Breaking

Showing posts with label Bulan. Show all posts
Showing posts with label Bulan. Show all posts

Thursday, July 28, 2022

Thursday, July 28, 2022

Ambisi China Jadikan Bulan Benteng Pertahanan Terjangan Asteroid


Negaratoto - Bumi masih dihantui asteroid yang kapan saja berpotensi jatuh dan memusnahkan umat manusia. Guna melindungi planet, China berambisi memanfaatkan Bulan sebagai benteng pertahanannya.

Untuk sekian lama, ancaman asteroid yang bisa bikin Bumi luluh lantak terus menjadi perdebatan. Jatuhnya benda antariksa itu ke Bumi berpotensi menimbulkan kekacauan, bahkan sampai ke tingkat kepenuhan.

Ketakutan hantaman asteroid ini berkaca dari peristiwa musnahnya dinosaurus sekitar 65 juta tahun yang diakibatkan oleh serangan asteroid besar.

Risiko peristiwa lenyapnya dinosaurus terulang kembali memang cukup rendah, sebab sekitar 60% asteroid yang cukup besar untuk menghancurkan seluruh negara belum terlacak. Adapun insiden besar gara-gara asteroid di Bumi itu terakhir tahun 1970-an.

Maka dari itu, sebagai antisipasi, China punya ide yang cenderung ambisi melindungi Bumi dari ancaman tersebut, yakni dengan menjadikan Bulan pos pertahanan.


Dikutip dari Mashable, Rabu (27/7/2022) untuk mewujudkan hal itu, China akan membangun dua teleskop optik dan ditempatkan di belahan kutub utara dan selatan Bulan. Nantinya, teleskop tersebut memindai di sekitar, mendeteksi apabila ada asteroid atau benda langit yang mengancam Bumi.

Selain itu, China juga akan menyebarkan tiga satelit penjaga ke orbit Bulan di sekitar Bumi. Wahana antariksa itu dipersenjatai dengan sejumlah senjata kinetik, jika terdeteksi ada asteroid berbahaya, maka satelit ini bisa melakukan tugasnya.

"Ini akan memiliki kemampuan untuk mencegat asteroid yang datang dari segala arah, dan dapat membentuk lingkaran pertahanan sekitar dua kali ukuran antara Bulan dan Bumi dengan diameter sekitar 800 ribu km," ujar Kepala Perancang Program Eksplorasi Bulan China, Wu Wieren.

Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap pengembangan. Kendati begitu, sistem akan terdiri dari teleskop raksasa dan sistem radar yang ditempatkan, baik di darat maupun di luar atmosfer.

Dengan terungkapnya misi menjaga Bumi dari terjangan asteroid, memberi sinyal bahwa China sedang berkembang pesat sebagai kekuatan luar angkasa yang tangguh dalam beberapa tahun terakhir.

Thursday, July 21, 2022

Thursday, July 21, 2022

Sejarah Manusia Pertama Kali Injakkan Kaki di Bulan


Negaratoto - Juli 1969 menorehkan sejarah dalam peradaban umat manusia. Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu, John F. Kennedy mengirimkan manusia pertama untuk mendarat di Bulan.

Bahkan, ambisi ini dijadikan salah satu tujuan nasional AS. Karenanya, bisa dikatakan lompatan penting dalam sejarah dan ilmu pengetahuan ini tak akan terjadi tanpa peran Kennedy.

Seperti dikutip dari situs resmi NASA, sejarah ini diawali dengan peluncuran pesawat luar angkasa Apollo 11, yang ditumpangi Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins.

Mereka lepas landas dari Kennedy Space Center, dengan Armstrong menjadi komandan yang memimpin misi pendaratan. Setelah menempuh jarak 240 ribu mil selama 76 jam, Apollo 11 memasuki orbit Bulan pada 19 Juli 1969.

Keesokan harinya pada pukul 13.46, yakni 20 Juli 1969, modul Bulan Eagle, yang diwakili Armstrong dan Aldrin, terpisah dari modul perintah, tempat Collins tinggal.

Ketika tiba saatnya untuk menurunkan Eagle di Sea of Tranquility atau Laut Ketenangan, Armstrong berimprovisasi, mengemudikan kapal secara manual melewati area yang dipenuhi dengan batu-batu besar. Selama detik-detik terakhir penurunan, Eagle membunyikan alarm.


Dua jam kemudian, Eagle mulai turun ke permukaan Bulan. Pada pukul 16.17, pesawat mendarat di tepi barat daya Sea of Tranquility. Armstrong segera mengirim pesan singkat radio ke Mission Control di Houston, Texas berbunyi: "Elang telah mendarat."

Pesan singkat itu pun mengubah dunia. Semua orang di Mission Control bersorak sorai dan mengharu biru secara bersamaan.

Pukul 22.39, Armstrong membuka palka modul Bulan. Saat dia menuruni tangga modul, kamera TV yang terpasang pada pesawat merekamnya. Ratusan juta orang menyaksikan sosok manusia pertama menginjakkan kaki di Bulan. Lalu pukul 22.56, Armstrong turun dari tangga, dan menginjakkan kaki di permukaan Bulan.

"Ini memang satu langkah kecil bagi seseorang, tapi merupakan satu lompatan besar bagi umat manusia," ujar Armstrong melalui microphone saat itu.

Aldrin kemudian bergabung dengannya di permukaan Bulan sekitar 19 menit kemudian. Mereka memasang bendera AS, dan meninggalkan sebuah penanda untuk menghormati kru Apollo 1 yang jatuh.

Tak ketinggalan, sebuah plakat juga ditinggalkan di salah satu kaki Elang. Bunyinya: "Di sini orang-orang dari planet Bumi pertama kali menginjakkan kaki di Bulan. Juli 1969, kami datang dengan damai untuk seluruh umat manusia."

Tuesday, July 5, 2022

Tuesday, July 05, 2022

Panas! NASA Tuding China Mau Kuasai Bulan Sendirian


Negaratoto  - Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) atau NASA menuding China ingin menguasai Bulan sendirian. Tuduhan itu diungkapkan oleh Administrator Bill Nelson dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman Bild.

"Kita harus sangat prihatin China mendarat di Bulan dan mengatakan: ini milik kami sekarang dan Anda tetap di luar," ujar Nelson dikutip dari Reuters, Selasa (5/7/2022).

Tak sampai di sana, Nelson menyatakan program luar angkasa China merupakan program militer. Bahkan dia menuding China mencuri ide dan teknologi dari orang lain.

China Membantah

Pihak China sendiri membantah tudingan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Zhao Lijian menyebut bukan kali pertama NASA menuduh sesuatu yang tidak bertanggung jawab terkait China.


"Ini bukan pertama kalinya kepala NASA mengabaikan fakta dan berbicara tidak bertanggung jawab mengenai China," ucap Lijian.

"Pihak AS terus menerus membangun kampanye kotor pada upaya luar angkasa China yang normal dan masuk akal dan China dengan tegas menetang pernyataan tidak bertanggung jawab seperti itu".

Baik AS dan China memang sama-sama mengembangkan program eksplorasi antariksa. Dengan salah satu fokus terpentingnya adalah bisa mendarat di Bulan.

NASA, dengan program Artemis berencana mengirim misi berawak untuk mengorbit Bulan pada 2024. Mereka akan melakukan pendaratan berawak di dekat kutub selatan Bulan tahun 2025 mendatang.

China juga memiliki ambisi yang serupa dan pada 2013 lalu telah melakukan pendaratan tanpa awak. Jelang akhir dekade ini bisa meluncurkan roket yang kuat untuk mengirimkan astronaut ke Bulan.

Saturday, July 2, 2022

Saturday, July 02, 2022

Fenomena Bulan Purnama Langka 9 Tahun Sekali, Terakhir Bisa Dilihat 14 Juli


Negaratoto - Fenomena bulan yang cukup langka sedang berlangsung sejak 14 Juni 2022 hingga 14 Juli 2022 mendatang. Pada waktu ini akan terjadi purnama istimewa, di mana Bulan Baru Mikro diapit oleh dua Supermoon.

Peneliti Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang, menjelaskan, purnama kali ini bertepatan dengan Bulan Purnama Super (Full Supermoon) atau yang secara teknis disebut Purnama Perige (Perigeal Full Moon).

Sementara itu, Bulan Baru Stroberi bertepatan dengan Bulan Baru Mikro (New Micromoon) atau Bulan Baru Apoge (Apogeal New Moon).

"Bulan Baru Mikro kali ini diapit oleh dua Bulan Purnama Super yang terjadi pada dua bulan berturut-turut. Fenomena ini terakhir kali terjadi pada tahun 2004 dan 2013," terang Andi, seperti dilansir dari laman BRIN, Sabtu (2/7/2022).

Bulan purnama yang terjadi pada bulan Juni disebut dengan Purnama Stroberi Super (Full Strawberry Supermoon), sedangkan pada bulan Juli disebut Purnama Rusa Super (Full Buck Supermoon). Definisi ini juga dipakai untuk fase Bulan baru.

Menurut Andi, penamaan tersebut berasal dari The Farmer's Almanac (Almanak Petani Amerika). Pada bulan Juni dilakukan panen stroberi, sedangkan pada bulan Juli rusa jantan muda mulai tumbuh tanduknya.

"Jadi penamaan ini sebenarnya berasal dari penanda musim dan perilaku hewan yang timbul pada musim-musim tertentu bagi penduduk asli Amerika," terang Andi.


Andi merinci, Purnama Stroberi Super terjadi pada 14 Juni 2022, pada pukul 18.51 WIB/ 19.51 WITA/ 20.51 WIT, pada jarak 357.368 KM, sedangkan Bulan Baru Stroberi Mikro terjadi pada 29 Juni 2022, pukul 09.52 WIB/ 10.52 WITA/ 11.52 WIT, pada jarak 406.569 KM.

Lalu, untuk Purnama Rusa Super akan terjadi pada 14 Juli 2022, pukul 01.57 WIB/ 02.57 WITA/ 03.57 WIT, pada jarak 357.418 KM.

Andi menambahkan, untuk Bulan Baru Stroberi Mikro tidak dapat disaksikan sebelum Matahari terbit. Sebab, terbitnya yang lebih lambat dibandingkan Matahari dan permukaan Bulan yang menghadap Bumi tidak terkena cahaya Matahari sehingga tampak gelap.

"Untuk menyaksikan fenomena ini, masyarakat cukup arahkan pandangan sesuai arah terbit hingga terbenamnya bulan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Fenomena ini bisa diamati tanpa perlu bantuan alat optik apapun, kecuali jika ingin mengabadikannya dalam bentuk foto ataupun video," jelasnya.

Seperti pada fase bulan baru pada umumnya, kata Andi, baik Purnama Stroberi Super, Bulan Baru Stroberi Mikro, maupun Purnama Rusa Super dapat menimbulkan pasang laut yang lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya karena adanya konfigurasi Matahari-Bumi-Bulan atau Matahari-Bulan-Bumi yang terletak di posisi segaris.

Pasang laut tertinggi akan terjadi pada 14 Juni dan 14 Juli, sehingga disarankan bagi nelayan untuk tidak melaut di dua hari sebelum dan dua hari sesudah puncak fenomena ini, yakni antara 12 hingga 16 Juni, dan 12 hingga 16 Juli 2022.

Monday, May 30, 2022

Monday, May 30, 2022

Indonesia Dilewati Fenomena Bulan Hitam, Begini Dampak yang Bakal Terjadi


Negaratoto - Fenomena bulan hitam merupakan salah satu peristiwa dalam astronomi yang kerap terjadi. Fenomena tersebut kembali muncul di Indonesia pada akhir Mei 2022 ini.

Dalam istilah astronomi, bulan hitam memiliki setidaknya empat definisi berbeda. Apa saja?

Pengertian Bulan Hitam
Mengutip CNN Indonesia, Peneliti di Pusat Riset Antariksa BRIN Andi Pangerang menjelaskan empat definisi bulan hitam, yakni:

1. Bulan hitam adalah fase bulan baru yang kedua dalam satu bulan Masehi. Fenomena ini cukup sering terjadi karena berlangsung periodik dengan periode 29 bulan.

2. Bulan hitam adalah fase bulan baru ketiga dalam musim astronomis yang mengandung empat fase bulan baru. Fenomena ini terjadi setiap 33 bulan.

3. Bulan hitam adalah fenomena di mana tidak terdapat fase bulan baru di bulan Februari. Fenomena ini terjadi setiap 19 tahun sekali.

4. Bulan hitam adalah fase bulan purnama di bulan Februari. Fenomena ini terjadi setiap 19 tahun sekali.


"Fenomena bulan hitam bisa terjadi berbeda-beda di setiap tempat dikarenakan zona waktu yang digunakan berbeda-beda di setiap tempat," ucap Andi.

Apa Dampak yang akan Terjadi?
Menurut Andi, fenomena bulan hitam ini dapat menyebabkan naiknya pasang laut. Dia juga mengimbau masyarakat untuk waspada saat hendak melaut.

"Sebagaimana fase bulan baru pada umumnya, bulan hitam dapat mengakibatkan naiknya pasang laut dibandingkan hari-hari lainnya ketika konfigurasi Bumi-Bulan-Matahari tidak segaris jika diamati dari atas kutub. Masyarakat diimbau agar tidak melaut saat air laut sedang pasang," paparnya.

Adapun waktu fase bulan baru keenam pada 2022 terjadi pada 30 Mei pukul 11.30.08 Universal Time (UT). Dengan waktu ini berarti untuk wilayah Eropa bagian Timur, Indonesia, hingga Kepulauan Line baru akan mengalami bulan hitam di penghujung Mei 2022.

Fenomena Bulan Hitam di Indonesia
Fenomena bulan hitam sebagai bulan baru kedua di dalam bulan Masehi sebelumnya pernah terjadi di Indonesia pada 31 Oktober 2016 dan 30 Agustus 2019.

Kemudian, bulan hitam sebagai bulan baru ketiga di dalam musim astronomis yang mengandung empat fase bulan baru sebelumnya pernah terjadi di Indonesia pada 22 Agustus 2017 dan 19 Agustus 2020.

Sedangkan, bulan hitam tripel (dua bulan hitam di akhir bulan Masehi dan tidak ada bulan baru di bulan Februari) pernah terjadi di Indonesia pada 2014.

Fenomena bulan hitam ini juga akan terjadi lagi beberapa tahun ke depan.

Saturday, April 23, 2022

Saturday, April 23, 2022

Wow, Startup Ini Mau Bangun Data Center di Bulan

Negaratoto - Pusat data modern menghabiskan banyak daya, memerlukan pendinginan yang sangat kompleks, dan secara fisik rentan terhadap bencana alam dan konflik militer. Bagaimana kalau membangun data center di Bulan?

Nah, startup ini punya cara radikal untuk memecahkan masalah daya dan pendinginan data center dengan menempatkannya di Bulan. Proyek ini sudah menyiapkan dua penerbangan luar angkasa yang dipesan untuk menempatkan bermacam perlengkapan yang dibutuhkan di Bulan. Tujuan akhirnya adalah, memiliki jaringan server di Bulan yang dialiri oleh reaktor nuklir.

Adalah Lonestar Data Holdings yang berencana membangun jaringan data center di Bulan. Perusahaan ini telah mengontrak Intuitive Machines untuk dua misi pertamanya ke permukaan Bulan. Mesin berbasis RISC-V yang sebenarnya akan dibuat oleh perusahaan bernama Skycorp.

"Data adalah mata uang terbesar yang diciptakan oleh umat manusia," kata Chris Stott, pendiri Lonestar seperti dikutip dari World of Buzz.

"Kita bergantung padanya untuk hampir semua yang kita lakukan dan itu terlalu penting bagi kita sebagai spesies untuk disimpan di biosfer Bumi yang semakin rapuh. Satelit terbesar di Bumi, Bulan kita, mewakili tempat yang ideal untuk menyimpan masa depan kita dengan aman," ujarnya.


Ada banyak tantangan dengan memasang data center di permukaan Bulan. Tentu saja, biaya yang terkait dengan pengiriman server ke Bulan adalah salah satunya, tetapi menyalakan server dan menghubungkannya ke internet adalah dua tantangan lainnya.

Untuk menghubungkan mesin-mesin ini ke internet, Lonestar akan menggunakan solusi turnkey dari Intuitive Machines, tetapi untuk rencana jangka panjangnya, Lonestar telah membuat pengajuan spektrum yang diperlukan untuk misinya dengan ITU.

Satu hal yang perlu diingat tentang menggunakan radio untuk menghubungkan server di Bulan adalah bahwa dibutuhkan sekitar 2,7 detik untuk gelombang radio mencapai permukaan Bulan dan kembali, yang mungkin terlalu lama untuk kualitas layanan yang biasa kita gunakan saat ini.

Salah satu hal yang sangat menarik tentang data center eksperimental Lonestar adalah bahwa ia berencana untuk menggunakan server Skycorp berdasarkan arsitektur set instruksi sumber terbuka (ISA) RISC-V.

"Skycorp senang dapat memberikan RISC-V multi-core canggih kami dalam arsitektur server ruang angkasa kepada tim yang berpikiran maju di Lonestar," kata Dennis Wingo, CEO dan Pendiri Skycorp.

"Sistem kami saat ini beroperasi sebagai server web pertama di dunia di Stasiun Luar Angkasa Internasional, dan kami berharap dapat mendukung Lonestar dalam aplikasi Lunar mereka yang inovatif tahun depan," sambungnya.

Meskipun tidak ada kebakaran, banjir, gempa bumi, tornado, dan bencana alam lainnya di Bulan, satelit alami Bumi ini memiliki masalah besar lainnya: permukaan Bulan terus-menerus dibombardir oleh meteorit, karena Bulan tidak memiliki atmosfer dan mereka tidak terbakar. Selain itu, beberapa perkiraan mengatakan bahwa sekitar 1,4 ton meteorit jatuh ke permukaan Bulan setiap hari.

Jadi, memasang server di permukaan tanah yang terus menerus dibombardir adalah sebuah risiko, dan sejauh ini belum diketahui bagaimana Lonestar berencana untuk meminimalkan.

Saturday, April 16, 2022

Saturday, April 16, 2022

Rusia Pede Bakal Meluncur ke Bulan Lagi

Negaratoto - Mungkin 2022 akan menjadi tahunnya Luna 25. Misi ke Bulan Rusia yang tertunda ini, kemungkinan akan meluncur di musim panas tahun ini. Pengumuman tersebut disampaikan badan luar angkasa Rusia Roscosmos dan ditegaskan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Kami akan terus menciptakan kapal pengangkut generasi baru dan teknologi untuk energi luar angkasa nuklir, di mana kami tentunya memiliki keunggulan yang sangat bagus dan jelas. Kami akan melanjutkan misi ke Bulan," kata Putin seperti dikutip dari IFL Science.

Putin mengatakan, negaranya akan melaksanakan rencananya untuk ruang angkasa, meskipun ada upaya dari luar untuk mencegahnya bergerak maju. Tampaknya Putin merujuk pada sanksi yang dijatuhkan pada Rusia setelah ia melakukan invasi ke Ukraina.

Rencana Rusia ke luar angkasa diprediksi akan meluncurkan Luna 25 pada Agustus 2022. Ini adalah misi robot yang dirancang untuk membuktikan teknologi pendaratan dan memiliki 30 kilogram instrumen ilmiah untuk mempelajari tanah kawah Boguslavsky.


Misi ini kemudian akan disusul oleh Luna 26 pada tahun 2024, misi pengorbit untuk memetakan Bulan, lalu Luna 27 yang ditargetkan meluncur Agustus 2025. Untuk melengkapi rencana ambisius ini, Rusia ingin mendaratkan manusia di Bulan antara tahun 2027 atau 2028.

Pernyataan Rusia pun menuai reaksi badan antariksa Eropa ESA. Dalam pernyataan terbarunya, ESA memutuskan berhenti bekerja sama dengan Rusia dalam melakukan berbagai program luar angkasa.

"ESA akan menghentikan kegiatan kerja sama dengan Rusia pada program Luna-25, 26, dan 27. Sama halnya dengan ExoMars, misi ke Mars yang dibatalkan, agresi Rusia terhadap Ukraina dan sanksi yang diberlakukan mewakili perubahan mendasar dari keadaan ini dan membuat ESA tidak mungkin untuk mengimplementasikan kerja sama misi ke Bulan yang sebelumnya sudah direncanakan," demikian pernyataan ESA.

Kolaborasi Eropa di Stasiun Luar Angkasa Internasional pun telah dihentikan oleh Rusia dan misi bersama telah ditunda, sehingga hanya sedikit yang percaya bahwa misi ini akan benar-benar terbang seperti yang ditargetkan sebelumnya.