Breaking

Showing posts with label Alam. Show all posts
Showing posts with label Alam. Show all posts

Saturday, July 30, 2022

Saturday, July 30, 2022

Ada Sekitar 1.350 Gunung Berapi di Dunia, di Mana yang Paling Banyak?


Negaratoto - Menurut Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat, terdapat kira-kira 1.350 gunung berapi yang berpotensi aktif di berbagai belahan dunia. Meski begitu, sepanjang catatan sejarah, baru lebih dari sepertiganya yang sudah erupsi.

Lantas, di manakah tempat yang paling banyak memiliki gunung berapi?

Tempat dengan Gunung Berapi Terbanyak di Dunia
Menurut seorang Profesor Vulkanologi dari Durham University UK, Ed Llewellin, sebagian besar gunung berapi di planet bumi terdapat di bawah air.

"Di sepanjang punggungan tengah laut yang menjulur 65 ribu kilometer (40 ribu mil)," kata dia, dikutip dari Live Science.

Dia mengatakan, sekitar 80 persen keluaran magma Bumi berasal dari gunung berapi yang ada di sepanjang pegunungan ini. Panjangnya menjalar hingga 3 sampai 4 kilometer di bawah permukaan laut.

"Beberapa punggungan, sekitar 9 ribu kilometer, memanjang melewati Pasifik Timur dan melintasi seluruh samudra-samudra utama. Tak terkecuali 16 ribu kilometer yang ada di sepanjang tengah-tengah Atlantik," jelas Llewellin.


Dia menyampaikan, lokasi gunung-gunung api yang berada di bawah permukaan laut membuatnya terlupakan dan erupsinya jarang berdampak terhadap masyarakat. Namun, ada juga tempat di daratan yang memiliki banyak gunung api.

"Soal gunung berapi yang ada di daratan, kebanyakan berlokasi di sekitar Samudra Pasifik," sebutnya.

Penyebabnya, Samudra Pasifik dibatasi dengan zona subduksi, yang merupakan daerah di sekitar tepian lempeng tektonik. Sementara itu, posisi satu lempeng terletak di bawah lempeng lainnya.

Sebagai dampak dari aktivitas tektonik itu, Pasifik menjadi rumah untuk Cincin Api yang panjangnya 25 ribu mil atau 40 ribu kilometer. Bentuknya seperti tapal kuda dan merupakan sabuk seismik aktif, serta episentrum untuk sekitar 90 persen gempa bumi dan 75 persen gunung berapi aktif.

Namun, Llewellin menegaskan, saat ini letusan gunung berapi tidak sebanyak di masa lalu.

"Pada awal-awal usianya, Planet Bumi jauh lebih panas ketimbang sekarang. Sampai-sampai kami (para ahli) berpikir bahwa ada waktu-waktu di mana seluruh permukaan Bumi tertutup lautan magma," ucapnya.

Wednesday, July 27, 2022

Wednesday, July 27, 2022

Jangan Lewatkan, Akan Ada 3 Hujan Meteor Jelang Akhir Juli


Negaratoto - Bagi para pecinta astronomi yang menantikan hujan meteor, akan ada tiga hujan meteor yang di langit malam menjelang akhir Juli 2022, tepatnya pada 28 Juli dan 30 Juli 2022.

Dikutip dari situs astronomi Langitselatan.com, 28 Juli adalah waktunya kedatangan hujan meteor Piscis Austrinid, sedangkan 30 Juli akan ada hujan meteor Delta Aquarid Selatan. Berikut ini penjelasannya:

28 Juli - Hujan Meteor Piscis Austrinid
Hujan meteor Piscis Austrinid akan menjadi hujan meteor pertama yang berada pada puncak aktivitas di bulan Juli dengan maksimum 5 meteor setiap jam.

Berlangsung sejak 15 Juli sampai 10 Agustus, hujan meteor ini akan tampak datang dari rasi Piscis Austrinus dengan kecepatan 35 km/detik. Hujan meteor Piscid Austriid bisa diamati mulai pukul 19:52 WIB sampai fajar menyingsing.

30 Juli - Hujan Meteor Delta Aquarid Selatan
Hujan meteor Delta Aquariid merupakan hujan meteor yang berasal dari pecahan komet Marsden dan Kracht Sungrazing. Sama seperti eta Aquarid, hujan meteor delta Aquarid selatan yang berlangsung dari 12 Juli - 23 Agustus, juga tampak berasal dari rasi Aquarius. Hujan meteor ini akan mencapai puncaknya pada tanggal 30 Juli dengan 25 meteor per jam dengan kecepatan 41 km/det.


Hujan meteor Aquarid sudah bisa diamati sejak pukul 19:44 WIB sampai fajar menyingsing. Tepat saat radian hujan meteor Delta Aquarid Selatan terbit, Bulan sabit terbenam di ufuk barat. Karena itu tidak akan ada Bulan sampai fajar menyingsing.

30 Juli - Alpha Capricornid
Selain Delta Aquarid Selatan dan Piscis Austrinid, pada tanggal 30 Juli hujan meteor Alpha Capricornid akan mencapai puncaknya. Hujan meteor yang berlangsung dari 3 Juli sampai 15 Agustus akan tampak datang dari arah rasi Capricorn dan berasal dari komet 45P Honda-Mrkos-Pajdusakova. Dugaan lain asal hujan meteor ini dari asteroid 2002 EX12 yang kemudian dikenal sebagai komet 169P/NEAT.

Puncak hujan meteor Capricornid akan terjadi tanggal 30 Juli dengan laju 5 meteor per jam. Akan tetapi, biasanya ada bola api yang terbentuk dan melintas di langit malam.

Rasi Capricorn sudah terbit sejak Matahari terbenam dan pengamat bisa menikmati hujan meteor Alpha Capricornid sepanjang malam sampai fajar menyingsing. Bulan terbenam pada pukul 19:45 WIB. Karena itu tidak akan ada Bulan sampai fajar menyingsing.

Tuesday, July 26, 2022

Tuesday, July 26, 2022

Seramnya Langit Merah di Berbagai Negara, Salah Satunya Indonesia


Negaratoto - Fenomena langit berwarna merah kerap terjadi akibat peristiwa alam. Meski beberapa wilayah di dunia pernah mengalaminya, tetap saja peristiwa langit berwarna merah akan menarik perhatian warga setempat, dan tak jarang membuat panik.

Penampakan langit berwarna merah kerap dihubung-hubungkan dengan akhir zaman atau kiamat. Padahal, peristiwa ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Berikut ini beberapa penampakan langit merah di berbagai negara yang sempat menghebohkan.

Langit Merah di Jambi
Di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada September 2019, langit di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, terlihat memerah. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (sekarang BRIN), menjelaskan fenomena itu disebabkan tebalnya asap.

"Itu disebabkan karena tebalnya asap. Cahaya Matahari tidak bisa seluruhnya menembus asap. Dugaan saya, hanya gelombang panjang (kuning dan merah) yang bisa menembusnya, lalu dihamburkan oleh partikel-partikel asap. Jadilah langit terlihat berwarna merah kekuningan," kata Profesor Thomas Djamaluddin yang saat itu menjabat sebagai Kepala LAPAN.

Djamal mengatakan fenomena ini disebut juga Mie scattering atau hamburan Mie, yaitu hamburan cahaya oleh partikel yang ukurannya sama dengan panjang gelombang cahayanya.

Buat kalian yang bingung mengapa namanya hamburan Mie, ini diambil dari nama penemu teori yang menjelaskan teori hamburan cahaya tersebut, yaitu Gustav Adolf Feodor Wilhelm Ludwig Mie.

Langit Merah di Australia
Sama dengan yang dialami Indonesia, awal tahun 2020 Australia menghadapi bencana kebakaran hutan terdahsyat. Api melumat di negara bagian New South Wales, Victoria dan Western Australia.

Saking parahnya kebakaran hutan, langit Australia sampai berwarna merah darah yang begitu mengerikan. Saat malam hari, asap yang sangat pekat memantulkan warna merah dari api yang menyala membakar semak dan pepohonan.

Langit Merah di China
Mei tahun ini, langit di Provinsi Zhejiang, China menjadi merah menyala, seperti adegan kehancuran dalam film fiksi ilmiah. Biro meteorologi lokal Zhoushan, sebuah kota di Provinsi Zhejiang China Timur, mengumumkan pada Minggu (8/5) waktu setempat, bahwa langit merah menyala yang muncul di daerah ini, disebabkan oleh pembiasan dan hamburan cahaya.

Kemungkinan besar sumber hamburan cahaya ini berasal dari lampu kapal di pelabuhan. Staf Biro Meteorologi Zhoushan menjelaskan, cuaca berkabut dan berawan di Zhoushan pada Sabtu (7/5) dan gerimis pada saat langit merah mungkin disebabkan oleh pantulan cahaya dari awan tingkat rendah.

"Saat kondisi cuaca bagus, lebih banyak air di atmosfer membentuk aerosol yang membiaskan dan menyebarkan cahaya kapal penangkap ikan dan membuat langit merah terlihat oleh publik," kata staf biro meteorologi.


"Hujan Darah" di Inggris
Yang terjadi di Inggris bukan langit merah, melainkan "hujan darah". Inggris dan sejumlah negara di Eropa dilanda fenomena ini pada Mei 2022. Sesuai namanya, hujan itu berwarna merah.

Adapun yang menjadi penyebabnya adalah debu yang berasal dari gurun Sahara dan terbawa oleh angin. Citra satelit dari lembaga antariksa European Space Agency (ESA) menampakkan gelombang debu dari Sahara mengarah ke Laut Atlantik sampai Karibia.

Nah, debu itu diprediksi juga bisa sampai ke tanah Inggris. "Mungkin akan bercampur dengan hujan, sehingga mungkin ada sisa debunya di kendaraan misalnya setelah hujan," kata ilmuwan cuaca Mark Parrington.

Sebelumnya, debu dari gurun Sahara itu sudah memerahkan sebagian wilayah Eropa. Salah satu akibatnya adalah bagian rumah seperti jendela dan kendaraan warga setempat kotor karena diselimuti dengan debu berwarna merah.

Ilmuwan dari Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) menyatakan bahwa dari waktu ke waktu, makin banyak debu yang terbawa angin dari Sahara ke sebagian Eropa dan Mediterania. Beberapa waktu lalu, debu itu menyebabkan langit di beberapa kota di Spanyol termasuk Madrid menjadi berwarna merah.

Langit Australia Warna Pink
Cahaya merah muda misterius menerangi langit di atas kota Mildura di Australia pada Rabu (20/7) pekan lalu, membuat penduduk bertanya-tanya apakah mereka menyaksikan invasi alien, cahaya utara salah tempat, atau semacam suar Matahari.

Berbeda dengan kejadian langit merah di Australia pada tahun 2019, cahaya merah muda yang muncul kali ini rupanya memancar dari fasilitas ganja medis di pinggiran Mildura. Pancaran warna pink di langit secara tidak sengaja mengungkap lokasi fasilitas ini yang sebelumnya dirahasiakan.

Saat kejadian, fasilitas tersebut sedang menguji lampu LED sehingga memantul ke langit malam yang mendung dan menciptakan pemandangan supernatural yang menakutkan sekaligus menghibur kota dengan 56 ribu penduduk itu.

Ketika penjaga keamanan fasilitas menyelidiki sumber cahaya merah muda, dia menyadari bahwa kemunculannya menarik perhatian di sekitar Mildura yang berjarak sekitar 340 mil barat laut Melbourne.

Mereka biasanya menggunakan tirai peredam cahaya untuk menyembunyikan lampu LED spektrum merah yang digunakan untuk mendorong pertumbuhan tanaman ganja.

Tetapi di hari saat kejadian, tirai dibiarkan terbuka untuk sementara waktu, sehingga mengirimkan sinyal yang terlihat bermil-mil di sekitar fasilitas yang terletak di negara bagian Victoria bagian tenggara.

Saturday, July 23, 2022

Saturday, July 23, 2022

Langit Australia Tiba-tiba Jadi Pink, Warga Kira Mau Kiamat!


Negaratoto - Warga Australia digegerkan dengan penampakan langit berwarna pink. Beberapa merasa ngeri bahkan menyangka kiamat sudah tiba. Eh tapi ternyata warna itu disebabkan hal lain.

Penampakan langit malam berwarna pink itu terjadi pada Rabu (20/7/2022) di Kota Mildura, Victoria utara. Salah seorang warga yang khawatir akan kiamat itu bernama Tammy Szumowski.

Dilansir dari BBC, Tammy berusaha tidak panik ketika melihat langit pink itu. Dia mengatakan kepada anak-anaknya supaya jangan khawatir namun ia sendiri bertanya-tanya penyebab langit pink muncul malam itu.

Sementara itu, warga lokal lain bernama Nikea Champion sempat menduga langit pink ini disebabkan bulan merah. Tetapi setelah dilihat lagi, cahaya pink itu berasal dari tanah, bukan dari langit.


Selidik punya selidik, penyebab warna pink pada langit Mildura itu berasal dari ladang ganja. Loh, kok bisa?

Begini, aparat Mildura menemukan pembiasan ultraviolet dari ladang ganja yang dikelola perusahaan Cann Group. Lampu berwarna merah digunakan untuk membantu tanaman ganja tumbuh. Setiap malam tiba, ladang itu bakal ditutup dengan tirai.

Namun pada hari peristiwa terjadi, tirai itu tidak dapat bekerja. Karena itulah, terjadi pembiasan cahaya ke langit.

Rupanya, fenomena langit pink di Australia ini tidak seseram yang dibayangkan orang-orang. Mereka hanya tidak pernah tahu bahwa ladang ganja di dekat permukiman mereka akan ditutup setiap malam.

Ganja sebagai obat memang legal digunakan di Australia sejak 2016. Akan tetapi konsumsi untuk hiburan sampai saat ini masih dilarang. Oleh sebab itu, sejumlah ladang ganja kerap dirahasiakan lokasinya dengan alasan keamanan.

Friday, July 8, 2022

Friday, July 08, 2022

Fenomena Aneh Langit Jadi Hijau Pekat Gegerkan Warga


Negaratoto - Para penduduk di kota Sioux Falls, South Dakota, Amerika Serikat, baru-baru ini merasa mereka tengah berada di salah satu adegan serial terkenal Stranger Things. Pasalnya, ada fenomena aneh di mana langit di area mereka berubah warnanya menjadi hijau dalam waktu cukup lama. Ya, langit hijau pekat.

Terlihat bagaimana langit dan awan menghampar kehijauan di sana, yang banyak dibagikan ke media sosial terutama di Twitter. Terlihat pemandangan langit menjadi sangat hijau sehingga seperti bukan di dunia nyata.

Lembaga peneliti cuaca di Amerika Serikat, National Weather Service (NSW), kemudian mengungkap bahwa penyebab langit menjadi hijau itu berkaitan dengan derecho, badai angin intens garis lurus yang tersebar luas.


Seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (8/7/2022), badai tornado memang sedang melanda wilayah itu. Pemandangan langit hijau ini membuat sebagian warga merasa seperti berada di film fiksi ilmiah.

"Sebenarnya relatif umum untuk melihat langit hijau ini, tapi langit di atas Sioux Falls pada 5 Juli itu memang terlihat lebih hijau dari biasanya," kata Isaac Longley selaku pakar cuaca dari AccuWeather.

"Fenomena itu tentunya menarik perhatian bagi banyak orang yang belum pernah melihat langit menjadi begitu hijau. Dalam kasus ini, langit warna hijau bertahan dalam waktu antara 10 sampai 20 menit seiring badai mendekati kota Sioux Falls," tambah dia.

Badai topan yang melanda kota itu berlangsung cukup hebat, di mana salah satu dampaknya adalah sekitar 26 ribu penduduk di kota itu kehilangan arus listrik yang tumbang karena terjangan badai cukup intens.

Saturday, July 2, 2022

Saturday, July 02, 2022

Fenomena Bulan Purnama Langka 9 Tahun Sekali, Terakhir Bisa Dilihat 14 Juli


Negaratoto - Fenomena bulan yang cukup langka sedang berlangsung sejak 14 Juni 2022 hingga 14 Juli 2022 mendatang. Pada waktu ini akan terjadi purnama istimewa, di mana Bulan Baru Mikro diapit oleh dua Supermoon.

Peneliti Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang, menjelaskan, purnama kali ini bertepatan dengan Bulan Purnama Super (Full Supermoon) atau yang secara teknis disebut Purnama Perige (Perigeal Full Moon).

Sementara itu, Bulan Baru Stroberi bertepatan dengan Bulan Baru Mikro (New Micromoon) atau Bulan Baru Apoge (Apogeal New Moon).

"Bulan Baru Mikro kali ini diapit oleh dua Bulan Purnama Super yang terjadi pada dua bulan berturut-turut. Fenomena ini terakhir kali terjadi pada tahun 2004 dan 2013," terang Andi, seperti dilansir dari laman BRIN, Sabtu (2/7/2022).

Bulan purnama yang terjadi pada bulan Juni disebut dengan Purnama Stroberi Super (Full Strawberry Supermoon), sedangkan pada bulan Juli disebut Purnama Rusa Super (Full Buck Supermoon). Definisi ini juga dipakai untuk fase Bulan baru.

Menurut Andi, penamaan tersebut berasal dari The Farmer's Almanac (Almanak Petani Amerika). Pada bulan Juni dilakukan panen stroberi, sedangkan pada bulan Juli rusa jantan muda mulai tumbuh tanduknya.

"Jadi penamaan ini sebenarnya berasal dari penanda musim dan perilaku hewan yang timbul pada musim-musim tertentu bagi penduduk asli Amerika," terang Andi.


Andi merinci, Purnama Stroberi Super terjadi pada 14 Juni 2022, pada pukul 18.51 WIB/ 19.51 WITA/ 20.51 WIT, pada jarak 357.368 KM, sedangkan Bulan Baru Stroberi Mikro terjadi pada 29 Juni 2022, pukul 09.52 WIB/ 10.52 WITA/ 11.52 WIT, pada jarak 406.569 KM.

Lalu, untuk Purnama Rusa Super akan terjadi pada 14 Juli 2022, pukul 01.57 WIB/ 02.57 WITA/ 03.57 WIT, pada jarak 357.418 KM.

Andi menambahkan, untuk Bulan Baru Stroberi Mikro tidak dapat disaksikan sebelum Matahari terbit. Sebab, terbitnya yang lebih lambat dibandingkan Matahari dan permukaan Bulan yang menghadap Bumi tidak terkena cahaya Matahari sehingga tampak gelap.

"Untuk menyaksikan fenomena ini, masyarakat cukup arahkan pandangan sesuai arah terbit hingga terbenamnya bulan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Fenomena ini bisa diamati tanpa perlu bantuan alat optik apapun, kecuali jika ingin mengabadikannya dalam bentuk foto ataupun video," jelasnya.

Seperti pada fase bulan baru pada umumnya, kata Andi, baik Purnama Stroberi Super, Bulan Baru Stroberi Mikro, maupun Purnama Rusa Super dapat menimbulkan pasang laut yang lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya karena adanya konfigurasi Matahari-Bumi-Bulan atau Matahari-Bulan-Bumi yang terletak di posisi segaris.

Pasang laut tertinggi akan terjadi pada 14 Juni dan 14 Juli, sehingga disarankan bagi nelayan untuk tidak melaut di dua hari sebelum dan dua hari sesudah puncak fenomena ini, yakni antara 12 hingga 16 Juni, dan 12 hingga 16 Juli 2022.

Tuesday, May 31, 2022

Tuesday, May 31, 2022

Dear Hulk, Petir Ternyata Bisa Hasilkan Sinar Gamma


Negaratoto - Orang awam tahu Sinar Gamma karena superhero Hulk. Namun ilmuwan sudah lama mengenalnya. Sinar gamma adalah gelombang cahaya paling energik yang dihasilkan di alam semesta. Begitu energiknya, sehingga mereka terlihat dalam peluruhan radioaktif tertentu, dalam banyak ledakan kosmik, dan juga dalam petir dan kilat.

Terestrial Gamma-ray flashes (TGF) dihasilkan oleh bremsstrahlung, sebuah kata bahasa Jerman yang jika diterjemahkan berarti 'radiasi pengereman', mengacu pada sebuah partikel bermuatan listrik yang dipercepat atau diperlambat yang akan memancarkan radiasi elektromagnetik. Dalam kasus TGF, penyebabnya adalah elektron dipercepat.

Dalam makalah baru, yang saat ini tersedia di ArXiv, para peneliti melaporkan pengamatan terbaru dari mitra optik TGF. Seperti dikutip dari IFL Science, Selasa (31/5/2022) hal ini penting karena dua hipotesis utama untuk produksi sinar gamma oleh petir menghasilkan tanda yang berbeda dalam cahaya tampak.

Yang pertama adalah mekanisme Relativistic FeeDback (RFD), yang menunjukkan bahwa foton (partikel cahaya) dan positron (antimateri yang setara dengan elektron), menghasilkan umpan balik yang menghasilkan longsoran elektron.


Antimateri di awan petir terjadi sehingga skenario ini harus ditanggapi dengan serius. Jika model ini benar, seharusnya ada sangat sedikit atau tidak ada tanda dalam cahaya tampak dan sedikit sinar ultraviolet. Ini dikenal sebagai kilat gelap.

Penjelasan alternatifnya adalah, mekanisme produksi elektron pelarian termal, di mana medan listrik tinggi lokal akan menghasilkan kaskade elektron. Bidang ini akan sepuluh kali lebih tinggi dari bidang kerusakan konvensional.

"Mekanisme produksi elektron pelarian termal mengasumsikan bahwa peristiwa TGF diproduksi di sekitar ujung pita yang terkait dengan petir. Populasi elektron bebas kemudian dipercepat lebih lanjut dalam penurunan potensial di depan ujung petir ke elektron yang melarikan diri melalui mekanisme pelarian termal," kata para penulis di makalah tersebut.

Pelarian termal akan menghasilkan sinyal optik secara bersamaan dengan sinar gamma. Dan selama badai petir pada 11 September 2021, para peneliti menggunakan Telescope Array Surface Detector (TASD), yang mendeteksi sinar gamma dan sinyal optik dari badai petir, konsisten dengan mekanisme produksi pelarian termal.

"Data kami menunjukkan peningkatan substansial dalam cahaya tampak dalam korelasi dengan produksi TGF. Dari hasil ini tampaknya masuk akal untuk menyimpulkan bahwa hasil kami mendukung model mekanisme pelarian termal dan tidak mendukung gagasan bahwa TGF adalah peristiwa gelap seperti yang diusulkan oleh mekanisme Umpan Balik Relativistik," tulis penulis dalam kesimpulan penelitian .

Ini bukan akhir dari cerita tentang sinar gamma yang berasal dari petir, masih jauh dari itu. Para ilmuwan saat ini ibarat sekadar menggores permukaan dari kompleksitas badai petir dan kilat. Studi lebih lanjut mengenai temuan ini pastinya akan menarik.