Breaking

Showing posts with label Gas. Show all posts
Showing posts with label Gas. Show all posts

Wednesday, July 27, 2022

Wednesday, July 27, 2022

Ogah Tergantung Rusia, Negara Eropa Mau 'Puasa' Gas hingga 15%


Negaratoto - Uni Eropa telah sepakat menekan penggunaan gas sebagai sumber utama energi. Para Menteri Energi Uni Eropa sepakat melakukan hal ini demi menghindari kekhawatiran seretnya pasokan dari Rusia.

Setelah perundingan dan diskusi yang panjang, negara anggota Uni Eropa sepakat untuk secara sukarela mengurangi penggunaan gas sebesar 15% dari Agustus hingga Maret 2023.

"Tujuan pengurangan permintaan gas adalah untuk melakukan penghematan menjelang musim dingin guna mempersiapkan kemungkinan gangguan pasokan gas dari Rusia yang terus menggunakan pasokan energi sebagai senjata," tulis keterangan Komisi Uni Eropa dilansir dari BBC, Selasa (26/7/2022).

Meski begitu, Uni Eropa mengatakan beberapa negara yang tidak terhubung ke jalur pipa gas utama Eropa akan dibebaskan dari perintah pengurangan gas. Hal itu terjadi karena negara itu tidak akan dapat memperoleh pasokan gas alternatif.

Negara-negara yang tidak terhubung ke sistem kelistrikan Eropa dan sangat bergantung pada gas untuk produksi listrik juga dikecualikan dari larangan ini.

Negara-negara Eropa juga dapat meminta agar aturan dilonggarkan jika mereka sangat bergantung pada gas untuk industri kritis dan penting.


"Keputusan hari ini dengan jelas menunjukkan negara-negara anggota akan berdiri tegak melawan setiap upaya Rusia untuk memecah UE dengan menggunakan pasokan energi sebagai senjata. Menghemat gas sekarang akan meningkatkan kesiapsiagaan," papar Jozef Síkela, Menteri Industri dan Perdagangan Ceko.

Kesepakatan mengurangi penggunaan gas itu muncul setelah perusahaan energi Rusia Gazprom mengumumkan akan mengurangi aliran gas ke Jerman untuk memungkinkan pengerjaan turbin pada pipa Nord Stream 1.

Pipa, yang memompa gas dari Rusia ke Jerman, telah berjalan jauh di bawah kapasitas selama berminggu-minggu.

Gazprom telah memotong pasokan gas ke Bulgaria, Denmark, Finlandia, Belanda, dan Polandia karena penolakan mereka untuk membayar tagihan gas denhan mata uang Rubel, bukan Euro atau Dolar AS.

Rusia memasok Uni Eropa dengan 40% gasnya tahun lalu, dan sejak invasi Ukraina para pemimpin Eropa telah mengadakan pembicaraan tentang bagaimana mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil Rusia.

Sementara Inggris tidak akan terkena dampak langsung oleh gangguan pasokan, karena hanya mengimpor kurang dari 5% gasnya dari Rusia. Hanya saja, Inggris akan merasakan kenaikan harga gas di pasar global karena permintaan di Eropa meningkat.

Friday, July 22, 2022

Friday, July 22, 2022

Uni Eropa Umumkan Rencana Darurat Penghematan Gas Sampai 15%


Negaratoto - Komisi Uni Eropa hari Rabu (20/7) menerbitkan rencana darurat, untuk segera mengurangi konsumsi gas di Uni Eropa, guna menghindari kelangkaan gas selama musim dingin di tengah kekhawatiran Rusia akan menghentikan pemasokan gas.

Ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, "Rusia akan menggunakan energi sebagai senjata."

"Apakah itu pemutusan sebagian besar gas Rusia atau pemutusan total gas Rusia, Eropa harus siap," katanya. Dia menambahkan, penghentian pengiriman gas dari Rusia ke Eropa adalah "skenario yang mungkin terjadi."

"Kita harus proaktif. Kita harus bersiap untuk potensi gangguan penuh gas Rusia. Itu yang kita lihat di masa lalu," kata Ursula von der Leyen. "Kami sedang mempersiapkan yang terburuk, dan berharap yang terbaik," tambahnya.

Rencana darurat reduksi konsumsi gas
Rencana darurat Uni Eropa meminta negara-negara anggota melakukan tindakan sukarela untuk mengurangi konsumsi gas. Semua negara anggota diminta untuk mengurangi konsumsi gas sebesar 15% antara Agustus 2022 sampai April 2023.

"Ini adalah sinyal bagi semua badan publik, konsumen, rumah tangga, pemilik gedung publik, pemasok listrik, bahwa mereka sekarang harus mengambil tindakan luar biasa dan cepat untuk menghemat gas," kata rancangan itu.


Rancangan rencana darurat ini membutuhkan persetujuan negara-negara anggota sebelum bisa diberlakukan. Banyak negara Eropa yang masih bergantung pada gas, baik untuk listrik dan pemanas ruangan. Jika Rusia benar-benar menghentikan pengiriman gas, negara-negara itu akan mengalami kesulitan besar menghadapi musim dingin akhir tahun ini.

Harga energi masih akan naik
Pemerintahan negara-negara Uni Eropa juga disarankan untuk meluncurkan insentif keuangan bagi perusahaan, dalam upaya mengurangi konsumsi gasnya. Dalam kasus kekurangan energi yang akut, pemerintahan perlu membuat skala prioritas tentang industri mana yang akan ditutup dan mana yang mendapat pasokan gas.

Semua 27 negara anggota Uni Eropa diminta untuk menyampaikan rencana darurat nasional, yang memuat langkah-langkah pengurangan konsumsi gas kepada Uni Eropa sampai bulan September mendatang. Harga energi diperkirakan akan terus naik, selama perang di Ukraina masih berlanjut.

Dana Moneter Internasional IMF hari Rabu memangkas perkiraan pertumbuhan Jerman terkait kendala pasokan gas. IMF memperkirakan ekonomi Jerman hanya akan tumbuh sebesar 1,2% tahun ini dan 0,8% pada tahun 2023. Inflasi diperkirakan rata-rata 7,7 persen pada 2022 dan 4,8 persen pada 2023, jika harga energi bisa kembali stabil.

Anggota Parlemen Eropa dari Partai Hijau Michael Bloss mengatakan, warga yang kurang mampu harus mendapat bantuan untuk mengatasi kenaikan harga energi.

"Jutaan warga Uni Eropa tidak mampu membayar tagihan energi mereka, tagihan gas mereka, mereka perlu mendapatkan perlindungan, semacam tunjangan energi Uni Eropa untuk bertahan hidup". "Jika banyak warga dibiarkan dalam kesulitan, maka Presiden Rusia Vladimir Putin akan mencapai tujuannya untuk menghancurkan solidaritas di Eropa", pungkas Bloss.

Tuesday, July 5, 2022

Tuesday, July 05, 2022

Jepang Mau Batasi Harga Impor Minyak Rusia, Kremlin: Bakal Ditolak Negara Lain


Negaratoto - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengusulkan pemberlakuan batas harga terhadap impor minyak Rusia. Nilai yang diusulkan adalah setengah dari harga impor saat ini.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, negara-negara lain kemungkinan tidak setuju dengan usulan Jepang. Menurutnya, Rusia pun perlu menunggu dan mengikuti perkembangan terkait finalisasi proposal tersebut.

"Pernyataan ini, tidak berarti bahwa parameter seperti itu akan disetujui oleh negara lain," kata Peskov dalam konfrensinya, dikutip dari Reuters, Selasa (5/7/2022).


Peskov menambahkan, sejauh ini baru terjadi statement tunggal dari satu pihak. Belum ada keputusan atau langkah yang diambil.

Minggu lalu, pemimpin G7 sepakat menjajaki kemungkinan untuk mengenalkan batasan harga impor terhadap sumber daya Rusia, termasuk minyak.

Pemimpin G7 telah menginstruksikan para menterinya untuk mengevaluasi proposal tersebut. Adapun tujuan dari G7 adalah membatasi sumber daya Rusia yang selama ini dipakai membiayai kampanye militernya di Ukraina.

Namun, Moskow menyebut apa yang dilakukan di Ukraina sebagai operasi militer khusus. Rusia memperingatkan bahwa langkah membatasi pasokan energi bakal menjadi bumerang karena terus melonjaknya harga minyak global.

Saturday, May 28, 2022

Saturday, May 28, 2022

Putin Murka, Pasokan Gas ke Negara Ini Disetop


Negaratoto - Rusia merupakan salah satu negara yang menjadi pemasok gas terbesar di dunia. Namun akibat invasi Rusia ke Ukraina, gas tak bisa lagi dikirimkan.

Memang, Rusia mendapatkan banyak sanksi keras dari berbagai negara karena penyerangan yang mereka lakukan.

Putin sampai mengeluarkan daftar negara-negara yang tidak bersahabat dan mengancam akan menghentikan gas ke negara tersebut.

Dia juga memberikan aturan jika negara-negara itu bisa mendapatkan gas dari Rusia jika mereka membayar dengan mata uang rubel.

Paling baru, Rusia menghentikan pasokan gas ke Finlandia. Hal ini dilakukan sejak Sabtu 21 Mei kemarin. Dalam catatan, gas Rusia berhenti mengalir ke Finlandia pada hari Sabtu pukul 07.00 pagi waktu setempat. Hal itu disampaikan perusahaan gas negara Gasum pada hari Jumat.


"Sangat disesalkan bahwa pasokan gas alam di bawah kontrak pasokan kami sekarang akan dihentikan," kata CEO Gasum Mika Wiljanen seperti dikutip dari CNN, Senin (23/5/2022).

Di awal pekan kemarin, Gasum menyatakan menolak permintaan Presiden Rusia Vladimir Putin agar membayar gas dalam Rubel, bukan Euro atau Dolar seperti yang tercantum dalam kontrak.

Finlandia sendiri mengandalkan Rusia untuk sekitar 68% konsumsi gas alamnya pada tahun 2020. Data itu menurut International Energy Agency.

Berhentinya pasokan gas Rusia ke Finlandia juga banyak dihubung-hubungkan dengan langkah negara itu yang mau bergabung dengan NATO. Rusia menganggap bergabungnya Finlandia dapat menjadi masalah besar.

Jauh sebelum Finlandia, ada juga Bulgaria dan Polandia yang pasokan gasnya dihentikan oleh Rusia. Negara itu menghentikan pasokan gasnya ke Polandia dan Bulgaria sejak 27 April yang lalu.

Thursday, May 19, 2022

Thursday, May 19, 2022

Ulah Manusia Bikin Lautan Kini Lebih Panas dan Asam


Negaratoto - Kondisi laut di Bumi semakin mengkhawatirkan. Sebab, lautan pada tahun 2021 semakin panas dan asam dibandingkan sebelumnya.

Berdasarkan laporan terbaru Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) hal itu kian diperparah lapisan es yang mencair, sehingga berdampak pada naiknya permukaan air laut.

"Iklim kita berubah drastis di depan kita. Panas yang terperangkap oleh gas rumah kaca yang disebabkan ulah manusia yang menghangatkan planet ini selama beberapa generasi mendatang," ujar Sekretaris Jenderal WMO, Petteri Taalas dalam pernyataan dikutip dari The New Daily, Kamis (19/5/2022).

Laporan WMO ini mengikuti penilaian iklim terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memperingati bahwa umat manusia harus secara drastis mengurangi emisi gas rumah kaca.

Bila tidak, maka manusia akan mendapatkan ganjarannya di masa mendatang, seperti semakin besar terhadap perubahan iklim.


WMO menyebutkan tingkat karbon dioksida dan metana menjadi faktor yang bikin iklim di atmosfer pada tahun 2021 semakin hangat melampaui rekor sebelumnya.

Secara global, suhu rata-rata tahun lalu itu 1,11 derajat Celcius di atas rata-rata pra industri, karena dunia beberapa inci lebih dekat ke ambang batas 1,5 derajat di mana efek pemanasan diperkirakan akan menjadi drastis.

Memang tahun lalu, suhu sedikit menurun dibandingkan 2020 karena efek pendinginan La Nina di wilayah Pasifik. Kendati begitu, yang menjadi perhatian adalah itu masih termasuk dalam tujuh tahun terpanas.

"Hanya masalah waktu saja sebelum kita melihat rekor tahun terpanas lainnya," kata Taalas.

Alhasil, Bumi yang sebagian besarnya adalah lautan ini menanggung beban pemanasan dan emisi. Disebutkan, perairan menyerap sekitar 90% akumulasi panas bumi dan 23% emisi karbon dioksida dari aktivitas manusia.

Laut juga semakin hangat lebih cepat dalam 20 tahun terakhir yang bikin pecah rekor di 2021. Laut juga jadi paling asam dalam setidaknya 26 ribu tahun akibat menyerap dan bereaksi dengan lebih banyak karbon dioksida di atmosfer.

Adapun, laut ini pun meningkat 4,5 cm dalam satu dekade terakhir dengan peningkatan pada 2013-2021 ini lebih cepat dua kali lipat dari periode 1993-2002.

Saturday, May 7, 2022

Saturday, May 07, 2022

Kebocoran Gas Picu Ledakan di Hotel Ikonik Havana, 22 Orang Tewas


Negaratoto - Sebuah ledakan mematikan mengguncang sebuah hotel terkenal di pusat kota Havana, Kuba, pada Jumat (6/5) waktu setempat. Sedikitnya 22 orang tewas akibat ledakan ini, dengan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (7/5/2022), Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel saat berbicara dari lokasi kejadian menuturkan bahwa ledakan yang mengguncang Hotel Saratoga yang bersejarah dan mewah ini tampaknya disebabkan oleh kebocoran gas.

"Dalam kasus apapun, itu bukan bom atau serangan," tutur Diaz-Canel kepada Reuters saat dia meninggalkan rumah sakit Calixto Garcia yang menjadi lokasi para korban luka dirawat.

"Ini hanya kecelakaan yang sangat disayangkan," imbuhnya.

Selain 22 orang tewas, dilaporkan sekitar 70 orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan ini.

Ledakan itu sempat memicu kepanikan di kawasan tua Havana yang bersejarah, yang secara bertahap mulai membuka kembali operasional untuk para turis usai pandemi virus Corona (COVID-19) menghancurkan sektor pariwisata Kuba.

Ratusan warga Kuba dan turis berkumpul di dekat lokasi saat polisi memasang garis polisi di sekitar hotel. Menteri Pariwisata Kuba, Juan Carlos Garcia, menegaskan tidak ada warga negara asing yang menjadi korban tewas maupun korban luka dalam ledakan itu.


Namun diketahui bahwa ledakan itu turut mengguncang sebuah sekolah yang berdekatan dengan hotel tersebut. Kementerian Kesehatan Kuba menuturkan lebih dari 300 siswa hadir di sekolah saat ledakan mengguncang.

Menurut Kementerian Kesehatan, sedikitnya 15 anak mengalami luka-luka dan satu anak tewas hingga Jumat (6/5) tengah malam waktu setempat.

Laporan televisi pemerintah yang mengutip Roberto Enrique Calzadilla, perwakilan perusahaan yang mengoperasikan banyak hotel di Kuba, menyebut hotel yang bertempat di bangunan yang berusia lebih dari satu abad itu, tengah ditutup untuk tamu dan hanya para pekerja yang ada di dalam gedung saat ledakan terjadi.

Calzadilla menuturkan 96 kamar di dalam hotel itu direncanakan akan dibuka kembali untuk tamu beberapa hari ke depan dan para pekerja melakukan persiapan akhir di lokasi. Dia juga menyebut kebocoran gas diduga kuat sebagai penyebab ledakan.

"Para pekerja sedang melakukan perbaikan dan melakukan semua pekerjaan untuk membuka properti itu dan pada pagi hari mereka memasok gas dan tampaknya sejumlah insiden memicu ledakan," sebutnya.

Hotel Saratoga yang bergaya neo-klasik direnovasi oleh sebuah perusahaan Inggris setelah runtuhnya Uni Soviet dan selama bertahun-tahun dianggap sebagai tempat menginap bagi para pejabat pemerintahan dan selebriti yang berkunjung ke Kuba.

Beberapa waktu terakhir, Hotel Saratoga mulai kehilangan pamor dengan dibukanya hotel-hotel baru di Havana, namun masih berstatus hotel bintang lima.

Monday, May 2, 2022

Monday, May 02, 2022

Rusia Ancam Setop Gas Kalau Tak Bayar Pakai Rubel, Uni Eropa Turun Tangan


Negaratoto - Para menteri energi Uni Eropa menggelar pertemuan khusus. Mereka membahas kebijakan Rusia yang mewajibkan transaksi jual beli gas pakai Rubel serta penghentian pasokan gas ke beberapa negara.

Senin (2/5/2022) Rusia memang menghentikan pasokan gas ke Bulgaria dan Polandia pekan lalu. Hal ini karena kedua negara itu menolak aturan pembayaran menggunakan Rubel.

Negara-negara ini sudah berencana untuk berhenti menggunakan gas Rusia tahun ini. Namun langkah ini justru menimbulkan kekhawatiran untuk negara Uni Eropa lainnya seperti Jerman.

Saat ini banyak perusahaan Eropa yang akan jatuh tempo pembayaran gas pada akhir bulan ini. Negara Uni Eropa ini juga mendesak agar peraturan dan larangan transaksi bisa menjadi lebih jelas.


Sebelumnya pemerintah Rusia menegaskan pembeli gas dari negara lain harus menyetorkan euro atau dolar AS ke rekening di bank swasta Rusia Gazprombank. Nah dari situ euro atau dolar AS akan dikonversi menjadi Rubel baru bisa dilakukan transaksi.

Komisi Eropa menganggap skema yang dikeluarkan oleh Rusia itu bisa melanggar sanksi Uni Eropa. Kemudian mereka juga menyarankan agar negara-negara tersebut melakukan pembayaran yang sesuai dengan ketentuan.

Memang tujuan pemerintah Rusia mengeluarkan aturan pembayaran menggunakan Rubel adalah untuk membantu melindungi ekonomi Rusia dari dampak sanksi sementara yang diberlakukan oleh negara-negara Uni Eropa.

Sejak penyerangan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu, negara-negara Uni Eropa ini harus membayar lebih dari US$ 47,43 miliar ke Rusia untuk pembayaran minyak dan gas. Saat ini Rusia memasok sekitar 40% gas dan 26% minyak untuk Uni Eropa.

Thursday, April 28, 2022

Thursday, April 28, 2022

Uni Eropa Tuding Rusia Gunakan Pasokan Gas sebagai Alat Pemerasan


Negaratoto - Pemimpin Polandia dan Bulgaria menuduh Rusia menggunakan gas alam untuk melakukan pemerasan terhadap negara mereka. Tuduhan itu disampaikan setelah perusahaan energi yang dikuasai pemerintah Rusia menghentikan pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria pada Rabu (27/4) waktu setempat.

Pemimpin Uni Eropa juga menggemakan tuduhan senada dan menggelar rapat darurat membahas langkah Rusia tersebut. Demikian seperti dilansir Associated Press, Kamis (28/4/2022).

Penghentian pasokan gas untuk dua negara anggota Uni Eropa itu dilakukan setelah Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa negara-negara 'tak bersahabat' perlu mulai membayar gas dengan Ruble, mata uang Rusia. Polandia dan Bulgaria menolak seruan itu.

Raksasa energi Rusia, Gazprom, dalam pernyataannya menyebut pihaknya belum menerima pembayaran apapun dari Polandia dan Bulgaria sejak 1 April dan menangguhkan pasokan gas mulai Rabu (27/4) waktu setempat.

Disebutkan juga oleh Gazprom bahwa jika kedua negara itu menyedot pasokan gas Rusia yang ditujukan untuk pelanggan Eropa lainnya, maka pengiriman gas untuk Eropa akan dikurangi jumlah yang sama.


Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengkritik pengumuman Gazprom itu. "Merupakan upaya lain oleh Rusia untuk menggunakan gas sebagai alat pemerasan," sebut Von der Leyen dalam komentarnya.

Eropa diketahui membayar US$ 400 juta setiap hari untuk pasokan gas Rusia. Uang sebesar itu tentu akan hilang jika Rusia menghentikan pasokan gas sepenuhnya.

Dalam tanggapannya, Rusia menolak tuduhan pemerasan tersebut. Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa tuntutan Rusia agar pembayaran gas menggunakan Ruble itu dipicu oleh tindakan Barat yang membekukan aset mata uang Rusia.

Dia bahkan menyebut aset itu 'dicuri' oleh Barat dalam 'tindakan tak bersahabat yang belum pernah terjadi sebelumnya'.

"Ini bukan pemerasan," tegas Peskov dalam pernyataan kepada wartawan seperti dilansir CNN.

"Persyaratan yang diperlukan tercatat dalam dekrit Presiden (Putin), maksudnya metode pembayaran baru, yang dipicu langkah-langkah tidak bersahabat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sektor ekonomi dan finansial yang dilakukan terhadap kami oleh negara-negara tak bersahabat," imbuhnya.

Ditambahkan Peskov bahwa semua persyaratan baru telah 'diberitahukan kepada pembeli terlebih dulu'.

Wednesday, April 6, 2022

Wednesday, April 06, 2022

Dampak Politik Kenaikan Pertalite dan Gas 3 Kg

 

NEGARATOTO Pemerintah berencana akan menaikan untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan gas LPG 3 kilogram. Dua komoditi tersebut yang bersinggungan langsung dengan masyarakat kelas bawah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM. Dia mengatakan, hal ini dipengaruhi oleh ekonomi global yang sedang bergejolak. Utamanya yang berkaitan dengan kenaikan inflasi hampir di semua negara.

Dia merinci, Amerika saat ini angka inflasi mencapai 7,9 persen yang biasanya di bawah 1 persen. Kemudian Uni Eropa sudah masuk ke angka 7,5 persen, disusul Turki, sudah di angka 54 persen.

Jokowi menegaskan, tidak mungkin pemerintah tidak menaikan BBM. Sebab itu, Pertamax pun harganya menjadi naik.

"Enggak mungkin kita tidak menaikan yang namanya BBM, oleh sebab itu kemarin naik pertamax," kata Jokowi.

Peneliti Senior Populi Center, Usep S Ahyar mengakui secara politik, kebijakan pemerintah yang langsung dirasakan masyarakat kecil tersebut akan memiliki dampak. Khususnya soal elektoral dan kepuasan terhadap kinerja pemerintah.

"Dampak yang paling dekat sebenarnya pada turunnya tingkat kepuasan terhadap pemerintah. Jadi approval ratingnya ya akan menurun, tingkat kepuasannya antara lain. Karena ini isu yang tidak populer, pasti direspons," kata Usep kepada merdeka.com, Rabu (6/4).

Senjata Partai Oposisi

Bukan cuma berdampak pada elektoral pemerintah. Rencana kenaikan LPG 3 kilogram dan pertalite juga bisa menjadi senjata bagi partai oposisi untuk menyerang kebijakan itu.

Cara itu juga sempat dilakukan partai oposisi pada tahun 2014, saat Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkuasa. Hal itu pun terlihat, partai di luar pemerintah memainkan isu-isu populis dan berdampak pada tingkat kepuasan dengan elektabilitas partai pendukung.

"Jadi ya kalau ini bisa dimainkan oleh oposisi menjadi 'senjata' partai-partai pendukung koalisi pemerintahan saya kira, ini bisa berdampak terhadap elektabilitas di 2024 nanti. Nah juga sebenarnya yang jelas dari tingkat kepercayaan dari pemerintah akan turun," bebernya.

Parpol Pendukung Pemerintah Terdampak

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan, dampak dari isu kali ini juga harus diantisipasi partai-partai pendukung. Jangan sampai para partai koalisi tidak pandai dalam mengemas terkait isu rencana kenaikan Pertalite dan LPG 3 kilogram.

"Itu juga tergantung pada respon partai-partai pendukung pemerintahan ini. Apakah dia dengan baik bisa menjelaskan kenaikan ini. Atau justru jadi blunder, ada partai yang merespon ini dengan defensif tanpa ada kejelasan argumentasi dilakukan," bebernya.

Usep pun mencontohkan terkait kenaikan harga minyak goreng. Justru direspon oleh partai koalisi dengan cara-cara yang tidak punya empati kepada rakyat.

"Ini menjadi sentimen negatif, berakibat pada elektabilitas, itu yang kemudian menurut saya, tergantung pada respon juga, dapat ini bisa digoreng, ini akan berakibat menaikkan atau menurunkan," pungkasnya.

Rencana Kenaikan

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah akan menaikkan harga Pertalite dan LPG 3 kilogram secara bertahap. Ia menyebut kenaikan akan dimulai pada Juli hingga September 2022.

"Over all, yang akan terjadi itu Pertamax, Pertalite, Premium, gas yang 3 kilo itu bertahap. Jadi 1 April, nanti Juli, nanti September itu bertahap (naiknya) dilakukan oleh pemerintah," ujarnya saat meninjau Proyek LRT di Depo LRT Jabodebek Bekasi, Jumat (1/4/2022).

Menko Luhut menyebut, kebijakan penyesuaian harga itu bagian dari efisiensi pemerintah imbas dari kenaikan sejumlah komoditas. Menurutnya, rencana tersebut mengemuka dalam rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo.

Dia menyebut kenaikan BBM nonsubsidi jenis Pertamax tergolong terlambat. Menyusul kenaikkan harga minyak mentah dunia sudah berlangsung lama dan telah melebihi batas kewajaran di APBN 2022.

"Saya ingin berikan gambaran, seluruh dunia kemarin (naik) paparan saya kepada presiden (Jokowi). Memang kita yang paling terlambat menaikkan (BBM). Semua negara-negara sudah naik," katanya.

Masih Dikaji

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah masih mengkaji kenaikan Pertalite dan LPG 3 kilogram. Ini menyusul kenaikan harga minyak dunia yang melambung tinggi.

"Saat sekarang masih kita kaji," katanya dalam konferensi pers di komplek Istana Presiden, Selasa (5/4).

Baik untuk kenaikan Pertalite dan LPG 3 Kilogram, Menko Airlangga enggan merinci lebih lanjut terkait kajian yang dilakukan. Ia pun menyebut akan mengumumkannya pasca kajian rampung. "Sesudah kita kaji, nanti kita umumkan, tapi saat sekarang belum," katanya.

Pada kesempatan yang sama, ia menuturkan sejumlah komoditas dunia yang mengalami kenaikan imbas perang Rusia-Ukraina. Salah satunya adalah minyak mentah Brent yang disebut tembus USD 100 per barel.

"Kenaikan berbagai komoditas utamanya pangan maupun energi sebagai dampak dari geopolitik Rusia dan Ukraina yang transmisinya ke Indonesia dalam bentuk kenaikan harga komoditas dan kenaikan inflasi," kata dia dalam konferensi pers di komplek Istana Presiden, Selasa (5/4).

Ia membeberkan sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan yakni gas alam, batu bara, minyak mentah, Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit, hingga komoditas gandum.

"Kita ketahui berbagai komoditas gas alam naik, batubara di harga USD 258 (per ton), (minyak) Brent sudah di atas seratus (USD 100 per barel), CPO di USD 1500 (per ton) dan gandum di 1000," katanya.

Thursday, March 31, 2022

Thursday, March 31, 2022

Putin ke Kanselir Jerman: Pembayaran Gas Rusia Bisa Berlanjut dengan Euro

Negaratoto - Pemerintah Jerman mengungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Eropa bisa terus melakukan pembayaran gas Rusia menggunakan Euro, bukan Rubel seperti yang diumumkan sebelumnya. Ketentuan terbaru itu disampaikan Putin pada Kanselir Jerman Olaf Scholz dalam percakapan telepon baru-baru ini.

Seperti dilansir AFP, Kamis (31/3/2022), juru bicara pemerintah Jerman, Steffen Hebestreit, mengungkapkan bahwa Putin memberitahu Scholz jika pembayaran dari Eropa untuk bulan depan 'akan berlanjut dalam Euro dan ditransfer seperti biasa ke Bank Gazprom yang tidak terdampak sanksi'.

Bank tersebut, menurut Putin seperti dikutip Hebestreit, kemudian akan mengkonversi pembayaran ke Rubel, mata uang Rusia.

Hebestreit mengatakan Putin menekankan dalam percakapan telepon dengan Scholz bahwa 'tidak ada yang akan berubah untuk mitra-mitra kontrak Eropa' ketika sistem baru mulai berlaku pada 1 April mendatang. Percakapan telepon itu, disebut Hebestreit, dilakukan atas permintaan Putin.

"Kanselir Scholz tidak menyetujui prosedur ini tapi meminta informasi secara tertulis untuk lebih memahami prosedur ini," jelas Hebestreit.


"Apa yang disepakati G7: pengiriman energi akan secara eksklusif dibayar dalam Euro atau Dolar seperti yang disebutkan dalam kontrak," imbuhnya.

Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia sebelumnya merilis isi percakapan telepon antara Putin dan Scholz. Disebutkan Kremlin bahwa Putin memberitahu Scholz jika tuntutan Rusia agar Eropa membayar pasokan gas Rusia dengan Rubel tidak 'memicu memburuknya persyaratan kontrak bagi perusahaan importir Eropa'.

Hebestreit mengatakan Putin menekankan dalam percakapan telepon dengan Scholz bahwa 'tidak ada yang akan berubah untuk mitra-mitra kontrak Eropa' ketika sistem baru mulai berlaku pada 1 April mendatang. Percakapan telepon itu, disebut Hebestreit, dilakukan atas permintaan Putin.

"Kanselir Scholz tidak menyetujui prosedur ini tapi meminta informasi secara tertulis untuk lebih memahami prosedur ini," jelas Hebestreit.

"Apa yang disepakati G7: pengiriman energi akan secara eksklusif dibayar dalam Euro atau Dolar seperti yang disebutkan dalam kontrak," imbuhnya.

Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia sebelumnya merilis isi percakapan telepon antara Putin dan Scholz. Disebutkan Kremlin bahwa Putin memberitahu Scholz jika tuntutan Rusia agar Eropa membayar pasokan gas Rusia dengan Rubel tidak 'memicu memburuknya persyaratan kontrak bagi perusahaan importir Eropa'.

Pada Rabu (30/3) waktu setempat, pemerintah Jerman menaikkan level siaga dalam rencana darurat gas di tengah kekhawatiran Rusia memutuskan pasokan jika negara-negara Barat menolak untuk membayar dengan Rubel.

Awal pekan ini, berbicara mewakili Menteri Energi negara-negara G7, Menteri Energi Jerman Robert Habeck menyebut tuntutan Rusia soal pembayaran dengan Rubel sebagai 'pelanggaran sepihak dan terang-terangan terhadap perjanjian yang sudah ada'.

Saturday, March 26, 2022

Saturday, March 26, 2022

Tolak Tuntutan Putin, Macron Enggan Bayar Gas Rusia dengan Rubel!

Negaratoto - Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan penolakan terhadap tuntutan Presiden Rusia Vladimir Putin agar negara-negara Eropa membayar pasokan gas Rusia dengan Rubel, mata uang Rusia. Macron juga menuduh Putin berupaya menghindari sanksi yang dijatuhkan terkait invasi yang diperintahkannya ke Ukraina.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (26/3/2022), Macron menuturkan kepada wartawan setelah pertemuan Uni Eropa di Brussels, Belgia, bahwa langkah Rusia itu 'tidak sejalan dengan apa yang ditandatangani'.

"Saya tidak melihat mengapa kita akan menerapkannya," ucap Macron.

Tuntutan Putin itu disampaikan pekan ini saat Rusia berupaya menopang perekonomiannya dalam menghadapi rentetan sanksi dari negara-negara Barat.

Macron menyatakan 'kami akan melanjutkan pekerjaan analisis kami' menyusul manuver Kremlin. Namun dia juga bersikeras menyebut manuver Kremlin itu 'dilarang' dalam kontrak yang ditandatangani.


"Semua teks yang ditandatangani sudah jelas: itu dilarang. Jadi para pemain Eropa yang membeli gas dan yang berada di tanah Eropa harus melakukannya (pembayaran) dalam Euro," tegasnya.

"Oleh karena itu, sekarang tidak mungkin melakukan apa yang diminta, dan itu tidak sesuai kontrak," ujar Macron menegaskan.

Lebih lanjut, Macron meyakini Rusia memanfaatkan langkah itu sebagai 'mekanisme untuk menghindari' sanksi-sanksi Uni Eropa terkait invasi ke Ukraina.

Selain Macron, kecaman juga disampaikan oleh Jerman yang menjadi pembeli gas terbesar dari Rusia. Kanselir Jerman Olaf Scholz menegaskan pada Jumat (25/3) bahwa kontrak dengan jelas telah menetapkan bagaimana pembayaran untuk gas Rusia harus dilakukan.

Reaksi keras juga diberikan Polandia yang menegaskan tidak akan membayar gas Rusia dengan Rubel. "Kami tidak melihat bagaimana kami bisa melakukannya," ucap kepala perusahaan minyak dan gas negara, PGNiG, Pawel Majewski, seperti dikutip kantor berita Polandia, PAP News Agency dan dilansir AFP, Jumat (25/3).

"Kontraknya... menetapkan cara pembayarannya. Itu tidak mengizinkan salah satu pihak untuk mengubah ini sesuai kehendaknya," tegas Majewski.

Eropa diketahui tengah berjuang mengurangi ketergantungan pada pasokan gas Rusia, yang mengalirkan ratusan juta Euro setiap harinya ke Moskow. Sektor energi meliputi minyak dan gas untuk saat ini masih berada di luar cakupan sanksi-sanksi yang dijatuhkan Eropa kepada Rusia.

Monday, March 14, 2022

Monday, March 14, 2022

Pasokan Gas dari Kilang Arun Kembali Normal, Listrik Aceh Nyala Lagi

Negaratoto - PT Perta Arun Gas dalam waktu singkat berhasil menyelesaikan gangguan akibat adanya kendala power generator di Kilang Arun, Lhokseumawe, Aceh yang terjadi sejak Sabtu pagi kemarin (12/03/2022).

Saat ini, supply listrik dari Kilang Arun sudah kembali normal dan fasilitas regas yang terkendala sudah kembali mengalirkan gas dari hasil regas LNG ke seluruh costumer utamanya ke pembangkit PLN yang ada di Arun maupun Belawan, Sumatera Utara.

Corporate Secretary PAG, Hatim Ilwan menyampaikan, berkat sinergi serta upaya tim lapangan yang bergerak cepat, power generator di Kilang Arun dapat berjalan kembali serta pasokan gas yang disalurkan melalui Pipa Ruas Arun-Belawan milik Pertagas yang digunakan untuk memasok gas ke pembangkit listrik milik PLN di Aceh dan Wilayah Sumatera Bagian Utara sudah kembali normal.


"Sabtu Malam tahapan proses untuk menjalankan peralatan di Kilang Arun sudah selesai dilaksanakan. Kamipun secara intens berkoordinasi dengan stakeholder terkait mengenai hal ini," ujar Hatim.

Hatim menambahkan selain memastikan pasokan gas ke customer berjalan dengan baik, PAG yang merupakan perusahaan regasifikasi yang meregas LNG milik PLN juga berkomitmen untuk selalu menjaga pasokan gas di Wilayah Aceh dan Sumatera Bagian Utara tetap terpenuhi.

"Kami mohon maaf kepada seluruh pihak terkait dampak dari terganggunya power generator ini yang membuat supply listrik di beberapa wilayah Sumatera Bagian Utara terganggu. Kami pun sedang melakukan evaluasi serta strategi agar hal seperti ini tidak terjadi kembali," tambahnya.

Wednesday, March 9, 2022

Wednesday, March 09, 2022

Serang Balik! Eropa Mau Pangkas Impor Gas Rusia

Negaratoto - Eropa berencana memangkas konsumsi gas alam Rusia tahun ini. Hal itu sebagai persiapan untuk memutus total dengan pemasok terbesarnya tersebut.

Dikutip dari CNN, Selasa (8/3/2022), Pejabat Uni Eropa memaparkan rencana untuk mencapai kemandirian energi dari Rusia jauh sebelum 2030. Uni Eropa akan mulai dengan mengurangi permintaan gas alam Rusia hingga dua pertiga tahun ini.

Rencana tersebut akan dibahas pada pertemuan darurat para pemimpin Uni Eropa di Prancis pada hari Kamis.

"Kita harus merdeka dari minyak, batu bara, dan gas Rusia," kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam sebuah pernyataan.

"Kami tidak bisa mengandalkan pemasok yang secara eksplisit mengancam kami," sambungnya.


Uni Eropa bergantung pada Rusia untuk sekitar 40% gas alamnya. Rusia juga memasok sekitar 27% minyak di 27 negara dan 46% dari batu bara. Secara keseluruhan, perdagangan itu bernilai puluhan miliar dolar per tahun bagi Rusia.

"Sudah saatnya kita mengatasi kerentanan kita dan dengan cepat menjadi lebih mandiri dalam pilihan energi kita," kata Kepala Kebijakan Iklim Uni Eropa Frans Timmermans.

"Perang Putin di Ukraina menunjukkan urgensi untuk mempercepat transisi energi bersih kita," tambahnya.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan Rusia dapat memutuskan pasokan gas ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1 sebagai pembalasan atas pemblokiran terhadap proyek pipa Nord Stream 2 yang baru.

Wednesday, March 09, 2022

Keras! Rusia Ancam Setop Pasok Gas ke Eropa

Negaratoto - Rusia mengancam bakal memangkas pasokan gas alam Eropa. Ancaman ini sebagai respons atas larangan impor minyak dari Rusia.

"Sehubungan dengan tuduhan tidak berdasar terhadap Rusia dan pengenaan larangan Nord Stream 2, kami memiliki hak untuk mengambil keputusan cermin dan memberlakukan embargo pada pemompaan gas melalui pipa gas Nord Stream 1, yang hari ini dimuat di tingkat maksimum 100%," kata Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak dikutip dari CNN, Selasa (8/2/2022).

Bulan lalu Jerman memutuskan untuk menghentikan sertifikasi pipa kedua Gazprom, Nord Stream 2.


Untuk diketahui, Rusia memasok sekitar 40% gas Eropa. Sementara Jerman bergantung pada Rusia yang memasok hampir 50% gas alamnya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan, AS dan sekutunya secara aktif mencari cara untuk melarang impor minyak Rusia. Hal itu akan merusak ekonomi Rusia lebih jauh karena mencoba untuk mengatasi sanksi ekonomi.

Barat sejauh ini enggan untuk menjatuhkan sanksi signifikan pada sektor energi Rusia karena dampaknya terhadap ekonomi global. Namun, sekarang semakin dekat untuk melakukannya karena Eropa berupaya mendiversifikasi sumber energinya.