Breaking

Showing posts with label Luar Angkasa. Show all posts
Showing posts with label Luar Angkasa. Show all posts

Monday, August 1, 2022

Monday, August 01, 2022

Mengapa Elon Musk Luncurkan Ribuan Satelit ke Ruang Angkasa?


Negaratoto - Perusahaan SpaceX milik Elon Musk telah meluncurkan ribuan satelit ke orbit. Banyak orang berkata mereka telah melihatnya di langit.

Satelit-satelit itu adalah bagian dari proyek Starlink , yang bertujuan untuk menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi dari luar angkasa ke daerah-daerah terpencil di Bumi.

Apa itu Starlink dan bagaimana cara kerjanya?
Starlink menyediakan layanan internet melalui jaringan satelit yang sangat banyak.

Layanan ini ditujukan bagi orang-orang yang tinggal di daerah terpencil dan tidak bisa mendapatkan internet berkecepatan tinggi.

"Ada orang-orang di Inggris yang masuk dalam kategori itu, tetapi ada lebih banyak lagi di berbagai belahan dunia, di tempat-tempat seperti Afrika," kata Dr Lucinda King, Manajer Proyek Luar Angkasa di Universitas Portsmouth.

Satelit-satelit Starlink telah ditempatkan di orbit rendah di sekitar Bumi supaya kecepatan koneksi antara satelit dan daratan bisa secepat mungkin.

Namun, banyak sekali satelit yang diperlukan untuk menyediakan cakupan internet bagi seluruh dunia.

Diperkirakan Starlink telah menempatkan sekitar 3.000 satelit ke luar angkasa sejak 2018. Pada akhirnya mereka mungkin akan menggunakan 10.000 atau 12.000 satelit, kata Chris Hall.

"Menggunakan satelit memecahkan masalah koneksi internet di lokasi-lokasi terpencil di gurun dan pegunungan," ujarnya.

"Dengan ini tidak diperlukan pembangunan infrastruktur dalam jumlah besar, seperti kabel dan tiang, untuk mencapai daerah-daerah tersebut."


Berapa biaya Starlink dan siapa yang akan menggunakannya?
Dibandingkan penyedia layanan internet biasa, Starlink tidak murah.

Pelanggan harus membayar $99 (Rp1,4 juta) per bulan. Parabola dan router yang diperlukan untuk terhubung ke satelit harganya $549 (Rp8,1 juta).

Namun, 96% rumah tangga di Inggris sudah mampu mengakses internet berkecepatan tinggi, seperti halnya 90% rumah tangga di Uni Eropa dan Amerika Serikat.

"Sebagian besar negara maju sudah terhubung dengan baik," kata Profesor Sa'id Mosteshar, Direktur Institut Kebijakan dan Hukum Luar Angkasa Universitas London. "Mereka mengandalkan sebagian kecil pasar untuk pendapatan."

Perusahaan itu mengatakan mereka memiliki 400.000 pelanggan di 36 negara yang saat ini tercakup dalam layanannya sebagian besar di Amerika Utara, Eropa, dan Australasia. Ini terdiri dari rumah tangga dan bisnis.

Tahun depan, Starlink berencana untuk memperluas cakupannya lebih jauh ke seluruh Afrika dan Amerika Selatan, dan ke Asia, wilayah di dunia tempat jangkauan internet masih kurang merata.

"Harga Starlink barangkali terlalu mahal untuk banyak rumah tangga di Afrika, misalnya," kata Chris Hall. "Tapi itu bisa memainkan peran penting dalam menghubungkan sekolah dan rumah sakit di daerah terpencil di sana."

Bagaimana Starlink membantu di Ukraina?
Seiring pasukan Rusia menguasai wilayah-wilayah di Ukraina, mereka menutup layanan internet Ukraina dan berusaha memblokir situs media sosial.

Elon Musk membuat Starlink tersedia di Ukraina segera setelah invasi dimulai. Sekitar 15.000set parabola dan router Starlink telah dikirim ke negara tersebut.

"Starlink telah menjaga semuanya tetap berjalan, seperti layanan publik dan pemerintah," kata Chris Hall. "Rusia belum menemukan cara untuk menonaktifkannya."

Starlink juga telah digunakan di medan perang.

"Pasukan Ukraina menggunakannya untuk berkomunikasi - misalnya, antara markas besar dan pasukan di lapangan," kata Dr Marina Miron, peneliti studi pertahanan di Kings College London.

"Sinyalnya tidak dapat diganggu seperti sinyal radio biasa, dan hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk menyiapkan kit-nya."

Apakah Starlink membuat ruang angkasa jadi berantakan?
Selain Starlink, perusahaan saingan seperti OneWeb dan Viasat yang juga menjalankan layanan internet satelit menempatkan ribuan satelit pada orbit rendah Bumi.

Hal itu akan menimbulkan masalah, kata Sa'id Mosteshar.

"Itu membuat ruang angkasa semakin tidak aman dalam hal tabrakan," katanya.

"Satelit dapat menabrak kapal lain dan menciptakan pecahan puing-puing (debris) dan ini, pada gilirannya, dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan saat terbang dengan kecepatan tinggi."

Baru-baru ini ada sejumlah peristiwa nyaris tabrakan atau near-miss yang melibatkan satelit Starlink, termasuk dengan stasiun antariksa China.

"Bila ada terlalu banyak fragmen, itu bisa membuat orbit rendah Bumi tidak dapat digunakan di masa depan," kata Dr King dari Portsmouth University.

"Dan kita mungkin tidak akan dapat keluar dari orbit rendah Bumi ke orbit yang lebih tinggi, tempat satelit navigasi dan satelit telekomunikasi kita berada."

Satelit Starlink kerap muncul dalam foto dalam bentuk garis cahaya, mengaburkan bintang dan planet. (Getty Images)

Satelit Starlink juga menciptakan masalah bagi para astronom.

Saat matahari terbit dan terbenam, mereka mungkin terlihat dengan mata telanjang karena matahari berkilauan dari sayap mereka.

Hal ini dapat menyebabkan garis-garis pada gambar teleskop, mengaburkan pandangan bintang dan planet.

"Para astronom melihat masalahnya lebih awal," kata Profesor Mosteshar. "Mereka adalah orang pertama yang mengeluh."

Sunday, July 31, 2022

Sunday, July 31, 2022

Tentang Puing Antariksa China Terlihat di Langit Lampung dan Videonya Viral


Negaratoto - Benda menyala yang melayang di langit Lampung ternyata merupakan pecahan puing antariksa CZ5B milik China. CZ5B merupakan salah satu puing antariksa terbesar.

Dikutip dari The EU Space Surveillance and Tracking (EU SST), objek CZ5B memiliki massa dari 17 hingga 23 ton dan ukuran sekitar 30 m, yang menjadikannya salah satu puing terbesar.

EU SST telah memantau masuknya kembali objek ruang angkasa besar CZ5B ini. Tahap inti roket yang meluncurkan Wentian--modul kedua dari stasiun ruang angkasa modular besar China--pada 24 Juli 2022. Jaringan sensor SST UE mengamati objek dengan cermat, dan radarnya telah mempersempit jendela masuk kembali hingga 30 Juli.

Sensor kontribusi SST UE mengkonfirmasi bahwa objek itu jatuh. Benda itu jatuh dengan kecepatan jatuh 3,3 detik per putaran, yang menunjukkan rotasi yang cukup cepat. Karena kemiringannya (41,47 derajat).

Penjelasan BRIN
Sebelumnya, dalam sebuah video TikTok yang diunggah dalam sebuah akun, tampak sebuah benda langit berwarna merah menyala melayang di atas langit. Lokasi kejadian tersebut disebut berada di Lampung.

Selain itu, ada beberapa warganet yang mengaitkan fenomena ini dengan malam 1 Suro atau tahun baru hijriah Islam. Ada pula yang menduga benda tersebut sebagai meteor.


Ahli astronomi dan astrofisika dari Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa benda langit itu tampak pada tengah malam tadi. Benda tersebut merupakan pecahan sampah antariksa milik China.

"Kalau itu tengah malam tadi, itu adalah pecahan sampah antariksa CZ5B milik RRT (Republik Rakyat Tiongkok)," ujar Thomas, Minggu (31/7/2022).

Sampah antariksa itu berbobot 20 ton dengan ukuran 30 meter. Penampakan ini terkonfirmasi pada 30 Juli 2022.

"Alhamdulillah, sampah antariksa besar, bekas roket peluncuran RRT CZ5B berbobot sekitar 20 ton berukuran 30 meter telah terkonfirmasi jatuh di Samudra Hindia tadi malam, 30 Juli 2022, pukul 23.45 WIB," ungkapnya.

Dia juga mengatakan ada kemungkinan pecahannya juga bisa tersebar di Sumatera hingga Kalimantan Barat. Dia meminta warga melapor jika melihat objek tersebut.

"Data orbit dari pemantauan space-track.org menunjukkan titik jatuh di barat daya Indonesia. Namun bisa jadi ada pecahannya yang mungkin tersebar sepanjang lintasan terakhir orbitnya yang melintasi Sumatera bagian selatan dan Kalimantan Barat. Bila ada yang melihat objek langit yang jatuh sekitar pukul 23.45 WIB segera melaporkan ke Pusat Riset Antariksa BRIN," ungkapnya.

"Ada laporan pecahannya terekam oleh kamera pemantau meteor Itera di Lampung dan juga terlihat antara Kalimantan dan Filipina," lanjutnya.

Thursday, July 28, 2022

Thursday, July 28, 2022

Ambisi China Jadikan Bulan Benteng Pertahanan Terjangan Asteroid


Negaratoto - Bumi masih dihantui asteroid yang kapan saja berpotensi jatuh dan memusnahkan umat manusia. Guna melindungi planet, China berambisi memanfaatkan Bulan sebagai benteng pertahanannya.

Untuk sekian lama, ancaman asteroid yang bisa bikin Bumi luluh lantak terus menjadi perdebatan. Jatuhnya benda antariksa itu ke Bumi berpotensi menimbulkan kekacauan, bahkan sampai ke tingkat kepenuhan.

Ketakutan hantaman asteroid ini berkaca dari peristiwa musnahnya dinosaurus sekitar 65 juta tahun yang diakibatkan oleh serangan asteroid besar.

Risiko peristiwa lenyapnya dinosaurus terulang kembali memang cukup rendah, sebab sekitar 60% asteroid yang cukup besar untuk menghancurkan seluruh negara belum terlacak. Adapun insiden besar gara-gara asteroid di Bumi itu terakhir tahun 1970-an.

Maka dari itu, sebagai antisipasi, China punya ide yang cenderung ambisi melindungi Bumi dari ancaman tersebut, yakni dengan menjadikan Bulan pos pertahanan.


Dikutip dari Mashable, Rabu (27/7/2022) untuk mewujudkan hal itu, China akan membangun dua teleskop optik dan ditempatkan di belahan kutub utara dan selatan Bulan. Nantinya, teleskop tersebut memindai di sekitar, mendeteksi apabila ada asteroid atau benda langit yang mengancam Bumi.

Selain itu, China juga akan menyebarkan tiga satelit penjaga ke orbit Bulan di sekitar Bumi. Wahana antariksa itu dipersenjatai dengan sejumlah senjata kinetik, jika terdeteksi ada asteroid berbahaya, maka satelit ini bisa melakukan tugasnya.

"Ini akan memiliki kemampuan untuk mencegat asteroid yang datang dari segala arah, dan dapat membentuk lingkaran pertahanan sekitar dua kali ukuran antara Bulan dan Bumi dengan diameter sekitar 800 ribu km," ujar Kepala Perancang Program Eksplorasi Bulan China, Wu Wieren.

Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap pengembangan. Kendati begitu, sistem akan terdiri dari teleskop raksasa dan sistem radar yang ditempatkan, baik di darat maupun di luar atmosfer.

Dengan terungkapnya misi menjaga Bumi dari terjangan asteroid, memberi sinyal bahwa China sedang berkembang pesat sebagai kekuatan luar angkasa yang tangguh dalam beberapa tahun terakhir.

Wednesday, July 27, 2022

Wednesday, July 27, 2022

Jangan Lewatkan, Akan Ada 3 Hujan Meteor Jelang Akhir Juli


Negaratoto - Bagi para pecinta astronomi yang menantikan hujan meteor, akan ada tiga hujan meteor yang di langit malam menjelang akhir Juli 2022, tepatnya pada 28 Juli dan 30 Juli 2022.

Dikutip dari situs astronomi Langitselatan.com, 28 Juli adalah waktunya kedatangan hujan meteor Piscis Austrinid, sedangkan 30 Juli akan ada hujan meteor Delta Aquarid Selatan. Berikut ini penjelasannya:

28 Juli - Hujan Meteor Piscis Austrinid
Hujan meteor Piscis Austrinid akan menjadi hujan meteor pertama yang berada pada puncak aktivitas di bulan Juli dengan maksimum 5 meteor setiap jam.

Berlangsung sejak 15 Juli sampai 10 Agustus, hujan meteor ini akan tampak datang dari rasi Piscis Austrinus dengan kecepatan 35 km/detik. Hujan meteor Piscid Austriid bisa diamati mulai pukul 19:52 WIB sampai fajar menyingsing.

30 Juli - Hujan Meteor Delta Aquarid Selatan
Hujan meteor Delta Aquariid merupakan hujan meteor yang berasal dari pecahan komet Marsden dan Kracht Sungrazing. Sama seperti eta Aquarid, hujan meteor delta Aquarid selatan yang berlangsung dari 12 Juli - 23 Agustus, juga tampak berasal dari rasi Aquarius. Hujan meteor ini akan mencapai puncaknya pada tanggal 30 Juli dengan 25 meteor per jam dengan kecepatan 41 km/det.


Hujan meteor Aquarid sudah bisa diamati sejak pukul 19:44 WIB sampai fajar menyingsing. Tepat saat radian hujan meteor Delta Aquarid Selatan terbit, Bulan sabit terbenam di ufuk barat. Karena itu tidak akan ada Bulan sampai fajar menyingsing.

30 Juli - Alpha Capricornid
Selain Delta Aquarid Selatan dan Piscis Austrinid, pada tanggal 30 Juli hujan meteor Alpha Capricornid akan mencapai puncaknya. Hujan meteor yang berlangsung dari 3 Juli sampai 15 Agustus akan tampak datang dari arah rasi Capricorn dan berasal dari komet 45P Honda-Mrkos-Pajdusakova. Dugaan lain asal hujan meteor ini dari asteroid 2002 EX12 yang kemudian dikenal sebagai komet 169P/NEAT.

Puncak hujan meteor Capricornid akan terjadi tanggal 30 Juli dengan laju 5 meteor per jam. Akan tetapi, biasanya ada bola api yang terbentuk dan melintas di langit malam.

Rasi Capricorn sudah terbit sejak Matahari terbenam dan pengamat bisa menikmati hujan meteor Alpha Capricornid sepanjang malam sampai fajar menyingsing. Bulan terbenam pada pukul 19:45 WIB. Karena itu tidak akan ada Bulan sampai fajar menyingsing.

Monday, July 25, 2022

Monday, July 25, 2022

Astronom Temukan Dunia dengan 3 Matahari, Dulunya Malah 4


Negaratoto - Tata Surya yang kita tinggali, unik dari sudut pandang kita karena kehidupan ada di satu bagian kecil alam semesta ini di galaksi Bima Sakti. Keberadaan kehidupan ini didukung oleh Matahari di mana semua planet berputar.

Bayangkan ada sebuah sistem Tata Surya dengan empat Matahari. Sistem ini saling terjepit erat, dan para astronom berspekulasi ada empat bintang dalam sistem ini sampai tiga Matahari lainnya melahap yang keempat.

Para astronom untuk pertama kalinya menemukan sistem unik yang memiliki dua bintang biner yang mengorbit satu sama lain dan bintang yang lebih besar mengorbit keduanya. Dunia ini mereka namakan HD 98800 yang terletak 150 tahun cahaya di konstelasi TW Hydrae.

Bintang-bintang biner mengorbit satu sama lain dalam satu hari, mirip dengan Bumi yang menyelesaikan satu rotasi dalam 24 jam. Kedua Matahari, jika digabungkan, memiliki berat 12 kali massa Matahari kita.

"Sejauh yang kami tahu, ini adalah yang pertama dari jenisnya yang pernah terdeteksi. Kita tahu banyak tentang sistem bintang tersier (sistem bintang tiga), tetapi mereka biasanya secara signifikan kurang masif. Bintang-bintang masif dalam sistem rangkap tiga ini sangat berdekatan satu sama lain, ini adalah sistem yang kompak," kata Alejandro Vigna-Gomez dari Institut Niels Bohr di University of Kopenhagen, dikutip dari India Today.


Alejandro berkolaborasi dengan rekan penelitinya Bin Liu dari China untuk menemukan jawaban atas pertanyaan tentang bagaimana kombinasi unik dari kumpulan bintang biner dan bintang besar yang berputar ini terbentuk.

Para peneliti bingung dengan keberadaan bintang ketiga dalam sistem ini, yang beratnya 16 kali massa Matahari kita dengan orbit lingkaran dalam yang mengelilingi dua bintang enam kali setiap tahun.

Sistem ini, karena kecerahannya yang tinggi, pertama kali ditemukan oleh komunitas astronom amatir, yang mengambil data dari observatorium Transiting Exoplanet Survey Satellite milik NASA. Awalnya, mereka menganggapnya sebagai anomali dan memberi tahu astronom profesional yang kemudian mengonfirmasinya sebagai sistem bintang tiga yang unik.

Kedua peneliti kemudian mengkodekan data dan menjalankan 1.00.000 iterasi pada superkomputer untuk menilai hasil yang paling mungkin dari skenario ini.

"Sekarang kami memiliki model skenario yang paling mungkin pada sistem unik ini. Tapi model saja tidak cukup. Dan ada dua cara kita dapat membuktikan atau menguraikan teori kita tentang formasi ini. Salah satunya mempelajari sistem secara rinci dan yang lainnya membuat analisis statistik populasi bintang," kata Alejandro.

"Jika kita masuk ke sistem secara rinci, kita harus mengandalkan keahlian seorang astronom. Kami sudah melakukan observasi awal, tapi kami masih harus melihat data dan memastikan kami menafsirkannya dengan baik," jelas Alejandro.

Kedua peneliti saat ini memanfaatkan teleskop dan observatorium yang tersebar di seluruh dunia untuk melihat sistem yang unik ini.

Thursday, July 21, 2022

Thursday, July 21, 2022

Sejarah Manusia Pertama Kali Injakkan Kaki di Bulan


Negaratoto - Juli 1969 menorehkan sejarah dalam peradaban umat manusia. Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu, John F. Kennedy mengirimkan manusia pertama untuk mendarat di Bulan.

Bahkan, ambisi ini dijadikan salah satu tujuan nasional AS. Karenanya, bisa dikatakan lompatan penting dalam sejarah dan ilmu pengetahuan ini tak akan terjadi tanpa peran Kennedy.

Seperti dikutip dari situs resmi NASA, sejarah ini diawali dengan peluncuran pesawat luar angkasa Apollo 11, yang ditumpangi Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins.

Mereka lepas landas dari Kennedy Space Center, dengan Armstrong menjadi komandan yang memimpin misi pendaratan. Setelah menempuh jarak 240 ribu mil selama 76 jam, Apollo 11 memasuki orbit Bulan pada 19 Juli 1969.

Keesokan harinya pada pukul 13.46, yakni 20 Juli 1969, modul Bulan Eagle, yang diwakili Armstrong dan Aldrin, terpisah dari modul perintah, tempat Collins tinggal.

Ketika tiba saatnya untuk menurunkan Eagle di Sea of Tranquility atau Laut Ketenangan, Armstrong berimprovisasi, mengemudikan kapal secara manual melewati area yang dipenuhi dengan batu-batu besar. Selama detik-detik terakhir penurunan, Eagle membunyikan alarm.


Dua jam kemudian, Eagle mulai turun ke permukaan Bulan. Pada pukul 16.17, pesawat mendarat di tepi barat daya Sea of Tranquility. Armstrong segera mengirim pesan singkat radio ke Mission Control di Houston, Texas berbunyi: "Elang telah mendarat."

Pesan singkat itu pun mengubah dunia. Semua orang di Mission Control bersorak sorai dan mengharu biru secara bersamaan.

Pukul 22.39, Armstrong membuka palka modul Bulan. Saat dia menuruni tangga modul, kamera TV yang terpasang pada pesawat merekamnya. Ratusan juta orang menyaksikan sosok manusia pertama menginjakkan kaki di Bulan. Lalu pukul 22.56, Armstrong turun dari tangga, dan menginjakkan kaki di permukaan Bulan.

"Ini memang satu langkah kecil bagi seseorang, tapi merupakan satu lompatan besar bagi umat manusia," ujar Armstrong melalui microphone saat itu.

Aldrin kemudian bergabung dengannya di permukaan Bulan sekitar 19 menit kemudian. Mereka memasang bendera AS, dan meninggalkan sebuah penanda untuk menghormati kru Apollo 1 yang jatuh.

Tak ketinggalan, sebuah plakat juga ditinggalkan di salah satu kaki Elang. Bunyinya: "Di sini orang-orang dari planet Bumi pertama kali menginjakkan kaki di Bulan. Juli 1969, kami datang dengan damai untuk seluruh umat manusia."

Wednesday, July 20, 2022

Wednesday, July 20, 2022

China Mau Kirim Penabrak Asteroid Ala Film Armageddon


Negaratoto - Badan luar angkasa nasional China, CNSA,berencana membidik asteroid 2020 PN1 yang berpotensi mengancam Bumi. Dalam misi yang akan diluncurkan pada 2026, China tampaknya menargetkan tahun 2025 untuk menjajal penangkal asteroid tersebut seperti film Armageddon.

Hal ini disampaikan Long Lehao, kepala desainer seri roket Long March China. Laporan yang disampaikan Long menunjukkan bahwa misi penabrak akan diluncurkan pada 2026 dengan roket Long March 3B.

"Misi ini akan mencakup penabrak dan pengorbit terpisah. Yang pertama akan berdampak pada objek dekat Bumi 2020 PN1 dengan pesawat ruang angkasa yang terakhir melakukan pengamatan," ujarnya seperti dikutip dari Space.com, Selasa (19/7/2022).

Misi pertahanan asteroid kinetik tampaknya mirip dengan 'misi Armageddon' dari Amerika yaitu Uji Pengalihan Asteroid Ganda atau Double Asteroid Redirection Test (DART) NASA yang akan tiba di tujuannya sekitar bulan September tahun ini.

NASA berencana mengirim penabrak kinetik ke Bulan Dimorphos dengan kecepatan 6,6 km/s untuk mencoba mengubah orbitnya di sekitar asteroid Didymos.


Tak perlu khawatir, sejauh ini tak ada bahaya mengancam berdasarkan pengamatan yang cermat oleh NASA dan banyak entitas luar angkasa lainnya.

Istilah 'berpotensi berbahaya' juga sangat kompleks, karena menggambarkan serangkaian karakteristik batuan luar angkasa yang diprediksi memiliki kemungkinan dampak yang lebih tinggi pada Bumi.

Wakil direktur CNSA Wu Yanhua menyebutkan, China mengerjakan rencana pertahanan planet yang lebih luas yang melibatkan berbagai penelitian dan studi teknis. CNSA juga merilis 'buku putih' pada bulan Januari yang membahas rencana untuk membangun sistem pertahanan objek dekat Bumi.

China adalah negara yang sebagian besar bergerak independen di ranah luar angkasa dan beberapa kali mendapat kecaman dari AS belakangan ini. NASA mengkritik China karena membiarkan sampah roket seberat 23 ton dari booster Long March 5B yang diluncurkan 2021 jatuh tak terkendali.

NASA juga menyebutkan, pihaknya tidak diizinkan untuk terlibat dalam kegiatan bilateral apa pun dengan China atau perusahaan milik China. Tak sampai di situ, NASA mengecam China begitu ambisius ingin menguasai Bulan, meski tudingan ini langsung dibantah oleh China.

Monday, July 18, 2022

Monday, July 18, 2022

AS Pernah Ledakkan Nuklir di Luar Angkasa 60 Tahun Lalu


Negaratoto - Pada 9 Juli 1962, banyak orang berkumpul di pantai Honolulu, Hawaii, menyaksikan Amerika Serikat (AS) meledakkan bom nuklir di luar angkasa. Untuk apa AS melakukannya?

Dikenal sebagai Starfish Prime, ledakan itu adalah bagian dari serangkaian uji coba nuklir ketinggian tinggi yang dikenal sebagai 'Operasi Fishbowl'.

Lima perangkat nuklir diluncurkan selama pengujian, dengan Starfish menjadi yang terbesar sekitar 1,4 megaton (setara dengan pelepasan energi 1,4 juta ton TNT yang diledakkan sekaligus).

Setelah bom diledakkan sekitar 400 kilometer di atas Pulau Johnston di Samudra Pasifik, aurora terlihat di langit saat peralatan elektronik mulai rusak.

"Di Kwaialein, 1.400 mil ke barat, mendung tebal memperpanjang ufuk timur hingga ketinggian 5 atau 8 derajat," kata seorang saksi mata peristiwa itu, seperti yang tercatat dalam laporan militer, dikutip dari IFL Science, Minggu (17/7/2022).

Pada pukul 09.00 waktu setempat, kilatan putih cemerlang membakar awan dengan cepat berubah menjadi bola hijau yang meluas dari pancaran memanjang ke langit cerah di atas mendung.


Dari permukaannya muncul jari-jari putih besar, menyerupai awan cirro-stratus, yang naik hingga 40 derajat di atas cakrawala dalam busur menyapu berbelok ke bawah menuju kutub dan menghilang dalam hitungan detik untuk digantikan oleh cincin, seperti cincin konsentris spektakuler yang bergerak keluar dari ledakan dengan kecepatan awal yang luar biasa, dan akhirnya berhenti ketika cincin terluar berada 50 derajat di atas kepala.

"Mereka tidak menghilang tetapi bertahan dalam keadaan diam yang membeku," tulis laporan tersebut.

Ketika cahaya kehijauan berubah menjadi ungu dan mulai memudar pada titik ledakan, cahaya merah terang mulai berkembang di cakrawala pada arah 50 derajat utara timur dan secara bersamaan 50 derajat selatan timur meluas ke dalam dan ke atas, sampai seluruh langit timur adalah setengah lingkaran merah kusam yang terbakar 100 derajat utara ke selatan, dan setengah jalan ke puncak melenyapkan beberapa bintang yang lebih kecil. Kondisi ini, diselingi dengan pelangi putih yang luar biasa, bertahan tidak kurang dari tujuh menit.

Tes ini dirancang sebagian untuk menguji efek pada medan magnet Bumi, dan apakah ledakan nuklir di ruang angkasa dapat dijadikan senjata melawan Uni Soviet.

Mereka terkejut menemukan bahwa cara itu efektif untuk mematikan beberapa satelit, termasuk yang diluncurkan sehari setelah tes yang terkena tingkat radiasi yang lebih tinggi dari yang diperkirakan.

"Beberapa sistem elektronik dan listrik di Kepulauan Hawaii, 1.400 kilometer jauhnya, terdampak pengujian ini, menyebabkan kegagalan sistem penerangan jalan, pemutus sirkuit terhambat, memicu alarm pencuri, dan kerusakan fasilitas relai telekomunikasi," demikian menurut catatan laporan pada tahun 2012.

Apa yang penting tentang serangan electromagnetic pulse (EMP) adalah bahwa satu atau beberapa ledakan nuklir ketinggian tinggi dapat menghasilkan efek EMP yang berpotensi mengganggu atau merusak sistem elektronik dan listrik di sebagian besar AS, hampir secara bersamaan, pada waktu yang ditentukan oleh musuh.

Efek dari tes, berlangsung lebih lama daripada kemunculan aurora yang cantik. Sabuk radiasi buatan diciptakan oleh ledakan, dengan tingkat yang lebih tinggi dari sabuk Van Allen yang terjadi secara alami, yang berlangsung selama beberapa tahun. Sungguh mengerikan!

Saturday, July 16, 2022

Saturday, July 16, 2022

Hujan Meteor Akan Terjadi Akhir Juli 2022, Peneliti BRIN Beri Tips Melihatnya


Negaratoto - Siapa yang tidak tahu hujan meteor? Fenomena astronomi yang satu ini terjadi setiap tahun. Meteor tampak seperti bintang jatuh, padahal wujud aslinya adalah batuan atau debu antar planet yang memasuki atmosfer lalu terbakar karena gesekan atmosfer.

Thomas Djamaluddin, salah satu peneliti di bidang Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan, hujan meteor Alpha-Capricornids dan Delta-Aquariids akan terjadi pada akhir Juli nanti. Kedua hujan meteor tersebut terjadi di langit selatan, sehingga dapat diamati dari Indonesia.

Jadwal Hujan Meteor Juli 2022
"Hujan meteor Alpha-Capricornids bisa diamati pada 30-31 Juli 2022 mulai pukul 20.00 WIB di ufuk timur. Namun, waktu terbaik adalah setelah lewat tengah malam di arah langit selatan. Diperkirakan ada sekitar 5 meteor per jam yang tampak melintas di langit. Hujan meteor ini berasal dari gugusan debu komet 169P/NEAT yang berpapasan dengan bumi," kata Thomas dikutip dari situs resmi BRIN, Jumat (15/7/2022).

Lebih lanjut dia menjelaskan, debu-debu komet yang berukuran kecil memasuki atmosfer bumi dan terbakar, sehingga akan timbul seperti bintang jatuh. Meskipun jumlah meteornya sedikit, terkadang hujan meteor menampakkan meteor terang dari sisa-sisa komet yang berukuran lebih besar.

Sementara itu, hujan meteor Delta-Aquariids bisa diamati pada 29-30 Juli mulai pukul 23.00 WIB di ufuk timur. Puncaknya sekitar pukul 02.00 WIB di langit selatan.


"Hujan meteor ini menampilkan belasan meteor per jam. Debu-debu komet 96P/Machholz diduga jadi sumber hujan meteor ini," tambah Thomas.

Cara Melihat Hujan Meteor Akhir Juli 2022
Kedua hujan meteor tersebut akan jadi daya tarik bagi pengamat langit di Indonesia. Kondisi kemarau dan tanpa gangguan cahaya bulan ini akan membuat pengamatan hujan meteor lebih menarik. Bagi kalian yang ingin menyaksikan, perhatikan tips yang disampaikan oleh peneliti BRIN.

Pastikan kamu memilih lokasi pengamatan yang pas dan minim dari gangguan. Adapun gangguan yang dimaksud seperti cahaya lampu, bangunan atau pepohonan yang menutupi langit.

"Berbahayakah hujan meteor ini? Sama sekali tidak berbahaya. Debu-debu sisa komet habis terbakar pada ketinggian di atas 80 km," pungkas Thomas.

Apa Penyebab Hujan Meteor?
Mengutip dari Scientific American, hujan meteor terjadi ketika bumi melintas dekat orbit komet dan melalui serpihan-serpihannya. Meskipun orbit bumi yang mengelilingi matahari biasanya berbentuk lingkaran, sebagian besar komet bergerak dalam orbitnya berbentuk elips atau memanjang.

Biasanya, hujan meteor terjadi ketika partikel-partikel dari asteroid atau komet meluncur ke atmosfer bumi dalam kecepatan tinggi. Lalu, ketika mereka bersinggungan dengan permukaan atmosfer, meteor bergesekkan dengan partikel udara dan gesekkan tersebut menyebabkan timbulnya panas. Dari panas itu, muncul hujan meteor.

Thursday, June 16, 2022

Thursday, June 16, 2022

Inti Bumi Goyang, Durasi Satu Hari Berubah Tiap 6 Tahun


Negaratoto - Inti dalam Bumi berosilasi, bergoyang lembut dan berputar-putar dari satu arah ke arah lain dalam siklus enam tahun. Menurut penelitian terbaru, aktivitas ini memengaruhi panjang hari di planet kita.

Seperti dilaporkan dalam jurnal Science Advances, teori baru tentang cara kerja bagian dalam Bumi ini bertentangan dengan gagasan sebelumnya tentang lapisan geologis. Studi sebelumnya menyebutkan, lapisan geologis terdalam planet berputar bersama bagian planet lainnya dengan kecepatan yang sedikit lebih cepat dibandingkan bagian permukaan.

Dikutip dari IFL Science, Kamis (16/6/2022) inti dalam Bumi berwujud bola merah panas dari besi padat yang dikelilingi oleh inti luar yang cair, kemudian mantel, lalu kerak Bumi.

Pada tahun 1990-an, penelitian menunjukkan bahwa sudut dalam Bumi mengalami rotasi super, di mana inti dalam berputar sedikit lebih cepat daripada bagian planet lainnya. Teori ini didukung oleh penelitian yang mempelajari gelombang yang dihasilkan dari uji coba bom nuklir bawah tanah yang dilakukan oleh Uni Soviet sekitar tahun 1971 hingga 1974 di kepulauan Novaya Zemlya, Rusia utara.

Dalam studi terbaru, para ilmuwan dari University of Southern California (USC) menggunakan metodologi yang sama untuk mempelajari sepasang tes atom bawah tanah sebelumnya di bawah Pulau Amchitka di ujung kepulauan Alaska pada tahun 1969-1971.

Anehnya, hasilnya menunjukkan bahwa inti bagian dalam bergerak perlahan ke arah yang berbeda antara tahun 1969-1971, diketahui sub-rotasi setidaknya sepersepuluh derajat per tahun, dibandingkan dengan arah pergerakannya antara tahun 1971-1974.


"Dari temuan kami, kami dapat melihat pergeseran permukaan Bumi dibandingkan dengan inti dalamnya, seperti yang telah dinyatakan orang selama 20 tahun," kata John E Vidale, rekan penulis studi dan Dekan Profesor Ilmu Bumi di USC Dornsife College of Letters, Arts and Sains.

Ia menyebutkan, pengamatan terbaru mereka menunjukkan bahwa inti dalam berputar sedikit lebih lambat dari 1969-1971, kemudian bergerak ke arah lain dari 1971-1974.

"Inti bagian dalam tidak tetap itu bergerak di bawah kaki kita, dan tampaknya akan bolak-balik beberapa kilometer setiap enam tahun," tambah Vidale.

Cara kerja bagian dalam planet kita juga memiliki pengaruh kecil namun signifikan terhadap lamanya hari di Bumi. Kita sering menganggap hari-hari di Bumi berlangsung secara konstan. Nyatanya, hari-hari yang kita lalui dapat mengalami variasi yang cukup banyak. Sekitar 300 juta tahun yang lalu, misalnya, satu hari di Bumi akan berlangsung sekitar 21 jam. Bahkan, lamanya hari bisa bervariasi dalam waktu satu dekade.

Panjang hari ditentukan oleh kecepatan rotasi planet. Ini dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, tetapi diyakini terkait dengan perubahan medan magnet Bumi, yang dihasilkan di inti bumi.

Studi baru mencatat bahwa panjang hari tumbuh dan menyusut seperti yang mereka prediksi, plus atau minus 0,2 detik setiap enam tahun, berdasarkan perubahan di dalam inti dalam Bumi.

Namun, masih banyak pertanyaan yang tersisa. Banyak dari penelitian ini dimungkinkan melalui data yang diungkapkan oleh uji coba nuklir bawah tanah. Karena jumlah uji coba nuklir telah menurun secara signifikan sejak Perang Dingin, data ini menjadi semakin langka dan para ilmuwan terpaksa bekerja dengan data gempa yang relatif tidak akurat.

Namun demikian, para peneliti tertarik untuk menggali lebih dalam misteri arsitektur bagian dalam Bumi untuk lebih memahami bagaimana dan mengapa inti Bumi berperilaku dengan cara yang aneh.

"Salah satu pertanyaan yang kami coba jawab adalah, apakah inti dalam bergerak secara progresif atau sebagian besar terkunci dibandingkan dengan yang lainnya dalam jangka panjang? Kami mencoba memahami bagaimana inti dalam terbentuk dan bagaimana ia bergerak seiring waktu. Ini adalah langkah penting dalam memahami proses ini dengan lebih baik," tutup Vidale.

Tuesday, June 7, 2022

Tuesday, June 07, 2022

Bukan UFO, Alien Mungkin Tumpangi Planet untuk Jelajahi Antariksa


Negaratoto - Selama ini, teori soal kedatangan alien pasti dibarengi dengan kehadiran UFO sebagai kendaraannya. Kini, seorang peneliti mengajukan teori baru yang cukup mengejutkan yaitu alien bisa saja menumpang planet yang mengambang bebas untuk menjelajahi antariksa.

Konsep 'penumpang kosmik' ini merupakan hasil pemikiran Irina Romanovskaya, seorang dosen fisika dan astronomi di Houston Community College, lewat studinya yang diterbitkan di International Journal of Astrobiology.

"Hampir 10 tahun yang lalu, ketika membaca tentang penemuan planet yang mengambang bebas, saya memikirkan skenario hipotetis tentang planet yang mengambang bebas mendekati Tata Surya," kata Romanovskaya, seperti dikutip dari Vice, Senin (6/6/2022).

"Tidak ada lampu lintas di galaksi. Jika Tata Surya kebetulan berada di tengah jalan planet yang mengambang bebas, planet itu tidak akan berhenti di lampu merah. Planet itu akan terbang melewati Tata Surya. Kemungkinan terjadinya event seperti itu akan bergantung pada berapa banyak planet mengambang bebas di galaksi kita, yang saat itu masih dalam estimasi," sambungnya.


Kini, ilmuwan memperkirakan ada puluhan miliar planet yang mengambang bebas karena keluar dari sistem bintangnya akibat interaksi dengan objek lainnya. Planet-planet seperti ini sulit ditemukan karena tidak ada cahaya dari bintang di dekatnya untuk meneranginya.

Romanovskaya mengatakan planet-planet ini mungkin masih bisa dihuni, terutama jika memiliki lautan di bawah permukaan. Planet seperti ini memang diperkirakan ada di tata surya kita.

Planet juga memiliki lebih banyak keuntungan dibandingkan pesawat biasa seperti UFO yang harus dibangun dengan susah payah oleh alien penjelajah luar angkasa. Romanovskaya mengatakan planet sudah memiliki sumber daya alam seperti air dan logam berharga yang bisa mentenagai perjalanan ini.

Habitat alami di planet ini juga bisa menjadi tameng yang efektif untuk menangkal radiasi di luar angkasa, dan gravitasi yang sudah ada bisa membuat alien tidak perlu mengembangkan gravitasi buatan.

Romanovskaya juga memberikan cara untuk mencari alien yang mungkin mengikuti perjalanan antar planet seperti ini. Misalnya dengan mencari tanda radiasi elektromagnetik tidak biasa di sekitar planet yang mengambang bebas.

Spesies alien yang sudah memahami perjalanan seperti ini juga bisa saja meninggalkan 'technosignatures' dalam rutenya, di mana jejak ini bisa diikuti dan diidentifikasi dari Bumi.

Teleskop James Webb yang baru diluncurkan juga bisa mendeteksi radiasi inframerah, yang mungkin saja dipancarkan oleh planet mengambang bebas yang sudah diubah oleh alien menjadi pesawat luar angkasa.

Tidak hanya peradaban alien, Romanovskaya mengatakan teori seperti ini juga bisa diterapkan oleh manusia di Bumi. Jika suatu saat matahari sudah mulai sekarat, manusia bisa saja mencegat planet yang lewat dan menumpanginya untuk menuju kehidupan yang baru.

"Beberapa populasi manusia mungkin juga memutuskan untuk pindah ke sistem planet lain untuk memperluas kehadiran peradaban kita di galaksi. Atau, manusia dapat mengirim sejumlah besar teknologi untuk menjelajahi bintang dan ruang luar angkasa," pungkasnya.

Monday, June 6, 2022

Monday, June 06, 2022

China Terbangkan Lagi Astronaut, Ngebut Bangun Stasiun Antariksa


Negaratoto - China akan meluncurkan tiga astronaut dengan pesawat ruang angkasa pada hari Minggu (5/6/2022) waktu setempat dalam misi selama enam bulan untuk menyelesaikan pembangunan stasiun luar angkasa mereka.

Astronaut Chen Dong, Liu Yang, dan Cai Xuzhe akan melakukan perjalanan dengan pesawat luar angkasa Shenzhou-14 yang akan berlabuh pada stasiun luar angkasa Tiangong, yang saat ini sedang dibangun. Shenzhou-14 akan diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di provinsi barat laut Gansu.

"Misi ini akan membangun stasiun luar angkasa menjadi laboratorium luar angkasa nasional," kata Lin Xiqiang, wakil direktur China Manned Space Agency (CMSA), dikutip dari Financial Express.

"Awak Shenzhou-14 akan bekerja dengan tim darat untuk menyelesaikan pertemuan, docking, dan transposisi dua modul lab dengan modul inti," sambungnya.

Mereka akan memasuki dua modul lab untuk pertama kalinya dan membantu membuat lingkungan yang cocok untuk mereka tinggal. Selain itu, mereka akan membuka dan memasang selusin lemari percobaan ilmiah di dua modul.


Ini adalah set ke-2 dari enam astronaut yang akan dikirim China untuk membangun stasiun luar angkasanya. Sebelumnya, tiga anggota awak astronaut China yang termasuk seorang wanita, kembali ke Bumi pada April lalu setelah menghabiskan rekor enam bulan membangun bagian-bagian penting dari stasiun ruang angkasa yang diharapkan siap pada tahun ini.

"Mereka telah menyelesaikan verifikasi teknologi kunci dari stasiun luar angkasanya," sebut CMSA.

Setelah siap, China akan menjadi satu-satunya negara yang memiliki stasiun luar angkasa, karena Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) Rusia merupakan proyek kerjasama beberapa negara.

China Space Station (CSS) juga diharapkan menjadi pesaing ISS yang dibangun oleh Rusia. Pengamat mengatakan, CSS mungkin menjadi satu-satunya stasiun luar angkasa yang tetap berada di orbit begitu ISS pensiun di tahun-tahun mendatang.

Pada bulan Februari, China meluncurkan rencana ambisius untuk industri luar angkasanya yang berkembang dan mencakup lebih dari 50 peluncuran luar angkasa, dan enam penerbangan luar angkasa berawak untuk menyelesaikan pembangunan stasiun luar angkasanya.

China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) mengatakan, China akan melakukan lebih dari 50 peluncuran ruang angkasa pada tahun 2022, mengirim lebih dari 140 pesawat ruang angkasa ke luar angkasa.

Chen yang akan menjadi komandan misi baru berpartisipasi dalam misi luar angkasa berawak Shenzhou-11, Liu adalah bagian dari misi Shenzhou-9, dan Cai adalah pendatang baru di luar angkasa. Misi Shenzhou-14 akan menyelesaikan pembangunan stasiun luar angkasa Tiangong, dengan struktur tiga modul dasar yang terdiri dari modul inti Tianhe dan modul lab Wentian dan Mengtian.