplai Vaksin


Negaratoto - Korea Utara (Korut) dikabarkan tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19. Pemimpin Korut Kim Jong Un mendeskripsikannya sebagai bencana besar dengan data terbaru sudah ada 280.810 orang yang dikarantina.

Kim mengaku ke depannya akan mencontoh kebijakan pengendalian COVID-19 seperti yang dilakukan China.

"Kita harus mengambil contoh dari pengalaman dan pencapaian pencegahan virus yang dilakukan Partai Komunis China dan rakyatnya," kata Kim seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (14/5/2022).


Sebelumnya, Korut tidak pernah melaporkan ada kasus COVID-19 dari awal pandemi hingga akhirnya 'kebobolan' pada Kamis (12/5/2022). Korut juga diketahui tidak menjalankan program vaksinasi COVID-19 dan sempat menolak donasi vaksin dari luar negeri.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam hal ini mengaku sudah berhubungan dengan otoritas kesehatan di Korut. WHO siap memberi bantuan suplai vaksin COVID-19 lewat skema COVAX.

"Bersama para mitra, termasuk di antaranya Unicef dan Gavi, WHO telah mendukung Korut mengembangkan rencana pemberian vaksin COVID-19," ungkap WHO seperti dikutip dari laman resmi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

"WHO tetap berkomitmen bekerja sama dengan otoritas nasional Korut dengan memberi mereka informasi yang diperlukan tentang vaksin COVID-19 melalui COVAX," lanjutnya.=

Monday, May 2, 2022

Monday, May 02, 2022

Jelang Musim Turis, Italia dan Yunani Perlahan Longgarkan Prokes


Negaratoto - Italia dan Yunani melonggarkan sejumlah pembatasan COVID-19 menjelang musim puncak wisata Eropa. Simak, yuk aturan terbarunya.

Otoritas penerbangan sipil Yunani mengumumkan pada hari Minggu (1/5/2022) akan mencabut pembatasan COVID-19 untuk penerbangan domestik dan internasional. Satu-satunya tindakan COVID-19 yang tersisa untuk penumpang dan staf adalah mengenakan masker di kedatangan bandara dan ruang tunggu, serta di dalam penerbangan.

Sebelumnya, penumpang diharuskan menunjukkan bukti vaksinasi atau menunjukkan hasil tes negatif COVID-19.

Sementara itu, traveler yang memasuki Italia tidak lagi memerlukan izin kesehatan untuk beraktivitas di berbagai ruang publik, termasuk di restoran, bioskop, dan tempat-tempat lain. Selain itu, wisatawan yang masuk Italia tidak perlu lagi memiliki formulir pelacakan penumpang.


Italia juga melonggarkan beberapa persyaratan penggunaan masker dalam ruangan, meskipun masker masih akan diperlukan di transportasi umum dan di bioskop.

Masker juga akan tetap wajib dipakai untuk karyawan dan pengunjung fasilitas perawatan kesehatan dan perawatan lansia.

"Itu diperlukan," kata Claudio Civitelli, seorang penduduk Roma yang sedang menikmati kopi paginya di sebuah bar dekat Air Mancur Trevi, seperti dikutip Euronews.

"Kami telah menunggu lebih dari dua tahun," dia menambahkan.

Tetapi bahkan ketika kehidupan di Eropa mulai kembali normal, pejabat kesehatan masyarakat tetap mendesak kehati-hatian. Mereka berpendapat pandemi belum benar-benar usai.

Italia, yang merupakan pusat wabah Eropa pada Februari 2020, menerapkan lockdown paling ketat dan mempertahankan pembatasan ketat selama gelombang virus Corona.

Thursday, April 28, 2022

Thursday, April 28, 2022

Ekonomi Merosot Imbas Lockdown COVID-19, China Geber Infrastruktur


Negaratoto - China berencana membangun infrastruktur baru sebagai upaya memperbaiki ekonominya yang porak poranda akibat kebijakan lockdown COVID-19. Dalam pertemuan dengan pejabat senior hari Selasa, Presiden XI Jinping menggaungkan 'all out efforts' atau upaya mati-matian untuk meningkatkan pembangunan konstruksi.

Hal ini guna memenuhi permintaan domestik dan mendorong pertumbuhan.

Xi menganggap jika infrastruktur negara belum memenuhi standar kebutuhan dan keamanan nasional. Dia menyerukan untuk membangun lebih banyak proyek transportasi energi dan pemeliharaan air, fasilitas baru untuk superkomputer, komputasi awan, dan artificial intelligence (AI).

Tidak ada rincian mengenai anggaran yang China siapkan untuk belanja infrastruktur ini. Menurut statistik terbaru dari pemerintah, investasi di bidang infrastruktur sudah naik 8,5% pada kuartal pertama 2022 dari tahun sebelumnya. Namun, Beijing nampaknya khawatir dengan prospek pertumbuhan negara yang tak kunjung membaik.


Lockdown akibat COVID-19 menjadi penyebab kedua terbesar dari hancurnya perekonomian dunia, seperti ditulis analis Société Générale minggu ini. Pembatasan ketat di Shanghai dan kota-kota besar China baru-baru ini memperburuk keadaan. Sebelumnya China sudah merasakan dampak buruk dari jatuhnya sektor real estate dan bisnis di sektor swasta. Tingkat pengangguran mencapai level tertingginya sejak 21 bulan pada Maret lalu.

Tidak membaiknya situasi membuat sejumlah bank investasi memangkas perkiraan mereka atas pertumbuhan Ekonomi China sebulan terakhir. International Monetary Fund pekan lalu memperkirakan pertumbuhan sebesar 4,4% tahun ini, lebih kecil dari perkiraan sebelumnya 4,8%. Statistik ini bahkan lebih rendah dari perkiraan resmi China sebesar 5,5%.

Pertemuan hari Selasa lalu menunjukkan jika China semakin sadar akan kerugian yang timbul akibat pembatasan COVID-19. Menurut Analis Goldman Sachs, pemangku kebijakan mulai bertekad mengambil langkah untuk melonggarkan kebijakan.

Sementara itu Citi Analyst memperkirakan jika investasi infrastruktur China bakal melonjak sebesar 8% pada 2022, jauh lebih tinggi dari tahun 2021 yang hanya sebesar 0,4%.

"Dorongan infrastruktur itu nyata," tulis mereka.

Friday, April 22, 2022

Friday, April 22, 2022

Marah dan Lapar, Warga Shanghai Mengeluh Lockdown Tak Kunjung Usai

Negaratoto - Warga Shanghai mengeluh soal kebijakan lockdown di kota mereka yang tak kunjung usai. Warga sudah merasa sangat marah dan juga lapar gara-gara lockdown.

Pemerintah China memutuskan untuk me-lockdown kota Shanghai. Keputusan itu menyusul meningkatnya kasus positif COVID-19 di kota itu. Sekitar 24 ribu warga Shanghai diketahui terinfeksi COVID-19, membuat 25 jutaan warga lainnya terpaksa harus berdiam diri di rumah.

Warga Shanghai pun mengeluh karena kebijakan lockdown itu tak kunjung usai. Mereka mengeluh lapar karena persediaan makanan lama-lama habis, sementara pemerintah China tidak tahu kapan akan mengakhiri lockdown.

"Kami akan kehabisan bahan makanan dalam beberapa hari ke depan jika pemerintah tidak membagikan makanan segera. Kami masih punya sedikit nasi dan biskuit, serta kopi, banyak sekali kopi," keluh kakek berusia 73 tahun yang enggan menyebutkan namanya kepada CNN, Jumat (22/4/2022).


Golongan masyarakat yang paling rentan akibat kebijakan lockdown ini tentu saja yang perekonomiannya lemah dan lansia. Sementara anak mudanya merasa sangat frustasi dengan kebijakan ini.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga Shanghai mengandalkan pemesanan secara online yang kemudian diantarkan oleh petugas. Tapi karena selama lockdown mereka tidak mendapat pemasukan, lama-lama persediaan uang mereka akan habis juga.

Kehabisan stok bahan makanan, seperti telur dan sayur mayur, karena tingginya permintaan juga dialami oleh warga Shanghai. Seperti hukum ekonomi, permintaan yang tinggi ditambah dengan keterbatasan stok, membuat harga-harga melambung tinggi.

Uang 398 Yuan sekarang cuma dapat 5 kilogram sayur dan 60 butir telur. Padahal uang segitu dulu bisa dapat dua kali lipatnya sekarang. Semakin bertambah pula nestapa warga Shanghai.

"Ini adalah perampokan!" teriak salah satu orang di jalanan Shanghai.

Thursday, April 21, 2022

Thursday, April 21, 2022

Shanghai Segera Longgarkan Lockdown Seiring Pabrik Tesla Dibuka Lagi

Negaratoto - Kota Shanghai di China bersiap untuk melonggarkan kebijakan lockdown mereka seiring dibukanya lagi pabrik-pabrik di kota itu.

Pemerintah China mengeluarkan kebijakan lockdown untuk kota Shanghai menyusul masih ditemukannya warga yang positif COVID-19. Pemerintah Negeri Tirai Bambu memang memberlakukan kebijakan Zero Covid alias angka positif COVID-19 di daerah itu harus nol.

Jika belum nol juga, maka kebijakan lockdown akan terus diperpanjang. Kebijakan itu juga disertai dengan kebijakan tracing massal agar penyebaran virus bisa dipantau.

Namun kini pemerintah China sepertinya akan melonggarkan kebijakan lockdown mereka di Shanghai menyusul mulai dioperasikannya lagi pabrik-pabrik di kota itu.


Salah satunya adalah pabrikan mobil listrik Tesla yang meminta karyawannya untuk masuk kerja, bahkan mereka diminta untuk tidur di pabrik saja guna mengejar target produksi.

Bagi warga yang positif COVID-19, pemerintah China akan melockdown Anda di sebuah fasilitas karantina bersama dengan pasien positif COVID-19 lainnya.

Sampai sejauh ini, total kasus positif baru di Shanghai yang sudah dilaporkan mencapai 19.442 kasus di hari Senin (18/4) lalu. Angka tersebut sudah turun dari hari sebelumnya yang mencapai 21.395 kasus.

Menurut Professor Robert Booy dari University of Sydney, kebijakan Zero Covid yang diambil pemerintah China punya efek yang cukup positif pada pengendalian pandemi virus yang menyerang organ pernafasan itu.

"Populasi China punya level imunitas yang tinggi karena vaksinasi, bukan karena tertular virus, karena mereka mengatasinya dengan sangat baik," ujar Booy, dikutip dari Guardian.

Tuesday, April 12, 2022

Tuesday, April 12, 2022

WHO Analisis 2 Subvarian Baru Omicron, Lebih Berbahaya Dan Menular?

Pandemi COVID-19 Hingga Saat Ini Belum Juga Selesai, Bahkan Sejumlah Negara Juga Masih Terus Berjuang Melawan Angka Kasus Yang Terus Melonjak. Belum Lagi Virus COVID-19 Yang Bermutasi.

NEGARATOTO - Seperti yang diketahui sebelumnya, virus COVID-19 telah bermutasi menjadi varian Delta hingga Omicron. Hingga kini, tampaknya masing-masing dari varian COVID-19 juga bermutasi.

Pada Senin (11/4), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa pihaknya melacak beberapa lusin kasus dua subvarian baru dari jenis virus COVID-19 Omicron. Sebagaimana diketahui, varian Omicron sebelumnya dikatakan sebagai varian yang memiliki tingkat penularan tinggi.

Maka dari itu, WHO memutuskan untuk meneliti lebih lanjut apakah dua subvarian Omicron yang baru itu juga sangat menular dan berbahaya. Adapun subvarian Omicron yang baru itu adalah BA.4 dan BA.5, yang juga disebut sebagai varian saudara dari varian BA.1 Omicron asli, ke daftar WHO untuk pemantauan.

WHO sendiri diketahui telah melacak BA.1 dan BA.2, yang saat ini disebut telah menjadi kasus COVID-19 dominan secara global. Selain itu, pihaknya juga sudah melacak subvarian BA.1.1 dan BA.3.

Lebih lanjut, WHO mengatakan bahwa pihaknya telah mulai melacak subavarian tersebut lantaran "mutasi tambahan yang perlu dipelajari lebih lanjut untuk memahami dampaknya pada potensi pelarian kekebalan".

WHO pun mengungkapkan bahwa virus terus bermutasi sepanjang waktu, tetapi hanya beberapa mutasi yang memengaruhi kemampuannya untuk menyebar atau menghindari kekebalan sebelumnya dari vaksinasi atau infeksi, atau tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

Misalnya seperti subvarian BA.2, kata WHO, sekarang mewakili hampir 94 persen dari semua kasus berurutan dan lebih menular daripada saudara kandungnya, tetapi bukti sejauh ini menunjukkan bahwa hal itu tidak lebih mungkin menyebabkan penyakit parah.

Menurut WHO, hanya beberapa lusin kasus BA.4 dan BA.5 yang telah dilaporkan ke database Global Initiative on Sharing All Influenza Data (Gisaid). Sementara itu, Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan pada pekan lalu, BA.4 telah ditemukan di Afrika Selatan, Denmark, Botswana, Skotlandia, dan Inggris dari 10 Januari hingga 30 Maret 2022.

Pada pekan lalu, semua kasus BA.5 disebut berada di Afrika Selatan. Namun pada Senin (11/4), Kemenkes Botswana mengatakan telah mengidentifikasi empat kasus BA.4 dan BA.5, semuanya di antara orang berusia 30 hingga 50 tahun yang divaksinasi penuh dan mengalami infeksi ringan.

Wednesday, April 6, 2022

Wednesday, April 06, 2022

Inggris Catat Rekor Kasus Covid-19 Tertinggi, Subvarian BA.2 Omicron Mendominasi

 

NEGARATOTO - Inggris mencatat prevalensi tertinggi penularan COVID-19 pada Maret dan jumlah kasus pada kelompok usia 55 tahun ke atas terus meningkat pada akhir bulan itu, menurut sebuah studi, Rabu.

Penelitian yang dilakukan Imperial College London itu juga mengungkapkan bahwa subvarian BA.2 Omicron kini mendominasi.

Perdana Menteri Boris Johnson telah mencabut semua pembatasan COVID-19 di Inggris.

Dilansir dari laman Antara mengutip Reuters, Rabu (6/4), pencabutan itu didasarkan pada pengalaman selama gelombang Omicron saat pergantian tahun, ketika kasus mencapai rekor tetapi tidak diikuti dengan peningkatan angka kematian pada populasi dengan tingkat vaksinasi yang tinggi.

Penelitian bernama REACT-1 itu menunjukkan bahwa puncak infeksi pada Maret melewati angka-angka tertinggi yang tercatat selama gelombang BA.1 Omicron pada Januari.

Perkembangan itu menegaskan temuan oleh Kantor Statistik Nasional (ONS) bahwa jumlah kasus telah mencapai angka tertinggi selama pandemi.

REACT-1 juga menemukan bahwa pada akhir Maret, meskipun kasus pada kelompok usia di bawah 55 tahun telah mendatar, angkanya terus meningkat pada kelompok usia 55 tahun ke atas.

"Kita belum tahu apakah kita akan mengalami puncak kasus di kelompok usia tertua, 55 tahun ke atas, dan karena mereka memiliki risiko keparahan lebih tinggi, hal itu jadi kekhawatiran tersendiri," kata epidemiolog Imperial Christl Donnelly kepada awak media.

Imperial mencatat prevalensi total 6,37 persen pada 8-31 Maret, atau 1 dari 15 orang terinfeksi. Rekor sebelumnya adalah 4,41 persen pada Januari.

Prevalensi di kelompok usia 55 ke atas mencapai rekor 8,3 persen pada 31 Maret.

Para peneliti menduga tingkat infeksi yang tinggi itu salah satunya disebabkan oleh efek perlindungan suntikan booster vaksin COVID-19 yang semakin menurun.

Puncak gelombang dipicu oleh subvarian BA.2 Omicron, yang menyumbang hampir 95 persen sampel yang diurutkan dalam penelitian.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah menemukan bahwa BA.2 lebih cepat menyebar ketimbang BA.1, tapi tidak dikaitkan dengan risiko rawat inap yang lebih tinggi.

Laporan REACT-1 itu menjadi laporan terakhir karena pemerintah Inggris telah memangkas anggaran surveinya. Namun, Survei Infeksi ONS akan tetap berjalan.