Breaking

Showing posts with label Nasa. Show all posts
Showing posts with label Nasa. Show all posts

Thursday, July 21, 2022

Thursday, July 21, 2022

Sejarah Manusia Pertama Kali Injakkan Kaki di Bulan


Negaratoto - Juli 1969 menorehkan sejarah dalam peradaban umat manusia. Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu, John F. Kennedy mengirimkan manusia pertama untuk mendarat di Bulan.

Bahkan, ambisi ini dijadikan salah satu tujuan nasional AS. Karenanya, bisa dikatakan lompatan penting dalam sejarah dan ilmu pengetahuan ini tak akan terjadi tanpa peran Kennedy.

Seperti dikutip dari situs resmi NASA, sejarah ini diawali dengan peluncuran pesawat luar angkasa Apollo 11, yang ditumpangi Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins.

Mereka lepas landas dari Kennedy Space Center, dengan Armstrong menjadi komandan yang memimpin misi pendaratan. Setelah menempuh jarak 240 ribu mil selama 76 jam, Apollo 11 memasuki orbit Bulan pada 19 Juli 1969.

Keesokan harinya pada pukul 13.46, yakni 20 Juli 1969, modul Bulan Eagle, yang diwakili Armstrong dan Aldrin, terpisah dari modul perintah, tempat Collins tinggal.

Ketika tiba saatnya untuk menurunkan Eagle di Sea of Tranquility atau Laut Ketenangan, Armstrong berimprovisasi, mengemudikan kapal secara manual melewati area yang dipenuhi dengan batu-batu besar. Selama detik-detik terakhir penurunan, Eagle membunyikan alarm.


Dua jam kemudian, Eagle mulai turun ke permukaan Bulan. Pada pukul 16.17, pesawat mendarat di tepi barat daya Sea of Tranquility. Armstrong segera mengirim pesan singkat radio ke Mission Control di Houston, Texas berbunyi: "Elang telah mendarat."

Pesan singkat itu pun mengubah dunia. Semua orang di Mission Control bersorak sorai dan mengharu biru secara bersamaan.

Pukul 22.39, Armstrong membuka palka modul Bulan. Saat dia menuruni tangga modul, kamera TV yang terpasang pada pesawat merekamnya. Ratusan juta orang menyaksikan sosok manusia pertama menginjakkan kaki di Bulan. Lalu pukul 22.56, Armstrong turun dari tangga, dan menginjakkan kaki di permukaan Bulan.

"Ini memang satu langkah kecil bagi seseorang, tapi merupakan satu lompatan besar bagi umat manusia," ujar Armstrong melalui microphone saat itu.

Aldrin kemudian bergabung dengannya di permukaan Bulan sekitar 19 menit kemudian. Mereka memasang bendera AS, dan meninggalkan sebuah penanda untuk menghormati kru Apollo 1 yang jatuh.

Tak ketinggalan, sebuah plakat juga ditinggalkan di salah satu kaki Elang. Bunyinya: "Di sini orang-orang dari planet Bumi pertama kali menginjakkan kaki di Bulan. Juli 1969, kami datang dengan damai untuk seluruh umat manusia."

Tuesday, July 5, 2022

Tuesday, July 05, 2022

Panas! NASA Tuding China Mau Kuasai Bulan Sendirian


Negaratoto  - Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) atau NASA menuding China ingin menguasai Bulan sendirian. Tuduhan itu diungkapkan oleh Administrator Bill Nelson dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman Bild.

"Kita harus sangat prihatin China mendarat di Bulan dan mengatakan: ini milik kami sekarang dan Anda tetap di luar," ujar Nelson dikutip dari Reuters, Selasa (5/7/2022).

Tak sampai di sana, Nelson menyatakan program luar angkasa China merupakan program militer. Bahkan dia menuding China mencuri ide dan teknologi dari orang lain.

China Membantah

Pihak China sendiri membantah tudingan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Zhao Lijian menyebut bukan kali pertama NASA menuduh sesuatu yang tidak bertanggung jawab terkait China.


"Ini bukan pertama kalinya kepala NASA mengabaikan fakta dan berbicara tidak bertanggung jawab mengenai China," ucap Lijian.

"Pihak AS terus menerus membangun kampanye kotor pada upaya luar angkasa China yang normal dan masuk akal dan China dengan tegas menetang pernyataan tidak bertanggung jawab seperti itu".

Baik AS dan China memang sama-sama mengembangkan program eksplorasi antariksa. Dengan salah satu fokus terpentingnya adalah bisa mendarat di Bulan.

NASA, dengan program Artemis berencana mengirim misi berawak untuk mengorbit Bulan pada 2024. Mereka akan melakukan pendaratan berawak di dekat kutub selatan Bulan tahun 2025 mendatang.

China juga memiliki ambisi yang serupa dan pada 2013 lalu telah melakukan pendaratan tanpa awak. Jelang akhir dekade ini bisa meluncurkan roket yang kuat untuk mengirimkan astronaut ke Bulan.

Sunday, June 5, 2022

Sunday, June 05, 2022

Perhatian! Asteroid Raksasa Mau Pepet Bumi 6 Juni 2022


Negaratoto - NASA sedang dalam atensi khusus. Sebuah asteroid berukuran 3 gerbong KRL, terbang mendekati Bumi.

Diberitakan News.com Australia seperti dilihat, Minggu (5/6/2022) asteroid ini diberi nama Asteroid 2021 GT2. NASA mengatakan asteroid ini lebarnya antara 36 dan 82 meter.

Sebagai perbandingan, 1 gerbong KRL panjangnya 20 meter. Oleh karena itu, asteroid seukuran ini bisa menyebabkan kerusakan serius jika menabrak Bumi.

Asteroid ini akan melintas Bumi dalam jarak 3,5 juta km. Buat orang awam ini tampak jauh, namun bagi NASA jarak itu masuk dalam tabel Earth Close Approaches.


Menurut NASA, jika ada asteroid melintas dalam jarak 7,4 km dari Bumi dengan ukuran besar tertentu, ia akan dianggap berpotensi bahaya. Menurut NASA itu dianggap sudah mepet Bumi.

Nah, Asteroid 2021 GT2 dinilai masuk dalam kategori ini. Dalam perhitungan NASA, asteroid ini akan melewati Bumi pada 6 Juni 2022 pukul 12.35 ET atau 23.35 WIB.

Dalam perhitungan NASA, asteroid ini akan kembali tahun 2034. Namun jaraknya diprediksi 14 juta km dari Bumi, alias 2 kali lebih jauh.

NASA sampai saat ini baru bisa memantau saja. Namun, mereka sedang merencanakan skenario menabrak asteroid pakai roket, untuk mengubah arahnya.

Uji coba ini akan dilakukan tahun 2022. Asteroid Dimorphos selebar 161 meter akan coba ditabrak pakai roket.

Asteroidnya pasti tidak hancur. Tapi NASA mau lihat apakah arahnya bisa berubah.

Friday, May 6, 2022

Friday, May 06, 2022

4 Astronaut Selamat, Usai Mudik 23 Jam dari Antariksa ke Bumi

Negaratoto - Keempat astronaut berhasil mendarat kembali ke daratan di Bumi usai bertugas selama setengah tahun di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Menggunakan kapsul dragon SpaceX bernama Endurance, para penjelajah antariksa tersebut lepas landas dari ISS pada Kamis (5/5) pukul 01.20 tengah malam sampai mendarat di teluk Meksiko, Florida, AS, pada Jumat (6/5) pukul 00.43 tengah malam.

Artinya, astronaut yang merupakan bagian dari misi Crew-3 ini harus melalui perjalanan mudik dalam waktu 23 jam lamanya.

Adapun, daftar empat astronaut yang mendarat tersebut, yaitu tiga membawa nama panji Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yaitu Raja Chari, Tom Marshburn, dan Kayla Barron. Satu lagi, Matthias Maurer dari Badan Antariksa Eropa (ESA).


"Terima kasih telah mengizinkan kami membawa Endurance dalam 'pelayaran' ini. Menantikan untuk menyaksikan lebih banyak penerbangan yang diberikan Endurance di masa depan. Itu adalah perjalanan yang luar biasa," ujar Chari beberapa detik setelah mendarat, dikutip Space, Jumat (6/5/2022).

Setelah melakukan pendaratan, keempat astronout itu kemudian dibawa menggunakan helikopter ke Johnson Space Center NASA di Houston, AS.

Para astronot Crew-3 telah membantu melakukan ratusan eksperimen sains, termasuk menguji metode baru untuk bercocok tanam, mempelajari tanaman kapas tahan kekeringan, dan mencetak perban yang terbuat dari sel kulit.

Sementara itu, Maurer juga menjalankan misi "Cosmic Kiss" ESA, yang memuat 35 eksperimen Eropa mulai dari kesehatan manusia hingga ilmu material, yang bermanfaat bagi kehidupan di Bumi dan masa depan eksplorasi ruang angkasa.

Dengan berhasilnya menjadi catatan apik SpaceX yang mampu melakukan penerbangan dengan jadwal mepet. Dimulai peluncuran Endeavour dengan Ax-1, kru swasta pertama yang mengunjungi ISS pada 25 April.

Lalu diikuti dengan Crew-4 memanfaatkan kapsul Dragon bernama Freedom pada 27 April. Dan terbaru Crew-3 yang berhasil kembali dengan selamat ke Bumi.

Monday, April 4, 2022

Monday, April 04, 2022

Rusia Kembali Ancam Tinggalkan Stasiun Luar Angkasa

Negaratoto - Badan antariksa Rusia Roscosmos kembali mengancam akan menghentikan kerjasama dengan negara Barat dalam mengelola International Space Station (ISS).

Dalam cuitannya di Twitter, Kepala Roscosmos Dmitry Rogozin mengatakan Rusia akan cabut dari ISS jika negara-negara mitra seperti Amerika Serikat, Jepang, Kanada, dan Uni Eropa tidak mencabut sanksinya terkait invasi Rusia ke Ukraina.

"Tujuan dari sanksi ini adalah untuk membunuh ekonomi Rusia, menjerumuskan rakyat kita ke dalam keputusasaan dan kelaparan serta membuat negara kami bertekuk lutut," kata Rogozin dalam cuitannya yang diterjemahkan, seperti dikutip dari Space, Senin (4/4/2022).

"Saya percaya bahwa pemulihan hubungan normal antara mitra di International Space Station dan proyek bersama lainnya hanya mungkin terjadi dengan pencabutan sanksi ilegal yang lengkap dan tanpa syarat," sambungnya.


Rogozin rupanya juga menyampaikan keluhan serupa kepada negara-negara mitra ISS lewat surat resmi pada tanggal 14 Maret. Ia mengunggah beberapa balasan dari negara mitra terhadap surat tersebut.

Salah satunya adalah surat balasan dari Administrator NASA Bill Nelson yang bertanggal 30 Maret 2022.

"AS terus mendukung kerjasama antariksa pemerintah internasional, terutama kegiatan yang berkaitan dengan pengoperasian ISS dengan Rusia, Kanada, Eropa, dan Jepang," kata Nelson dalam suratnya.

"Langkah-langkah kontrol ekspor AS yang baru dan yang sudah ada terus memungkinkan kerjasama antara AS dan Rusia untuk memastikan operasional ISS yang aman dan berkelanjutan," sambungnya.

Ancaman Rogozin bukan berarti nasib ISS berada dalam bahaya. Ia telah beberapa kali mengeluarkan ancaman serupa tapi tidak pernah menjadi kenyataan.

Contohnya, pada 24 Februari saat Rusia meluncurkan invasi ke Ukraina, Rogozin mengatakan sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS akan menghancurkan kerjasama di ISS bahkan membuat ISS jatuh ke Bumi tanpa bantuan Rusia.

Tapi operasional di ISS terus berjalan seperti biasa. Pada 30 Maret, astronaut NASA Mike Vande Hei kembali ke Bumi menumpangi kapsul Soyuz milik Rusia bersama dua kosmonaut lainnya. Ia berhasil mendarat dengan selamat meski hubungan Rusia dan AS sedang menegang.