Tuesday, July 26, 2022
Sunday, July 24, 2022
Ukraina Sebut Putin 'Meludah' ke Muka Erdogan dan Sekjen PBB
Pasalnya, tak lama setelah perjanjian itu 'diikat' di Istanbul, Turki, Rusia melancarkan serangan ke Pelabuhan Odesa di Ukraina. Pelabuhan tersebut menjadi titik penting ekspor komoditas Ukraina seperti biji-bijian dan gandum.
Hal itu pun menyulut murka Ukraina. Mereka merasa Rusia telah mempermainkan perjanjian tersebut.
Adapun, sesaat setelah serangan Kedutaan Ukraina di Ankara langsung mengunggah pernyataan terkait hal tersebut.
Berikut pernyataan lengkap Kedutaan Ukraina di Istanbul, seperti dikutip oleh The Guardian, Sabtu (23/7/2022).
"Butuh waktu kurang dari 24 jam bagi Federasi Rusia untuk meluncurkan serangan rudal ke pelabuhan Odesa untuk mempertanyakan perjanjian dan janji yang dibuat untuk PBB dan Turki dalam dokumen yang ditandatangani di Istanbul kemarin.
Rudal Rusia yang ditembakkan ke Odesa pada dasarnya seperti ludah Vladimir Putin yang dilemparkan ke wajah Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Presiden Turki Recep Erdoğan, yang melakukan upaya besar untuk mencapai kesepakatan yang disyukuri Ukraina.
Ukraina menekankan perlunya implementasi perjanjian yang ketat tentang pembaruan ekspor aman produk pertanian Ukraina dari tiga pelabuhan (Odesa, Chornomorsk, dan Yuzhnoye) di seberang Laut Hitam.
Kami menyerukan PBB dan Turki untuk memastikan bahwa Rusia memenuhi kewajibannya dalam kerangka operasi yang aman dari koridor gandum.
Rusia akan bertanggung jawab penuh atas pendalaman krisis pangan global jika kesepakatan yang dicapai tidak terpenuhi."
Saturday, July 23, 2022
Rusia & Ukraina Bakal Teken Kesepakatan Ekspor Gandum
Sunday, June 19, 2022
670 Kg Cecak Kering Dari Sumbar Diekspor Ke Hong Kong, Eksportir: Alhamdulilah Pengiriman Kedua
Pengusaha Di Sumatera Barat Berhasil Melihat Peluang Ekspor Tak Biasa Dari Hong Kong. Kini, Pengusaha Itu Pun Telah Dua Kali Melakukan Ekspor Cecak Kering Ke Hong Kong.
WowKeren - Indonesia memang memiliki sejumlah komoditi untuk diekspor ke berbagai negara di dunia. Mulai dari CPO, karet, kopi, hingga udang. Namun ternyata Indonesia juga memiliki hal yang tak lazim untuk diekspor, yaitu hewan cecak.
Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengekspor cecak kering ke Hong Kong. Ekspor seberat 670 kilogram (kg) itu dikirim dalam 25 koli menggunakan pesawat udara. Ekpsor tersebut rupanya sudah kali kedua yang dilakukan eksportir.
"Alhamdulillah, ini merupakan pengiriman yang kedua, sebelumnya sudah diekspor cecak sebanyak 330 kilogram," kata eksportir cecak asal Sumbar Doni Editiawarman di Padang, Jumat (17/6) melansir dari Antara.
Doni mengungkapkan cecak tersebut dikumpulkan ke rumahnya dari sejumlah daerah, mulai dari Medan hingga Pulau Jawa. Ratusan kilogram cecak itu dikeringkan menggunakan cahaya matahari. Selain itu, untuk mempercepat proses pengeringan juga dibakar menggunakan tungku di ruangan khusus.
Formalin juga digunakan dalam pengemasan agar cecak yang dikirim tidak berbau. Untuk pengiriman, Doni menggunakan penerbangan Padang-Jakarta dan dilanjutkan dengan Jakarta-Hong Kong.
Sebelumnya, Doni sebenarnya menggeluti usaha ekspor ikan garing. Namun, ia melihat permintaan untuk ekspor cecak yang digunakan untuk bahan obat herbal.
"Butuh waktu cukup lama untuk mengumpulkan cecak hingga 670 kilogram, namun sebelumnya saya sudah ada stok dan untuk mempercepat juga dilakukan pembakaran," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Balai Karantina Padang, Iswan Haryanto senang dan bangga dengan keuletan para pengusaha Sumbar. Iswan pun mengapresiasi kejelian pengusaha dalam melihat peluang.
"Akhirnya cecak kering kembali diekspor Hong Kong, mereka bisa jeli melihat peluang, ekspor cecak termasuk termasuk jarang dan unik," kata dia.
Iswan menyebut, Karantina Pertanian Padang melalui Wilayah Kerja Bandara Internasional Minangkabau, telah melakukan pemeriksaan pada komoditas cecak yang akan diekspor. Pemeriksaan yang dilakukan mulai dari media pembawa dengan kondisi fisik baik, jumlah sesuai dengan permohonan hingga demikian kemasannya yang utuh sehingga dapat dilakukan sertifikasi dengan menerbitkan sertifikat karantina berupa Surat Keterangan untuk Bahan Asal Hewan (KH-12).
"Cecak kering dipercaya oleh masyarakat untuk obat herbal China yang bisa menyembuhkan penyakit," pungkasnya.
Thursday, June 9, 2022
Rusia Diduga Curi Gandum Ukraina Buat Diekspor, Beneran Nih?
Tuesday, May 24, 2022
Prospek Saham Emiten Sawit Usai Jokowi Cabut Larangan Ekspor
Wednesday, April 20, 2022
Sempat Sebut Bukan Korupsi, Kejati DKI Usut Kasus Ekspor Minyak Goreng Lagi
Negaratoto - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta sempat menyebut kasus ekspor minyak goreng yang dilakukan secara melawan hukum oleh PT AMJ dan perusahaan lainnya bukan tindak pidana korupsi, melainkan hanya kasus kepabeanan. Namun, kini Kejati DKI mengusut lagi kasus tersebut bahkan naik ke tahap penyidikan.
Sunday, March 27, 2022
Rusia Lagi Pikir-pikir Ekspor Migas Bayar Bisa Pakai Bitcoin
Negaratoto - Rusia sedang mempertimbangkan untuk menjual minyak dan gas (migas) ke negara lain menggunakan bitcoin. Rencana itu dilatarbelakangi oleh sanksi dari Barat yang terus meningkat.
Saturday, March 19, 2022
Rusia Blokir Jalur Utama Ekspor Gandum, Pasokan Pangan Dunia Terancam
Negaratoto - Perusahaan agrikultur terbesar Jerman, BayWa melaporkan, Rusia masih menghalangi ekspor gandum dari Ukraina dan Rusia, yang merupakan bagian penting dari pasokan pangan dunia.






















