Breaking

Showing posts with label Fauna. Show all posts
Showing posts with label Fauna. Show all posts

Monday, July 4, 2022

Monday, July 04, 2022

Elang Segede Orang Ada Juga Saudaranya di Papua Lho!


Negaratoto - Foto elang harpy pernah viral karena bikin orang yang melihatnya tercengang. Sebabnya, elang harpy punya ukuran besar, hampir sebesar rata-rata manusia.

Salah satu fakta menarik tentang elang terbesar di dunia ini, ada dua jenis elang harpy, yakni jenis The American dan The Papuan di Papua. Perbedaannya ada pada bulu di kepala. The Papuan memiliki bulu lebih lebar dibandingkan The American.

Elang Papua yang punya nama latin Harpyopsis novaeguineae, adalah burung pemangsa berukuran besar. Ia juga dikenal dengan beberapa nama lain, termasuk elang harpy Papua, rajawali Papua, elang New Guinea, elang harpy New Guinea, atau elang kapul.

Berdasarkan penjelasan di laman Bird Life International, seperti dilihat Senin (4/7/2022) hewan ini adalah spesies endemik Papua, dan kadang-kadang dapat ditemukan di hampir setiap bagian pulau, dari semenanjung Papua Indonesia di barat hingga ke seluruh Papua Nugini di timur.


Habitat asli utama yang dihuni elang Papua adalah hutan hujan tropis yang tidak terganggu. Namun, mereka juga akan memanfaatkan hutan semak musim dan hutan kering.

Elang Papua adalah raptor yang sangat besar. Betina sedikit lebih besar dari jantan, dengan perbedaan ukuran hingga 34%. Panjang totalnya berkisar antara 75 hingga 90 cm. Lebar sayapnya relatif pendek tetapi lebar, yakni 121 hingga 157 cm, sedangkan massa tubuhnya rata-rata 1,6 hingga 2,4 kg. Dengan demikian elang harpy Papua tidak sampai sebesar saudaranya yang raksasa dari Amerika Latin yaitu Harpia harpyja.

Elang Papua adalah spesies yang cukup sedikit diketahui di kalangan elang berukuran besar. Beberapa penelitian menunjukkan, mereka bersarang di pohon hutan besar, mungkin setiap dua tahun sekali.

Fauna ini mungkin langka secara alami. Tetapi di luar itu, Elang Papua juga terancam perusakan habitat oleh penggundulan hutan serta perburuan. Karena populasinya yang kecil dan menurun, spesies ini telah diklasifikasikan sebagai fauna rentan punah oleh IUCN.

Friday, July 1, 2022

Friday, July 01, 2022

Bikin Kaget! Ada Elang Segede Orang


Negaratoto - Foto harpy eagle atau elang harpy yang dibagikan di media sosial pernah viral. Elang ini memang bikin orang yang melihatnya tercengang, karena ukurannya besar setara dengan rata-rata tinggi manusia.

Banyak juga orang dibuat bingung, karena elang harpy terlihat seperti manusia menggunakan kostum burung. Dalam foto yang dibagikan seorang pengguna media sosial, tampak seorang pria duduk di kayu gelondongan dengan seekor elang harpy berada di sebelahnya.

"Tadinya saya pikir ini (elang harpy) bohong. Rupanya elang harpy adalah burung yang luar biasa. Kok saya baru tahu ya," tulisnya pada caption foto.

Elang harpy sebelumnya menghebohkan jagat Facebook dan forum Reddit. Kebanyakan netizen melihat jenis burung unik ini seperti manusia berkostum.


"Burung ini terlihat seperti orang memakai kostum," komentar salah satu netizen.

"Apakah ini manusia burung?" kata netizen lainnya.

Fauna ini populer diperbincangkan netizen karena ukurannya yang besar. Elang harpy merupakan burung pemangsa terbesar yang ditemukan di hutan hujan dan merupakan burung nasional Panama.

Jika pernah mendengar dongeng dan mitologi India, mungkin tahu kisah Dewa Wisnu yang terbang naik burung Garuda. Mungkin elang Harpy ini bukti nyata di dunia modern bahwa memang ada burung dari keluarga elang yang sebesar itu.

Siapa tahu ada yang tertarik menunggangi elang Harpy seperti Dewa Wisnu naik burung Garuda supaya bisa terbang di angkasa.

Monday, June 20, 2022

Monday, June 20, 2022

Pemanasan Global Bikin Beruang Kutub Beradaptasi Hidup Tanpa Es


Negaratoto - Populasi beruang kutub yang terisolasi telah ditemukan di tenggara Greenland 1, yang tidak punya laut es hampir sepanjang tahun. Padahal, beruang kutub dengan nama ilmiah Ursus maritimus, biasanya membutuhkan es untuk bertahan hidup.

Di satu sisi, penemuan ini meningkatkan harapan bahwa beberapa anggota spesies ini dapat bertahan hidup di kondisi hilangnya es secara signifikan yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Para peneliti mengidentifikasi sub-populasi yang berbeda secara genetik yang tinggal di fjord Greenland tenggara, yang dikelilingi oleh pegunungan dan lapisan es di barat, dan lautan di timur. Karena wilayah ini berada jauh di selatan, lapisan es laut hanya berlangsung sekitar 100 hari setiap tahun.

Beruang kutub membutuhkan akses ke es laut Arktik untuk berburu anjing laut. Jadi, dengan berkurangnya es laut di wilayah tersebut karena pemanasan global, hewan-hewan tersebut diperkirakan hampir punah pada akhir abad ini.

Tetapi, seperti dikutip dari Nature, sub-populasi yang terisolasi telah menemukan cara untuk berburu tanpa es. Kelompok tersebut, yang terdiri dari 27 betina dewasa, telah beradaptasi untuk berburu di atas es yang telah membelah gletser (disebut glacial mélange).


Tim peneliti menggunakan analisis genetik untuk mengetahui bahwa populasi ini telah diisolasi dari populasi beruang kutub lainnya di sepanjang pantai timur Greenland setidaknya selama 200 tahun.

Data pelacakan dari beruang yang ditandai, mengkonfirmasi bahwa mereka tidak bergerak jauh. Misalnya, ketika anggota kelompok keluar dari fjord, platform es tempat mereka duduk terkadang terjebak dalam arus deras yang mengalir ke pantai timur Greenland.

"Kapan pun ini terjadi, mereka akan terjebak dalam arus yang merobek pantai dan mereka benar-benar akan melompat, berenang ke darat dan berjalan kembali ke rumah," kata penulis utama Kristin Laidre, ahli ekologi hewan di University of Washington di Seattle.

Keberadaan populasi kecil ini dalam kondisi tutupan es laut yang rendah menunjukkan ada kemungkinan spesies tersebut dapat bertahan hidup, bahkan saat es laut mundur lebih jauh ke utara setiap tahun.

"Kelompok beruang kecil yang berbeda secara genetik ini dapat menjelaskan bagaimana beruang kutub sebagai spesies dapat bertahan di Kutub Utara yang bebas es," kata Laidre.

Saturday, March 12, 2022

Saturday, March 12, 2022

Nenek Moyang Gurita Diberi Nama Presiden AS Joe Biden

Negaratoto - Bangunan, jalan, dan bahkan rasa es krim diberi nama Joe Biden untuk menghormati Presiden Amerika Serikat (AS) tersebut. Sekarang, ada tambahan satu nama lagi yang ke dalam daftar itu, ada Joe Biden sebagai hewan laut purba bertentakel sepuluh.

Syllipsimopodi bideni, nama makhluk tersebut, diperkirakan hidup sekitar 328 juta tahun lalu. Makhluk bertubuh lunak ini muncul di lautan jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Temuan Syllipsimopodi bideni mendorong kembali catatan fosil vampyropoda, kelompok cephalopoda yang mengandung gurita dan cumi-cumi vampir, yang hidup hampir 82 juta tahun lalu.

Berdasarkan temuan yang diterbitkan di jurnal Nature Communications ini, fosil itu juga menunjukkan bahwa nenek moyang cephalopoda mungkin awalnya memiliki sepuluh anggota badan, sebelum berkembang menjadi gurita dan cumi-cumi modern berkaki delapan.

"Ini adalah vampyropod pertama dan satu-satunya yang diketahui memiliki sepuluh pelengkap fungsional," kata penulis studi Christopher Whalen, ahli paleontologi di American Museum of Natural History (AMNH) di New York.

"Jadi fosil ini bisa dibilang konfirmasi pertama dari gagasan bahwa semua cephalopoda secara nenek moyang memiliki sepuluh lengan," sambungnya seperti dikutip dari Smithsonian Magazine, Jumat (11/2/2022).


Makhluk itu memiliki tubuh sepanjang lima inch yang mirip dengan cumi-cumi modern. Bedanya, anggota tubuh hewan tersebut bukannya delapan lengan dan dua tentakel, melainkan semua anggota badan S. bideni adalah lengan, karena mereka memiliki pengisap di sepanjang lengannya. Dua lengannya tampak lebih panjang dibandingkan delapan lainnya, dan para ilmuwan juga menemukan sisa-sisa kantung tintanya.

Gurita purba itu ditemukan di Montana, yang tenggelam di bawah air ratusan juta tahun yang lalu. Fosil itu awalnya disumbangkan ke Museum Royal Ontario di Kanada pada tahun 1988 tetapi disimpan di gudang sampai Whalen memeriksa ulang spesimen tersebut. Ketika dia melakukannya, Whalen tiba-tiba menemukan sepuluh tentakel yang dipenuhi pengisap.

"Kelengkapan spesimen ini memberi kami beberapa ide evolusi karena kami tidak tahu banyak tentang banyak kelompok ini. Ini akan membantu mengisi beberapa kesenjangan pengetahuan yang sebelumnya harus kita simpulkan," kata Zoë Hughes, kurator fosil invertebrata di AMNH.

Menemukan fosil vampyropod utuh dapat menjadi tantangan karena jaringan keras relatif mudah diawetkan, sementara jaringan lunak rentan rusak.

"Keadaan yang cukup spesifik diperlukan agar jaringan lunak ini dapat terawetkan, itulah sebabnya fosil ini cukup langka," kata Hughes.

Tim peneliti di balik pekerjaan itu menamai spesies tersebut untuk menghormati Presiden AS Joe Biden karena mereka terdorong oleh rencana Biden untuk mengatasi perubahan iklim dan mendanai penelitian ilmiah.

Saturday, February 26, 2022

Saturday, February 26, 2022

Mau Lihat Fauna Afrika? Ada di Mall Jakarta Ini


Negaratoto - Berada di dalam mall Neo Soho Jakarta Barat, Jakarta Aquarium & Safari (JAQS) mungkin merupakan satu-satunya tempat wisata sekaligus Lembaga Konservasi dalam mal yang bernuansa Afrika sungguhan!

Baca juga: Safari Dalam Mal, Ada di Jakarta Barat
Dikutip detikTravel dari siaran persnya, Sabtu (26/2/2022), setidaknya ada 3 fauna khas Afrika yang bisa traveler jumpai di JAQS. Antara lain:

1. Lemur dari Madagaskar
Traveler mungkin pernah mengenal karakter King Julien, si Lemur di film animasi Madagaskar? Di JAQS traveler bisa melihat saudara dari King Julien, yaitu Black and White Ruffed Lemur atau Lemur Hitam-Putih Berkerah.

Lemur jenis ini merupakan jenis Lemur endemik yang paling terancam kepunahannya di Madagaskar. Di JAQS, traveler bisa menemukan sepasang Lemur yang sangat fotogenik ini yang punya nama Anna dan Pavel. Jangan ketinggalan pertunjukan memberi makan Lemur lucu ini!


2. Meerkat si satwa sosial
Selain Lemur, satwa menggemaskan Afrika lainnya adalah Meerkat. Ya, Meerkat adalah inspirasi di tokoh animasi Timon di film animasi The Lion King. Meerkat sendiri banyak ditemukan di daerah selatan Afrika

Dengan panjang 24-35 cm, Meerkat bisa berdiri untuk posisi sigap dan menjaga. Ya, Meerkat memang hewan sosial, biasanya berkelompok dan memiliki pembagian tugas.

Adalah Mikkey, Metty dan Merry, tiga sekawan Meerkat di JAQS. Bisa traveler ajak berfoto dan beri makan secara langsung seraya Anda membayangkan sedang berada di Afrika.

3. Serval yang eksotis
Kalau traveler lebih senang satwa Afrika yang sangar seperti harimau, JAQS punya Serval. Bukan sekadar kucing, ia adalah sejenis kucing liar asli Afrika daerah Utara dengan kaki panjang yang jenjang dan tinggi sekitar 54-62 cm.

Sekilas, motif bulunya seperti macan tutul maupun cheetah. Jangan sampai ketinggalan foto dengan latar belakang Senna, si Serval yang cantik, ya.

Bagi traveler yang punya si buah hati juga tak perlu khawatir. Di masa pandemi ini JAQS tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat, serta membatasi kapasitas pengunjung.

"Seluruh karyawan JAQS sudah divaksin komplet dan seluruh karyawan yang bertugas dipastikan sehat dan bebas Covid-19. Kami menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk masuk ke JAQS dalam upaya pemantauan pengunjung kami," ujar Fira Basuki selaku Head of Social, Branding, and Communication Jakarta Aquarium & Safari.

"JAQS juga sudah lulus CHSE, yaitu Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) dan sudah menerima sertifikatnya. Memang, keamanan dan kenyamanan pengunjung adalah prioritas kami," kata dia lagi.