Breaking

Showing posts with label Matahari. Show all posts
Showing posts with label Matahari. Show all posts

Monday, July 25, 2022

Monday, July 25, 2022

Astronom Temukan Dunia dengan 3 Matahari, Dulunya Malah 4


Negaratoto - Tata Surya yang kita tinggali, unik dari sudut pandang kita karena kehidupan ada di satu bagian kecil alam semesta ini di galaksi Bima Sakti. Keberadaan kehidupan ini didukung oleh Matahari di mana semua planet berputar.

Bayangkan ada sebuah sistem Tata Surya dengan empat Matahari. Sistem ini saling terjepit erat, dan para astronom berspekulasi ada empat bintang dalam sistem ini sampai tiga Matahari lainnya melahap yang keempat.

Para astronom untuk pertama kalinya menemukan sistem unik yang memiliki dua bintang biner yang mengorbit satu sama lain dan bintang yang lebih besar mengorbit keduanya. Dunia ini mereka namakan HD 98800 yang terletak 150 tahun cahaya di konstelasi TW Hydrae.

Bintang-bintang biner mengorbit satu sama lain dalam satu hari, mirip dengan Bumi yang menyelesaikan satu rotasi dalam 24 jam. Kedua Matahari, jika digabungkan, memiliki berat 12 kali massa Matahari kita.

"Sejauh yang kami tahu, ini adalah yang pertama dari jenisnya yang pernah terdeteksi. Kita tahu banyak tentang sistem bintang tersier (sistem bintang tiga), tetapi mereka biasanya secara signifikan kurang masif. Bintang-bintang masif dalam sistem rangkap tiga ini sangat berdekatan satu sama lain, ini adalah sistem yang kompak," kata Alejandro Vigna-Gomez dari Institut Niels Bohr di University of Kopenhagen, dikutip dari India Today.


Alejandro berkolaborasi dengan rekan penelitinya Bin Liu dari China untuk menemukan jawaban atas pertanyaan tentang bagaimana kombinasi unik dari kumpulan bintang biner dan bintang besar yang berputar ini terbentuk.

Para peneliti bingung dengan keberadaan bintang ketiga dalam sistem ini, yang beratnya 16 kali massa Matahari kita dengan orbit lingkaran dalam yang mengelilingi dua bintang enam kali setiap tahun.

Sistem ini, karena kecerahannya yang tinggi, pertama kali ditemukan oleh komunitas astronom amatir, yang mengambil data dari observatorium Transiting Exoplanet Survey Satellite milik NASA. Awalnya, mereka menganggapnya sebagai anomali dan memberi tahu astronom profesional yang kemudian mengonfirmasinya sebagai sistem bintang tiga yang unik.

Kedua peneliti kemudian mengkodekan data dan menjalankan 1.00.000 iterasi pada superkomputer untuk menilai hasil yang paling mungkin dari skenario ini.

"Sekarang kami memiliki model skenario yang paling mungkin pada sistem unik ini. Tapi model saja tidak cukup. Dan ada dua cara kita dapat membuktikan atau menguraikan teori kita tentang formasi ini. Salah satunya mempelajari sistem secara rinci dan yang lainnya membuat analisis statistik populasi bintang," kata Alejandro.

"Jika kita masuk ke sistem secara rinci, kita harus mengandalkan keahlian seorang astronom. Kami sudah melakukan observasi awal, tapi kami masih harus melihat data dan memastikan kami menafsirkannya dengan baik," jelas Alejandro.

Kedua peneliti saat ini memanfaatkan teleskop dan observatorium yang tersebar di seluruh dunia untuk melihat sistem yang unik ini.

Friday, June 3, 2022

Friday, June 03, 2022

Foto Matahari Lebih Dekat, Bagai Bola Api Raksasa


Negaratoto - Seorang astrofotografer menangkap gambar Matahari sebesar 286 megapiksel selama periode aktivitas Matahari paling intens dalam beberapa dekade.

Andrew McCarthy, yang dikenal oleh para followernya dengan nama akun @cosmic-background, mengambil gambar Matahari melalui teleskop pada pekan lalu. Diperlukan kehati-hatian untuk mengabadikannya agar jangan sampai membuat matanya buta karena paparan sinar Matahari secara langsung.

Gambar definisi tinggi yang didapatkannya, merupakan gabungan mosaik dari sekitar 50 foto, masing-masing terdiri dari 600 foto berlapis. Bukan kebetulan Andrew mendapatkan gambar ini, melainkan sudah mengamatinya sejak lama dengan mengarahkan teleskopnya ke Matahari selama tiga tahun.

"Saat itu, gambar ini memperlihatkan bahwa inilah waktu Matahari paling aktif yang pernah saya lihat," ujarnya seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (3/6/2022).

Matahari tampaknya bergerak ke periode yang sangat aktif dari siklus aktivitas 11 tahun, yang dimulai pada 2019 dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2025.

Aktivitas ini menghasilkan semburan Matahari dan ejeksi massa korona (Coronal Mass Ejection/CME), semburan energi yang kuat yang dapat mengarahkan ledakan berbahaya ke Bumi.


"Melihat Matahari penuh pada tingkat detail ini mungkin bukan sesuatu yang pernah dilihat banyak orang dalam hidup mereka. Selama periode aktivitas Matahari yang tinggi, Matahari akan terlihat seperti ini sepanjang waktu. Gambar ini lebih merupakan tanda bahwa siklus 11 tahun mendekati porsi maksimum aktivitasnya," kata Andrew.

"Melihat 100 ribu foto hasil sendiri secara manual adalah bagian paling membosankan. Sepanjang sebagian besar proses, saya bahkan tidak tahu akan memiliki citra yang layak pada akhirnya," sambungnya.

Andrew memilih 30 ribu foto yang membentuk gambar akhir dari 100 ribu foto yang didapatnya. Gambar tersebut menangkap bintik-bintik gelap, yang dikenal sebagai daerah aktif, di permukaan Matahari serta bintik Matahari terang yang meledak dari bola api raksasa.

Kromosfer Matahari, sebuah lapisan di atmosfer Matahari, dapat dilihat sebagai lapisan yang sangat tipis dari cahaya hidrogen alfa karena teleskop Andrew disetel secara tepat dengan refraktor 5 inci.

Area yang lebih 'berbulu' di ekstremitas luar adalah kantong plasma yang terperangkap dalam medan magnet, yang dikenal sebagai prominences, dengan area yang lebih terang, yang dikenal sebagai filamen, tersebar di seluruh bagian Matahari.

Dari sini, bintik Matahari, suar, dan lontaran massa korona meletus, yang mampu menggoreng permukaan Bumi jika jaraknya cukup dekat. Aktivitas ini diproses dalam warna palsu karena filter foto yang harus digunakan Andrew untuk memotret subjek yang begitu cerah. Dua filter yang dia gunakan dengan teleskop khususnya dirancang untuk mencegah gambar terbakar dan fotografer menjadi buta.

Terlepas dari tindakannya, Andrew mengingatkan orang lain untuk tidak melihat langsung ke Matahari kecuali mereka memiliki peralatan khusus. "Jangan arahkan teleskop ke Matahari kecuali Anda tahu apa yang Anda lakukan," ujarnya.

Tuesday, May 24, 2022

Tuesday, May 24, 2022

Potret Matahari Dari Jarak Terdekat yang Orang Belum Pernah Lihat


Negaratoto - Wahana Solar Orbiter menangkap gambar terbaru Matahari. Ada penampakan unik yang belum pernah terlihat sebelumnya, yaitu suar yang tampak kuat dan sepetak pola aneh yang membentang melintasi Matahari.

Penjelajahan terdekat pesawat ruang angkasa buatan Inggris itu ke Matahari, yang dikenal sebagai perihelion, terjadi pada 26 Maret 2022 lalu. Saat itu, Solar Orbiter masuk ke orbit Merkurius yang jaraknya sekitar sepertiga jarak dari Matahari ke Bumi.

Dikutip dari Daily Mail, Senin (23/5/2022) Solar Orbiter menangkap serangkaian gambar menakjubkan, termasuk pemandangan di kutub sang Surya dan beberapa suar Matahari. Temuan ini menjadi semakin penting karena bisa menggali lebih banyak tentang ancaman cuaca luar angkasa terhadap teknologi dan astronaut.

Hal menarik lainnya yang ditangkap wahana Solar Orbiter adalah pola mirip paku dari gas panas dan dingin yang menjangkau ke segala arah dan membentang melintasi Matahari.


Sangat menyenangkan melihat gambar dan rekaman yang luar biasa ini, yang paling dekat yang pernah kita lihat dari Matahari, ditangkap selama lintasan terdekat Solar Orbiter sejauh ini," kata Caroline Harper, Kepala Ilmu Luar Angkasa di Badan Antariksa Inggris.

Menurutnya, para peneliti tidak hanya belajar dari gambar yang dikirim oleh Solar Orbiter, tetapi juga dari apa yang 'terasa' saat semakin dekat dengan Matahari, termasuk semburan Matahari dan lontaran massa korona baru-baru ini.

Solar Orbiter, dalam penjelajahannya, membawa 10 instrumen sains. Sebanyak sembilan di antaranya, merupakan inisiatif negara-negara anggota Badan Antariksa Eropa dan satu oleh NASA. Semuanya bekerja sama untuk memberikan wawasan yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang cara kerja Matahari.

Tujuan utama pengorbit ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara Matahari dan heliosfer, gelembung besar ruang angkasa yang melampaui planet-planet Tata Surya kita.

Wilayah ini diisi dengan partikel bermuatan listrik, yang sebagian besar telah dikeluarkan oleh Matahari untuk membentuk angin Matahari. Pergerakan partikel-partikel ini, dan medan magnet Matahari, terkait dengan hal-hal yang menciptakan cuaca luar angkasa.