Breaking

Showing posts with label Korea Utara. Show all posts
Showing posts with label Korea Utara. Show all posts

Thursday, July 28, 2022

Thursday, July 28, 2022

Bocah Korut Jadi Vlogger, Ajak Turis Main ke Sana


Negaratoto - Korea Utara kembali membuat gempar dunia dengan sebuah vlog dari bocah cilik. Bocah bernama Song A tersebut memamerkan kehidupan bahagianya hidup di Korut.

Song A mengunggah video kehidupan sehari-hari di Youtube pada tiga bulan lalu. Menggunakan bahasa Inggris beraksen British, video Song A membuat warga Korea Selatan ketar-ketir.

Kanal Youtube-nya bernama Sary Voline. Song A memperkenalkan diri sebagai sebagai siswi kelas 5 SD yang tinggal di Pyongyang, Ibu Kota Korea Utara. Ia mengatakan bahwa ibunya mengajarkan bahasa Inggris sejak kecil.

Videonya pun mirip dengan video-video liburan pada umumnya. Song A memamerkan aktivitasnya di water park sampai jajan es serut dekat sekolahnya.

"Kalau kamu datang ke Pyongyang, kabari saya. Nanti akan saya ajak ke gerai es serut terbaik di negara saya," ujarnya.

Song A juga mengatakan bahwa penonton akan terkejut jika berkunjung ke Pyongyang yang dipenuhi taman hiburan.


Hingga kini, gadis cilik asal Korea Utara itu telah mengunggah lima video yang memperlihatkan kehidupan mewahnya. Ia merekam sejumlah fasilitas seperti rumah sakit, taman hiburan, dan apartemennya.

Song A bahkan menampilkan wajah nenek dan sahabatnya Song Ryong di sekolah.

Namun warga Korea Selatan mengatakan bahwa Song A hanyalah alat propaganda dari Korea Utara. Alasan utama Korea Utara untuk mempromosikan YouTuber cilik itu diketahui sebagai cara untuk menghindari kebijakan internal Google.

YouTube sebelumnya menutup sejumlah saluran yang dijalankan oleh Korea Utara seperti "DPRK Today" dan "Red Star TV," dengan alasan mereka menyebarkan sistem politik Korea Utara dengan konten agresif dalam video mereka.

Tae Yong-ho, dari Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang berkuasa, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan NK News bahwa Song-A adalah putri seorang diplomat Korea Utara yang pernah berbasis di London.

Tae, yang juga mantan diplomat Korea Utara di London, mengatakan dia bekerja dengan ayah YouTuber cilik itu. Menurutnya, aksen Inggris Song-A adalah karena ia tinggal di Inggris.

Friday, July 15, 2022

Friday, July 15, 2022

Korea Utara Buka Suara soal Ukraina Putuskan Hubungan


Negaratoto - Pemerintah Korea Utara (Korut) menanggapi keputusan Ukraina yang memutuskan hubungan karena rezim Pyongyang mengakui dua wilayah separatis pro-Rusia. Korut menegaskan bahwa Ukraina tidak memiliki hak membahas soal kedaulatan setelah bergabung dengan tindakan 'tidak adil dan ilegal' Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Reuters, Jumat (15/7/2022), Kementerian Luar Negeri Korut menyebut tindakan-tindakan AS itu telah melanggar kedaulatan Pyongyang.

Media pemerintah Korut merilis pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Korut setelah negara itu secara resmi mengakui wilayah Donetsk dan Luhansk, yang ada di wilayah Ukraina bagian timur, sebagai negara merdeka. Rusia mengakui kemerdekaan kedua wilayah separatis itu sebelum melancarkan invasi Februari lalu.

Selain Korut, pemerintah Suriah juga telah mengakui kedua wilayah separatis pro-Rusia itu bulan lalu.


Ukraina dalam tanggapannya mengumumkan pemutusan hubungan resmi dengan Korut. Ditegaskan Ukraina bahwa langkah Korut itu merupakan upaya untuk merusak kedaulatan dan integritas teritorialnya.

Namun Kementerian Luar Negeri Korut membela keputusannya itu, dengan menyebut Ukraina telah membantu tindakan-tindakan yang dipimpin AS, termasuk penjatuhan sanksi-sanksi terhadap program senjata Korut.

Ditegaskan oleh Korut bahwa program nuklir dan rudalnya merupakan pencegahan dan pertahanan diri. Korut juga menuduh AS mempertahankan 'kebijakan bermusuhan' dengan menjatuhkan sanksi-sanksi internasional dan menggelar latihan militer gabungan dengan Korea Selatan (Korsel).

"Ukraina tidak memiliki hak untuk mengangkat isu atau memperdebatkan praktik kedaulatan kami yang sah setelah melakukan tindakan yang sangat tidak adil antar negara-negara dengan secara aktif bergabung dalam kebijakan bermusuhan AS yang tidak adil dan bermusuhan di masa lalu," sebut Kementerian Luar Negeri Korut dalam pernyataannya.

"Kami akan terus memperkuat dan mengembangkan persahabatan dan kerja sama dengan semua negara yang menghormati kedaulatan kami dan memperlakukan kami dengan baik berdasarkan prinsip kesetaraan kedaulatan, tidak mencampuri urusan dalam negeri dan saling menghormati," tegas pernyataan itu.

Tuesday, June 28, 2022

Tuesday, June 28, 2022

Waduh, Korut Diduga Bakar Jenazah COVID-19 Tanpa Izin Keluarga


Negaratoto - Korea Utara dilaporkan secara paksa mengkremasi jenazah warganya yang diduga meninggal akibat terinfeksi COVID-19. Meski sudah terbuka terkait penemuan kasus, tidak ada yang tahu secara pasti bagaimana kondisi wabah COVID-19 di Korea Utara.

Dikutip dari Daily NK, seorang sumber yang tidak disebutkan namanya berasal dari Provinsi Pyongan Utara mengungkap, otoritas Korea Utara telah melarang keluarga korban untuk menguburkan anggota keluarga yang meninggal akibat COVID-19.

"Para petugas pengendalian penyakit berkumpul dan mengkremasi mayat orang yang meninggal karena dugaan infeksi COVID-19. Pemerintah mengintimidasi pihak keluarga dan mengancam hukuman berat jika melanjutkan melakukan penguburan mayat," kata sumber tersebut kepada Daily NK, dikutip Senin (27/6/2022).

Di awal pandemi, banyak negara yang melakukan kremasi jenazah korban COVID-19 sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit. Namun prosesi tersebut, berdasarkan persetujuan pihak keluarga.

Sementara menurut sumber tersebut, otoritas Korea Utara tidak memberikan penjelasan tentang pengaturan pemakaman. Tanpa persetujuan, mereka mengkremasi jenazah pasien atau diduga pasien COVID-19 yang meninggal.


"Keluarga yang berduka banyak yang berkelahi dengan pihak otoritas pengendalian penyakit, menuduh mereka menghalangi cara pemakaman yang diinginkan jenazah," kata sumber yang sama.

Disebutkan bahwa hanya sedikit kelompok usia muda yang meninggal. Sebagian besar korban COVID-19 atau diduga COVID-19 merupakan anak-anak yang kekurangan gizi, kelompok lansia dan keluarga yang sekarat.

"Mereka (pemerintah Korea Utara) tidak pernah memberikan angka (kasus) pasti karena mereka khawatir membuat kita panik," terangnya.

Alami Efek Samping
Sumber itu juga menjelaskan bahwa banyak pasien COVID-19 yang sembuh tetapi mengalami efek samping setelahnya.

"Mereka mengeluh merasakan gejala demam pada siang hari, suhu tubuh mereka di atas 37 derajat Celcius setelah jam 5 sore, dan mereka merasa kedinginan. Beberapa dari mereka juga menderita hilang ingatan," ungkap sumber tersebut.

Menariknya, sumber tersebut mengatakan bahwa ada salah seorang warga di Sinuiju terjangkit COVID-19 sebanyak tiga kali.

"Terjangkit COVID-19 sebanyak tiga kali dan selalu pulih setelahnya pada April lalu," imbuh sumber itu.

Tuesday, June 21, 2022

Tuesday, June 21, 2022

Korut Diserang Wabah Misterius, Bantuan Kim Jong Un Bikin Rakyat Mengharu Biru


Negaratoto - Belum selesai dengan COVID-19, penduduk Korea Utara kini diserang wabah baru yang mengancam nyawa penduduknya.

Reuters melaporkan Korea Utara telah mengirim kru medis dan penyelidik epidemiologi ke sebuah provinsi yang memerangi wabah penyakit usus. Setidaknya 800 keluarga mengidap "epidemi enterik akut" di Provinsi Hwanghae Selatan.

Enterik mengacu pada saluran pencernaan dan pejabat Korea Selatan mengatakan itu mungkin kolera atau tipus.

Wabah baru, yang pertama kali dilaporkan pada hari Kamis, semakin membebani negara yang terisolasi itu karena memerangi kekurangan makanan kronis dan gelombang infeksi COVID-19.


Pada hari Minggu kantor berita negara KCNA merinci upaya pencegahan, termasuk karantina, penyaringan intensif untuk semua penduduk, dan perlakuan khusus serta pemantauan orang-orang yang rentan seperti anak-anak dan orang tua.

Sementara itu KCNA melaporkan Kim Jong Un telah mengirim bantuan medis yang membuat rakyatnya menangis terharu.

"Warga di Kota Haeju meneriakkan 'hidup Kamerad Kim Jong-un!', menangis karena rasa terima kasih," bunyi pernyataan KCNA.

"Mereka dengan hangat menghargai citra baik Kim Jong-un, yang mengabdikan dirinya kepada rakyat dengan gagasan mulianya bahwa tak ada keadaan darurat yang lebih serius dari penderitaan rakyat dan tak ada pekerjaan revolusioner yang lebih penting daripada meringankan kemalangan rakyat," tambahnya.

Tuesday, June 21, 2022

'Liburan ke Jepang Sekarang Rasanya Seperti ke Korea Utara'


Negaratoto - Jepang memang sudah melonggarkan pembatasan internasionalnya. Banyak turis sudah masuk, tapi agak kecewa nih sama Jepang.

Negeri Sakura memberikan peraturan ketat bagi turis yang masuk ke negaranya. Alasannya sederhana, karena mereka ingin pariwisata kembali bergerak, tapi takut Covid-19 menyebar lagi.

Pemerintah Jepang mengatakan bahwa mereka takut, turis yang datang tidak taat dengan peraturan dan menyebabkan kenaikan di fase yang sudah landai ini.

Alhasil, turis yang masuk harus menggunakan agen tur resmi yang sudah di pilih. Mereka tak boleh kemana-mana sendiri dan ditemani oleh pemandu wisata.

Saat berada di luar ruangan, para kelompok turis harus tetap memakai masker. Satu kelompok haruslah menjaga jarak dengan kelompok lain.

Turis yang sudah ke sana mendapat kesan tersendiri. Dilansir dari Bloomberg, tur dengan pemandu wisata ini dicemooh lewat sosial media. Katanya Jepang jadi mirip dengan Korea Utara.


Sedikit informasi, Korea Utara tak mengizinkan turis masuk ke sana tanpa agen travel resmi dari pemerintah. Turis tidak boleh bepergian tanpa pemandu wisata. Ya, sedikit mirip sih ya Jepang yang sekarang dengan Korea Utara.

Tapi tenang saja, ini bukanlah akhir dari pariwisata Jepang. Pemerintah Jepang masih memilih untuk berhati-hati untuk membuah kebijakan.

Beberapa orang mengatakan bahwa Tokyo begitu lamban dalam mengambil keputusan. Namun pemerintah Kota Tokyo sendiri skeptis bahwa turis akan mengikuti peraturan dengan benar.

Hal ini sudah dirasakan oleh Jepang saat Olimpiade Tokyo 2020. Dari pengalaman saat itu, banyak turis datang namun melanggar peraturan. Sehingga Jepang ini meraih pasar baru, yaitu wisatawan domestik.

Warga Tokyo sendiri sudah jengah dengan ramainya jalanan. Kuil-kuil di Kyoto lebih terasa tenang tanpa padatnya turis yang lalu lalang.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan bahwa Jepang harus meningkatkan pariwisata domestik terlebih dahulu. Setelah itu barulah Jepang akan menerima wisatawan internasional.

Monday, June 13, 2022

Monday, June 13, 2022

Kim Jong Un Kirim Pesan ke Putin: Dukung Penuh Invasi ke Ukraina


Negaratoto - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menyampaikan dukungan penuh untuk Presiden Rusia Vladimir Putin, meskipun ada kecaman internasional atas invasi Moskow ke Ukraina.

"Warga Rusia telah mencapai keberhasilan besar dalam mencapai tujuan yang adil untuk membela martabat dan keamanan negara mereka ... sambil menghadapi segala macam tantangan dan kesulitan," tulis Kim dalam sebuah pesan untuk Putin seperti dikutip kantor berita resmi Korut, KCNA dan diberitakan kantor berita Korea Selatan, Yonhap dan media Malaysia, The Star, Senin (13/6/2022).

"Rakyat Korea memberikan dukungan dan dorongan penuh kepada mereka," imbuh Kim dalam pesannya yang disampaikan bertepatan dengan Hari Rusia.

Pernyataan Kim Jong Un yang menyebut serangan terhadap Ukraina sebagai "tujuan yang adil" untuk membela keamanan Rusia adalah tanda terbaru yang menggambarkan hubungan bilateral dekat yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara kedua negara tersebut.


Pyongyang baru-baru ini menekankan hubungan dekatnya dengan Moskow, meskipun ada kritik dari komunitas internasional atas operasi militer Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina.

Kim juga menyatakan keyakinannya bahwa hubungan persahabatan akan terus menguat di semua bidang dan dalam "perjalanan untuk membela keadilan internasional dan memastikan keamanan global."

Sebelumnya pada tahun 2019, Kim mengadakan pertemuan puncak pertamanya dengan Putin di kota Vladivostok di wilayah timur jauh Rusia.

Rusia telah melancarkan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari lalu. Pasukan Rusia kini mengalihkan fokus invasinya ke wilayah Donbas, yang dikuasai separatis pro-Moskow sejak tahun 2014 lalu, setelah pasukannya mundur dari wilayah sekitar ibu kota Ukraina, Kiev.

Pasukan Rusia dilaporkan telah meledakkan sebuah jembatan yang menghubungkan kota Sievierodonetsk di Ukraina, dengan sebuah kota lainnya yang terpisahkan sungai. Hal ini berarti memutus kemungkinan rute evakuasi untuk warga sipil setempat.

Seperti dilansir Reuters, Senin (13/6/2022), kota Sievierodonetsk yang terletak di Provinsi Luhansk menjadi pusat pertempuran sengit selama beberapa waktu terakhir, dengan pasukan Moskow harus bisa menguasainya untuk mencapai target menguasai seluruh wilayah Donbas, Ukraina bagian timur.

Sebagian kota tersebut hancur akibat pertempuran sengit antara pasukan Kiev dan Moskow sejak invasi dilancarkan 24 Februari lalu.

Sunday, June 12, 2022

Sunday, June 12, 2022

Korsel Kerja Sama dengan AS-Jepang Respons Nuklir Korut


Negaratoto - Menteri Pertahanan Korea Selatan Lee Jong-sup mengatakan negaranya akan meningkatkan kemampuan pertahanannya dan bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Hal itu guna melawan ancaman nuklir dan rudal Korea Utara.

Dilansir dari reuters, hal itu diungkapkan Lee pada pertemuan terkait keamanan Asia di Hotel Shangri-La, Singapura, Minggu (12/6/2022). Dia mengatakan situasi di semenanjung Korea merupakan ancaman global dan dia mendesak Korea Utara untuk segera mengakhiri program senjata nuklir dan rudalnya.

Amerika Serikat memperingatkan kalau bulan ini Korea Utara sedang bersiap untuk melakukan uji coba nuklir ketujuh. AS mengatakan akan kembali mendorong sanksi PBB jika itu terjadi.

"Pemerintah Korea Selatan akan memperkuat kemampuan untuk lebih menerapkan pencegahan yang diperluas Amerika Serikat, dan kami akan memperkuat kemampuan respons militer Korea Selatan untuk mencegah ancaman nuklir dan rudal Korea Utara," kata Lee dalam pidatonya.


"Selain itu, kami ingin memperkuat kerja sama keamanan antara Korea Selatan, AS, dan Jepang untuk menanggapi program nuklir dan rudal Korea Utara," tambahnya.

Korea Utara menunjuk Menteri Luar Negeri untuk menjadi juru runding nuklir utama, kata media pemerintah mengatakan pada hari Sabtu, ketika pemimpin Kim Jong Un bersumpah kepada partai yang berkuasa bahwa ia akan menggunakan "kekuatan untuk kekuasaan" untuk melawan ancaman terhadap kedaulatan negara.

Korea Utara telah melakukan setidaknya 18 putaran uji coba senjata tahun ini, menggarisbawahi perkembangan persenjataan nuklir dan rudalnya.

Lee mengatakan Korea Selatan siap untuk memperluas dukungan ekonomi ke Korea Utara jika mengakhiri program nuklirnya.

"Jika Korea Utara membuat kemajuan substansial dalam denuklirisasi, pemerintah kami akan mengejar rencana berani yang dapat menghasilkan pencapaian terobosan bagi ekonomi Korea Utara dan kualitas hidup warganya," katanya.

Wednesday, June 8, 2022

Wednesday, June 08, 2022

AS Yakin Korea Utara Bisa Uji Coba Nuklir Kapan Saja


Negaratoto - Korea Utara (Korut) dinilai bisa melakukan uji coba nuklir ketujuh 'kapan saja'. Korut juga disebut tidak menunjukkan ketertarikan untuk kembali ke perundingan yang terhenti.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (8/6/2022), hal tersebut disampaikan oleh Perwakilan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Korut, Sung Kim, saat berbicara kepada wartawan pada Selasa (7/6) waktu setempat.

Disebutkan Kim bahwa Korut telah menguji coba rentetan rudal balistik yang belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang tahun ini dan para pejabat Pyongyang juga menggunakan retorika yang bisa mengindikasikan rencana penggunaan senjata nuklir taktis.

Kim menegaskan kembali penilaian AS bahwa Korut sedang mempersiapkan uji coba nuklir ketujuh.

Ditanya kapan itu mungkin terjadi, Kim menjawab: "Saya tidak punya informasi apapun lagi. Mereka jelas telah melakukan persiapan ... dan pemahaman saya adalah mereka bisa melakukan uji coba kapan saja."

Kim menekankan bahwa pada 5 Juni lalu, Korut melakukan uji peluncuran delapan rudal balistik dari berbagai lokasi di wilayahnya, yang menjadi peluncuran terbanyak dalam satu hari.


"Korea Utara sekarang telah meluncurkan 31 rudal balistik pada tahun 2022, rudal balistik paling banyak yang pernah diluncurkan dalam waktu satu tahun, melampaui rekor sebelumnya sebanyak 25 rudal pada tahun 2019. Dan ini baru bulan Juni," tutur Kim dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, Kim menegaskan kembali kesediaan AS untuk terlibat secara diplomatik dengan Korut dan mengatasi masalah yang menjadi perhatian Pyongyang.

"DPRK belum menanggapi, dan terus menunjukkan tidak ada indikasi bahwa mereka tertarik untuk terlibat," sebut Kim menggunakan nama resmi Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea.

Dia menambahkan bahwa Pyongyang juga tidak tertarik membahas bantuan untuk menangani wabah virus Corona (COVID-19).

Sebelumnya, AS dan Korea Selatan (Korsel) menggelar aksi pamer kekuatan udara bersama-sama saat Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman berkunjung ke Seoul. Sherman juga sempat menegaskan akan ada respons 'cepat dan tegas' jika Korut sungguh-sungguh melakukan uji coba nuklir.

Kim, yang berbicara dari Jakarta mengingat dia juga menjabat Duta Besar AS untuk Indonesia, menolak untuk menyebut langkah spesifik apa yang akan diambil AS dan sekutu-sekutunya, meskipun dia memperkirakan akan ada 'aspek Dewan Keamanan PBB untuk itu'.

Dia juga menyayangkan China dan Rusia yang mem-veto dorongan AS untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi terhadap Korut usai uji coba rudal. Dia mengharapkan China akan lebih terbuka di masa depan dalam membantu membujuk Korut melakukan denuklirisasi.

Sunday, June 5, 2022

Sunday, June 05, 2022

Rentetan Rudal Korea Utara dari Lokasi Tak Biasa


Negaratoto - Korea Utara (Korut) terdeteksi meluncurkan rentetan rudal balistik. Rentetan rudal balistik itu terdeteksi dari sejumlah lokasi yang tidak biasa.

Dilansir kantor berita AFP, Minggu (5/6/2022), militer Korea Selatan (Korsel) mendeteksi peluncuran rudal balistik itu sehari setelah Korsel dan Amerika Serikat (AS) melakukan latihan militer bersama yang melibatkan kapal induk.

"Militer kami mendeteksi 8 rudal balistik jarak dekat yang ditembakkan Korea Utara," ucap Kepala Staf Gabungan Seoul.

Rudal itu diluncurkan dari sejumlah lokasi dalam waktu lebih dari 30 menit. Sejumlah lokasi yang terdeteksi yaitu Sunan di Pyongyang, Tongchang-ri di Pyongan Utara, dan Hamhung di Hamgyong Selatan.

Disebutkan bila rudal-rudal itu menempuh jarak 110 km hingga 670 km. Rudal itu meluncur di ketinggian berbeda yang mencapai 90 km.

Menteri Pertahanan Jepang, Nobuo Kishi, turut memberikan komentar bila peluncuran rudal itu dilakukan di sejumlah lokasi 'yang tidak biasa'. Dia pun mengecam hal itu.

"Ini benar-benar tidak bisa diterima," ucapnya.

Menurut laporan setempat, 2 rudal ditembak dari masing-masing lokasi. Seorang analisis dari Sejong Institut, Cheong Seong-Jang, menyebut apa yang dilakukan Korut merupakan pesan tajam bagi Seoul dan Washington.

"Hal ini menunjukkan niat Korut yang bisa menetralisasi sistem pertahanan rudal Korea Selatan dan Amerika Serikat dengan beberapa serangan simultan selama keadaan darurat," ucapnya.


Aktivitas Peluncuran Rudal
Pada akhir Mei 2022 lalu, Korea Utara juga dilaporkan melakukan aktivitas peluncuran rudal. Laporan Korea Selatan (Korsel) menyebut Korut baru saja meluncurkan sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) dan dua rudal jarak dekat pada Rabu (25/5) pagi waktu setempat.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Rabu (25/5), Kepala Staf Gabungan pada militer Korsel menyebut Korut diduga meluncurkan rudal balistik antarbenua dalam rangkaian uji coba senjata pada Rabu (25/5) pagi, atau sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyelesaikan kunjungan di Asia Timur.

"Rudal balistik pertama (diduga ICBM) memiliki jangkauan sekitar 360 kilometer dan mencapai ketinggian sekitar 540 kilometer," sebut Kepala Staf Gabungan pada militer Korsel dalam pernyataannya.

Jika dikonfirmasi, maka itu akan menjadi peluncuran ICBM pertama dalam dua bulan terakhir. Korut yang melanggar moratorium peluncuran jarak jauh tahun 2018, mengklaim telah menguji coba rudal jarak jauh pada Maret lalu sebagai bagian dari pengembangan rudal berkemampuan nuklir yang bisa menjangkau wilayah AS.

Peluncuran rudal ini terjadi saat Korut tengah menghadapi wabah virus Corona (COVID-19) di wilayahnya.

Setelah rapat darurat dewan keamanan nasional, pemerintah Korsel menyebut ada tiga senjata yang ditembakkan Korut, termasuk sebuah rudal diduga ICBM dan dua rudal balistik jarak dekat.

Disebutkan militer Korsel bahwa rudal ICBM itu diluncurkan dari wilayah Pyongyang pada Rabu (25/5) waktu setempat, dan mencapai ketinggian maksimum 540 kilometer dan mencapai jarak 360 kilometer sebelum jatuh ke lautan.

Kepala Staf Gabungan Korsel juga menyebut Korut tampaknya kehilangan rudal kedua saat mengudara sejauh 20 kilometer, sedangkan rudal ketiga berhasil mengudara sejauh 760 kilometer dan mencapai puncak ketinggian 60 kilometer.

Ditambahkan oleh Kepala Staf Gabungan Korsel dalam pernyataannya bahwa militer Korsel dan AS menembakkan dua rudal permukaan-ke-permukaan untuk merespons peluncuran rudal Korut itu, guna menunjukkan kemampuan serang kedua negara yang bersekutu itu.

Kepala Staf Gabungan Korsel menyatakan bahwa sekutu telah terlebih dulu mendeteksi persiapan untuk peluncuran Korut.

Gedung Putih dalam pernyataan terpisah menyebut Biden telah mendapatkan penjelasan soal aktivitas peluncuran rudal terbaru Korut dan akan terus mendapatkan penjelasan secara berkala.

Sementara Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi menyebut peluncuran Korut itu sebagai 'aksi provokasi dan sama sekali tidak diizinkan'. Dia menuduh Korut memaksa untuk mengembangkan persenjataan dengan 'mengabaikan penderitaan rakyat di tengah penyebaran virus Corona di negara itu'.

Peluncuran terbaru Korut ini menjadi peluncuran rudal ke-17 yang dilakukan Korut sepanjang tahun ini. Para pakar menilai uji coba Korut bertujuan memodernisasi pasokan persenjataan dan meningkatkan tekanan pada negara rivalnya untuk mendorong peringanan sanksi dan konsesi lainnya.

Friday, May 27, 2022

Friday, May 27, 2022

5 Fakta Korut Diamuk COVID-19 saat Tren Kasus Dunia Membaik


Negaratoto - Setelah dua tahun mengklaim bebas dari virus Corona, pemerintah Korea Utara (Korut) mengumumkan bahwa virus tersebut sudah masuk ke negara itu. Sebagai upaya mitigasi kasus, pemerintah langsung menerapkan kebijakan penguncian (lockdown) secara nasional.

Media resmi pemerintah melaporkan kasus tersebut disebabkan subvarian Omicron BA.2 yang terdeteksi di Pyongyang.

"Ada insiden darurat terbesar di negara ini, dengan lubang di bagian depan karantina darurat kami, yang telah dijaga dengan aman selama dua tahun tiga bulan terakhir sejak Februari 2020," kata media pemerintah yang dikutip dari Straits Times, Kamis (12/5).

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta terbaru kondisi Korea Utara yang dilanda COVID-19:

1. Catat Kasus Pertama
Pada Kamis (12/5), pemerintah Korea Utara resmi mengkonfirmasi wabah COVID-19 untuk pertama kalinya dan langsung melakukan penguncian (lockdown) nasional.

Dikutip dari Worldometers pada Kamis (26/5) pukul 12.00 WIB, kasus COVID-19 di Korea Utara mencapai 3,1 juta kasus dengan total kematian 68 jiwa.

2. Biang Kerok Penyebaran COVID-19 di Korut
Parade militer besar-besaran di Korea Utara pada 25 April 2022 lalu, diidentifikasi sebagai biang kerok penyebaran COVID-19. Dugaan ini berdasarkan hasil temuan sejumlah tentara yang berpartisipasi dalam acara tersebut dinyatakan positif COVID-19.


Radio Free Asia melaporkan, beberapa tentara yang ditugaskan sebagai penjaga perbatasan di Kota Sinuiju mula merasakan gejala COVID-19 pada awal bulan ini. Kota tersebut berada di seberang Sungai Yalu, berbatasan dengan China.

"Mereka mengalami demam tinggi dan gejala pernapasan akut. Setelah di tes oleh pihak berwenang bagian kesehatan, dikonfirmasi mereka terinfeksi varian Omicron," kata salah satu pejabat keamanan di Pyongan Utara.

3. Andalkan Ramuan Tradisional
Korea Utara diketahui belum menjalankan program vaksinasi COVID-19 dan mengandalkan ramuan tradisional untuk menghadapi virus tersebut. Obat yang digunakan adalah pereda nyeri dan antibiotik umum, seperti ibuprofen dan amoxicillin.

Warga juga diimbau untuk minum teh herba lonicera japonica atau daun gandarusa tiga kali sehari serta berkumur dengan air garam.

"Obat tradisional adalah yang terbaik!" ujar satu warga Korea Utara dalam wawancara dengan media Korut seperti dikutip dari CNA, Selasa (17/5/2022).

4. Mulai Suntik Vaksin Sinovac
Merebaknya kasus COVID-19 di negara tersebut, pemerintah Korea Utara mulai memberikan vaksinasi buatan China merek Sinovac, bagi para tentara yang bertugas di perbatasan.

"Komando Karantina Darurat Nasional mulai memberikan vaksin China kepada tentara brigade Biro Keamanan Perbatasan ke-31," kata seorang pejabat militer dari Pyongan Utara, dikutip dari Radio Free Asia, Kamis (19/5/2022).

5. Kasus COVID-19 Tunjukkan Tren Perbaikan
Data terbaru per Kamis (26/5), dilaporkan ada lebih dari 2,8 juta orang telah pulih dari COVID-19.

"Situasi penyebaran epidemi saat ini di DPRK menunjukkan tren positif dari pertumbuhan yang cepat di awal menjadi penurunan setelah dikendalikan dan dikelola secara stabil, mencatat peningkatan jumlah pemulihan harian di seluruh negeri," kata KCNA.

Monday, May 16, 2022

Monday, May 16, 2022

Kim Jong-Un Kritik Negara Sendiri Soal Respons Atasi Pandemi Corona!


Negaratoto - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un mengkritik keras respons pandemi virus Corona (COVID-19) di negaranya sendiri. Dia juga memerintahkan tentara Korut membantu penyaluran obat setelah sedikitnya 50 orang dilaporkan tewas sejak negara ini mendeteksi wabah Corona pertama di wilayahnya.

Seperti dilansir AFP, Senin (16/5/2022), media pemerintah Korut melaporkan bahwa lebih dari 1 juta orang jatuh sakit dengan apa yang disebut Korut sebagai 'demam' meskipun Kim Jong-Un telah memerintahkan lockdown nasional untuk memperlambat penyebaran Corona di tengah populasi yang tidak divaksinasi.

Sebagai pertanda betapa seriusnya situasi, Kim Jong-Un dilaporkan 'mengkritik keras' para pejabat kesehatan Korut atas apa yang disebutnya sebagai 'respons pencegahan epidemi yang gagal' -- khususnya kegagalan dalam menjaga apotek buka 24 jam untuk menyalurkan obat-obatan.

Kim Jong-Un disebut memerintahkan militer Korut untuk mulai bekerja dalam 'menstabilkan segera pasokan obat-obatan di Pyongyang' yang menjadi lokasi terdeteksinya varian Omicron pekan lalu.


Sejak Korut melaporkan kasus pertama Corona, Kim Jong-Un menempatkan dirinya di pusat respons pandemi, dengan mengawasi rapat darurat Politburo yang digelar hampir setiap hari. Dia menyebut kemunculan wabah Corona di Korut telah memicu 'pergolakan besar'.

Kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan bahwa Kim Jong-Un menyebut kegagalan penyaluran obat-obatan secara tepat disebabkan 'karena para pejabat kabinet dan sektor kesehatan publik yang bertanggung jawab atas pasokan (obat) tidak menyingsingkan lengan baju mereka, tidak memahami krisis terkini secara benar'.

Menurut KCNA, Kim Jong-Un yang telah menginspeksi apotek-apotek setempat 'mengkritik keras kabinet dan sektor kesehatan publik atas sikap kerja mereka yang tidak bertanggung jawab'.

Kim Jong-Un juga disebut mengkritik penyimpangan dalam pengawasan hukum secara resmi dan mencermati 'sejumlah fenomena negatif dalam penanganan dan penjualan obat secara nasional'.

Hingga Minggu (15/5) waktu setempat, KCNA melaporkan total 50 orang tewas, dengan sebanyak 1.213.550 kasus 'demam' tercatat di Korut dan lebih dari setengah juta orang kini menerima perawatan medis.

Korut telah mempertahankan blokade Corona sejak pandemi mencuat, namun dengan wabah varian Omicron merajalela di negara-negara tetangganya, para pakar menilai tidak bisa dihindari bahwa COVID menyelinap masuk.

Para pakar juga menambahkan bahwa Korut memiliki salah satu sistem layanan kesehatan terburuk di dunia, dengan rumah-rumah sakit tidak memiliki peralatan medis yang lengkap dengan hanya beberapa unit perawatan intensif dan tidak ada obat perawatan COVID atau kemampuan tes Corona massal.

Saturday, May 14, 2022

Saturday, May 14, 2022

Korut Hadapi 'Bencana Besar' COVID-19, WHO Siap Bantu Suplai Vaksin


Negaratoto - Korea Utara (Korut) dikabarkan tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19. Pemimpin Korut Kim Jong Un mendeskripsikannya sebagai bencana besar dengan data terbaru sudah ada 280.810 orang yang dikarantina.

Kim mengaku ke depannya akan mencontoh kebijakan pengendalian COVID-19 seperti yang dilakukan China.

"Kita harus mengambil contoh dari pengalaman dan pencapaian pencegahan virus yang dilakukan Partai Komunis China dan rakyatnya," kata Kim seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (14/5/2022).


Sebelumnya, Korut tidak pernah melaporkan ada kasus COVID-19 dari awal pandemi hingga akhirnya 'kebobolan' pada Kamis (12/5/2022). Korut juga diketahui tidak menjalankan program vaksinasi COVID-19 dan sempat menolak donasi vaksin dari luar negeri.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam hal ini mengaku sudah berhubungan dengan otoritas kesehatan di Korut. WHO siap memberi bantuan suplai vaksin COVID-19 lewat skema COVAX.

"Bersama para mitra, termasuk di antaranya Unicef dan Gavi, WHO telah mendukung Korut mengembangkan rencana pemberian vaksin COVID-19," ungkap WHO seperti dikutip dari laman resmi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

"WHO tetap berkomitmen bekerja sama dengan otoritas nasional Korut dengan memberi mereka informasi yang diperlukan tentang vaksin COVID-19 melalui COVAX," lanjutnya.=

Thursday, May 12, 2022

Thursday, May 12, 2022

AS-China Cekcok Soal Korut dalam Rapat Dewan Keamanan PBB


Negaratoto - Amerika Serikat (AS) dan China terlibat cekcok dalam rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang membahas cara meredakan ketegangan dengan Korea Utara (Korut). AS berargumen agar lebih banyak sanksi dijatuhkan terhadap Korut, sedangkan China menyerukan pelonggaran sanksi.

Seperti dilansir AFP, Kamis (12/5/2022), rapat darurat itu digelar pada Rabu (11/5) waktu setempat, di tengah kekhawatiran bahwa Korut akan melanjutkan uji coba nuklir dalam beberapa pekan ke depan.

"Sudah waktunya untuk berhenti untuk memberikan izin diam-diam dan mulai mengambil tindakan," cetus Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield.

"Kita harus berbalik cepat untuk memperkuat rentetan sanksi, bukan mempertimbangkan keringanan sanksi," imbuhnya.

Thomas-Greenfield menolak draf resolusi yang diajukan China dan Rusia, yang bertujuan melonggarkan sanksi-sanksi terhadap Korut sejak 2017. Dia justru menyatakan bahwa pihaknya mendekati akhir negosiasi untuk draf resolusi terpisah untuk memperbarui sanksi-sanksi yang diajukan AS.


"Kita tidak bisa menunggu hingga (Korut) melakukan tindakan provokatif, ilegal, berbahaya seperti uji coba nuklir. Kita perlu angkat bicara sekarang," tegasnya.

Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun, dalam forum yang sama menyebut kemungkinan eskalasi 'mengkhawatirkan' dan menyerukan 'sikap menahan diri', sembari menegaskan bahwa pengetatan sanksi di tengah atmosfer ketidakpercayaan sama saja 'tidak konstruktif'.

"Apa yang ingin dihindari China adalah uji coba nuklir terbaru," ucap Zhang kepada AFP usai rapat tersebut.

"Itulah mengapa kami tidak ingin ada sanksi tambahan yang mungkin memaksa salah satu pihak untuk mengambil tindakan lebih proaktif," ujarnya.
"Berbicara lebih baik daripada langkah-langkah pemaksaan. Kita telah melihat begitu banyak langkah pemaksaan di dunia, di Suriah, di Irak dan Afghanistan. Pernahkah Anda melihat hasil yang baik? Apa yang kita lihat hanyalah penderitaan kemanusiaan," imbuh Zhang.

Secara terpisah, Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Anna Yevstigneeva juga mengadvokasikan resolusi yang diajukan China dan menyerukan dilanjutkannya dialog.

Korut diketahui secara dramatis meningkatkan aktivitas peluncuran rudal yang dilarang oleh sanksi, bahkan menggelar lebih dari belasan uji coba senjata sejak Januari lalu, termasuk meluncurkan rudal balistik antarbenua pada jarak penuh untuk pertama kalinya sejak tahun 2017.

Citra satelit terbaru dilaporkan mengindikasikan Korut mungkin bersiap melanjutkan uji coba nuklir, dengan Departemen Luar Negeri AS pekan lalu memperingatkan bahwa uji coba nuklir bisa saja digelar 'paling cepat bulan ini'.

Tuesday, May 10, 2022

Tuesday, May 10, 2022

Kim Jong-Un Selamati Putin Saat Rusia Peringati 'Hari Kemenangan'


Negaratoto - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un mengirimkan ucapan selamat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin saat Rusia memperingati 'Hari Kemenangan' pada 9 Mei. Dalam suratnya, Kim Jong-Un menyatakan 'solidaritas teguh' Korut terhadap Rusia.

Seperti dilansir BBC, Selasa (10/5/2022), tanggal 9 Mei diperingati Rusia sebagai 'Hari Kemenangan' untuk merayakan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada akhir Perang Dunia II silam. Tahun ini, Rusia memperingati 77 tahun 'Hari Kemenangan' dengan parade militer dan pidato Putin.

Kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan bahwa Kim Jong-Un mengirimkan surat berisi ucapan selamat kepada Putin pada 9 Mei.

"(Kim Jong-Un) Menyampaikan solidaritas yang teguh kepada rakyat Rusia untuk membasmi ancaman politik dan militer dan pemerasan oleh pasukan musuh," sebut KCNA dalam laporannya merujuk pada surat untuk Putin.


Disebutkan juga oleh KCNA bahwa Kim Jong-Un juga 'menyatakan keyakinan bahwa hubungan persahabatan yang strategis dan tradisional antara kedua negara akan terus berkembang'.

Korut baru-baru ini menyoroti hubungan dekatnya dengan Rusia, dan secara terang-terangan mendukung Moskow atas invasinya ke Ukraina saat banyak negara lainnya mengecam.

Pada Februari lalu, Korut menyalahkan 'kebijakan hegemonik' dari Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya sebagai penyebab konflik Ukraina.

Dalam pidatonya pada 9 Mei, Putin menyatakan bahwa pasukan Rusia di Ukraina sedang membela Tanah Air dari "ancaman yang sama sekali tidak dapat diterima".

Kepada ribuan tentara yang berkumpul di Lapangan Merah, Moskow, seperti dilansir AFP, Putin mengatakan bahwa pasukan Rusia di Ukraina melanjutkan pertempuran melawan Nazisme, tetapi penting untuk "melakukan segalanya agar kengerian perang global tidak terjadi lagi."

"Anda berjuang untuk Tanah Air Anda, masa depannya, sehingga tidak ada yang melupakan pelajaran dari Perang Dunia Kedua," kata Putin di depan ribuan tentara Rusia pada saat itu.

Menurut Putin, Rusia tidak punya pilihan, selain melakukan respons pencegahan terhadap agresi, dan menyebutnya sebagai "satu-satunya keputusan yang tepat" untuk "negara yang berdaulat, kuat, dan merdeka".