Breaking

Showing posts with label Arkeologi. Show all posts
Showing posts with label Arkeologi. Show all posts

Tuesday, August 2, 2022

Tuesday, August 02, 2022

Paleogenomik Bisa Ungkap Misteri Asal Usul Leluhur Orang Indonesia


Negaratoto - Menggunakan paleogenomik, materi genetik bisa mengungkap sejarah. Ini yang dilakukan para ahli untuk mengungkap asal-usul leluhur bangsa Indonesia. Apa itu paleogenomik?

Paleogenomik adalah bidang ilmu yang mempelajari materi genetik yang berasal dari sisa-sisa peninggalan organisme purba di masa lampau.

Sayangnya di Indonesia, cukup sulit mendapatkan materi genetik purba. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki iklim tropis dan lembab sehingga cenderung merusak spesimen arkeologi dan materi genetik yang terkandung di dalamnya.

Oleh karena itu, seperti disebutkan dalam webinar 'Menyingkap Misteri Asal Usul Leluhur Kita' peran arkeolog dalam pengambilan sampel untuk penelitian dan analisis paleogenomik sangat penting.

"Paleogenomik adalah bidang yang memerlukan pengetahuan dan teknologi tercanggih yang pernah ada. Pendekatan ini harus kita lakukan tetapi SDM dan sarananya sangat terbatas," kata Prof dr Herawati Sudoyo, PhD, peneliti utama Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN), dalam webinar yang diselenggarakan pada Selasa (2/8/2022).


Oleh karena itu, menurut Herawati, mereka (MRIN) berkolaborasi dengan peneliti lain yang punya teknologi termutakhir sehingga dapat kita manfaatkan hasilnya.

Salah satu kolaborasi itu adalah lewat MoU dengan Pusat Riset Arkeologi Sejarah dan Prasejarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang ditandatangani hari ini, Selasa (2/8/2022).

Dr Herry Jogaswara MA, Kepala Riset Arkeologi Bahasa dan Sastra BRIN menyebutkan, MoU ini bertujuan untuk memahami kaitan manusia pra sejarah dan manusia modern menggunakan teknik paleogenomik.

"Beberapa kegiatan yang akan dilakukan antara lain penelitian di bidang analisis genetika dan DNA pada temuan gigi dan kerangka manusia yang ditemukan di Sulawesi. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Indonesia untuk mengungkap sejarah kita," ujarnya.

Para peneliti menggunakan teknik paleogenomik untuk menyingkap misteri masa lalu yang berhubungan dengan leluhur manusia. Itu sebabnya, paleogenomik berkaitan dengan genom (termasuk penelitian DNA) yang bersumber dari peninggalan manusia leluhur.

Wednesday, June 29, 2022

Wednesday, June 29, 2022

Masih Utuh! Mumi Bayi Mammoth Berusia 35.000 Tahun Ditemukan di Kanada


Negaratoto - Fosil hewan purba biasanya ditemukan dalam bentuk tulang belulang. Tapi ada seekor bayi mammoth yang ditemukan di Kanada dalam keadaan utuh meskipun ia hidup pada 35.000 tahun lalu.

Dilansir dari Discovery (28/6) seorang penambang emas secara tidak sengaja menemukan bangkai bayi mammoth saat ia sedang menggali lapisan es di kawasan Klondike Kanada. Dia menemukan hewan purba berusia 35.000 tahun yang diawetkan secara alami dalam kondisi sempurna.

Mammoth berbulu kerap disebut sebagai Nun cho ga, dalam bahasa China yang artinya bayi hewan besar. Tak lama setelah ditemukan, bangkai mammoth
ini langsung diperiksa oleh ahli geologi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bangkai bayi mammoth ini berjenis kelamin betina dan bagian tubuhnya masih awet karena tertimbun lapisan es selama lebih dari 30.000 tahun. Proses pembekuan alami inilah yang membuat tubuh mammoth tidak rusak.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, ahli geologi menemukan potongan rumput di perut mammoth berbulu ini. Dapat disimpulkan bahwa mammoth ini meninggal tidak lama setelah ia makan rumput. Diperkirakan usia mammoth ini masih sekitar satu bulan.

"Menakjubkan," kata Elder Peggy Kormendy dari Tr'ondëk Hwëch. "Saya terperangah ketika mereka membuka terpal. Kita semua harus memperlakukannya dengan baik."


Dengan sebagian besar kulit dan rambut yang utuh, penemuan ini menandai kalau bangkai mammoth ini merupakan fosil paling lengkap dan sempurna yang pernah ditemukan di Amerika Utara.

Seorang ahli paleontologi setempat menggambarkannya sebagai salah satu mumi hewan zaman es paling luar biasa yang pernah ditemukan di dunia.

"Dia memiliki belalai. Dia memiliki ekor. Dia memiliki telinga kecil yang mungil. Dia memiliki ujung belalai yang dapat memegang dan menggunakannya untuk mengambil rumput," kata Dr. Grant Zazula, ahli paleontologi.

Proses penemuan bangkai mammoth ini terbilang sederhana. Mammoth mungil ini ditemukan oleh pekerja tambang emas yang tidak sengaja menabrak gundukan besar yang sulit disingkirkan. Ia lantas melaporkan temuannya ini dan dilanjutkan ke ahli geologi.

Hanya dalam satu jam, ahli geologi langsung datang ke lokasi penemuan. Mereka mengerahkan tenaga untuk mengangkat bangkai bayi mammoth ini ke tempat yang aman untuk selanjutnya diteliti.

Sebelumnya, fosil mammoth juga pernah ditemukan pada Agustus 2020 lalu di Danau Siberia, Rusia. Dilansir dari The Guardian (28/6) fosil mammoth ini diperkirakan berusia 10.000 tahun.

Saat ditemukan, tulang-tulang spesies gajah purba ini tampak masih dalam kondisi baik. Para ilmuwan dibantu oleh masyarakat sekitar mencari sisa-sisa jasad mammoth, mulai dari tendon, kulit, dan bahkan sisa kotoran.

Sekitar 90 persen bagian tubuh hewan purba tersebut telah diambil dalam dua ekspedisi. Temuan ini menjadi bukti bahwa zaman purba dipenuhi dengan ragam hewan yang kini sudah punah.

Friday, June 24, 2022

Friday, June 24, 2022

Ngeri, Orang Eropa Pernah Hobi Makan Mumi Mesir


Negaratoto - Pada zaman kelam dalam sejarah Eropa, orang-orang berpikir kanibalisme baik untuk kesehatan. Karenanya, memakan mumi Mesir pernah menjadi tren di Eropa.

Mereka meyakini bahwa sisa-sisa mumi yang dihaluskan dan diberi pewarna dapat menyembuhkan bermacam penyakit, mulai dari pes hingga sakit kepala. Tak heran, mayat-mayat orang Mesir kuno yang dibalut perban punya daya tarik tersendiri di masa Abad Pertengahan hingga abad ke-19.

Meski rasanya tidak enak, orang Eropa di zaman itu terpaksa menelannya karena meyakini khasiatnya. Ada salah satu produk obat bernama Mumia, laris pada masanya.

Dikutip dari The Conversation, Mumia diekstrak dari tubuh mumi dan dikonsumsi rutin selama berabad-abad oleh orang kaya maupun miskin. Obat yang dibuat dari sisa-sisa mumi yang dibawa dari makam Mesir kembali ke Eropa ini, banyak dijual di apotek.

Ketika antibiotik belum ditemukan, dokter zaman dulu bahkan meresepkan tengkorak, tulang, hingga daging yang dihaluskan untuk mengobati berbagai penyakit, mulai sakit kepala hingga mengurangi pembengkakan atau pemulihan wabah.

Namun, dari banyak orang yang meyakini mumi bisa jadi obat, Guy de la Fontaine, seorang dokter kerajaan, meragukan Mumia sebagai obat berkhasiat.

"Pasalnya, ada mumi palsu yang beredar, dibuat dari petani yang meninggal di Alexandria pada 1546. Dengan begitu, orang-orang berpotensi ditipu dengan memakan mumi palsu," kata Fontaine mengungkap alasannya.


Akibat adanya pemalsuan ini, ditambah pasokan mumi Mesir kuno tak bisa mencukupi kebutuhan, orang-orang mulai bergeser untuk membeli daging dan darah segar (manusia yang baru meninggal) untuk dijadikan obat dan diklaim lebih berkhasiat. Klaim daging dan darah segar lebih berkhasiat ini bahkan diamini oleh sosok bangsawan paling dihormati kala itu.

Sementara itu, para ahli meyakini apoteker dan dukun masih meracik obat mumi hingga abad ke-18.

Raja Inggris Charles II, misalnya, berani mengonsumsi obat yang terbuat dari tengkorak manusia setelah menderita kejang. Obat dari tengkorak manusia ini digunakan hingga 1909, di mana dokter bisa meresepkannya bagi mereka yang mengalami gangguan kondisi neurologis.

Untuk keluarga kerajaan dan masyarakat dari kelas elit sosial, makan mumi tampaknya menjadi obat yang bergengsi karena dokter mengklaim mumi dibuat dari firaun.

Tradisi Pesta Membongkar Mumi
Di abad ke-19, orang-orang tidak lagi mengonsumsi mumi untuk menyembuhkan penyakit. Namun orang-orang zaman Victoria mengadakan pesta yang lebih menantang.

Mereka mengadakan sebuah pesta yang dikhususkan untuk membuka sisa-sisa mumi Mesir kuno. Di pesta itu, tuan rumah akan menghibur para tamunya dengan membuka bungkus mumi.

Ketika perban terbuka, daging, dan tulang kering muncul, orang akan berbondong-bondong mendekatinya dan melihatnya. Ini menciptakan hiburan tersendiri, pesta bersama mumi sambil minum-minuman keras. Pesta membuka mumi berakhir pada abad ke-20. Sensasi mengerikan tampaknya telah memberikan kesan tak lazim dan dinilai menghancurkan peninggalan arkeologis.

Mumi Modern
Pada tahun 2016, Egyptologist John J. Johnston menjadi tuan rumah pembukaan mumi publik pertama sejak 1908. Sebagian merupakan unsur seni, sebagian sains, dan sebagian lagi pertunjukan. Johnston menciptakan rekreasi tentang bagaimana rasanya hadir di sebuah Pembukaan Mumi di periode Victoria. Saat ini, pasar gelap penyelundupan barang antik, termasuk mumi, bernilai sekitar USD 3 miliar.

Tidak ada dokter yang menyarankan untuk memakannya. Tapi iming-iming bahwa mumi bisa menyembuhkan penyakit tetap beredar. Mumi masih diburu untuk dijual, dieksploitasi, dan menjadi komoditas bernilai fantastis.

Monday, June 20, 2022

Monday, June 20, 2022

Bencana Kekeringan di Arab Jadi Jalan Islam Berkembang Pesat


Negaratoto - Arab mengalami kekeringan paling intens selama ribuan tahun di awal abad keenam hingga mengacaukan Kerajaan Himyarite yang saat itu berkuasa. Namun situasi ini memberikan kesempatan bagi Islam untuk berkembang pesat.

Sebuah penelitian baru mengungkapkan, kekeringan hebat di tanah kelahiran Islam mungkin memainkan peran besar, berkontribusi pada destabilisasi yang berarti ide-ide baru memiliki peluang untuk berkembang.

Seratus tahun setelah kematian Yesus, jumlah pengikut Kekristenan masih sedikit. Sebaliknya, butuh waktu kurang dari 50 tahun sejak munculnya Islam untuk menjadi agama dominan di sebagian besar dunia.

Sebuah makalah yang dipublikasikan di Science, berpendapat ini adalah produk dari lingkungan yang tidak stabil di Arab selatan, yang berkontribusi pada kondisi iklim.

"Apakah kondisi-kondisi tersebut bersimpangan dengan fenomena meteorologi atau intervensi ilahi, hal ini berada di luar jangkauan penulis," tulis Stephen Luntz yang memiliki latar English Literature and History and Philosophy of Science dan Graduate Diploma di Science Communication, dikutip dari IFL Science, Minggu (19/8/2022).

Pada abad ketiga hingga keenam, Himyar mendominasi wilayah yang kini disebut Yaman. Bendungan dan lereng bukit bertingkat menandai sistem irigasi jauh berkembang di depan zamannya, mengubah wilayah semi-gurun itu menjadi daerah penghasil makanan yang kaya dan memperluas pengaruhnya di seluruh Arab.

Pada abad keenam, serangkaian krisis melemahkan Kerajaan Himyarite sampai-sampai ditaklukkan oleh Aksum (sekarang Etiopia), meskipun Laut Merah terbentang di antaranya. Destabilisasi bergejolak di seluruh Arab. Masalah Himyarite kurang dipahami oleh sejarawan.


Seorang profesor bernama Dominik Fleitmann mencoba mengemukakan alasannya. Menurutnya, di masa itu tingkat pertumbuhan stalagmit bervariasi dengan curah hujan di atas gua, karena setiap tetes yang mencapai atap gua membawa lebih banyak kalsit terlarut untuk ditambahkan ke dasar gua saat mendarat. Rasio isotop oksigen dalam batuan, memberikan informasi lebih lanjut tentang kondisi iklim pada saat material diletakkan.

"Bahkan dengan mata telanjang Anda dapat melihat dari stalagmit bahwa pasti ada periode yang sangat kering yang berlangsung beberapa dekade," kata Fleitmann dalam sebuah pernyataan.

Pemeriksaan lebih dekat kemudian mengkonfirmasi terjadinya kekeringan paling intens dalam 2.650 tahun pertumbuhan stalagmit. Di sisi lain, penanggalan deposit stalagmit terlalu tidak tepat untuk menentukan tanggal pasti dari kekeringan ekstrem ini, tetapi proporsi uranium yang membusuk dari periode kering menempatkannya pada awal abad keenam.

Fleitmann mencari sumber-sumber sejarah dan proksi iklim terdekat untuk indikasi lain dari iklim Arab pada saat itu. Di antara sumber yang Fleitmann gunakan adalah data tentang ketinggian air Laut Mati dari waktu ke waktu, dan deposisi debu di Danau Neor, Iran.

Semuanya menunjuk pada kekeringan sekitar tahun 520 M yang melanda Timur Tengah. Pada tahun 520 M, mata air Siloam di Yerusalem dilaporkan telah mengering. Di Turki, sementara itu, hujan meningkat saat jalur badai Mediterania timur bergeser ke utara.

"Air benar-benar sumber daya yang paling penting. Jelas bahwa penurunan curah hujan dan terutama beberapa tahun kekeringan ekstrem dapat mengacaukan kerajaan semi-gurun yang rentan," kata Fleitmann.

Fleitmann percaya, sistem irigasi Kerajaan Himyarite mungkin sangat rentan. Diperlukan puluhan ribu pekerja untuk melakukan pemeliharaan berkelanjutan yang dibutuhkan sistem tersebut, sehingga apa pun yang mengganggu kesehatan atau ketersediaan air dapat memicu kerugian yang merusak dalam produksi pangan.

Pada saat yang sama, terjadi perang antara Kekaisaran Bizantium dan Sasania, sehingga wilayah perdagangan terganggu. Kerajaan itu jatuh pada 525 M, dan Arab menderita akibat perang dan kemiskinan selama satu abad sesudahnya.

"Penduduk mengalami kesulitan besar akibat kelaparan dan perang. Ini berarti Islam bertemu dengan lahan subur, orang-orang mencari harapan baru, sesuatu yang bisa menyatukan orang kembali sebagai masyarakat. Dan Islam yang menjadi agama baru saat itu menawarkan hal ini," tutup Fleitmann.

Monday, March 14, 2022

Monday, March 14, 2022

Rahasia Stonehenge Akhirnya Terkuak ke Publik

Negaratoto - Seorang profesor dari University of Bournemouth akhirnya mengungkap rahasia Stonehenge ke publik. Dia menyebut Stonehenge dibangun sebagai sebuah kalender.

Timothy Darvill, profesor dari Universitas Bournemouth menyebut Stonehenge dibangun oleh orang-orang kuno sebagai sebuah kalender matahari. Analisis terbaru bahkan bisa menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi.

"Sekarang penemuan ini akan membawa isu tersebut menjadi lebih tajam dan fokus. Situs ini mengindikasikan dulu adalah sebuah kalender berdasarkan tahun matahari, sekitar 365,25 hari," ungkap Profesor Darvill, seperti dikutip dari 9News, Minggu (13/3/2022).

Stonehenge diperkirakan dibangun pada 2.500 tahun sebelum Masehi. Darvill menyebut sejak zaman dulu sampai sekarang formasi Stonehenge tidak mengalami perubahan apapun.


Menurut Darvill, layout Stonehenge merepresentasikan setiap bulan dalam setahun dalam bentuk fisiknya. Stonehenge telah membantu penduduk Wiltshire untuk mengetahui hari, minggu dan bulan saat itu.

"Setiap batu dari 30 batu yang ada di Stonehenge merepresentasikan setiap hari dalam sebulan, yang terbagi dalam 3 minggu, masing-masing 10 hari," jelas Darvill.

Profesor Darvill menyebut sistem kalender seperti di Stonehenge dipakai juga di beberapa kebudayaan lainnya di dunia yang berada dalam periode waktu yang sama.

"Kalender matahari seperti itu dikembangkan di Mediterania Timur pada abad ketiga sebelum Masehi dan diadopsi juga di Mesir sekitar 2.700 tahun sebelum Masehi. Kalender ini digunakan juga pada awal pendirian Kerajaan Lama sekitar 2.600 tahun sebelum Masehi," ujar Darvill.

Darvill menduga konstruksi Stonehenge bisa jadi dipengaruhi oleh salah satu dari kebudayaan tersebut.

"Menemukan kalender matahari yang direpresentasikan dalam arsitektur Stonehenge membuka banyak sudut pandang dalam melihat monumen sebagai tempat untuk hidup. Sebuah tempat dimana upacara dan festival digelar untuk menghubungkan antara alam raya dan pergerakan jiwa-jiwa di surga," pungkasnya.

Saturday, March 12, 2022

Saturday, March 12, 2022

Nenek Moyang Gurita Diberi Nama Presiden AS Joe Biden

Negaratoto - Bangunan, jalan, dan bahkan rasa es krim diberi nama Joe Biden untuk menghormati Presiden Amerika Serikat (AS) tersebut. Sekarang, ada tambahan satu nama lagi yang ke dalam daftar itu, ada Joe Biden sebagai hewan laut purba bertentakel sepuluh.

Syllipsimopodi bideni, nama makhluk tersebut, diperkirakan hidup sekitar 328 juta tahun lalu. Makhluk bertubuh lunak ini muncul di lautan jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Temuan Syllipsimopodi bideni mendorong kembali catatan fosil vampyropoda, kelompok cephalopoda yang mengandung gurita dan cumi-cumi vampir, yang hidup hampir 82 juta tahun lalu.

Berdasarkan temuan yang diterbitkan di jurnal Nature Communications ini, fosil itu juga menunjukkan bahwa nenek moyang cephalopoda mungkin awalnya memiliki sepuluh anggota badan, sebelum berkembang menjadi gurita dan cumi-cumi modern berkaki delapan.

"Ini adalah vampyropod pertama dan satu-satunya yang diketahui memiliki sepuluh pelengkap fungsional," kata penulis studi Christopher Whalen, ahli paleontologi di American Museum of Natural History (AMNH) di New York.

"Jadi fosil ini bisa dibilang konfirmasi pertama dari gagasan bahwa semua cephalopoda secara nenek moyang memiliki sepuluh lengan," sambungnya seperti dikutip dari Smithsonian Magazine, Jumat (11/2/2022).


Makhluk itu memiliki tubuh sepanjang lima inch yang mirip dengan cumi-cumi modern. Bedanya, anggota tubuh hewan tersebut bukannya delapan lengan dan dua tentakel, melainkan semua anggota badan S. bideni adalah lengan, karena mereka memiliki pengisap di sepanjang lengannya. Dua lengannya tampak lebih panjang dibandingkan delapan lainnya, dan para ilmuwan juga menemukan sisa-sisa kantung tintanya.

Gurita purba itu ditemukan di Montana, yang tenggelam di bawah air ratusan juta tahun yang lalu. Fosil itu awalnya disumbangkan ke Museum Royal Ontario di Kanada pada tahun 1988 tetapi disimpan di gudang sampai Whalen memeriksa ulang spesimen tersebut. Ketika dia melakukannya, Whalen tiba-tiba menemukan sepuluh tentakel yang dipenuhi pengisap.

"Kelengkapan spesimen ini memberi kami beberapa ide evolusi karena kami tidak tahu banyak tentang banyak kelompok ini. Ini akan membantu mengisi beberapa kesenjangan pengetahuan yang sebelumnya harus kita simpulkan," kata Zoë Hughes, kurator fosil invertebrata di AMNH.

Menemukan fosil vampyropod utuh dapat menjadi tantangan karena jaringan keras relatif mudah diawetkan, sementara jaringan lunak rentan rusak.

"Keadaan yang cukup spesifik diperlukan agar jaringan lunak ini dapat terawetkan, itulah sebabnya fosil ini cukup langka," kata Hughes.

Tim peneliti di balik pekerjaan itu menamai spesies tersebut untuk menghormati Presiden AS Joe Biden karena mereka terdorong oleh rencana Biden untuk mengatasi perubahan iklim dan mendanai penelitian ilmiah.