Breaking

Showing posts with label Raksasa. Show all posts
Showing posts with label Raksasa. Show all posts

Sunday, June 5, 2022

Sunday, June 05, 2022

Perhatian! Asteroid Raksasa Mau Pepet Bumi 6 Juni 2022


Negaratoto - NASA sedang dalam atensi khusus. Sebuah asteroid berukuran 3 gerbong KRL, terbang mendekati Bumi.

Diberitakan News.com Australia seperti dilihat, Minggu (5/6/2022) asteroid ini diberi nama Asteroid 2021 GT2. NASA mengatakan asteroid ini lebarnya antara 36 dan 82 meter.

Sebagai perbandingan, 1 gerbong KRL panjangnya 20 meter. Oleh karena itu, asteroid seukuran ini bisa menyebabkan kerusakan serius jika menabrak Bumi.

Asteroid ini akan melintas Bumi dalam jarak 3,5 juta km. Buat orang awam ini tampak jauh, namun bagi NASA jarak itu masuk dalam tabel Earth Close Approaches.


Menurut NASA, jika ada asteroid melintas dalam jarak 7,4 km dari Bumi dengan ukuran besar tertentu, ia akan dianggap berpotensi bahaya. Menurut NASA itu dianggap sudah mepet Bumi.

Nah, Asteroid 2021 GT2 dinilai masuk dalam kategori ini. Dalam perhitungan NASA, asteroid ini akan melewati Bumi pada 6 Juni 2022 pukul 12.35 ET atau 23.35 WIB.

Dalam perhitungan NASA, asteroid ini akan kembali tahun 2034. Namun jaraknya diprediksi 14 juta km dari Bumi, alias 2 kali lebih jauh.

NASA sampai saat ini baru bisa memantau saja. Namun, mereka sedang merencanakan skenario menabrak asteroid pakai roket, untuk mengubah arahnya.

Uji coba ini akan dilakukan tahun 2022. Asteroid Dimorphos selebar 161 meter akan coba ditabrak pakai roket.

Asteroidnya pasti tidak hancur. Tapi NASA mau lihat apakah arahnya bisa berubah.

Friday, June 3, 2022

Friday, June 03, 2022

Foto Matahari Lebih Dekat, Bagai Bola Api Raksasa


Negaratoto - Seorang astrofotografer menangkap gambar Matahari sebesar 286 megapiksel selama periode aktivitas Matahari paling intens dalam beberapa dekade.

Andrew McCarthy, yang dikenal oleh para followernya dengan nama akun @cosmic-background, mengambil gambar Matahari melalui teleskop pada pekan lalu. Diperlukan kehati-hatian untuk mengabadikannya agar jangan sampai membuat matanya buta karena paparan sinar Matahari secara langsung.

Gambar definisi tinggi yang didapatkannya, merupakan gabungan mosaik dari sekitar 50 foto, masing-masing terdiri dari 600 foto berlapis. Bukan kebetulan Andrew mendapatkan gambar ini, melainkan sudah mengamatinya sejak lama dengan mengarahkan teleskopnya ke Matahari selama tiga tahun.

"Saat itu, gambar ini memperlihatkan bahwa inilah waktu Matahari paling aktif yang pernah saya lihat," ujarnya seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (3/6/2022).

Matahari tampaknya bergerak ke periode yang sangat aktif dari siklus aktivitas 11 tahun, yang dimulai pada 2019 dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2025.

Aktivitas ini menghasilkan semburan Matahari dan ejeksi massa korona (Coronal Mass Ejection/CME), semburan energi yang kuat yang dapat mengarahkan ledakan berbahaya ke Bumi.


"Melihat Matahari penuh pada tingkat detail ini mungkin bukan sesuatu yang pernah dilihat banyak orang dalam hidup mereka. Selama periode aktivitas Matahari yang tinggi, Matahari akan terlihat seperti ini sepanjang waktu. Gambar ini lebih merupakan tanda bahwa siklus 11 tahun mendekati porsi maksimum aktivitasnya," kata Andrew.

"Melihat 100 ribu foto hasil sendiri secara manual adalah bagian paling membosankan. Sepanjang sebagian besar proses, saya bahkan tidak tahu akan memiliki citra yang layak pada akhirnya," sambungnya.

Andrew memilih 30 ribu foto yang membentuk gambar akhir dari 100 ribu foto yang didapatnya. Gambar tersebut menangkap bintik-bintik gelap, yang dikenal sebagai daerah aktif, di permukaan Matahari serta bintik Matahari terang yang meledak dari bola api raksasa.

Kromosfer Matahari, sebuah lapisan di atmosfer Matahari, dapat dilihat sebagai lapisan yang sangat tipis dari cahaya hidrogen alfa karena teleskop Andrew disetel secara tepat dengan refraktor 5 inci.

Area yang lebih 'berbulu' di ekstremitas luar adalah kantong plasma yang terperangkap dalam medan magnet, yang dikenal sebagai prominences, dengan area yang lebih terang, yang dikenal sebagai filamen, tersebar di seluruh bagian Matahari.

Dari sini, bintik Matahari, suar, dan lontaran massa korona meletus, yang mampu menggoreng permukaan Bumi jika jaraknya cukup dekat. Aktivitas ini diproses dalam warna palsu karena filter foto yang harus digunakan Andrew untuk memotret subjek yang begitu cerah. Dua filter yang dia gunakan dengan teleskop khususnya dirancang untuk mencegah gambar terbakar dan fotografer menjadi buta.

Terlepas dari tindakannya, Andrew mengingatkan orang lain untuk tidak melihat langsung ke Matahari kecuali mereka memiliki peralatan khusus. "Jangan arahkan teleskop ke Matahari kecuali Anda tahu apa yang Anda lakukan," ujarnya.

Wednesday, June 1, 2022

Wednesday, June 01, 2022

Heboh Ikan Kerapu Raksasa 143 Kg Ditangkap Nelayan di Laut Buton


Negaratoto - Warga Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) dihebohkan dengan penangkapan seekor ikan kerapu raksasa seberat 143 kilogram. Video penampakan ikan raksasa tersebut viral di media sosial.

Untuk diketahui, ikan kerapu raksasa ini ditangkap di Perairan Desa Wasuemba, Kecamatan Wabula, Buton pada Selasa (31/5). Ikan raksasa ditangkap oleh dua orang nelayan.

"Jadi masyarakat yang turun panah-panah ikan. Pemanah dari (Kecamatan) Pasarwajo dengan temannya nelayan bernama Syarif Wali dari Wasuemba," ujar Bhabinkamtibmas Wasuemba Bripka La Sahari, Rabu (1/5/2022).


La Sahari mengakui ikan kerapu raksasa itu memang membuat warga seketika heboh. Ukurannya yang terbilang raksasa dibandingkan ikan kerapu pada umumnya menjadi alasan warga berbondong-bondong menyaksikan.

"Wah kalau masyarakat heboh sekali lihat itu ikan besar," katanya.

Sementara itu, nelayan penangkap kerapu raksasa bernama Haris mengatakan dia dan rekannya sudah menjual kerapu raksasa tersebut. Ikan raksasa itu dijual kepada pengepul ikan dengan harga Rp 2,4 juta.