Breaking

Showing posts with label Astronomi. Show all posts
Showing posts with label Astronomi. Show all posts

Wednesday, July 27, 2022

Wednesday, July 27, 2022

Jangan Lewatkan, Akan Ada 3 Hujan Meteor Jelang Akhir Juli


Negaratoto - Bagi para pecinta astronomi yang menantikan hujan meteor, akan ada tiga hujan meteor yang di langit malam menjelang akhir Juli 2022, tepatnya pada 28 Juli dan 30 Juli 2022.

Dikutip dari situs astronomi Langitselatan.com, 28 Juli adalah waktunya kedatangan hujan meteor Piscis Austrinid, sedangkan 30 Juli akan ada hujan meteor Delta Aquarid Selatan. Berikut ini penjelasannya:

28 Juli - Hujan Meteor Piscis Austrinid
Hujan meteor Piscis Austrinid akan menjadi hujan meteor pertama yang berada pada puncak aktivitas di bulan Juli dengan maksimum 5 meteor setiap jam.

Berlangsung sejak 15 Juli sampai 10 Agustus, hujan meteor ini akan tampak datang dari rasi Piscis Austrinus dengan kecepatan 35 km/detik. Hujan meteor Piscid Austriid bisa diamati mulai pukul 19:52 WIB sampai fajar menyingsing.

30 Juli - Hujan Meteor Delta Aquarid Selatan
Hujan meteor Delta Aquariid merupakan hujan meteor yang berasal dari pecahan komet Marsden dan Kracht Sungrazing. Sama seperti eta Aquarid, hujan meteor delta Aquarid selatan yang berlangsung dari 12 Juli - 23 Agustus, juga tampak berasal dari rasi Aquarius. Hujan meteor ini akan mencapai puncaknya pada tanggal 30 Juli dengan 25 meteor per jam dengan kecepatan 41 km/det.


Hujan meteor Aquarid sudah bisa diamati sejak pukul 19:44 WIB sampai fajar menyingsing. Tepat saat radian hujan meteor Delta Aquarid Selatan terbit, Bulan sabit terbenam di ufuk barat. Karena itu tidak akan ada Bulan sampai fajar menyingsing.

30 Juli - Alpha Capricornid
Selain Delta Aquarid Selatan dan Piscis Austrinid, pada tanggal 30 Juli hujan meteor Alpha Capricornid akan mencapai puncaknya. Hujan meteor yang berlangsung dari 3 Juli sampai 15 Agustus akan tampak datang dari arah rasi Capricorn dan berasal dari komet 45P Honda-Mrkos-Pajdusakova. Dugaan lain asal hujan meteor ini dari asteroid 2002 EX12 yang kemudian dikenal sebagai komet 169P/NEAT.

Puncak hujan meteor Capricornid akan terjadi tanggal 30 Juli dengan laju 5 meteor per jam. Akan tetapi, biasanya ada bola api yang terbentuk dan melintas di langit malam.

Rasi Capricorn sudah terbit sejak Matahari terbenam dan pengamat bisa menikmati hujan meteor Alpha Capricornid sepanjang malam sampai fajar menyingsing. Bulan terbenam pada pukul 19:45 WIB. Karena itu tidak akan ada Bulan sampai fajar menyingsing.

Monday, July 25, 2022

Monday, July 25, 2022

Astronom Temukan Dunia dengan 3 Matahari, Dulunya Malah 4


Negaratoto - Tata Surya yang kita tinggali, unik dari sudut pandang kita karena kehidupan ada di satu bagian kecil alam semesta ini di galaksi Bima Sakti. Keberadaan kehidupan ini didukung oleh Matahari di mana semua planet berputar.

Bayangkan ada sebuah sistem Tata Surya dengan empat Matahari. Sistem ini saling terjepit erat, dan para astronom berspekulasi ada empat bintang dalam sistem ini sampai tiga Matahari lainnya melahap yang keempat.

Para astronom untuk pertama kalinya menemukan sistem unik yang memiliki dua bintang biner yang mengorbit satu sama lain dan bintang yang lebih besar mengorbit keduanya. Dunia ini mereka namakan HD 98800 yang terletak 150 tahun cahaya di konstelasi TW Hydrae.

Bintang-bintang biner mengorbit satu sama lain dalam satu hari, mirip dengan Bumi yang menyelesaikan satu rotasi dalam 24 jam. Kedua Matahari, jika digabungkan, memiliki berat 12 kali massa Matahari kita.

"Sejauh yang kami tahu, ini adalah yang pertama dari jenisnya yang pernah terdeteksi. Kita tahu banyak tentang sistem bintang tersier (sistem bintang tiga), tetapi mereka biasanya secara signifikan kurang masif. Bintang-bintang masif dalam sistem rangkap tiga ini sangat berdekatan satu sama lain, ini adalah sistem yang kompak," kata Alejandro Vigna-Gomez dari Institut Niels Bohr di University of Kopenhagen, dikutip dari India Today.


Alejandro berkolaborasi dengan rekan penelitinya Bin Liu dari China untuk menemukan jawaban atas pertanyaan tentang bagaimana kombinasi unik dari kumpulan bintang biner dan bintang besar yang berputar ini terbentuk.

Para peneliti bingung dengan keberadaan bintang ketiga dalam sistem ini, yang beratnya 16 kali massa Matahari kita dengan orbit lingkaran dalam yang mengelilingi dua bintang enam kali setiap tahun.

Sistem ini, karena kecerahannya yang tinggi, pertama kali ditemukan oleh komunitas astronom amatir, yang mengambil data dari observatorium Transiting Exoplanet Survey Satellite milik NASA. Awalnya, mereka menganggapnya sebagai anomali dan memberi tahu astronom profesional yang kemudian mengonfirmasinya sebagai sistem bintang tiga yang unik.

Kedua peneliti kemudian mengkodekan data dan menjalankan 1.00.000 iterasi pada superkomputer untuk menilai hasil yang paling mungkin dari skenario ini.

"Sekarang kami memiliki model skenario yang paling mungkin pada sistem unik ini. Tapi model saja tidak cukup. Dan ada dua cara kita dapat membuktikan atau menguraikan teori kita tentang formasi ini. Salah satunya mempelajari sistem secara rinci dan yang lainnya membuat analisis statistik populasi bintang," kata Alejandro.

"Jika kita masuk ke sistem secara rinci, kita harus mengandalkan keahlian seorang astronom. Kami sudah melakukan observasi awal, tapi kami masih harus melihat data dan memastikan kami menafsirkannya dengan baik," jelas Alejandro.

Kedua peneliti saat ini memanfaatkan teleskop dan observatorium yang tersebar di seluruh dunia untuk melihat sistem yang unik ini.

Saturday, June 4, 2022

Saturday, June 04, 2022

Kacau! Orbit Pluto Beda dengan Planet Tetangganya


Negaratoto - Pluto, yang kini dianggap sebagai planet kerdil, menjadi topik yang menarik bagi banyak ilmuwan karena eksentrik dan misterius. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa orbit Pluto relatif stabil dalam rentang waktu yang lebih lama, tetapi tunduk pada kekacauan dan perubahan dalam rentang waktu yang lebih pendek.

Dibutuhkan 248 tahun Bumi bagi Pluto untuk menyelesaikan satu orbit mengelilingi Matahari. Lintasan orbitnya tidak terletak pada bidang yang sama dengan kedelapan planet tetangganya, melainkan condong pada sudut 17°. Orbit Pluto yang tidak biasa juga lebih berbentuk oval atau elips daripada planet-planet lain.

Studi ini dilakukan oleh Dr Renu Malhotra, Profesor Riset Sains Louise Foucar Marshall di Lunar and Planetary Laboratory (LPL) University of Arizona, dan Takashi Ito, seorang profesor di Chiba Institute of Technology's Planetary Exploration Research Center (PERC) dan National Astronomical Observatory of Japan's (NAOJ) Center for Computational Astrophysics.

Para ilmuwan menunjukkan bahwa arsitektur orbit planet-planet raksasa terletak dalam ceruk sempit di mana orbit mirip Pluto praktis stabil pada skala waktu giga tahun, sedangkan orbit di dekatnya sangat kacau.

Banyak simulasi orbit masa lalu dan masa depan Pluto telah menemukan karakteristik mengejutkan yang mencegah Pluto bertabrakan dengan Neptunus.

"Ini adalah kondisi resonansi orbit yang dikenal sebagai 'resonansi gerak rata-rata'," kata Dr. Malhotra dikutip dari Universe Today, Sabtu (4/6/2022).


Kondisi ini memastikan bahwa ketika Pluto berada pada jarak heliosentris yang sama dengan Neptunus, garis bujurnya hampir 90 derajat dari Neptunus.

Belakangan, sifat aneh lain dari orbit Pluto ditemukan: Pluto mencapai perihelion di lokasi yang jauh di atas bidang orbit Neptunus. Ini adalah jenis resonansi orbital yang berbeda yang dikenal sebagai "Osilasi vZLK". Singkatan ini mengacu pada von Zeipel, Lidov, dan Kozai, yang mempelajari fenomena ini sebagai bagian dari "masalah tiga benda."

Para ilmuwan menggunakan simulasi numerik orbit Pluto hingga lima miliar tahun ke depan Tata Surya untuk penelitian mereka. Khususnya, mereka berharap bisa menjawab pertanyaan yang belum terselesaikan tentang orbit aneh Pluto dan objek seukuran Pluto lainnya.

Studi sebelumnya yang mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan teori-teori baru, sangat terbatas keberhasilannya. Dalam hipotesis ini, Pluto ditarik ke dalam resonansi gerak rata-ratanya saat ini oleh Neptunus, yang bermigrasi selama sejarah awal Tata Surya.

Teori ini memprediksi bahwa Objek Trans-Neptunus (TNO) lainnya akan memiliki kondisi resonansi yang sama seperti Plutino, yang telah dikonfirmasi dengan menemukan sejumlah besar Plutino. Sebagai hasil dari gagasan ini, ide migrasi planet sekarang lebih diterima secara luas.

Jauh di luar itu, studi ini memiliki implikasi yang signifikan untuk studi masa depan Tata Surya luar dan dinamika orbitnya. Studi lebih lanjut dapat membantu para astronom mempelajari lebih lanjut tentang sejarah migrasi planet-planet raksasa dan bagaimana mereka akhirnya menetap di orbitnya saat ini.

Penelitian ini juga dapat mengarah pada penemuan mekanisme dinamis baru yang akan menjelaskan asal usul orbit Pluto dan benda-benda lain dengan kemiringan orbit tinggi.

Friday, June 3, 2022

Friday, June 03, 2022

Foto Matahari Lebih Dekat, Bagai Bola Api Raksasa


Negaratoto - Seorang astrofotografer menangkap gambar Matahari sebesar 286 megapiksel selama periode aktivitas Matahari paling intens dalam beberapa dekade.

Andrew McCarthy, yang dikenal oleh para followernya dengan nama akun @cosmic-background, mengambil gambar Matahari melalui teleskop pada pekan lalu. Diperlukan kehati-hatian untuk mengabadikannya agar jangan sampai membuat matanya buta karena paparan sinar Matahari secara langsung.

Gambar definisi tinggi yang didapatkannya, merupakan gabungan mosaik dari sekitar 50 foto, masing-masing terdiri dari 600 foto berlapis. Bukan kebetulan Andrew mendapatkan gambar ini, melainkan sudah mengamatinya sejak lama dengan mengarahkan teleskopnya ke Matahari selama tiga tahun.

"Saat itu, gambar ini memperlihatkan bahwa inilah waktu Matahari paling aktif yang pernah saya lihat," ujarnya seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (3/6/2022).

Matahari tampaknya bergerak ke periode yang sangat aktif dari siklus aktivitas 11 tahun, yang dimulai pada 2019 dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2025.

Aktivitas ini menghasilkan semburan Matahari dan ejeksi massa korona (Coronal Mass Ejection/CME), semburan energi yang kuat yang dapat mengarahkan ledakan berbahaya ke Bumi.


"Melihat Matahari penuh pada tingkat detail ini mungkin bukan sesuatu yang pernah dilihat banyak orang dalam hidup mereka. Selama periode aktivitas Matahari yang tinggi, Matahari akan terlihat seperti ini sepanjang waktu. Gambar ini lebih merupakan tanda bahwa siklus 11 tahun mendekati porsi maksimum aktivitasnya," kata Andrew.

"Melihat 100 ribu foto hasil sendiri secara manual adalah bagian paling membosankan. Sepanjang sebagian besar proses, saya bahkan tidak tahu akan memiliki citra yang layak pada akhirnya," sambungnya.

Andrew memilih 30 ribu foto yang membentuk gambar akhir dari 100 ribu foto yang didapatnya. Gambar tersebut menangkap bintik-bintik gelap, yang dikenal sebagai daerah aktif, di permukaan Matahari serta bintik Matahari terang yang meledak dari bola api raksasa.

Kromosfer Matahari, sebuah lapisan di atmosfer Matahari, dapat dilihat sebagai lapisan yang sangat tipis dari cahaya hidrogen alfa karena teleskop Andrew disetel secara tepat dengan refraktor 5 inci.

Area yang lebih 'berbulu' di ekstremitas luar adalah kantong plasma yang terperangkap dalam medan magnet, yang dikenal sebagai prominences, dengan area yang lebih terang, yang dikenal sebagai filamen, tersebar di seluruh bagian Matahari.

Dari sini, bintik Matahari, suar, dan lontaran massa korona meletus, yang mampu menggoreng permukaan Bumi jika jaraknya cukup dekat. Aktivitas ini diproses dalam warna palsu karena filter foto yang harus digunakan Andrew untuk memotret subjek yang begitu cerah. Dua filter yang dia gunakan dengan teleskop khususnya dirancang untuk mencegah gambar terbakar dan fotografer menjadi buta.

Terlepas dari tindakannya, Andrew mengingatkan orang lain untuk tidak melihat langsung ke Matahari kecuali mereka memiliki peralatan khusus. "Jangan arahkan teleskop ke Matahari kecuali Anda tahu apa yang Anda lakukan," ujarnya.

Thursday, June 2, 2022

Thursday, June 02, 2022

Astronomi ITB Jadi Jurusan Langka di Indonesia, Seperti Apa Prospek Kerjanya?


Negaratoto - Jurusan Astronomi menjadi salah satu jurusan kuliah yang langka di Indonesia dan hanya ada di Institut Teknologi Bandung (ITB). Jurusan Astronomi adalah ilmu yang mempelajari tentang benda-benda langit. Bagaimana prospek kerja setelah lulus?

Secara garis besar, mahasiswa Astronomi akan memakai ilmu matematika dan fisika agar segala peristiwa yang terjadi di ruang angkasa tidak hanya dapat diamati tapi juga dapat dimengerti dan dimodelkan.

Selain matematika dan fisika, pengembangan perangkat lunak, pemrograman, analisis model, dan statistika juga digunakan dan dilakukan di sini.

Apa Saja yang Ilmu yang Dipelajari?
Mengutip laman resmi ITB, program studi Astronomi sendiri terdiri atas tiga bidang keahlian yaitu Tata Surya, Fisika Bintang, serta Galaksi dan Kosmologi.

Pada proses perkuliahannya, mahasiswa akan mendapatkan banyak ilmu yang menarik, di antaranya:

- Kuliah Lintasan Satelit yang lebih mengarah pada Astronautika

- Pengantar Instrumentasi Astronomi yang memperkenalkan kemajuan teknologi instrumentasi dalam Astronomi

- Sistem Kalender yang nantinya dapat digunakan juga untuk penentuan hilal, yaitu penentuan awal bulan pada sistem penanggalan Islam


- Bidang Tata Surya seperti planet, asteroid, planet kerdil, dan lain-lain

- Bidang Fisika Bintang kita mempelajari evolusi bintang, bagaimana bintang terbentuk dari lahir hingga mati, serta bagaimana spektrum bintang

- Galaksi dan Kosmologi mencakup komposisi dan bentuk galaksi, materi antar bintang, quark hingga pengembangan alam semesta.

Didukung oleh Laboratorium Bosscha
Menariknya, proses perkuliahan di Astronomi ITB juga didukung oleh keberadaan Observatorium Bosscha sebagai laboratorium Astronomi yang sudah berdiri sejak 1928.

Laboratorium bagi mahasiswa Astronomi sendiri sebenarnya adalah ruang angkasa yang tak terbatas dan tak terjamah tangan. Dari situ kita bisa menurunkan data yang tadinya hanya bisa diamati menjadi bisa dihitung.

Prospek Kerja Jurusan Astronomi:

1. Bidang penelitian
Dengan adanya jaringan SEAN (South East Asia Networking) di Asia Tenggara, negara-negara menjadi semakin sadar akan pentingnya Astronomi. Dipercaya bahwa Indonesia akan menjadi pusat SDM untuk jaringan ini karena Astronomi ITB masih merupakan satu-satunya pendidikan formal ilmu Astronomi di Asia Tenggara.

2. Bidang pengajaran
Sama halnya dengan jurusan lain, lulusan Astronomi juga bisa menjadi tenaga pengajar terampil yang dapat meningkatkan minat siswanya untuk mempelajari sains.

3. Media
Sarjana Astronomi dapat menjadi penulis kolom dan editor pada majah-majalah maupun jurnal sains, serta menyampaikan konsep-konsep sains dengan cara yang kreatif.

4. Bidang lain
Selain bidang-bidang di atas, lulusan Astronomi juga dapat berkecimpung di bidang-bidang lain misalnya sebagai analis sistem pengembang perangkat lunak.

Monday, May 30, 2022

Monday, May 30, 2022

Indonesia Dilewati Fenomena Bulan Hitam, Begini Dampak yang Bakal Terjadi


Negaratoto - Fenomena bulan hitam merupakan salah satu peristiwa dalam astronomi yang kerap terjadi. Fenomena tersebut kembali muncul di Indonesia pada akhir Mei 2022 ini.

Dalam istilah astronomi, bulan hitam memiliki setidaknya empat definisi berbeda. Apa saja?

Pengertian Bulan Hitam
Mengutip CNN Indonesia, Peneliti di Pusat Riset Antariksa BRIN Andi Pangerang menjelaskan empat definisi bulan hitam, yakni:

1. Bulan hitam adalah fase bulan baru yang kedua dalam satu bulan Masehi. Fenomena ini cukup sering terjadi karena berlangsung periodik dengan periode 29 bulan.

2. Bulan hitam adalah fase bulan baru ketiga dalam musim astronomis yang mengandung empat fase bulan baru. Fenomena ini terjadi setiap 33 bulan.

3. Bulan hitam adalah fenomena di mana tidak terdapat fase bulan baru di bulan Februari. Fenomena ini terjadi setiap 19 tahun sekali.

4. Bulan hitam adalah fase bulan purnama di bulan Februari. Fenomena ini terjadi setiap 19 tahun sekali.


"Fenomena bulan hitam bisa terjadi berbeda-beda di setiap tempat dikarenakan zona waktu yang digunakan berbeda-beda di setiap tempat," ucap Andi.

Apa Dampak yang akan Terjadi?
Menurut Andi, fenomena bulan hitam ini dapat menyebabkan naiknya pasang laut. Dia juga mengimbau masyarakat untuk waspada saat hendak melaut.

"Sebagaimana fase bulan baru pada umumnya, bulan hitam dapat mengakibatkan naiknya pasang laut dibandingkan hari-hari lainnya ketika konfigurasi Bumi-Bulan-Matahari tidak segaris jika diamati dari atas kutub. Masyarakat diimbau agar tidak melaut saat air laut sedang pasang," paparnya.

Adapun waktu fase bulan baru keenam pada 2022 terjadi pada 30 Mei pukul 11.30.08 Universal Time (UT). Dengan waktu ini berarti untuk wilayah Eropa bagian Timur, Indonesia, hingga Kepulauan Line baru akan mengalami bulan hitam di penghujung Mei 2022.

Fenomena Bulan Hitam di Indonesia
Fenomena bulan hitam sebagai bulan baru kedua di dalam bulan Masehi sebelumnya pernah terjadi di Indonesia pada 31 Oktober 2016 dan 30 Agustus 2019.

Kemudian, bulan hitam sebagai bulan baru ketiga di dalam musim astronomis yang mengandung empat fase bulan baru sebelumnya pernah terjadi di Indonesia pada 22 Agustus 2017 dan 19 Agustus 2020.

Sedangkan, bulan hitam tripel (dua bulan hitam di akhir bulan Masehi dan tidak ada bulan baru di bulan Februari) pernah terjadi di Indonesia pada 2014.

Fenomena bulan hitam ini juga akan terjadi lagi beberapa tahun ke depan.