Breaking

Showing posts with label Bumi. Show all posts
Showing posts with label Bumi. Show all posts

Thursday, July 28, 2022

Thursday, July 28, 2022

Ambisi China Jadikan Bulan Benteng Pertahanan Terjangan Asteroid


Negaratoto - Bumi masih dihantui asteroid yang kapan saja berpotensi jatuh dan memusnahkan umat manusia. Guna melindungi planet, China berambisi memanfaatkan Bulan sebagai benteng pertahanannya.

Untuk sekian lama, ancaman asteroid yang bisa bikin Bumi luluh lantak terus menjadi perdebatan. Jatuhnya benda antariksa itu ke Bumi berpotensi menimbulkan kekacauan, bahkan sampai ke tingkat kepenuhan.

Ketakutan hantaman asteroid ini berkaca dari peristiwa musnahnya dinosaurus sekitar 65 juta tahun yang diakibatkan oleh serangan asteroid besar.

Risiko peristiwa lenyapnya dinosaurus terulang kembali memang cukup rendah, sebab sekitar 60% asteroid yang cukup besar untuk menghancurkan seluruh negara belum terlacak. Adapun insiden besar gara-gara asteroid di Bumi itu terakhir tahun 1970-an.

Maka dari itu, sebagai antisipasi, China punya ide yang cenderung ambisi melindungi Bumi dari ancaman tersebut, yakni dengan menjadikan Bulan pos pertahanan.


Dikutip dari Mashable, Rabu (27/7/2022) untuk mewujudkan hal itu, China akan membangun dua teleskop optik dan ditempatkan di belahan kutub utara dan selatan Bulan. Nantinya, teleskop tersebut memindai di sekitar, mendeteksi apabila ada asteroid atau benda langit yang mengancam Bumi.

Selain itu, China juga akan menyebarkan tiga satelit penjaga ke orbit Bulan di sekitar Bumi. Wahana antariksa itu dipersenjatai dengan sejumlah senjata kinetik, jika terdeteksi ada asteroid berbahaya, maka satelit ini bisa melakukan tugasnya.

"Ini akan memiliki kemampuan untuk mencegat asteroid yang datang dari segala arah, dan dapat membentuk lingkaran pertahanan sekitar dua kali ukuran antara Bulan dan Bumi dengan diameter sekitar 800 ribu km," ujar Kepala Perancang Program Eksplorasi Bulan China, Wu Wieren.

Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap pengembangan. Kendati begitu, sistem akan terdiri dari teleskop raksasa dan sistem radar yang ditempatkan, baik di darat maupun di luar atmosfer.

Dengan terungkapnya misi menjaga Bumi dari terjangan asteroid, memberi sinyal bahwa China sedang berkembang pesat sebagai kekuatan luar angkasa yang tangguh dalam beberapa tahun terakhir.

Wednesday, July 20, 2022

Wednesday, July 20, 2022

China Mau Kirim Penabrak Asteroid Ala Film Armageddon


Negaratoto - Badan luar angkasa nasional China, CNSA,berencana membidik asteroid 2020 PN1 yang berpotensi mengancam Bumi. Dalam misi yang akan diluncurkan pada 2026, China tampaknya menargetkan tahun 2025 untuk menjajal penangkal asteroid tersebut seperti film Armageddon.

Hal ini disampaikan Long Lehao, kepala desainer seri roket Long March China. Laporan yang disampaikan Long menunjukkan bahwa misi penabrak akan diluncurkan pada 2026 dengan roket Long March 3B.

"Misi ini akan mencakup penabrak dan pengorbit terpisah. Yang pertama akan berdampak pada objek dekat Bumi 2020 PN1 dengan pesawat ruang angkasa yang terakhir melakukan pengamatan," ujarnya seperti dikutip dari Space.com, Selasa (19/7/2022).

Misi pertahanan asteroid kinetik tampaknya mirip dengan 'misi Armageddon' dari Amerika yaitu Uji Pengalihan Asteroid Ganda atau Double Asteroid Redirection Test (DART) NASA yang akan tiba di tujuannya sekitar bulan September tahun ini.

NASA berencana mengirim penabrak kinetik ke Bulan Dimorphos dengan kecepatan 6,6 km/s untuk mencoba mengubah orbitnya di sekitar asteroid Didymos.


Tak perlu khawatir, sejauh ini tak ada bahaya mengancam berdasarkan pengamatan yang cermat oleh NASA dan banyak entitas luar angkasa lainnya.

Istilah 'berpotensi berbahaya' juga sangat kompleks, karena menggambarkan serangkaian karakteristik batuan luar angkasa yang diprediksi memiliki kemungkinan dampak yang lebih tinggi pada Bumi.

Wakil direktur CNSA Wu Yanhua menyebutkan, China mengerjakan rencana pertahanan planet yang lebih luas yang melibatkan berbagai penelitian dan studi teknis. CNSA juga merilis 'buku putih' pada bulan Januari yang membahas rencana untuk membangun sistem pertahanan objek dekat Bumi.

China adalah negara yang sebagian besar bergerak independen di ranah luar angkasa dan beberapa kali mendapat kecaman dari AS belakangan ini. NASA mengkritik China karena membiarkan sampah roket seberat 23 ton dari booster Long March 5B yang diluncurkan 2021 jatuh tak terkendali.

NASA juga menyebutkan, pihaknya tidak diizinkan untuk terlibat dalam kegiatan bilateral apa pun dengan China atau perusahaan milik China. Tak sampai di situ, NASA mengecam China begitu ambisius ingin menguasai Bulan, meski tudingan ini langsung dibantah oleh China.

Friday, July 15, 2022

Friday, July 15, 2022

Ini Tahun yang Paling Mengerikan dalam Sejarah Manusia


Negaratoto - Tahun berapa yang dianggap paling buruk dalam sejarah? Riset yang dilakukan oleh Michael McCormick, ahli arkeologi dari Harvard University, menyebutkan bahwa 536 M adalah tahun terburuk yang pernah dilewati oleh manusia di Bumi.

Pada saat itu, penyakit pes, wabah flu, kelaparan, dan perang merajalela dan menjadi penyebab tingginya angka kematian. Manusia benar-benar menderita karenanya.

Selain itu, benua Eropa, kawasan Timur Tengah, serta sebagian Asia gelap gulita selama 18 tahun karena kabut misterius. Periode tersebut pun kerap disebut sebagai Zaman Kegelapan. Catatan sejarah menuliskan Matahari bersinar pucat terus menerus bagai Bulan.

Satu catatan, periode tersebut bukan satu-satunya masa yang mendapat julukan Zaman Kegelapan. Jatuhnya Kekaisaran Romawi juga kerap disebut sebagai Zaman Kegelapan.


Di samping itu, di tahun 536, salju hebat juga turun di China. Temperatur pada musim panas pun berkisar pada 1,5 sampai 2,5 derajat Celcius. Hal ini membuatnya menjadi masa-masa terdingin di Bumi selama lebih dari 2.300 tahun terakhir. Panen gagal dan kelaparan terjadi di mana-mana.

Penyebabnya ternyata adalah erupsi dahsyat yang terjadi di Islandia. Bencana tersebut menghasilkan jutaan ton debu yang tersebar ke seluruh dunia. Parahnya lagi, pada 540 M dan 547 M, ada dua erupsi susulan yang terjadi.

Sejak saat itu, McCormick menyebut Bumi tak menunjukkan tanda-tanda perbaikan sampai 640 M. Itu berarti, sudah lebih dari seabad sejak tahun terburuk sepanjang masa terjadi.

"Itu adalah awal mula dari salah satu periode terburuk untuk menjalani hidup, jika bukan tahun terburuk sepanjang masa," katanya, sebagaimana kutip dari Daily Mail.

Thursday, July 7, 2022

Thursday, July 07, 2022

Amazing! Foto Bumi Sebatang Kara di Tengah Luas Alam Semesta


Negaratoto - 'Pale Blue Dot' adalah salah satu foto Bumi yang paling populer dan ikonik. Diambil pada tanggal 14 Februari 1990 oleh kamera Imaging Science Subsystem (ISS) yang terdapat di wahana antariksa Voyager, foto itu menampakkan Bumi sebagai titik kecil di tengah luasnya alam semesta.

Pada tahun 2020, memperingati 3 dekade dijepretnya foto itu, NASA merekanya ulang menggunakan software modern. Hasilnya, foto itu terlihat lebih jelas dengan Bumi tetap terlihat sangat mungil, sebatang kara di luasnya alam semesta. Ada garis-garisnya yang merupakan refleksi sinar Matahari.

Pale Blue Dot diambil dari jarak sekitar 6 miliar kilometer dari Bumi atas permintaan dari penulis Carl Sagan. Ini adalah foto terakhir yang diambil oleh Voyager sebelum sistem kameranya dimatikan untuk menghemat daya.


Voyager saat ini telah menjelajah seluruh planet di Tata Surya dan terus melintas dengan kecepatan mencapai 64 ribu kilometer per jam. "Lihat foto itu sekali lagi. Itulah rumah. Itulah kita," begitu salah satu caption Pale Blue Dot.

Garry Hunt selaku salah seorang tim Voyager menyebut foto tersebut pada saat ini menjadi lebih relevan artinya dibanding masa-masa sebelumnya. Bahwa Bumi yang kecil itu harus dijaga dari berbagai ancaman, terutama dari perubahan iklim yang mengintai.

"Setiap kali saya bicara soal perubahan iklim dan apa yang dilakukan untuk membuat perubahan, saya menunjukkan gambar ini karena memperlihatkan Bumi adalah sebuah bintik yang terisolasi," kata dia.

"Dot kecil biru ini, pale blue dot, adalah satu-satunya tempat di mana kita dimungkinkan untuk tinggal dan kita telah membuat kekacauan padanya," pungkas Garry.

Monday, June 20, 2022

Monday, June 20, 2022

Bencana Kekeringan di Arab Jadi Jalan Islam Berkembang Pesat


Negaratoto - Arab mengalami kekeringan paling intens selama ribuan tahun di awal abad keenam hingga mengacaukan Kerajaan Himyarite yang saat itu berkuasa. Namun situasi ini memberikan kesempatan bagi Islam untuk berkembang pesat.

Sebuah penelitian baru mengungkapkan, kekeringan hebat di tanah kelahiran Islam mungkin memainkan peran besar, berkontribusi pada destabilisasi yang berarti ide-ide baru memiliki peluang untuk berkembang.

Seratus tahun setelah kematian Yesus, jumlah pengikut Kekristenan masih sedikit. Sebaliknya, butuh waktu kurang dari 50 tahun sejak munculnya Islam untuk menjadi agama dominan di sebagian besar dunia.

Sebuah makalah yang dipublikasikan di Science, berpendapat ini adalah produk dari lingkungan yang tidak stabil di Arab selatan, yang berkontribusi pada kondisi iklim.

"Apakah kondisi-kondisi tersebut bersimpangan dengan fenomena meteorologi atau intervensi ilahi, hal ini berada di luar jangkauan penulis," tulis Stephen Luntz yang memiliki latar English Literature and History and Philosophy of Science dan Graduate Diploma di Science Communication, dikutip dari IFL Science, Minggu (19/8/2022).

Pada abad ketiga hingga keenam, Himyar mendominasi wilayah yang kini disebut Yaman. Bendungan dan lereng bukit bertingkat menandai sistem irigasi jauh berkembang di depan zamannya, mengubah wilayah semi-gurun itu menjadi daerah penghasil makanan yang kaya dan memperluas pengaruhnya di seluruh Arab.

Pada abad keenam, serangkaian krisis melemahkan Kerajaan Himyarite sampai-sampai ditaklukkan oleh Aksum (sekarang Etiopia), meskipun Laut Merah terbentang di antaranya. Destabilisasi bergejolak di seluruh Arab. Masalah Himyarite kurang dipahami oleh sejarawan.


Seorang profesor bernama Dominik Fleitmann mencoba mengemukakan alasannya. Menurutnya, di masa itu tingkat pertumbuhan stalagmit bervariasi dengan curah hujan di atas gua, karena setiap tetes yang mencapai atap gua membawa lebih banyak kalsit terlarut untuk ditambahkan ke dasar gua saat mendarat. Rasio isotop oksigen dalam batuan, memberikan informasi lebih lanjut tentang kondisi iklim pada saat material diletakkan.

"Bahkan dengan mata telanjang Anda dapat melihat dari stalagmit bahwa pasti ada periode yang sangat kering yang berlangsung beberapa dekade," kata Fleitmann dalam sebuah pernyataan.

Pemeriksaan lebih dekat kemudian mengkonfirmasi terjadinya kekeringan paling intens dalam 2.650 tahun pertumbuhan stalagmit. Di sisi lain, penanggalan deposit stalagmit terlalu tidak tepat untuk menentukan tanggal pasti dari kekeringan ekstrem ini, tetapi proporsi uranium yang membusuk dari periode kering menempatkannya pada awal abad keenam.

Fleitmann mencari sumber-sumber sejarah dan proksi iklim terdekat untuk indikasi lain dari iklim Arab pada saat itu. Di antara sumber yang Fleitmann gunakan adalah data tentang ketinggian air Laut Mati dari waktu ke waktu, dan deposisi debu di Danau Neor, Iran.

Semuanya menunjuk pada kekeringan sekitar tahun 520 M yang melanda Timur Tengah. Pada tahun 520 M, mata air Siloam di Yerusalem dilaporkan telah mengering. Di Turki, sementara itu, hujan meningkat saat jalur badai Mediterania timur bergeser ke utara.

"Air benar-benar sumber daya yang paling penting. Jelas bahwa penurunan curah hujan dan terutama beberapa tahun kekeringan ekstrem dapat mengacaukan kerajaan semi-gurun yang rentan," kata Fleitmann.

Fleitmann percaya, sistem irigasi Kerajaan Himyarite mungkin sangat rentan. Diperlukan puluhan ribu pekerja untuk melakukan pemeliharaan berkelanjutan yang dibutuhkan sistem tersebut, sehingga apa pun yang mengganggu kesehatan atau ketersediaan air dapat memicu kerugian yang merusak dalam produksi pangan.

Pada saat yang sama, terjadi perang antara Kekaisaran Bizantium dan Sasania, sehingga wilayah perdagangan terganggu. Kerajaan itu jatuh pada 525 M, dan Arab menderita akibat perang dan kemiskinan selama satu abad sesudahnya.

"Penduduk mengalami kesulitan besar akibat kelaparan dan perang. Ini berarti Islam bertemu dengan lahan subur, orang-orang mencari harapan baru, sesuatu yang bisa menyatukan orang kembali sebagai masyarakat. Dan Islam yang menjadi agama baru saat itu menawarkan hal ini," tutup Fleitmann.

Wednesday, June 8, 2022

Wednesday, June 08, 2022

Cara Orang-orang Terkaya Dunia Hindari 'Kiamat'


Negaratoto - Kehancuran Bumi pasti adanya, alasannya pun berdasar beragam skenario. Ada yang percaya Bumi akan hancur karena populasi yang membludak, ada juga yang meyakini Bumi sudah terlalu tua sehingga rapuh serta mulai 'sakit-sakitan'.

Meski tidak ada yang bisa mencegah kehancuran Bumi (suatu saat nanti), para miliarder tekno berusaha 'menghindari kiamat' atau bahaya besar yang menghadang Bumi. Berikut ini di antaranya:

1. Elon Musk: Pindah ke Mars
Elon Musk meyakini bahwa Bumi nantinya bisa menjadi 'neraka' sehingga sebenarnya planet tempat kita tinggal ini sudah tidak layak huni. Dikutip detikINET dari Independent, manusia menurutnya harus ke Mars karena Bumi akan menjadi terlalu panas untuk makhluk hidup pada sekitar 500 juta tahun lagi. Walaupun masih begitu lama, ia menegaskan persiapan harus dilakukan secepatnya.


"Bumi sudah ada sekitar 4,5 miliar tahun dan inilah pertama kalinya ada kemungkinan untuk mengembangkan kehidupan di luar Bumi. Pelaung itu mungkin akan terbuka dalam waktu lama, tapi bisa juga cuma pendek waktunya. Saya pikir adalah bijaksana bagi kita untuk beraksi secepatnya ketika masih terbuka jendela kesempatan," paparnya.

2. Jeff Bezos: Jangan menua
Jeff Bezos disebut mendanai startup Altos Lab. Menurut berbagai sumber, startup ini mengejar teknologi pemrograman ulang biologi, sebuah cara untuk meremajakan sel di laboratorium yang mungkin dapat merevitalisasi seluruh tubuh hewan dan pada akhirnya dimanfaatkan untuk memperpanjang usia manusia.

3. Mark Zuckerberg: Bangun rumah antikiamat
Menurut News Punch, di tahun 2017, Zuckerberg membeli tanah di sekitar rumah yang ia miliki dan mulai membangun ruang bawah tanah untuk alasan keamanan. Menurut rencana yang beredar, panic bunker Zuckerberg memiliki dinding bata putih, pintu baja yang berwarna gelap, dan ornamen mahal lainnya.

Sunday, June 5, 2022

Sunday, June 05, 2022

Perhatian! Asteroid Raksasa Mau Pepet Bumi 6 Juni 2022


Negaratoto - NASA sedang dalam atensi khusus. Sebuah asteroid berukuran 3 gerbong KRL, terbang mendekati Bumi.

Diberitakan News.com Australia seperti dilihat, Minggu (5/6/2022) asteroid ini diberi nama Asteroid 2021 GT2. NASA mengatakan asteroid ini lebarnya antara 36 dan 82 meter.

Sebagai perbandingan, 1 gerbong KRL panjangnya 20 meter. Oleh karena itu, asteroid seukuran ini bisa menyebabkan kerusakan serius jika menabrak Bumi.

Asteroid ini akan melintas Bumi dalam jarak 3,5 juta km. Buat orang awam ini tampak jauh, namun bagi NASA jarak itu masuk dalam tabel Earth Close Approaches.


Menurut NASA, jika ada asteroid melintas dalam jarak 7,4 km dari Bumi dengan ukuran besar tertentu, ia akan dianggap berpotensi bahaya. Menurut NASA itu dianggap sudah mepet Bumi.

Nah, Asteroid 2021 GT2 dinilai masuk dalam kategori ini. Dalam perhitungan NASA, asteroid ini akan melewati Bumi pada 6 Juni 2022 pukul 12.35 ET atau 23.35 WIB.

Dalam perhitungan NASA, asteroid ini akan kembali tahun 2034. Namun jaraknya diprediksi 14 juta km dari Bumi, alias 2 kali lebih jauh.

NASA sampai saat ini baru bisa memantau saja. Namun, mereka sedang merencanakan skenario menabrak asteroid pakai roket, untuk mengubah arahnya.

Uji coba ini akan dilakukan tahun 2022. Asteroid Dimorphos selebar 161 meter akan coba ditabrak pakai roket.

Asteroidnya pasti tidak hancur. Tapi NASA mau lihat apakah arahnya bisa berubah.

Thursday, May 19, 2022

Thursday, May 19, 2022

Ulah Manusia Bikin Lautan Kini Lebih Panas dan Asam


Negaratoto - Kondisi laut di Bumi semakin mengkhawatirkan. Sebab, lautan pada tahun 2021 semakin panas dan asam dibandingkan sebelumnya.

Berdasarkan laporan terbaru Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) hal itu kian diperparah lapisan es yang mencair, sehingga berdampak pada naiknya permukaan air laut.

"Iklim kita berubah drastis di depan kita. Panas yang terperangkap oleh gas rumah kaca yang disebabkan ulah manusia yang menghangatkan planet ini selama beberapa generasi mendatang," ujar Sekretaris Jenderal WMO, Petteri Taalas dalam pernyataan dikutip dari The New Daily, Kamis (19/5/2022).

Laporan WMO ini mengikuti penilaian iklim terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memperingati bahwa umat manusia harus secara drastis mengurangi emisi gas rumah kaca.

Bila tidak, maka manusia akan mendapatkan ganjarannya di masa mendatang, seperti semakin besar terhadap perubahan iklim.


WMO menyebutkan tingkat karbon dioksida dan metana menjadi faktor yang bikin iklim di atmosfer pada tahun 2021 semakin hangat melampaui rekor sebelumnya.

Secara global, suhu rata-rata tahun lalu itu 1,11 derajat Celcius di atas rata-rata pra industri, karena dunia beberapa inci lebih dekat ke ambang batas 1,5 derajat di mana efek pemanasan diperkirakan akan menjadi drastis.

Memang tahun lalu, suhu sedikit menurun dibandingkan 2020 karena efek pendinginan La Nina di wilayah Pasifik. Kendati begitu, yang menjadi perhatian adalah itu masih termasuk dalam tujuh tahun terpanas.

"Hanya masalah waktu saja sebelum kita melihat rekor tahun terpanas lainnya," kata Taalas.

Alhasil, Bumi yang sebagian besarnya adalah lautan ini menanggung beban pemanasan dan emisi. Disebutkan, perairan menyerap sekitar 90% akumulasi panas bumi dan 23% emisi karbon dioksida dari aktivitas manusia.

Laut juga semakin hangat lebih cepat dalam 20 tahun terakhir yang bikin pecah rekor di 2021. Laut juga jadi paling asam dalam setidaknya 26 ribu tahun akibat menyerap dan bereaksi dengan lebih banyak karbon dioksida di atmosfer.

Adapun, laut ini pun meningkat 4,5 cm dalam satu dekade terakhir dengan peningkatan pada 2013-2021 ini lebih cepat dua kali lipat dari periode 1993-2002.

Tuesday, March 29, 2022

Tuesday, March 29, 2022

Tempat Terdingin di Bumi Suhunya Naik Nyaris 70 Derajat, Kok Bisa?

Negaratoto - Suhu di kawasan pusat Penelitian Concordia, dataran tinggi Antartika, mengalami kenaikan suhu hingga 70 derajat Fahrenheit atau naik 38 derajat Celsius dari normal pada tanggal 18 Maret 2022. Padahal, kawasan itu dikenal sebagai tempat yang paling dingin di Bumi.

Akibat kenaikan temperatur tersebut, suhu yang tercatat waktu itu mencapai 11,3 derajat Fahrenheit atau minus 11,5 Celsius. Peristiwa ini bukan hal biasa, para peneliti terkejut dengan cuaca hangat yang terjadi.

Apabila Badan Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO) mencatat metrik tersebut, para ahli menyatakan kenaikan suhu tersebut adalah rekor baru di dunia.

Profesor Ilmu Geografi di Arizona State University sekaligus reporter catatan ekstrem WMO Randall Cerveny, seperti dikutip dari CNN Internasional mengucapkan, seberapa banyak kenaikan atau seberapa sedikit penurunan suhu sebetulnya bukanlah sesuatu yang dilacak oleh WMO. Namun, menurutnya ini adalah pengamatan yang sah-sah saja.


Walau 11 derajat Fahrenheit bukan suhu yang terbilang hangat secara umum, tetapi di Antartika tidak pernah terjadi demikian.

Tempat penelitian di Antartika milik Rusia yang turut dikenal sebagai salah satu kawasan terdingin di dunia, Vostok, juga mengalami hal serupa pada tanggal yang sama. Vostok mencatat kenaikan suhu 63 derajat lebih hangat menjadi nol derajat Fahrenheit.

Penyebab Kenaikan Suhu di Antartika dan Pusat Penelitian Rusia
Ilmu Geografi di Arizona State University itu menjelaskan serangkaian peristiwa meteorologi mendorong fenomena ini. Menurutnya terdapat arus lembap dari sebuah sungai atmosfer, kemudian badai menarik sejumlah besar uap air di samudra ke daratan.

Selain itu juga ada intrusi (rembesan) udara yang sangat panas ke dataran tinggi Antartika. Hal ini sangat jarang terjadi pada tahun ini.

Datangnya uap air atau kelembapan itu kemudian mengunci udara panas dan menyebabkan kenaikan temperatur di Timur Antartika. Walau begitu, peneliti dari british Antartic Survey, John King mengatakan kepada CNN Internasional bahwa bisa jadi bahan-bahan atmosfer ini sudah berkumpul, bahkan sebelum manusia punya kemampuan merekamnya.

Dampak Kenaikan Suhu di Antartika
Menghangatnya kawasan Antartika menimbulkan kekhawatiran jangka panjang jika hal ini terus berlanjut. Pasalnya, lapisan es Antartika yang luasnya nyaris seukuran Los Angeles dapat meleleh dalam beberapa hari akibat kenaikan suhu.

Namun, peneliti dari British Antarctic Survey itu mengatakan bahwa dampak meningkatnya suhu seperti pada tanggal 18 Maret 2022 itu selalu kecil.

"Walau begitu, jika di masa depan peristiwa semacam ini menjadi lebih kerap terjadi, maka akan ada efek signifikan," pungkasnya .