Breaking

Showing posts with label Virus. Show all posts
Showing posts with label Virus. Show all posts

Tuesday, February 14, 2023

Tuesday, February 14, 2023

Pakar Minta Masyarakat Waspada Flu Burung H5N1

 

NEGARATOTO - Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama meminta masyarakat untuk mewaspadai flu burung H5N1. Permintaan ini menyusul peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai wabah flu burung.

"Walaupun saat ini WHO masih berpendapat bahwa risiko penularan flu burung ke manusia masihlah rendah tetapi tentu kita harus tetap waspada," ujar Tjandra melalui keterangan tertulis, Selasa (14/2).

Menurut dia, setidaknya ada tiga alasan untuk mewaspadai wabah flu burung. Pertama, sudah ada prediksi setelah Covid-19 akan terjadi pandemi berikutnya. Hanya saja, belum diketahui pasti kapan akan terjadi dan penyakit apa yang jadi pemicunya.

Kedua, diperkirakan ada tiga jenis penyakit yang akan jadi penyebab pandemi berikutnya. Rinciannya, zoonosis (penyakit yang bersumber dari binatang), berbagai jenis influenza, dan penyakit X.

"Flu burung H5N1 memang berasal dari binatang atau unggas dan memang adalah jenis influenza," jelas dia.

Ketiga, flu burung kini mulai menyerang bukan saja unggas tetapi juga binatang menyusui. Bahkan, flu burung sudah mengalami mutasi.

"Kalau mutasi terus berkelanjutan maka tentu mungkin saja menular ke manusia, yang tentu sangat tidak kita harapkan," imbuh dia.

Flu Burung Bisa jadi Pandemi

Tjandra mengatakan, bila flu burung menular ke manusia, maka kemungkinan ada empat hal yang terjadi. Di antaranya, terjadi kasus sporadik atau klaster kecil flu burung di masyarakat.

Kemudian, penularan flu burung yang terjadi di masyarakat berkelanjutan (sustained human to human tnasmission) sehinga memicu wabah pada komunitas lokal (community-level outbreaks).

Bila keadaan terus tidak terkendali dan penyakit flu burung menular luas ke dua regional WHO, maka dapat saja dideklarasikan sebagai keadaan 'Public Health Emergency of International Concern-PHEIC' sesuai aturan dalam International Health Regulation (IHR).

"Kalau tidak terkendali akan dapat saja menjadi pandemi," kata Tjandra.

Cara Mencegah Flu Burung

Menurut Tjandra, ada beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk mencegah flu burung. Misalnya, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian berkoordinasi untuk mengantisipasi flu burung H5N1.

Sementara masyarakat, sebaiknya tidak menyentuh hewan yang sakit atau mati karena sebab tidak jelas. Bila menemukan hewan mati tanpa sebab, segera melaporkan ke otoritas kesehatan hewan dan puskemas setempat.

Selain itu, perlu dilakukan surveilan pada unggas dan juga hewan mamalia untuk mendeteksi apakah sudah ada infeksi flu burung H5N1. Bila ditemukan hewan yang dicurigai terinfeksi flu burung, maka harus segera ditangani petugas kesehatan.

Petugas kesehatan harus segera menganalisis kasus secara mendalam, menguburkan hewan mati agar tidak terjadi penularan selanjutnya. Kemudian, mendeteksi apakah sudah terjadi penularan kepada manusia dilanjutkan dengan penyelidikan epidemiologik (PE).

"Diperketat kegiatan surveilan pada peternak dan masyarakat yang banyak kontak dengan unggas seperti penjual ayam di pasar dan lain-lain karena merekalah yang punya risiko tinggi tertular, kalau kasus sudah ada pada hewan," ujar Tjandra.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini menilai, pemeriksaan whole genome sequencing juga perlu digalakkan pada binatang. Di samping itu, kerja sama dengan organisasi internasional, baik WHO maupun World Organization for Animal Health (WOAH) untuk kesehatan hewan harus diperkuat.

"Kesemua kegiatan kewaspadaan di atas adalah salah satu bentuk nyata pendekatan One Health, kesehatan satu bersama, di mana untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat memang diperlukan kerja bersama sektor kesehatan, kesehatan hewan dan bahkan juga kesehatan lingkungan," tutup Tjandra.

Saturday, October 22, 2022

Saturday, October 22, 2022

Update Covid-19 di Indonesia Hari Ini 22 Oktober, Kasus Positif Bertambah 2.087

 

NEGARATOTO - Indonesia mencatat 2.087 kasus positif baru Covid-19 pada Sabtu (22/10) sehingga jumlah kasus yang terkonfirmasi menjadi 6.469.276 kasus.
Adapun kasus aktif turun 239 sehingga terdapat 18.919 orang yang masih dirawat atau isolasi. Selain itu, tercatat juga penambahan 2.308 orang sembuh dan 18 meninggal.

Sebagai upaya untuk mengendalikan Covid-19, upaya vaksinasi terus digalakkan.

Per Sabtu (22/10), jumlah yang mendapatkan vaksin dosis pertama adalah 16.575 sehingga total yang sudah mendapatkan vaksin 1 adalah 205.088.011. Maka dari itu, sudah 87,4 persen dari target sasaran yang telah melakukan vaksinasi.

Untuk dosis 2, tercatat sudah 73,2 persen dari target vaksin yang mendapatkan dosis 2. Angka tersebut juga setara dengan 171.776.852 orang. Adapun yang mendapatkan vaksin dosis kedua pada hari ini sebanyak 25.010.

Vaksin 3 atau booster juga digencarkan. Total terdapat 64.759.696 orang yang sudah divaksin booster. Per Sabtu (22/10) yang baru mendapatkan suntikkan dosis tiga berjumlah 63.999. Berarti, baru 27,6 persen yang mendapatkan vaksin dosis 3.

Saturday, July 30, 2022

Saturday, July 30, 2022

Gejala Tak Biasa Saat Kena Omicron, Keringat Dingin hingga Nyeri Punggung


Negaratoto - Munculnya berbagai subvarian Omicron bikin waswas. Meski relatif lebih ringan dibanding varian terdahulu, ada beberapa gejala tak biasa akibat subvarian ini.
Salah satu subvarian terbaru adalah BA.2.75 atau dikenal dengan julukan 'Centaurus'. Subvarian ini pertama kali terdeteksi di India dan dengan cepat meluas ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kehadiran 'Centaurus' membuat para pakar khawatir akan memperpanjang krisis akibat virus baru. Selain itu, subvarian 'Centaurus' membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetap mengkategorikan varian Omicron sebagai varian of concern (VoC) karena kemunculannya tetap wajib diwaspadai.

Saat terpapar subvarian Omicron terbaru, individu akan merasakan gejala yang tidak biasa bagi tubuh. Misalnya, keringat dingin hingga bahkan nyeri punggung.

Keringat Dingin
Beberapa pasien melaporkan bahwa mereka merasakan gejala 'Centaurus' di malam hari, yaitu munculnya keirngat. Para ilmuwan masih mengalanisis lebih lanjut terkait subvarian itu serta mengimbau masyarakat untuk lebih tingkatkan kewaspadaan.


Tidak hanya itu, gejala lainnya yang perlu diwaspadai adalah suhu tinggi atau menggigil, batuk terus menerus selama lebih dari satu jam, kehilangan indera penciuman, sesak napas, lelah, nyeri tubuh, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, kehilangan seelra makan, dan diare.

Sakit Tenggorokan
Dikutip dari Express UK, Dr Mike Hansen, dokter perawatan kritis dan spesialis penyakit paru-paru di Area Miami-Fort Lauderdale, mengatakan belakangan ini memberitahu bagaimana rasa sakit tenggorokan akibat terpapar gejala Omicron. Gejala yang dirasakan oleh Dr Mike membuat dirinya sangat tersiksa. Bahkan, sangat amat sakit saat menelan air liur.

Menurut data ZOE Health Study, sakit tenggorokan merupakan gejala umum COVID-19 dan dapat dialami oleh semua kelompok usia, dari anak-anak hingga dewasa. Juga, dialami oleh mereka pasca divaksinasi dua atau tiga dosis.

Nyeri Punggung
Menurut studi ZOE COVID, nyeri punggung adalah salah satu gejala yang sering dialami oleh pasien yang terpapar Omicron. Menurut ahli, satu dari lima orang yang terinfeksi varian Omicron mengalami gejala nyeri punggung. Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan lebih lengkap tentang penyebab pengidap varian Omicron mengalami nyeri punggung.

"Nyeri punggung digambarkan oleh beberapa pasien sebagai kram menstruasi yang intens, batu ginjal atau kejang otot," kata ahli kesehatan di VaccinesWork, dikutip dari Times of India, Kamis (21/7/2022).

Thursday, July 28, 2022

Thursday, July 28, 2022

Gedung Putih Sebut Joe Biden Sudah Negatif COVID-19


Negaratoto - Gedung Putih menyatakan Presiden AS Joe Biden telah sembuh dari Corona. Joe Biden mengakhiri masa isolasinya.

"Saya pikir saya mendengar gemuruh di staf saya yang berkata, 'Dia kembali,'" canda Biden dilansir AFP, Kamis (28/7/2022).

Biden telah menjalani masa isolasi selama 5 hari. Biden lalu menyinggung Donald Trump.

"Ketika pendahulu saya terkena Covid, dia harus diangkut dengan helikopter ke Walter Reed Medical Center. Dia sakit parah. Syukurlah, dia sembuh. Ketika saya terkena Covid, saya bekerja dari lantai atas Gedung Putih, di kantor di lantai atas," kata Biden.


Biden telah divaksin penuh. Ia juga menggunakan terapi Paxlovid untuk mempercepat pemulihan."Mari terus bangkit dari salah satu momen tergelap dalam sejarah kita," kata Biden.

Dokter Gedung Putih memastikan Joe Biden telah negatif COVID-19 setelah menjalani 2 tes PCR.

"Mengingat faktor-faktor yang meyakinkan ini, presiden akan menghentikan isolasi ketatnya," tulis dokter kepresidenan Kevin O'Connor dalam sebuah memorandum.

Joe Biden tetap mengenakan masker selama 10 hari ke depan. Joe Biden juga akan menjalani tes Corona secara teratur.

"Gejalanya terus membaik, dan hampir sepenuhnya sembuh," imbuhnya.

Tuesday, July 26, 2022

Tuesday, July 26, 2022

Dokter Sebut Gejala COVID Batuk-Nyeri Dialami Biden Mulai Berkurang


Negaratoto - Gejala batuk dan nyeri tubuh yang dialami Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akibat terpapar Corona (COVID-19) telah berkurang. Denyut nadi, tekanan darah, laju pernapasan, dan suhu Biden semuanya dinyatakan normal.

"Gejalanya terus membaik secara signifikan. Gejala utamanya sekarang adalah sakit tenggorokan. Ini kemungkinan besar akibat aktivasi limfoid saat tubuhnya membersihkan virus, dan dengan demikian menggembirakan," kata dokter yang menangani Biden, Kevin O'Connor dalam sebuah keterangan yang dirilis oleh Gedung Putih dilansir Reuters, Selasa (26/7/2022).

"Suaranya tetap agak dalam," kata O'Connor.

Sebelumnya, dilansir AFP, Minggu (24/7), Biden yang melakukan karantina di Gedung Putih, menyelesaikan hari kedua penuh Paxlovid pada Jumat (22/7) malam. Hal itu ditulis O'Connor dalam sebuah memorandum kepada sekretaris pers Gedung Putih.

O'Connor mengatakan pemimpin AS itu terus mengalami sakit tenggorokan, pilek, batuk, dan nyeri tubuh. Dia menambahkan gejala yang dirasakan Biden tidak terlalu merepotkan.


"Tidak terlalu merepotkan," katanya.

O'Connor menyebut denyut nadi, tekanan darah, laju pernapasan, dan suhu Biden 'tetap normal sepenuhnya. "Saturasi oksigennya terus sangat baik di udara ruangan, sementara paru-parunya bersih," menurut O'Connor.

Dia menulis bahwa Biden akan terus menggunakan Paxlovid, serta menggunakan Tylenol dan inhaler untuk batuknya 'sesuai kebutuhan'. O'Connor menyebut Biden tidak mengalami sesak napas.

"(Presiden) tidak mengalami sesak napas sama sekali," tambah O'Connor.

Dia mengatakan bahwa hasil pengurutan utama menunjukkan Biden kemungkinan besar telah menderita subvarian Omicron BA.5 yang sangat menular, yang saat ini memicu gelombang COVID baru di Amerika Serikat.

Sunday, July 24, 2022

Sunday, July 24, 2022

Gejala Covid Joe Biden Diklaim Membaik Usai Minum Paxlovid


Negaratoto - Gejala Covid-19 yang dialami Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden diklaim 'berlanjut membaik'. Hal ini diungkap dokter Gedung Putih pada Sabtu (23/7), dua hari setelah pria 79 tahun itu dinyatakan positif Covid-19.

Biden saat ini tengah mengisolasi di Gedung Putih, menyelesaikan hari kedua penuh pengobatan Paxlovid pada Jumat malam, tulis dokter Kevin O'Connor dalam memorandum kepada sekretaris pers Gedung Putih.

Paxlovid adalah pil antivirus Covid-19 buatan Pfizer untuk pasien bergejala sedang dan berisiko dirawat di rumah sakit. Paxlovid direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pasien di atas 18 tahun. 

Biden dijelaskan terus mengalami sakit tenggorokan, pilek, batuk dan nyeri tubuh. Namun denyut nadi, tekanan darah, laju pernapasan dan suhu disebut 'tetap normal'.


Menurut O'Connor, saturasi oksigen 'terus sangat baik di udara ruangan' dan paru-parunya 'bersih'.

O'Connor juga menulis Biden akan melanjutkan minum Paxlovid serta menggunakan Tylenol dan inhaler untuk batuknya 'sesuai kebutuhan'.

"Presiden tidak mengalami sesak napas sama sekali," tambah O'Connor seperti diberitakan AFP.

Dia mengatakan berdasarkan hasil sequencing Covid-19 menunjukkan Biden kemungkinan besar terjangkit subvarian Omicron BA.5 yang sangat menular. Virus turunan itu saat ini sedang memicu gelombang Covid-19 baru di AS.

Biden adalah presiden AS tertua saat menjabat, ini membuat banyak pihak khawatir kesehatannya saat terjangkit Covid-19.

Gedung Putih telah menekankan sejak Biden didiagnosis positif bahwa dia sudah dua kali divaksin dan dua kali booster.

Friday, July 22, 2022

Friday, July 22, 2022

Studi Sebut Tiga Obat Yang Disetujui Jepang Efektif Lawan Omicron BA.5

 

Tim Studi Menemukan Bahwa Obat Antivirus Molekul Kecil Nirmatrelvir, Molnupiravir, Dan Remdesivir Mengekang Aktivitas Virus Dalam Sel Kera Yang Terinfeksi BA.5.

NEGARATOTO - Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada hari Kamis (21/7) menunjukkan bahwa tiga obat anti-coronavirus yang diresepkan di Jepang mungkin efektif melawan subvarian Omicron BA.5, termasuk molnupiravir. Penelitian itu dilakukan oleh sebuah tim yang dipimpin oleh Yoshihiro Kawaoka, seorang profesor virologi di Universitas Tokyo.

Tim tersebut menemukan bahwa obat antivirus molekul kecil nirmatrelvir, molnupiravir, dan remdesivir mengekang aktivitas virus dalam sel kera yang terinfeksi BA.5 yang sangat menular dan jenis lainnya. Nirmatrelvir adalah salah satu dari dua bahan aktif di Paxlovid, yang dikembangkan oleh Pfizer Inc.

Itu dan molnupiravir, yang dikembangkan oleh Merck & Co., adalah obat oral. Sedangkan remdesivir, dikembangkan oleh Gilead Sciences Inc., adalah obat intravena. Ketiganya adalah perusahaan farmasi AS.

Sebagaimana diketahui, sejumlah tempat di dunia kembali melaporkan kasus COVID-19. Yang mana, lonjakan infeksi di Jepang dan di tempat lain di dunia didorong oleh varian omicron BA.5. Pada Rabu (20/7), Jepang sendiri telah mencatat jumlah kasus harian yang melebihi 150.000 untuk pertama kalinya.

Selain itu, studi tersebut juga menunjukkan bahwa obat antibodi Ronapreve, yang mengandung casirivimab dan imdevimab, dan Sotrovimab menunjukkan kemanjuran yang lebih rendah daripada terhadap varian virus corona sebelumnya.

Sementara itu, Jepang sendiri masih belum memiliki obat COVID-19 oral pertama dalam negeri. Pada hari Rabu, kementerian kesehatan menunda persetujuan pil Xocova dari Shionogi & Co. untuk kedua kalinya. Hal itu disebabkan karena kekhawatiran bahwa pil tersebut tidak dapat menunjukkan kemanjurannya dalam uji klinisnya.

Wednesday, July 13, 2022

Wednesday, July 13, 2022

Corona Naik Tajam di Moskow, Warga Disuruh Pakai Masker di Tempat Umum


Negaratoto - Kasus infeksi virus Corona telah meningkat tajam di ibu kota Rusia, Moskow, selama seminggu terakhir. Menurut otoritas kesehatan Moskow, kebanyakan dari kasus tersebut adalah subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

"Selama seminggu terakhir, ada peningkatan 57 persen dalam kasus baru COVID-19 dibandingkan minggu sebelumnya," tulis layanan sosial Moskow di Telegram seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (13/7/2022).

"Kami menyarankan Anda memakai masker di tempat umum karena subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang baru menyebar lebih cepat dari orang ke orang," imbuhnya.

Selama beberapa minggu sekarang, negara-negara Eropa telah melihat peningkatan kembali kasus infeksi virus Corona, sebagian besar karena subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.


Uni Eropa pada hari Senin (11/7) kemarin merekomendasikan agar semua orang yang berusia di atas 60 tahun mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 kedua seiring perkiraan gelombang kenaikan infeksi virus Corona selama musim panas. Rekomendasi Uni Eropa sebelumnya adalah untuk orang di atas 80 tahun.

Sejak 6 Juli, Moskow telah mencatat antara 500 dan 600 kasus baru COVID-19 setiap hari, dibandingkan dengan kurang dari 400 kasus pada minggu sebelumnya.

Ini masih jauh dari angka tertinggi lebih dari 20.000 kasus baru per hari yang tercatat di Moskow pada Februari tahun ini.

Moskow telah menjadi pusat pandemi di Rusia. Gelombang kasus yang dimulai di ibu kota dengan cepat menyebar ke seluruh negeri.

Thursday, July 7, 2022

Thursday, July 07, 2022

Perhatian Warga +62! Epidemiolog Prediksi Cacar Monyet Sudah Ada di Indonesia


Negaratoto - Singapura baru-baru ini mengkonfirmasi kasus lokal cacar monyet pada Rabu (6/7/2022). Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman memprediksi Indonesia sudah memiliki kasus serupa.

Pasalnya, cacar monyet cenderung dilaporkan pada kelompok pria yang berhubungan seksual dengan pria dan mereka yang biseksual. Prevalensi kasus yang tinggi di dua kelompok tersebut kemungkinan sulit dideteksi lantaran umumnya tertutup.

Terlebih, muncul stigma cacar monyet menjadi penyakit yang khusus terjadi pada kelompok gay dan biseksual. Hal ini memungkinkan mereka enggan melaporkan keluhan gejala jika mengidap cacar monyet.

"Saya cenderung memprediksi ini juga sudah ada di kalangan kita, khususnya ini karena masih terjadi di kelompok yang relatif tertutup kan, lelaki berhubungan seks dengan lelaki," ungkap Dicky.


"Bukan dia karena penyakit menular seksual tapi karena kontak intim-nya itu loh, ini kan kontak intimnya luar biasa risikonya, apalagi misalnya dengan ada anus dan lain sebagainya. Kemudian mereka juga tertutup dan dengan stigma yang cukup kuat ini bisa semakin tidak terdeteksi," bebernya.

Dicky menyarankan pemerintah untuk melakukan komunikasi bersama lembaga yang memiliki relasi terhadap kedua kelompok tersebut, demi meningkatkan kesadaran bahaya penyakit cacar monyet. Hal ini juga membuat mereka lebih mungkin menyadari keluhan awal dan melaporkannya segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

Ia juga meminta pemerintah mengedukasi jika penyakit cacar monyet tidak hanya berkaitan dengan kelompok tertentu seperti gay dan biseksual, melainkan semua orang berisiko terpapar.

"Kita harus meluruskan ini bukan hanya penyakit yang diidap oleh kelompok ini, wanita juga ada, tetapi sekali lagi saat ini prevalensinya tinggi pada kelompok ini," terang dia.

"Pemerintah daerah harus menjalin kerja sama dengan LSM atau lembaga sosial atau NGO-NGO, yang bisa mengakses anggota-anggotanya meningkatkan literasi deteksi dini dan layanan kesehatan kita harus terupdate penanganan-nya bagaimana," tegas Dicky sembari menekankan perlunya kesiapan ketersediaan vaksin.

Wednesday, July 6, 2022

Wednesday, July 06, 2022

Terpopuler: Ngeri, Ketakutan Jepang Terbukti


Negaratoto - Jepang sangat berhati-hati saat membuka pintu untuk turis karena khawatir muncul kenaikan kasus Covid-19. Tetapi, rupanya ketakutan itu terjadi.

Dilansir dari Japan Today, pemerintah Jepang sangat berhati-hati dalam memulai kampanye promosi wisata karena meningkatnya kasus harian secara nasional.

Perdana Menteri Fumio Kishida menahan diri untuk tidak memulai kampanye pariwisata. Tadinya Kishida mengatakan akan mengupayakan promosi pariwisata di awal bulan ini.

"Kami akan menanggapi meningkatkanya kasus Covid-19 dengan kesadaran dan kehati-hatian yang kuat," ujar Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Seiji Kihara.

Kasus Covid-19 di Jepang telah menurun sejak Februari. Tetapi panel ahli kementerian kesehatan mengatakan bahwa jumlah infeksi "telah berayun" secara nasional. Ada peningkatan dari minggu ke minggu, mulai dari 29 menjadi 47 kasus di prefektur Jepang.


"Kami ingin lebih memantau keadaan infeksi. Kami belum menetapkan tenggat waktu," kata Kihara terkait peluncuran rencana promosi pariwisata pemerintah.

Sementara itu, Pemerintah Metropolitan Tokyo meningkatkan peringatan COVID-19 satu tingkat ke level tertinggi kedua dalam skala empat tingkat, dengan mengatakan bahwa infeksi menyebar lagi.

Kebangkitan diyakini berasal dari penurunan kekebalan bagi banyak orang yang menerima suntikan vaksin booster lebih awal dan dari peningkatan prevalensi varian omicron BA.5 yang sangat menular.

"Kami memantau dengan cermat seberapa besar momentum yang dimiliki virus corona," kata sumber pemerintah.

Kekhawatiran Jepang menjadi artikel paling populer detikTravel kemarin. Diikuti, Blue Bird Buka Suara Soal Penumpang Dibawa Muter-muter Sopir di Soetta dan Ketakutan Jepang yang Jadi Nyata, Daftar Hotel Khusus Bercinta mengisi tiga besar.

Tuesday, June 28, 2022

Tuesday, June 28, 2022

Waduh, Korut Diduga Bakar Jenazah COVID-19 Tanpa Izin Keluarga


Negaratoto - Korea Utara dilaporkan secara paksa mengkremasi jenazah warganya yang diduga meninggal akibat terinfeksi COVID-19. Meski sudah terbuka terkait penemuan kasus, tidak ada yang tahu secara pasti bagaimana kondisi wabah COVID-19 di Korea Utara.

Dikutip dari Daily NK, seorang sumber yang tidak disebutkan namanya berasal dari Provinsi Pyongan Utara mengungkap, otoritas Korea Utara telah melarang keluarga korban untuk menguburkan anggota keluarga yang meninggal akibat COVID-19.

"Para petugas pengendalian penyakit berkumpul dan mengkremasi mayat orang yang meninggal karena dugaan infeksi COVID-19. Pemerintah mengintimidasi pihak keluarga dan mengancam hukuman berat jika melanjutkan melakukan penguburan mayat," kata sumber tersebut kepada Daily NK, dikutip Senin (27/6/2022).

Di awal pandemi, banyak negara yang melakukan kremasi jenazah korban COVID-19 sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit. Namun prosesi tersebut, berdasarkan persetujuan pihak keluarga.

Sementara menurut sumber tersebut, otoritas Korea Utara tidak memberikan penjelasan tentang pengaturan pemakaman. Tanpa persetujuan, mereka mengkremasi jenazah pasien atau diduga pasien COVID-19 yang meninggal.


"Keluarga yang berduka banyak yang berkelahi dengan pihak otoritas pengendalian penyakit, menuduh mereka menghalangi cara pemakaman yang diinginkan jenazah," kata sumber yang sama.

Disebutkan bahwa hanya sedikit kelompok usia muda yang meninggal. Sebagian besar korban COVID-19 atau diduga COVID-19 merupakan anak-anak yang kekurangan gizi, kelompok lansia dan keluarga yang sekarat.

"Mereka (pemerintah Korea Utara) tidak pernah memberikan angka (kasus) pasti karena mereka khawatir membuat kita panik," terangnya.

Alami Efek Samping
Sumber itu juga menjelaskan bahwa banyak pasien COVID-19 yang sembuh tetapi mengalami efek samping setelahnya.

"Mereka mengeluh merasakan gejala demam pada siang hari, suhu tubuh mereka di atas 37 derajat Celcius setelah jam 5 sore, dan mereka merasa kedinginan. Beberapa dari mereka juga menderita hilang ingatan," ungkap sumber tersebut.

Menariknya, sumber tersebut mengatakan bahwa ada salah seorang warga di Sinuiju terjangkit COVID-19 sebanyak tiga kali.

"Terjangkit COVID-19 sebanyak tiga kali dan selalu pulih setelahnya pada April lalu," imbuh sumber itu.

Tuesday, June 21, 2022

Tuesday, June 21, 2022

AS Anjurkan 'Seks Virtual' di Tengah Ancaman Cacar Monyet


Negaratoto - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC AS) mengeluarkan panduan terbaru terkait cara berhubungan seks dengan orang yang merasa terinfeksi cacar monyet.

Bila seseorang atau pasangan menderita cacar monyet atau diyakini terinfeksi cacar monyet, CDC menyarankan untuk menunda berhubungan seks atau tidak melakukannya sementara waktu. Saat melakukan masturbasi bersama, diimbau untuk menjaga jarak minimal 6 kaki atau kurang lebih 1,8 meter dan tidak saling menyentuh satu sama lain.

"Masturbasi bersama dengan jarak 6 kaki, tanpa menyentuh satu sama lain atau menyentuh bagian ruam luka," tulis imbauan CDC, dikutip situs resmi, Senin (20/6/2022).

Seks Virtual
Tak hanya itu, CDC juga menyarankan pasangan yang terinfeksi cacar monyet untuk melakukan hubungan seks secara virtual.


"Lakukan seks virtual tanpa kontak langsung," tambah imbauan CDC.

Bagi pasangan yang terkonfirmasi positif cacar monyet, saat melakukan hubungan seks diminta untuk menggunakan pakaian atau menutupi area yang terinfeksi.

"Atau menutupi area di mana ruam atau luka muncul, kurangi kontak antar kulit sebisa mungkin," tulisnya.

Kemudian CDC juga meminta para pasien yang terinfeksi untuk selalu mencuci tangan, mainan seks, dan segala jenis kain yang digunakan setelah berhubungan seks.
"Batasi jumlah pasangan Anda untuk menghindari peluang penyebaran cacar monyet," tambah CDC.

Panduan-panduan tersebut dibuat agar penyakit cacar monyet tidak semakin menyebar di negara non endemik, seperti Eropa ataupun Amerika Serikat.

Sedikit informasi, para ahli meyakini penyakit cacar monyet paling umum menular dari kontak langsung kulit dengan ruam, luka atau koreng.

Gejala saat terinfeksi biasanya muncul dalam kurun waktu dua minggu setelah terpapar cacar monyet. Beberapa tandanya antara lain flu, demam, nyeri otot dan sakit punggung, muncul ruam dan bisul berisi nanah.

Tuesday, June 14, 2022

Tuesday, June 14, 2022

Picu Kenaikan COVID-19 di Berbagai Negara, BA.4 dan BA.5 Statusnya Apa?


Negaratoto - Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah masuk ke Indonesia. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan ini menjadi salah satu penyebab naiknya kasus COVID-19 akhir-akhir ini.

"Jadi kita konfirmasi bahwa kenaikan ini memang dipicu oleh adanya varian baru. Dan ini juga yang terjadi sama di negara-negara di luar Indonesia," beber Menkes Budi dalam konferensi pers, Senin (13/6/2022).

"Jadi setiap ada varian baru, itu naik (kasus COVID-19)," lanjutnya.

Dikutip dari laman resmi European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), subvarian BA.4 dan BA.5 pertama ditemukan di Afrika Selatan pada Januari dan Februari 2022. Statusnya, menurut ECDC, ditingkatkan dari sebelumnya varian of interest (VoI) menjadi variant of concern (VoC) pada 12 Mei 2022.


Selain itu, ada beberapa fakta lain terkait subvarian BA.4 dan BA.5 yang dikutip dari update ECDC, Selasa (14/6/2022):

1. Varian BA.4 dan BA.5 ini diprediksi menjadi dominan di seluruh Eropa dalam beberapa minggu mendatang.

2. Peningkatannya tergantung pada dua faktor, yaitu:
- Perlindungan kekebalan terhadap infeksi yang dipengaruhi oleh waktu dan cakupan vaksinasi COVID-19.
- Tingkat, waktu, dan landscape varian gelombang pandemi SARS-CoV-2 sebelumnya.

3. Berdasarkan data terbatas, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa BA.4 dan BA.5 meningkatkan keparahan infeksi dibandingkan varian BA.1 dan BA.2 yang beredar.

4. Namun, harus diwaspadai kemungkinan adanya peningkatan kasus COVID-19 yang bisa mengakibatkan peningkatan rawat inap dan ICU pada mereka yang berusia di atas 60 atau 65 tahun, hingga risiko kematian.

5. Masih dikumpulkan data terkait efektivitas obat monoclonal antibodies (mAb) pada BA.4 dan BA.5. Tetapi sejauh ini nampaknya efeknya sedikit menurun atau tetap saja.

Sementara itu, organisasi kesehatan dunia WHO mengkategorikan varian Omicron atau B.1.1.529 ke dalam Variant of Concern (VoC) sejak 26 November 2021, setelah sebelumnya ada di kategori Variant under Monitoring (VUM). Di dalamnya, tercakup subvarian BA.1, BA.2, BA.3, BA.4, BA.5, dan juga subvarian rekombinan Omicron XE.

Secara khusus, WHO mengelompokkan juga subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ke dalam kategori VOC lineages under monitoring (VOC-LUM).

Friday, June 3, 2022

Friday, June 03, 2022

Simak! Pesan WHO soal Cacar Monyet: Jangan 'Kecele' Seperti Saat COVID-19


Negaratoto - Riset terkait cacar monyet yang saat ini menyebar di beberapa negara masih sedikit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan meski penyakit ini minim risiko menjadi pandemi, negara-negara harus bersatu menghadapinya, jangan mengulang kesalahan yang sama seperti saat COVID-19.

Direktur WHO Afrika, Dr Matshidiso Moeti, mengatakan dunia harus cepat menemukan cara yang efektif untuk menghalau laju penyebaran cacar monyet. Jangan sampai penyakit yang awalnya hanya endemi di wilayah Afrika itu akhirnya jadi endemi di negara-negara lain.


"Kita harus punya respons seragam sehingga cacar monyet tidak menjadi endemi di lebih banyak negara," kata Dr Moeti seperti dikutip dari ABC, Jumat (3/6/2022).

"Yang sangat penting sekarang adalah mencegah potensi terulangnya akses yang tidak merata, seperti saat vaksin COVID-19 yang terbatas bagi negara-negara Afrika di awal pandemi," lanjutnya.

Dalam laporan terakhir WHO menyebut sudah ada 550 kasus cacar monyet yang terkonfirmasi dari 30 negara. Sebagian besar penularan terkait dengan pesta dan aktivitas seksual.

Hingga saat ini belum ada kematian akibat cacar monyet yang dilaporkan.

Monday, May 30, 2022

Monday, May 30, 2022

WHO Laporkan 257 Kasus Cacar Monyet dari 20 Negara, Ini Daftarnya


Negaratoto - Penyakit cacar monyet masih menjadi ancaman karena kasusnya terus meningkat di dunia. Hingga 26 Mei 2022, Organisasi Kesehatan Dunia telah menerima laporan 257 kasus cacar monyet yang terkonfirmasi dari 20 negara.

WHO mengatakan ancaman wabah cacar monyet saat ini untuk dunia berada di tingkat menengah atau sedang. Ini karena merupakan kejadian pertama sepanjang sejarah cacar monyet bisa merebak di luar negara-negara endeminya, yaitu negara di Afrika bagian barat dan selatan.

"Risiko untuk publik akan menjadi tingkat tinggi bila penyakit ini bisa memanfaatkan kerentanan untuk mengkukuhkan dirinya sebagai patogen manusia, lalu menyebar di antara populasi berisiko mulai dari anak-anak hingga orang dengan gangguan imun," ungkap WHO seperti dikutip dari laman resminya pada Senin (30/5/2022).

"Sebagian besar populasi rentan terhadap virus cacar monyet karena vaksinasi cacar, yang bisa memberikan beberapa perlindungan silang, di beberapa negara telah dihentikan sejak 1980 atau bahkan sebelumnya," lanjut WHO.


Lebih detail, berikut laporan 257 kasus cacar monyet yang sudah terkonfirmasi dari 20 negara hingga 26 Mei 2022:

1. Inggris Raya: 106 kasus
2. Portugal: 49 kasus
3. Kanada: 26 kasus
4. Spanyol: 20 kasus
5. Belanda: 12 kasus
6. Amerika Serikat: 10 kasus
7. Prancis: 7 kasus
8. Jerman: 5 kasus
9. Italia: 4 kasus
10. Belgia: 3 kasus
11. Ceko: 2 kasus
12. Denmark: 2 kasus
13. Swedia: 2 kasus
14. Slovenia: 2 kasus
15. Australia: 2 kasus
16. Swiss: 1 kasus
17. Israel: 1 kasus
18. Finlandia: 1 kasus
19. Austria: 1 kasus
20. Uni Emirat Arab: 1 kasus

Sunday, May 29, 2022

Sunday, May 29, 2022

Tempat Sauna Diduga Jadi Sumber Awal Penyebaran Cacar Monyet di Kanada


Negaratoto - Dua kasus cacar monyet yang terjadi di Kanada, disebutkan terjadi di wilayah Quebec pada Kamis (19/5/22) melalui pejabat daerah setempat.

Dikutip dari Global News, Dr Robert Pilarski yang merupakan seorang dokter umum wilayah Montreal mengungkapkan bahwa salah satu pasien yang tengah ia tangani mengaku mengunjungi sauna GI Joe beberapa waktu sebelum terinfeksi virus cacar monyet.

Tak hanya Dr Robert, dokter lain yang tidak mau disebutkan namanya juga mengatakan bahwa sauna GI Joe Montreal merupakan awal mula dari wabah virus cacar monyet menjangkit di Kanada. Namun, pemerintah setempat tidak mengungkapkan asal dari virus ini karena menyangkut privasi dan stigmatisasi.

"Seperti halnya dengan Covid-19, kami tidak mengonfirmasi wabah publik karena masalah privasi dan identifikasi," kata Jean Nicholas Aubé, juru bicara kesehatan masyarakat Montreal.

Namun, hingga saat ini sauna GI Joe tidak mengungkapkan klarifikasi apapun terkait dugaan bahwa sauna GI Joe merupakan sumber dari penyebaran kasus cacar monyet di Kanada.

Kasus cacar monyet yang menyebar di negara Inggris dan sebagian Eropa membuat para peneliti berusaha kerasa mengungkapkan bagaimana caranya virus ini dapat menyebar di negara yang biasanya jarang terjadi.

Cacar monyet merupakan penyakit menular zoonosis yang langka. Penyakit ini biasanya ditemukan di beberapa bagian Afrika, dan telah menjadi endemi.


Hingga Kamis (26/5/22) telah terkonfirmasi 25 kasus penyakit cacat monyet di provinsi Quebec, 20 hingga 30 kasus lainnya sedang dalam penyelidikan.

Mayoritas orang yang terkonfirmasi terkena kasus cacar monyet merupakan pria dengan rentang umur 20-30 tahun yang telah melakukan hubungan seksual dengan pria lain. Terdapat satu kasus yang menginfeksi pada seseorang dibawah usia 18 tahun.

Cacar monyet merupakan bukan bagian dari penyakit menular seksual. Virus dapat menyebar melalui kontak erat yang berkepanjangan, ditambah virus tersebut dapat hidup dipermukaan seperti tempat tidur.

"Sepanjang yang kita ketahui, bukan aktivitas seksualnya, tapi sentuhan antara kulit dengan kulit yang dapat menyebabkan penularan virus ini," kata Dr Michael Libman, pakar penyakit tropis dan profesor kedokteran dan penyakit menular di McGill University.

Stigmatisasi dan transparansi
Pemerintah melalui kesehatan masyarakat Montreal sudah menghubungi dokter seminggu sebelum kasus pertama terkonfirmasi, terkait kewaspadaan penyebaran virus yang muncul di Eropa pada awal bulan ini.

Perlu diketahui bahwa tanggal 19 Mei 2022, sauna GI Joe menjadi tuan rumah pesta seks, hari itu juga menjadi hari dimana kasus cacar monyet pertama terkonfirmasi.

Namun, pada konferensi pers yang diadakan pada hari Kamis, pihak pemerintah tidak menyebutkan lokasi dikarenakan akan membangun stigmatisasi masyarakat yang tidak diinginkan.

"Musuhnya adalah virusnya, bukan orangnya," tutur Dr Luc Boileau, pejabat kesehatan masyarakat Quebec.

Namun, para ahli berpendapat bahwa harus ada transparansi antara pihak pemerintah dan masyarakat. Mereka menilai bahwa menghilangkan informasi kesehatan yang penting bagi masyarakat dapat membuat sebuah masalah.

Hal tersebut juga disampaikan oleh David Brennan, ketua penelitian pria gay dan biseksual di Ontario HIV Treatment Nerwork (OHTN), ia percaya bahwa tidak mengungkapkan informasi kepada masyarakat dapat menimbulkan dampak negatif.