Breaking

Showing posts with label Hujan. Show all posts
Showing posts with label Hujan. Show all posts

Sunday, July 31, 2022

Sunday, July 31, 2022

Tentang Puing Antariksa China Terlihat di Langit Lampung dan Videonya Viral


Negaratoto - Benda menyala yang melayang di langit Lampung ternyata merupakan pecahan puing antariksa CZ5B milik China. CZ5B merupakan salah satu puing antariksa terbesar.

Dikutip dari The EU Space Surveillance and Tracking (EU SST), objek CZ5B memiliki massa dari 17 hingga 23 ton dan ukuran sekitar 30 m, yang menjadikannya salah satu puing terbesar.

EU SST telah memantau masuknya kembali objek ruang angkasa besar CZ5B ini. Tahap inti roket yang meluncurkan Wentian--modul kedua dari stasiun ruang angkasa modular besar China--pada 24 Juli 2022. Jaringan sensor SST UE mengamati objek dengan cermat, dan radarnya telah mempersempit jendela masuk kembali hingga 30 Juli.

Sensor kontribusi SST UE mengkonfirmasi bahwa objek itu jatuh. Benda itu jatuh dengan kecepatan jatuh 3,3 detik per putaran, yang menunjukkan rotasi yang cukup cepat. Karena kemiringannya (41,47 derajat).

Penjelasan BRIN
Sebelumnya, dalam sebuah video TikTok yang diunggah dalam sebuah akun, tampak sebuah benda langit berwarna merah menyala melayang di atas langit. Lokasi kejadian tersebut disebut berada di Lampung.

Selain itu, ada beberapa warganet yang mengaitkan fenomena ini dengan malam 1 Suro atau tahun baru hijriah Islam. Ada pula yang menduga benda tersebut sebagai meteor.


Ahli astronomi dan astrofisika dari Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa benda langit itu tampak pada tengah malam tadi. Benda tersebut merupakan pecahan sampah antariksa milik China.

"Kalau itu tengah malam tadi, itu adalah pecahan sampah antariksa CZ5B milik RRT (Republik Rakyat Tiongkok)," ujar Thomas, Minggu (31/7/2022).

Sampah antariksa itu berbobot 20 ton dengan ukuran 30 meter. Penampakan ini terkonfirmasi pada 30 Juli 2022.

"Alhamdulillah, sampah antariksa besar, bekas roket peluncuran RRT CZ5B berbobot sekitar 20 ton berukuran 30 meter telah terkonfirmasi jatuh di Samudra Hindia tadi malam, 30 Juli 2022, pukul 23.45 WIB," ungkapnya.

Dia juga mengatakan ada kemungkinan pecahannya juga bisa tersebar di Sumatera hingga Kalimantan Barat. Dia meminta warga melapor jika melihat objek tersebut.

"Data orbit dari pemantauan space-track.org menunjukkan titik jatuh di barat daya Indonesia. Namun bisa jadi ada pecahannya yang mungkin tersebar sepanjang lintasan terakhir orbitnya yang melintasi Sumatera bagian selatan dan Kalimantan Barat. Bila ada yang melihat objek langit yang jatuh sekitar pukul 23.45 WIB segera melaporkan ke Pusat Riset Antariksa BRIN," ungkapnya.

"Ada laporan pecahannya terekam oleh kamera pemantau meteor Itera di Lampung dan juga terlihat antara Kalimantan dan Filipina," lanjutnya.

Wednesday, July 27, 2022

Wednesday, July 27, 2022

Jangan Lewatkan, Akan Ada 3 Hujan Meteor Jelang Akhir Juli


Negaratoto - Bagi para pecinta astronomi yang menantikan hujan meteor, akan ada tiga hujan meteor yang di langit malam menjelang akhir Juli 2022, tepatnya pada 28 Juli dan 30 Juli 2022.

Dikutip dari situs astronomi Langitselatan.com, 28 Juli adalah waktunya kedatangan hujan meteor Piscis Austrinid, sedangkan 30 Juli akan ada hujan meteor Delta Aquarid Selatan. Berikut ini penjelasannya:

28 Juli - Hujan Meteor Piscis Austrinid
Hujan meteor Piscis Austrinid akan menjadi hujan meteor pertama yang berada pada puncak aktivitas di bulan Juli dengan maksimum 5 meteor setiap jam.

Berlangsung sejak 15 Juli sampai 10 Agustus, hujan meteor ini akan tampak datang dari rasi Piscis Austrinus dengan kecepatan 35 km/detik. Hujan meteor Piscid Austriid bisa diamati mulai pukul 19:52 WIB sampai fajar menyingsing.

30 Juli - Hujan Meteor Delta Aquarid Selatan
Hujan meteor Delta Aquariid merupakan hujan meteor yang berasal dari pecahan komet Marsden dan Kracht Sungrazing. Sama seperti eta Aquarid, hujan meteor delta Aquarid selatan yang berlangsung dari 12 Juli - 23 Agustus, juga tampak berasal dari rasi Aquarius. Hujan meteor ini akan mencapai puncaknya pada tanggal 30 Juli dengan 25 meteor per jam dengan kecepatan 41 km/det.


Hujan meteor Aquarid sudah bisa diamati sejak pukul 19:44 WIB sampai fajar menyingsing. Tepat saat radian hujan meteor Delta Aquarid Selatan terbit, Bulan sabit terbenam di ufuk barat. Karena itu tidak akan ada Bulan sampai fajar menyingsing.

30 Juli - Alpha Capricornid
Selain Delta Aquarid Selatan dan Piscis Austrinid, pada tanggal 30 Juli hujan meteor Alpha Capricornid akan mencapai puncaknya. Hujan meteor yang berlangsung dari 3 Juli sampai 15 Agustus akan tampak datang dari arah rasi Capricorn dan berasal dari komet 45P Honda-Mrkos-Pajdusakova. Dugaan lain asal hujan meteor ini dari asteroid 2002 EX12 yang kemudian dikenal sebagai komet 169P/NEAT.

Puncak hujan meteor Capricornid akan terjadi tanggal 30 Juli dengan laju 5 meteor per jam. Akan tetapi, biasanya ada bola api yang terbentuk dan melintas di langit malam.

Rasi Capricorn sudah terbit sejak Matahari terbenam dan pengamat bisa menikmati hujan meteor Alpha Capricornid sepanjang malam sampai fajar menyingsing. Bulan terbenam pada pukul 19:45 WIB. Karena itu tidak akan ada Bulan sampai fajar menyingsing.

Saturday, July 16, 2022

Saturday, July 16, 2022

Hujan Meteor Akan Terjadi Akhir Juli 2022, Peneliti BRIN Beri Tips Melihatnya


Negaratoto - Siapa yang tidak tahu hujan meteor? Fenomena astronomi yang satu ini terjadi setiap tahun. Meteor tampak seperti bintang jatuh, padahal wujud aslinya adalah batuan atau debu antar planet yang memasuki atmosfer lalu terbakar karena gesekan atmosfer.

Thomas Djamaluddin, salah satu peneliti di bidang Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan, hujan meteor Alpha-Capricornids dan Delta-Aquariids akan terjadi pada akhir Juli nanti. Kedua hujan meteor tersebut terjadi di langit selatan, sehingga dapat diamati dari Indonesia.

Jadwal Hujan Meteor Juli 2022
"Hujan meteor Alpha-Capricornids bisa diamati pada 30-31 Juli 2022 mulai pukul 20.00 WIB di ufuk timur. Namun, waktu terbaik adalah setelah lewat tengah malam di arah langit selatan. Diperkirakan ada sekitar 5 meteor per jam yang tampak melintas di langit. Hujan meteor ini berasal dari gugusan debu komet 169P/NEAT yang berpapasan dengan bumi," kata Thomas dikutip dari situs resmi BRIN, Jumat (15/7/2022).

Lebih lanjut dia menjelaskan, debu-debu komet yang berukuran kecil memasuki atmosfer bumi dan terbakar, sehingga akan timbul seperti bintang jatuh. Meskipun jumlah meteornya sedikit, terkadang hujan meteor menampakkan meteor terang dari sisa-sisa komet yang berukuran lebih besar.

Sementara itu, hujan meteor Delta-Aquariids bisa diamati pada 29-30 Juli mulai pukul 23.00 WIB di ufuk timur. Puncaknya sekitar pukul 02.00 WIB di langit selatan.


"Hujan meteor ini menampilkan belasan meteor per jam. Debu-debu komet 96P/Machholz diduga jadi sumber hujan meteor ini," tambah Thomas.

Cara Melihat Hujan Meteor Akhir Juli 2022
Kedua hujan meteor tersebut akan jadi daya tarik bagi pengamat langit di Indonesia. Kondisi kemarau dan tanpa gangguan cahaya bulan ini akan membuat pengamatan hujan meteor lebih menarik. Bagi kalian yang ingin menyaksikan, perhatikan tips yang disampaikan oleh peneliti BRIN.

Pastikan kamu memilih lokasi pengamatan yang pas dan minim dari gangguan. Adapun gangguan yang dimaksud seperti cahaya lampu, bangunan atau pepohonan yang menutupi langit.

"Berbahayakah hujan meteor ini? Sama sekali tidak berbahaya. Debu-debu sisa komet habis terbakar pada ketinggian di atas 80 km," pungkas Thomas.

Apa Penyebab Hujan Meteor?
Mengutip dari Scientific American, hujan meteor terjadi ketika bumi melintas dekat orbit komet dan melalui serpihan-serpihannya. Meskipun orbit bumi yang mengelilingi matahari biasanya berbentuk lingkaran, sebagian besar komet bergerak dalam orbitnya berbentuk elips atau memanjang.

Biasanya, hujan meteor terjadi ketika partikel-partikel dari asteroid atau komet meluncur ke atmosfer bumi dalam kecepatan tinggi. Lalu, ketika mereka bersinggungan dengan permukaan atmosfer, meteor bergesekkan dengan partikel udara dan gesekkan tersebut menyebabkan timbulnya panas. Dari panas itu, muncul hujan meteor.