Breaking

Showing posts with label Impor. Show all posts
Showing posts with label Impor. Show all posts

Saturday, July 23, 2022

Saturday, July 23, 2022

Sssttt... Ada Bocoran Nih, AS Impor 39 Ribu Ton Pupuk Rusia


Negaratoto - Meski hubungannya dengan Rusia sedang memanas, Amerika Serikat (AS) masih mengimpor produk pupuk cair dari Rusia. Sebuah kapal tanker yang membawa produk pupuk cair dari Rusia akan tiba di AS dalam waktu dekat.

Hal ini dilaporkan oleh Reuters, dilansir Jumat (22/7/2022). Pengiriman pupuk ini dilakukan pada saat kekhawatiran soal harga pupuk global yang tinggi dapat menyebabkan kekurangan pangan.

Sumber dan data Refinitiv Eikon menunjukkan kapal tanker berbendera Liberia, Johnny Ranger dijadwalkan tiba di New Orleans pada hari Senin. Kapal ini membawa sekitar 39.000 ton larutan urea amonium nitrat, pupuk yang diproduksi dengan menggabungkan urea, asam nitrat dan amonia. Muatan pupuk di Kapal itu dipasok bulan lalu di St. Petersburg, Rusia.

Rincian tentang penjual dan pembeli tidak segera tersedia. Departemen Keuangan AS dan badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS pun menolak berkomentar.

Pemerintahan Presiden Joe Biden sendiri memang belum memasukkan daftar hitam komoditas pertanian Rusia, termasuk pupuk setelah invasi Ukraina. Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan Amerika Serikat tidak pernah memberikan sanksi makanan atau barang pertanian dari Rusia.

"Tidak seperti pemerintah Rusia, kami tidak tertarik mempersenjatai makanan untuk menciptakan krisis kemanusiaan dengan mengorbankan populasi yang rentan," kata pejabat tersebut.

Namun, sejauh ini umumnya banyak bank dan pedagang AS menghindari pasokan Rusia karena takut melanggar aturan yang berubah dengan cepat.

Rusia dan Ukraina adalah eksportir utama pupuk yang menjadi kunci untuk menjaga hasil pertanian jagung, kedelai, beras dan gandum di seluruh dunia tetap terjaga. Petani telah mengurangi penggunaan pupuk karena harga yang tinggi, dan memangkas luas lahan yang akan mereka tanam.


Sanksi non-makanan AS akan tetap berlaku sampai Presiden Rusia Vladimir Putin menghentikan perang di Ukraina, tambah orang itu.

Minggu ini, Komisi Perdagangan Internasional A.S. mencabut bea anti-dumping dan anti-subsidi yang besar dan kuat atas pupuk urea amonium nitrat dari Rusia dalam upaya untuk mengurangi kekurangan pupuk dan kenaikan harga.

"Pertemuan hari Jumat di Istanbul akan menandai langkah pertama untuk memecahkan krisis pangan saat ini," kata Cavusoglu.

Meski begitu, perang tetap lah bergejolak di Ukraina. Pertempuran terus berlanjut di timur Ukraina. Hal ini menggarisbawahi permusuhan dan ketidakpercayaan yang mendalam antara dua negara tersebut.

Seorang penasihat Presiden Ukraina mengatakan tidak akan menandatangani dokumen apapun dengan Rusia melainkan hanya kesepakatan paralel tentang ekspor biji-bijian dengan PBB.

Blokade Laut Hitam oleh armada angkatan laut Rusia telah memperburuk gangguan rantai pasokan global dan memicu inflasi tinggi dalam harga pangan dan energi.

Sekitar 20 juta ton biji-bijian diperkirakan terjebak dalam gudang penyimpanan silo di Odesa, Ukraina. Lusinan kapal pengangkut juga telah terdampar di pelabuhan gegara serangan Rusia.

PBB dan Turki telah bekerja selama dua bulan untuk menengahi kesepakatan ini. Turki, anggota NATO yang memiliki hubungan baik dengan Rusia dan Ukraina, mengendalikan selat yang mengarah ke Laut Hitam dan telah bertindak sebagai mediator dalam masalah ekspor biji-bijian.

Tuesday, July 5, 2022

Tuesday, July 05, 2022

Jepang Mau Batasi Harga Impor Minyak Rusia, Kremlin: Bakal Ditolak Negara Lain


Negaratoto - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengusulkan pemberlakuan batas harga terhadap impor minyak Rusia. Nilai yang diusulkan adalah setengah dari harga impor saat ini.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, negara-negara lain kemungkinan tidak setuju dengan usulan Jepang. Menurutnya, Rusia pun perlu menunggu dan mengikuti perkembangan terkait finalisasi proposal tersebut.

"Pernyataan ini, tidak berarti bahwa parameter seperti itu akan disetujui oleh negara lain," kata Peskov dalam konfrensinya, dikutip dari Reuters, Selasa (5/7/2022).


Peskov menambahkan, sejauh ini baru terjadi statement tunggal dari satu pihak. Belum ada keputusan atau langkah yang diambil.

Minggu lalu, pemimpin G7 sepakat menjajaki kemungkinan untuk mengenalkan batasan harga impor terhadap sumber daya Rusia, termasuk minyak.

Pemimpin G7 telah menginstruksikan para menterinya untuk mengevaluasi proposal tersebut. Adapun tujuan dari G7 adalah membatasi sumber daya Rusia yang selama ini dipakai membiayai kampanye militernya di Ukraina.

Namun, Moskow menyebut apa yang dilakukan di Ukraina sebagai operasi militer khusus. Rusia memperingatkan bahwa langkah membatasi pasokan energi bakal menjadi bumerang karena terus melonjaknya harga minyak global.

Wednesday, March 9, 2022

Wednesday, March 09, 2022

Serang Balik! Eropa Mau Pangkas Impor Gas Rusia

Negaratoto - Eropa berencana memangkas konsumsi gas alam Rusia tahun ini. Hal itu sebagai persiapan untuk memutus total dengan pemasok terbesarnya tersebut.

Dikutip dari CNN, Selasa (8/3/2022), Pejabat Uni Eropa memaparkan rencana untuk mencapai kemandirian energi dari Rusia jauh sebelum 2030. Uni Eropa akan mulai dengan mengurangi permintaan gas alam Rusia hingga dua pertiga tahun ini.

Rencana tersebut akan dibahas pada pertemuan darurat para pemimpin Uni Eropa di Prancis pada hari Kamis.

"Kita harus merdeka dari minyak, batu bara, dan gas Rusia," kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam sebuah pernyataan.

"Kami tidak bisa mengandalkan pemasok yang secara eksplisit mengancam kami," sambungnya.


Uni Eropa bergantung pada Rusia untuk sekitar 40% gas alamnya. Rusia juga memasok sekitar 27% minyak di 27 negara dan 46% dari batu bara. Secara keseluruhan, perdagangan itu bernilai puluhan miliar dolar per tahun bagi Rusia.

"Sudah saatnya kita mengatasi kerentanan kita dan dengan cepat menjadi lebih mandiri dalam pilihan energi kita," kata Kepala Kebijakan Iklim Uni Eropa Frans Timmermans.

"Perang Putin di Ukraina menunjukkan urgensi untuk mempercepat transisi energi bersih kita," tambahnya.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan Rusia dapat memutuskan pasokan gas ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1 sebagai pembalasan atas pemblokiran terhadap proyek pipa Nord Stream 2 yang baru.

Wednesday, February 23, 2022

Wednesday, February 23, 2022

Kedelai Lokal Vs Kedelai Impor untuk Tahu dan Tempe, Apa Bedanya?


Negaratoto - Gejolak harga kedelai kembali diperbincangkan publik karena dampaknya yang sangat besar. Mahalnya kedelai impor mengakibatkan pengrajin tempe tahu mogok produksi dan menyebabkan kelangkaan.

Menurut Ketua Umum Gabungan Asosiasi Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin, kedelai lokal sebetulnya bisa digunakan untuk produksi tempe tahum Kualitas kedelai lokal tak kalah dengan yang impor.

"Kalau kelebihan kedelai lokal itu non GMO (Genetically Modified Organisms), lebih natural, kalau orang bilang nggak pakai apa-apa. Kalau kedelai Amerika Serikat, Brasil, dan lainnya itu pasti GMO, makanya hasil panennya besarannya standar dan warna kuningnya bagus," terangnya seperti dikutip dari detikFinance, Rabu (23/2/2022).

Kedelai lokal vs Impor, mana yang lebih baik untuk tempe dan tahu?
1. Kedelai lokal lebih murah dan bergizi
Aip mengatakan, kedelai lokal lebih murah dan lebih bergizi daripada kedelai impor. Kedelai lokal juga bisa bersaing soal harga dengan produk impor yang berasal dari luar negeri.


"Kedelai lokal itu sesungguhnya gizinya, proteinnya, kalorinya dan lain-lain lebih bagus dari kedelai impor, lebih harum, lebih ini dan lain sebagainya. Sebetulnya kalau bicara harga sekarang kedelai lokal itu juga lebih murah," ungkapnya.

2. Ukuran kedelai lokal cocok untuk olahan tahu
Menurut Aip, kedelai lokal lebih cocok untuk produksi tahu. Hal in disebabkan ukuran polong kedelai lokal yang kurang seragam, sehingga kadang ada yang tidak memenuhi standar olahan.

"Biji dari kedelai lokal itu tidak standar, itu ada yang besar, kecil, ada yang ini. Jadi karakteristik kedelai lokal ini lebih bagus kalau dibikin menjadi tahu saja," tuturnya.

Selain itu, kedelai lokal tak selalu tersedia di pasaran. Berbeda dengan kedelai impor yang lebih mudah dijangkau konsumen. Misalnya perajin tahu-tempe yang harus produksi setiap hari.

"Kedelai lokal itu tidak selalu ada, padahal kami itu tiap hari atau harus produksi, jadi kalau kami produksi kedelai sekarang tiba-tiba besoknya tidak ada ini jadi bingung akhirnya rusaklah produksi kami tahu dan tempe kami," ujarnya.

3. Kebersihan kedelai impor vs lokal?
Aip mengatakan, kedelai lokal yang sampai ke perajin selalu datang dalam keadaan kotor meski lebih murah dan unggul. Sehingga, produsen tahu tempe harus punya waktu ekstra untuk membersihkannya.

"Kedelai lokal itu kotor, di situ di dalam karungnya itu ada tanah, ada ranting, daun, ada lain-lain sebagainya. Kalau kedelai impor, tinggal pakai lah," jelas Aip.

Faktor inilah yang jadi pertimbangan produsen tahu tempe hingga memilih kedelai impor. Produsen tidak punya banyak waktu setiap hari, karena harus terus mengolah kedelai menjadi tahu dan tempe.

Anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Ayep Zaki, kebutuhan kedelai Indonesia saat ini mencapai 3 juta ton per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia harus mengimpor 80% atau setara 2,4 juta ton.

Jika dikonversikan dengan harga per kilogram (kg), kedelai belakangan ini harganya Rp 10.000. Perhitungan tersebut artinya impor kedelai bisa mencapai Rp 24 triliun.