Negaratoto - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menyampaikan dukungan penuh untuk Presiden Rusia Vladimir Putin, meskipun ada kecaman internasional atas invasi Moskow ke Ukraina.
"Warga Rusia telah mencapai keberhasilan besar dalam mencapai tujuan yang adil untuk membela martabat dan keamanan negara mereka ... sambil menghadapi segala macam tantangan dan kesulitan," tulis Kim dalam sebuah pesan untuk Putin seperti dikutip kantor berita resmi Korut, KCNA dan diberitakan kantor berita Korea Selatan, Yonhap dan media Malaysia, The Star, Senin (13/6/2022).
"Rakyat Korea memberikan dukungan dan dorongan penuh kepada mereka," imbuh Kim dalam pesannya yang disampaikan bertepatan dengan Hari Rusia.
Pernyataan Kim Jong Un yang menyebut serangan terhadap Ukraina sebagai "tujuan yang adil" untuk membela keamanan Rusia adalah tanda terbaru yang menggambarkan hubungan bilateral dekat yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara kedua negara tersebut.
Pyongyang baru-baru ini menekankan hubungan dekatnya dengan Moskow, meskipun ada kritik dari komunitas internasional atas operasi militer Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina.
Kim juga menyatakan keyakinannya bahwa hubungan persahabatan akan terus menguat di semua bidang dan dalam "perjalanan untuk membela keadilan internasional dan memastikan keamanan global."
Sebelumnya pada tahun 2019, Kim mengadakan pertemuan puncak pertamanya dengan Putin di kota Vladivostok di wilayah timur jauh Rusia.
Rusia telah melancarkan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari lalu. Pasukan Rusia kini mengalihkan fokus invasinya ke wilayah Donbas, yang dikuasai separatis pro-Moskow sejak tahun 2014 lalu, setelah pasukannya mundur dari wilayah sekitar ibu kota Ukraina, Kiev.
Pasukan Rusia dilaporkan telah meledakkan sebuah jembatan yang menghubungkan kota Sievierodonetsk di Ukraina, dengan sebuah kota lainnya yang terpisahkan sungai. Hal ini berarti memutus kemungkinan rute evakuasi untuk warga sipil setempat.
Seperti dilansir Reuters, Senin (13/6/2022), kota Sievierodonetsk yang terletak di Provinsi Luhansk menjadi pusat pertempuran sengit selama beberapa waktu terakhir, dengan pasukan Moskow harus bisa menguasainya untuk mencapai target menguasai seluruh wilayah Donbas, Ukraina bagian timur.
Sebagian kota tersebut hancur akibat pertempuran sengit antara pasukan Kiev dan Moskow sejak invasi dilancarkan 24 Februari lalu.
No comments:
Post a Comment