Breaking

Showing posts with label Ekspor. Show all posts
Showing posts with label Ekspor. Show all posts

Tuesday, July 26, 2022

Tuesday, July 26, 2022

Rudal Rusia Hantam Odesa, Ukraina Harap Bisa Tetap Ekspor Gandum cs


Negaratoto - Rusia dan Ukraina telah meneken kesepakatan untuk melakukan pembukaan jalur ekspor di wilayah Laut Hitam. Kesepakatan yang terjadi di tengah perang yang berkecamuk antata dua negara ini ditengahi langsung oleh PBB.

Pejabat dari Ukraina, Rusia, PBB, dan Turki sepakat pada hari Jumat bahwa tidak akan ada serangan terhadap kapal yang bergerak melalui Laut Hitam ke Selat Bosphorus Turki dan ke pasar. Mereka akan mendirikan pusat pemantauan bersama.

Seorang pejabat PBB menyebut kesepakatan Jumat sebagai gencatan senjata de facto untuk kapal dan fasilitas yang tercakup dalam perjanjian. Ukraina sendiri berharap kesepakatan ini dapat mengurangi kekurangan pangan global. Negara itu bakal melanjutkan ekspor biji-bijian lagi dari wilayah Laut Hitam minggu ini.

"Kami percaya dalam 24 jam ke depan kami akan siap bekerja untuk melanjutkan ekspor dari pelabuhan kami. Kami berbicara tentang pelabuhan Chornomorsk, itu akan menjadi yang pertama, kemudian akan ada Odesa, kemudian pelabuhan Pivdeny," kata Wakil Menteri Infrastruktur Yuriy Vaskov dilansir dari Reuters, Senin (25/7/2022).


Kekhawatiran akan kesepakatan itu digagalkan Rusia tiba-tiba muncul. Armada militer Rusia melakukan serangan rudal di pelabuhan Odesa dekat dengan jalur perdagangan Laut Hitam pada hari Sabtu. Namun, Rusia menepis kekhawatiran itu. Negara yang dinakhodai Presiden Vladimir Putin itu mengatakan serangan yang terjadi hanya menargetkan infrastruktur militer.

"Mereka sama sekali tidak terkait dengan infrastruktur yang digunakan untuk ekspor biji-bijian. Ini seharusnya tidak mempengaruhi awal pengiriman," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam keterangan resminya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sendiri mengecam serangan itu sebagai perilaku barbarisme yang menunjukkan Rusia tidak dapat dipercaya.

Kekurangan gandum global dan melonjaknya harga energi Eropa adalah beberapa efek paling luas dari invasi Rusia ke Ukraina. Hal itu diyakini telah mengancam jutaan orang di negara-negara miskin. Wabah kelaparan disebut bisa muncul dan ketakutan mulai terlihat di Eropa atas pasokan pemanas musim dingin ini.

Selama perang, jalur perdagangan Laut Hitam Rusia telah diblokir oleh armada militer Rusia. Hal ini membuat ekspor gandum dari Ukraina sejak invasi Moskow pada 24 Februari terhambat. Hal ini membuat Rusia dituding negara barat sebagai pemicu krisis pangan.

Rusia sendiri menyangkal bertanggung jawab atas krisis pangan. Mereka justru menyalahkan sanksi Barat karena memperlambat ekspor makanan dan pupuknya. Mereka juga menyalahkan Ukraina karena menambang pendekatan ke pelabuhannya.

Sunday, July 24, 2022

Sunday, July 24, 2022

Ukraina Sebut Putin 'Meludah' ke Muka Erdogan dan Sekjen PBB


Negaratoto  - Kesepakatan yang terjalin antara Rusia dan Ukraina terkait pembukaan jalur ekspor di Laut Hitam terancam kandas.

Pasalnya, tak lama setelah perjanjian itu 'diikat' di Istanbul, Turki, Rusia melancarkan serangan ke Pelabuhan Odesa di Ukraina. Pelabuhan tersebut menjadi titik penting ekspor komoditas Ukraina seperti biji-bijian dan gandum.

Hal itu pun menyulut murka Ukraina. Mereka merasa Rusia telah mempermainkan perjanjian tersebut.

Adapun, sesaat setelah serangan Kedutaan Ukraina di Ankara langsung mengunggah pernyataan terkait hal tersebut.

Berikut pernyataan lengkap Kedutaan Ukraina di Istanbul, seperti dikutip oleh The Guardian, Sabtu (23/7/2022).


"Butuh waktu kurang dari 24 jam bagi Federasi Rusia untuk meluncurkan serangan rudal ke pelabuhan Odesa untuk mempertanyakan perjanjian dan janji yang dibuat untuk PBB dan Turki dalam dokumen yang ditandatangani di Istanbul kemarin.

Rudal Rusia yang ditembakkan ke Odesa pada dasarnya seperti ludah Vladimir Putin yang dilemparkan ke wajah Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Presiden Turki Recep Erdoğan, yang melakukan upaya besar untuk mencapai kesepakatan yang disyukuri Ukraina.

Ukraina menekankan perlunya implementasi perjanjian yang ketat tentang pembaruan ekspor aman produk pertanian Ukraina dari tiga pelabuhan (Odesa, Chornomorsk, dan Yuzhnoye) di seberang Laut Hitam.

Kami menyerukan PBB dan Turki untuk memastikan bahwa Rusia memenuhi kewajibannya dalam kerangka operasi yang aman dari koridor gandum.

Rusia akan bertanggung jawab penuh atas pendalaman krisis pangan global jika kesepakatan yang dicapai tidak terpenuhi."

Saturday, July 23, 2022

Saturday, July 23, 2022

Rusia & Ukraina Bakal Teken Kesepakatan Ekspor Gandum


Negaratoto - Jalur perdagangan Ukraina bakal dibuka kembali di tengah berkecamuknya perang dengan Rusia. Ukraina dan Rusia dilaporkan akan segera menandatangani kesepakatan pembukaan kembali pelabuhan Laut Hitam Ukraina untuk ekspor biji-bijian.

Dilansir dari Reuters, Jumat (22/7/2022), laporan ini didapatkan dari pihak Turki dan PBB yang mengawal perbincangan antara Rusia dan Ukraina. Kabar ini meningkatkan harapan untuk penyelesaian krisis pangan internasional setelah Rusia melakukan invasi ke Ukraina.

Kantor berita Rusia TASS telah melaporkan tiga pelabuhan Ukraina termasuk pusat ekspor terbesar Odesa akan dibuka kembali.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dalam unggahannya di Twitter pada hari Kamis menyatakan pertemuan dan perjanjian yang dilakukan antara Rusia dan Ukraina ini bakal menjadi jalan keluar untuk masalah global.

"Pertemuan hari Jumat di Istanbul akan menandai langkah pertama untuk memecahkan krisis pangan saat ini," kata Cavusoglu.


Meski begitu, perang tetap lah bergejolak di Ukraina. Pertempuran terus berlanjut di timur Ukraina. Hal ini menggarisbawahi permusuhan dan ketidakpercayaan yang mendalam antara dua negara tersebut.

Seorang penasihat Presiden Ukraina mengatakan tidak akan menandatangani dokumen apapun dengan Rusia melainkan hanya kesepakatan paralel tentang ekspor biji-bijian dengan PBB.

Blokade Laut Hitam oleh armada angkatan laut Rusia telah memperburuk gangguan rantai pasokan global dan memicu inflasi tinggi dalam harga pangan dan energi.

Sekitar 20 juta ton biji-bijian diperkirakan terjebak dalam gudang penyimpanan silo di Odesa, Ukraina. Lusinan kapal pengangkut juga telah terdampar di pelabuhan gegara serangan Rusia.

PBB dan Turki telah bekerja selama dua bulan untuk menengahi kesepakatan ini. Turki, anggota NATO yang memiliki hubungan baik dengan Rusia dan Ukraina, mengendalikan selat yang mengarah ke Laut Hitam dan telah bertindak sebagai mediator dalam masalah ekspor biji-bijian.

Sunday, June 19, 2022

Sunday, June 19, 2022

670 Kg Cecak Kering Dari Sumbar Diekspor Ke Hong Kong, Eksportir: Alhamdulilah Pengiriman Kedua

 

Pengusaha Di Sumatera Barat Berhasil Melihat Peluang Ekspor Tak Biasa Dari Hong Kong. Kini, Pengusaha Itu Pun Telah Dua Kali Melakukan Ekspor Cecak Kering Ke Hong Kong.

WowKeren - Indonesia memang memiliki sejumlah komoditi untuk diekspor ke berbagai negara di dunia. Mulai dari CPO, karet, kopi, hingga udang. Namun ternyata Indonesia juga memiliki hal yang tak lazim untuk diekspor, yaitu hewan cecak.

Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengekspor cecak kering ke Hong Kong. Ekspor seberat 670 kilogram (kg) itu dikirim dalam 25 koli menggunakan pesawat udara. Ekpsor tersebut rupanya sudah kali kedua yang dilakukan eksportir.

"Alhamdulillah, ini merupakan pengiriman yang kedua, sebelumnya sudah diekspor cecak sebanyak 330 kilogram," kata eksportir cecak asal Sumbar Doni Editiawarman di Padang, Jumat (17/6) melansir dari Antara.

Doni mengungkapkan cecak tersebut dikumpulkan ke rumahnya dari sejumlah daerah, mulai dari Medan hingga Pulau Jawa. Ratusan kilogram cecak itu dikeringkan menggunakan cahaya matahari. Selain itu, untuk mempercepat proses pengeringan juga dibakar menggunakan tungku di ruangan khusus.

Formalin juga digunakan dalam pengemasan agar cecak yang dikirim tidak berbau. Untuk pengiriman, Doni menggunakan penerbangan Padang-Jakarta dan dilanjutkan dengan Jakarta-Hong Kong.
Sebelumnya, Doni sebenarnya menggeluti usaha ekspor ikan garing. Namun, ia melihat permintaan untuk ekspor cecak yang digunakan untuk bahan obat herbal.

"Butuh waktu cukup lama untuk mengumpulkan cecak hingga 670 kilogram, namun sebelumnya saya sudah ada stok dan untuk mempercepat juga dilakukan pembakaran," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Padang, Iswan Haryanto senang dan bangga dengan keuletan para pengusaha Sumbar. Iswan pun mengapresiasi kejelian pengusaha dalam melihat peluang.
"Akhirnya cecak kering kembali diekspor Hong Kong, mereka bisa jeli melihat peluang, ekspor cecak termasuk termasuk jarang dan unik," kata dia.

Iswan menyebut, Karantina Pertanian Padang melalui Wilayah Kerja Bandara Internasional Minangkabau, telah melakukan pemeriksaan pada komoditas cecak yang akan diekspor. Pemeriksaan yang dilakukan mulai dari media pembawa dengan kondisi fisik baik, jumlah sesuai dengan permohonan hingga demikian kemasannya yang utuh sehingga dapat dilakukan sertifikasi dengan menerbitkan sertifikat karantina berupa Surat Keterangan untuk Bahan Asal Hewan (KH-12).

"Cecak kering dipercaya oleh masyarakat untuk obat herbal China yang bisa menyembuhkan penyakit," pungkasnya.

Thursday, June 9, 2022

Thursday, June 09, 2022

Rusia Diduga Curi Gandum Ukraina Buat Diekspor, Beneran Nih?


Negaratoto - Rusia disinyalir mengirimkan gandum dari Ukraina ke luar negeri. Dugaan ini mencuat ketika pejabat Ukraina menuduh Rusia mencuri 600.000 ton biji-bijian dan mengekspor sebagian darinya.

Pasokan gandum Ukraina menjadi kebutuhan yang mendesak di dunia. Pasalnya, jutaan ton gandum diekspor setiap tahun ke Afrika dan Timur Tengah. Namun, kini hal itu tidak bisa dilakukan karena angkatan laut Rusia memblokade pelabuhan Laut Hitam Ukraina.

Rusia mengatakan Ukraina harus menghapus ranjau di lepas pantai Laut Hitam lebih dulu agar jalur ekspor biji-bijian dapat beroperasi.

Dilaporkan New York Times, Amerika Serikat (AS) menuduh Rusia mencoba menjual gandum Ukraina yang dicuri ke negara-negara yang dilanda kekeringan di Afrika.

Pada pertengahan Mei, AS mengirimkan peringatan ke 14 negara, sebagian besar di Afrika, bahwa kapal kargo Rusia meninggalkan pelabuhan dekat Ukraina dengan membawa gandum.

Mengutip BBC, Kamis (9/6/2022), Yevgeny Balitsky, yang bertanggung jawab atas wilayah yang dikuasai Rusia di wilayah Zaporizhzhia, mengatakan gandum sudah dikirim dari wilayah itu dengan kereta barang menuju Krimea menuju Timur Tengah. Dia mengatakan bahwa kontrak utama sedang diselesaikan dengan Turki.

Juru bicara Rusia di Krimea, Oleg Kryuchkov, mengatakan 11 kontainer gandum telah tiba di Krimea dari Melitopol, sebuah kota di Zaporizhzhia.


Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov membantah Rusia menghalangi ekspor gandum Ukraina dengan mengatakan bahwa tanggung jawab ada pada Ukraina untuk menambang perairan Odesa dan pelabuhan lainnya.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan pihaknya tidak dapat menambang di pantai karena Rusia akan menggunakan jalur ekspor gandum untuk menyerang Ukraina selatan.

Turki sedang mencoba untuk menengahi kesepakatan untuk menciptakan koridor maritim yang aman.

Pekan lalu Duta Besar Ukraina untuk Turki, Vasyl Bodnar, mengatakan Rusia mengirimkan gandum curian dari Krimea, dan Turki termasuk di antara tujuannya.

"Kami telah mengajukan permohonan kami kepada Turki untuk membantu kami," katanya seperti dikutip Reuters.

Ketua Asosiasi Gandum Ukraina Mykola Gorbachov telah memperingatkan jika ekspor tidak dapat dilanjutkan dari pelabuhan Ukraina pada panen berikutnya yakni mulai akhir Juli, maka akan memberikan dampak besar.

Dia mengatakan ekspor gandum Ukraina akan dibatasi maksimal 20 juta ton tahun depan melalui jalan darat, sungai, dan kereta api, sedangkan tahun lalu berhasil mengekspor 44,7 juta ton.

Invasi Rusia ke Ukraina telah memicu kenaikan harga besar-besaran di seluruh dunia untuk biji-bijian, minyak goreng, bahan bakar, dan pupuk. Sebagian dari itu adalah akibat sanksi Barat terhadap Rusia.

Rusia dan Ukraina bersama-sama menyumbang hampir sepertiga dari pasokan gandum global, kontribusi Ukraina bahkan hampir 10%. Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada 2019 Ukraina menyumbang 16% dari pasokan jagung dunia dan 42% dari minyak bunga matahari.

Blokade Ukraina saat ini dan penimbunan gandum oleh beberapa negara berkontribusi terhadap kekurangan di negara-negara yang sudah dilanda kerawanan pangan.

Tuesday, May 24, 2022

Tuesday, May 24, 2022

Prospek Saham Emiten Sawit Usai Jokowi Cabut Larangan Ekspor


Negaratoto - Saham emiten sawit nampaknya kembali kinclong setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut larangan ekspor minyak sawit mulai 23 Mei 2022. Kebijakan pencabutan larangan ekspor ini diumumkan langsung oleh Jokowi melalui siaran pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis 19 Mei.

"Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang di tenaga industri, baik petani, pekerja dan juga tenaga pendukung lainnya. Maka saya memutuskan ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin 23 Mei 2022," Kata Jokowi, dikutip Senin (23/5/2022).

Saat ekspor minyak sawit cs resmi dilarang, harga saham sejumlah emiten sawit anjlok atau berada di zona merah. Namun, pasca dicabutnya larangan tersebut beberapa saham emiten sawit mengalami kenaikan. Walaupun masih ada beberapa emiten yang masih turun.

Nah, sebenarnya bagaimana prospek saham emiten sawit pasca dibukanya kembali keran ekspor CPO? Ekonom dan Praktisi Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo menyebut jika saham CPO sedang mendapat apresiasi positif dan cukup potensial di pasar global.

"Saat ini terlepas dari perizinan ekspor sawit yang telah ditentukan presiden, minyak dunia sedang mendapat apresiasi di harga US$ 111 per barel," katanya kepada detikcom, Senin (23/5/2022). Ia menjelaskan jika produk sawit adalah produk turunan, sementara minyak adalah komoditas utama.

Kenaikan harga minyak dunia mendorong kenaikan harga komoditas turunan seperti CPO. Jadi apa yang terjadi pada saham sawit sekarang bukan sepenuhnya dipengaruhi oleh dibukanya kembali keran ekspor saja, melainkan terpengaruh oleh pergerakan komoditas utama.

Senada dengan Lucky, Muhammad Nafan Aji dari Binaartha Parama Sekuritas berpendapat jika CPO termasuk komoditas strategi yang cukup diperhitungkan.

"Trend CPO secara keseluruhan mengalami up trend, terjadi karena peningkatan global demand," ungkapnya. India saat ini menjadi salah satu negara dengan jumlah demand paling tinggi.


Namun ia menekankan jika prospek saham emiten sawit kedepannya juga dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi dan peningkatan produksi CPO. Meskipun secara umum ia menyebut jika progresnya belum bisa kembali seperti sebelum pandemi.

Nafan Turut menyinggung faktor geografis yang mungkin mempengaruhi pergerakan saham sawit. Misalnya fenomena La Nina yang berpotensi mengganggu produksi sawit namun membuat harga CPO jadi naik.

Menurutnya di sini berlaku hukum ekonomi dimana saat barang langka dan permintaan tinggi maka harga komoditas pun ikut naik.

Nafan menyebut Indonesia sebagai salah pengekspor non migas unggulan dunia. Dan dengan tren yang terus mengalami kenaikan, harusnya kondisi ini cukup menjanjikan untuk investor.

Sementara itu Lucky menyebut jika investor ingin mencoba berinvestasi di produk sawit maka bisa mencoba masuk saat ini. Namun ia mengingatkan jika emiten sawit tidak menjanjikan keuntungan jangka pendek.

Menurutnya sawit cenderung defensif dan minim volatilitas. Ini berbeda dengan jenis hard commodity yang memiliki volatilitas tinggi. Selain itu investor juga disarankan memahami profil investasi serta memahami volatilitas yang dipengaruhi oleh banyak sentimen.

Untuk investor yang tertarik dengan emiten sawit Lucky merekomendasikan saham London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) dan Astra Agro Lestari TBK PT (AALI). Ia menyebut kedua saham itu sudah terintegrasi dengan captive market baik dari Asia hingga luar Asia.

Sependapat dengan Lucky, Nafan menyebut komoditas CPO lebih cocok dipilih untuk investasi jangka panjang. Adapun rekomendasi saham emiten sawit ia menyebut saham AALI dan LSIP. "AALI dan LSIP, karena itu kan yang paling rajin bagiin dividen," katanya.

Berbeda dengan dua analis sebelumnya, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menyebut jika banyaknya sentimen yang mempengaruhi saham CPO justru lebih cocok dipilih sebagai instrumen investasi jangka pendek.

"Pergerakan harga CPO banyak juga dipengaruhi oleh berbagai sentimen, saya sih melihat lebih ke jangka pendek," ujarnya. walaupun secara bisnis ia mengakui jika CPO sebenarnya bagus untuk jangka panjang.

Hanya saja menurutnya sentimen saat ini masih menimbulkan ketidakpastian. Oleh karena itu investor dapat mencoba investasi mingguan atau harian sambil melihat perkembangan ekonomi global. Reza lebih menyarankan saham CPO dengan price earning ratio yang rendah, misalnya Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) dan Austindo Nusantara Jaya (ANJT)

Wednesday, April 20, 2022

Wednesday, April 20, 2022

Sempat Sebut Bukan Korupsi, Kejati DKI Usut Kasus Ekspor Minyak Goreng Lagi

Negaratoto - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta sempat menyebut kasus ekspor minyak goreng yang dilakukan secara melawan hukum oleh PT AMJ dan perusahaan lainnya bukan tindak pidana korupsi, melainkan hanya kasus kepabeanan. Namun, kini Kejati DKI mengusut lagi kasus tersebut bahkan naik ke tahap penyidikan.

Kasi Penkum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam menerangkan kasus ekspor minyak goreng melalui Pelabuhan Tanjung Priok itu masih berjalan meski sebelumnya penanganannya diserahkan ke penyidik kepabeanan kantor pelayanan utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.

"Itu yang dilimpahkan penanganannya ke penyidik Bea dan Cukai Tanjung Priok untuk diproses lebih lanjut berdasarkan ketentuan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan," kata Ashari dalam keterangan pers tertulisnya, Rabu (20/4/2022).

Ashari mengatakan sejatinya yang diserahkan ke Bea Cukai adalah terkait masalah pajak bea keluar yang tidak dibayarkan oleh PT AMJ kepada negara selama melakukan ekspor minyak goreng kemasan. Ashari menyebut minyak goreng yang siap ekspor ke Hong Kong itu tidak dilengkapi PEB yang benar.

Sementara itu, di luar permasalahan tersebut, Ashari mengungkap tim penyidik Kejati DKI Jakarta masih tetap mengusut dugaan korupsi distribusi ekspor minyak goreng. Dia bahkan menyebut kasusnya kini sudah naik ke tahap penyidikan.

"Tim penyidik Pidsus Kejati DKI Jakarta masih jalan penanganan kasus dugaan korupsi distribusi ekspor minyak goreng. Bahkan kini kasusnya telah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan sebagaimana Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Nomor: Print-1033/M.1/Fd.1/04/2022 tanggal 6 April 2022," ujar Ashari.

"Terkait pemberantasan mafia minyak goreng yang berkualifikasi tindak pidana korupsi sehubungan dengan proses distribusi ekspor ke Hong Kong, yang berdampak pada kelangkaan minyak goreng di Indonesia," sambungnya.

Ashari menjelaskan hal tersebut diatur dalam ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Lebih lanjut, Ashari mengungkap kasus ini naik ke tahap penyidikan karena ada perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh PT AMJ dan perusahaan lainnya pada periode 2021-2022 dalam proses distribusi minyak goreng kemasan. Ashari menambahkan perbuatan itu mengakibatkan kerugian perekonomian negara dengan terjadinya kelangkaan minyak goreng di Indonesia.

"Sehingga memberikan akibat atau dampak perekonomian negara secara langsung dengan terjadinya kelangkaan minyak goreng di Indonesia," tuturnya.

Kejati DKI saat ini telah memeriksa 6 saksi untuk dimintai keterangan. Salah satu saksinya yakni dari pihak perusahaan PT AMJ.

"Dalam kasus dugaan korupsi ekspor minyak goreng kemasan tersebut, tim penyidik tindak pidana khusus Kejati DKI telah memeriksa 6 orang saksi, salah satunya dari pihak perusahaan PT AMJ," kata Ashari.

Jaksa Sempat Sebut Kasus Ekspor Minyak Goreng Bukan Korupsi
Diketahui, Kejati DKI sebelumnya menyerahkan kasus ekspor minyak goreng yang melibatkan PT AMJ kepada penyidik kepabeanan kantor pelayanan utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. Jaksa Kejati DKI menyerahkan kasus tersebut ke penyidik bea cukai karena menilai kasus tersebut tidak termasuk kasus korupsi, melainkan persoalan kepabeanan.

"Penyelidik pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, menyerahkan hasil penyelidikan dan penanganan kasus ekspor minyak goreng kepada Penyidik Kepabeanan pada Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok," kata Ashari Syam, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/4) .

Tim penyelidik Kejati DKI menyimpulkan dalam kasus ekspor minyak goreng yang dilakukan secara melawan hukum oleh PT AMJ dan perusahaan lainnya itu bukanlah tindak pidana korupsi, melainkan hanya kasus kepabeanan. Oleh karena itu tim penyelidik menyerahkannya ke penyidik kepabeanan pada kantor Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok.

"Adapun alasan tim penyelidik menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada penyidik kepabeanan, berdasarkan hasil penyelidikan, disimpulkan bahwa perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh PT AMJ dan perusahaan lainnya dalam proses distribusi minyak goreng kemasan yang diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2021-2022 bukan merupakan peristiwa tindak pidana korupsi, melainkan peristiwa tindak pidana kepabeanan, sehingga penanganan pada tahap penyidikan, tidak menjadi kewenangan penyidik kejaksaan," lanjutnya.

Klarifikasi PT AMJ soal Kasus Ekspor Minyak Goreng
Kuasa hukum PT Amin Market Jaya (AMJ), Fredrik Pinakunary, buka suara soal dugaan kasus ekspor minyak goreng yang sempat diselidiki oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. PT AMJ diduga melakukan ekspor minyak goreng melalui Pelabuhan Tanjung Priok yang diduga ada kaitannya dengan kelangkaan minyak goreng di Tanah Air.

Fredrik tidak membenarkan kliennya telah mengekspor 23 kontainer minyak goreng. Dia menyebut kliennya mengekspor 25 kontainer ke Hong Kong yang berisikan berbagai macam barang, bukan hanya minyak goreng.

"Berdasarkan fakta yang ada, klien kami berhasil mengekspor barang sebanyak 25 kontainer ke Hong Kong sejak tanggal 7 September 2021 sampai dengan 3 Januari 2022 yang berisikan berbagai macam barang, bukan hanya minyak goreng. Oleh karena itu berita atau tuduhan bahwa klien kami telah mengekspor 23 kontainer minyak goreng adalah sebuah kekeliruan, fatal dan menyesatkan," kata Fredrik saat konferensi pers di Pluit, Jakarta Utara (Jakut), Kamis (7/4).

Fredrik juga mengatakan keuntungan yang diperoleh kliennya dari tiap kontainer masih dalam kisaran yang wajar. Bahkan jumlah keuntungan per kontainer jauh lebih kecil di bawah Rp 400 juta.

"Jumlah keuntungan per kontainer yang diperoleh PT AMJ sangat jauh lebih kecil daripada angka Rp 400 juta," jelas Fredrik.

"Perlu kami tegaskan juga bahwa keuntungan yang diperoleh PT AMJ pada masing-masing kontainer adalah di kisaran jumlah yang wajar dan juga sah," tambahnya.

Fredrik menjelaskan adanya perubahan deskripsi yang dilakukan pihak perusahaan jasa logistik, yaitu mengubah data minyak goreng (vegetables oil) dengan kode 1516.20.16 menjadi ditulis jenis barang vegetables (sayuran). PT AMJ telah dua kali menanyakan mengenai alasan perubahan deskripsi, namun belum mendapatkan respons.

Menurut Fredrik, kliennya tidak melanggar ketentuan terkait kuota ekspor dan izin ekspor minyak goreng. Hal itu karena memang tidak pernah ada aturan terkait kuota ekspor minyak goreng yang berlaku saat kliennya melakukan ekspor minyak goreng ke Hong Kong.

"PT AMJ tidak melanggar ketentuan terkait kuota ekspor dan izin ekspor minyak goreng karena pada faktanya memang tidak pernah ada peraturan terkait kuota ekspor minyak goreng yang berlaku saat PT AMJ melakukan ekspor minyak goreng ke Hong Kong," tutur Fredrik.

Sunday, March 27, 2022

Sunday, March 27, 2022

Rusia Lagi Pikir-pikir Ekspor Migas Bayar Bisa Pakai Bitcoin

Negaratoto - Rusia sedang mempertimbangkan untuk menjual minyak dan gas (migas) ke negara lain menggunakan bitcoin. Rencana itu dilatarbelakangi oleh sanksi dari Barat yang terus meningkat.

Dihadapkan dengan sanksi dari negara-negara Barat atas invasinya ke Ukraina, Rusia sedang mempertimbangkan untuk menerima aset kripto sebagai pembayaran untuk ekspor migas.

Dalam konferensi pers yang direkam dalam video, Ketua Komite Energi Duma Rusia Pavel Zavalny mengatakan negaranya bersedia untuk lebih fleksibel terkait opsi pembayaran untuk negara-negara "bersahabat" seperti China atau Turki.

Zavalny mengatakan bahwa mata uang fiat, serta bitcoin sedang dipertimbangkan sebagai cara alternatif untuk membayar ekspor energi Rusia.

"Kami telah lama mengusulkan ke China untuk beralih ke penyelesaian dalam mata uang nasional untuk rubel dan yuan... Dengan Turki, itu akan memakai lira dan rubel," kata Zavalny disadur dari CNBC, Minggu (27/3/2022).

"Anda juga bisa memperdagangkan bitcoin," sambungnya.


Dia juga menggandakan janji Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meminta negara-negara "tidak ramah" untuk membayar gas menggunakan rubel Rusia.

"Jika mereka ingin membeli, biarkan mereka membayar dalam mata uang keras, dan ini adalah emas untuk kami, atau membayar sesuka kami, ini adalah mata uang nasional," kata Zavalny, dalam komentar yang menggemakan peringatan presiden.

Meskipun AS telah melarang impor minyak Rusia sebagai bagian dari tanggapannya terhadap perang Moskow di Ukraina, sumber mengatakan kepada CNBC bahwa tidak mungkin Uni Eropa akan mengikutinya, mengingat ketergantungannya yang besar pada energi Rusia, sebagian untuk memanaskan rumah selama musim dingin.

"Rusia jelas ingin melakukan diversifikasi ke mata uang lain," kata Nic Carter, salah satu pendiri Coin Metrics.

Dia mengatakan bahwa Rusia telah mempersiapkan transisi semacam itu sejak 2014, ketika mulai melepaskan semua Treasurys AS.

"Tetapi negara itu tidak sepenuhnya siap untuk aset FX asing yang akan dibekukan," kata Carter, yang juga merupakan mitra pendiri Castle Island Ventures, sebuah perusahaan tahap awal yang berfokus pada kripto.

Rusia sekarang tampaknya serius untuk menjauh dari dolar. Menurut Carter, Rusia memiliki sesuatu yang dibutuhkan dunia. Negara tersebut adalah pengekspor gas alam nomor satu secara global.

Rusia berpotensi mengubah cadangan energi menjadi aset keras yang dapat digunakan di luar sistem dolar.

Saturday, March 19, 2022

Saturday, March 19, 2022

Rusia Blokir Jalur Utama Ekspor Gandum, Pasokan Pangan Dunia Terancam

Negaratoto - Perusahaan agrikultur terbesar Jerman, BayWa melaporkan, Rusia masih menghalangi ekspor gandum dari Ukraina dan Rusia, yang merupakan bagian penting dari pasokan pangan dunia.

"Tidak ada (gandum) diekspor dari pelabuhan Ukraina saat ini - tidak ada yang meninggalkan negara itu sama sekali," kata Jrg-Simon Immerz, kepala perdagangan bagian biji-bijian di BayWa kepada kantor berita Jerman dpa.

Pernyataan Immerz didukung oleh Otoritas Maritim Panama, yang pada hari Rabu (16/03) mengatakan, Angkatan Laut Rusia mencegah 200-300 kapal meninggalkan Laut Hitam. Kebanyakan dari kapal itu mengangkut gandum.

Noriel Arauz, administrator Otoritas Maritim Panama mengatakan, tiga kapal berbendera Panama telah diserang Rusia sejak invasi ke Ukraina dimulai pada tanggal 24 Februari lalu. Satu kapal tenggelam dan dua lainnya rusak, sementara ini tidak ada korban tewas dan luka.

Sementara surat kabar Inggris The Guardian melaporkan, beberapa kapal lain juga telah diserang sejak invasi dimulai, termasuk dari Bangladesh dan Estonia, yang menyebabkan satu orang tewas.

Rusia beralasan pemblokiran kapal-kapal tersebut karena adanya potensi risiko tinggi ranjau, yang diklaim Rusia telah dipasang oleh Angkatan Laut Ukraina.


Ketahanan pangan terancam
Pertanyaan yang dilontarkan adalah, berapa banyak gandum yang dapat diproduksi Ukraina tahun ini, dalam situasi konflik. Pada saat yang sama, Rusia telah menyatakan akan membalas sanksi Barat, yang telah melumpuhkan ekonominya.

Pembatasan ekspor gandum dan pupuk diduga berada di urutan teratas dalam daftar sanksi balasan Moskow, yang dapat memiliki konsekuensi lebih lanjut bagi pasokan pangan dunia dan inflasi harga pangan.

Rusia memproduksi hampir 80 juta ton gandum per tahun dan mengekspor hampir 30 juta ton, sementara Ukraina mengekspor sekitar 20 hingga 25 juta ton gandum per tahun.

Immerz dari BayWa lebih lanjut mengatakan, seluruh pasar kini mengikuti ekspor Ukraina lebih dari Rusia, karena ekspor Rusia saat ini dianggap lebih berisiko.

"Gandum disemai di musim gugur dan sekarang saatnya perlu diberi pupuk," kata Immerz. "Jagung bahkan belum ditaburkan, dan jika itu tidak bisa ditaburkan, tentu saja, tidak akan ada panen."

BayWa namun meyakini, tidak ada alasan untuk takut akan kekurangannya pasokan gandum, karena lebih banyak gandum yang dipanen di Uni Eropa (UE) daripada yang dikonsumsi.

"Uni Eropa mengekspor sekitar 30 juta ton gandum setiap tahun, dan Jerman juga merupakan negara pengekspor pada tahun-tahun normal," kata Immerz. Tapi itu tidak berlaku untuk semua jenis biji-bijian. "Kita mengandalkan impor untuk jagung," tambahnya.

Kebutuhan pangan Afrika rentan
Sementara itu, sebuah laporan baru oleh Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) telah memperingatkan tentang dampak perang terhadap situasi pangan di Afrika.

Antara tahun 2018 dan 2020, impor gandum dari Rusia menyumbang hampir sepertiga dari total kebutuhan benua itu, sementara sekitar 12% berasal dari Ukraina.

Laporan UNCTAD mengatakan, hingga 25 negara Afrika, terutama negara dengan ekonomi kurang berkembang, bergantung pada impor gandum dari Rusia dan Ukraina.

Laporan itu juga memperingatkan, kurangnya kapasitas cadangan pangan di Afrika membatasi kemungkinan untuk mengimbangi pasokan yang hilang, sementara melonjaknya harga pupuk akan menjadi beban tambahan bagi petani.

Diperlukan koridor pengiriman yang aman
Organisasi Maritim Internasional PBB (IMO) telah menyerukan apa yang disebut koridor maritim, untuk memungkinkan kapal-kapal meninggalkan Laut Hitam tanpa risiko serangan atau menabrak ranjau.

"Aksi militer yang sedang berlangsung di Laut Hitam dan Laut Azov menghadirkan ancaman serius dan langsung terhadap keselamatan dan keamanan awak dan kapal yang beroperasi di wilayah tersebut," kata IMO dalam sebuah pernyataan yang dirilis awal pekan ini.

"Keseriusan situasi ini digarisbawahi oleh semakin banyak laporan dari sumber terbuka, tentang insiden keamanan yang melibatkan kapal barang," lanjut pernyataan itu.

IMO saat ini berhubungan erat dengan semua pemangku kepentingan utama di kawasan itu, untuk "berkontribusi dalam upaya mengatasi keselamatan dan keamanan pelayaran kapal" di kawasan Laut Hitam.

Wednesday, February 23, 2022

Wednesday, February 23, 2022

Kedelai Lokal Vs Kedelai Impor untuk Tahu dan Tempe, Apa Bedanya?


Negaratoto - Gejolak harga kedelai kembali diperbincangkan publik karena dampaknya yang sangat besar. Mahalnya kedelai impor mengakibatkan pengrajin tempe tahu mogok produksi dan menyebabkan kelangkaan.

Menurut Ketua Umum Gabungan Asosiasi Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin, kedelai lokal sebetulnya bisa digunakan untuk produksi tempe tahum Kualitas kedelai lokal tak kalah dengan yang impor.

"Kalau kelebihan kedelai lokal itu non GMO (Genetically Modified Organisms), lebih natural, kalau orang bilang nggak pakai apa-apa. Kalau kedelai Amerika Serikat, Brasil, dan lainnya itu pasti GMO, makanya hasil panennya besarannya standar dan warna kuningnya bagus," terangnya seperti dikutip dari detikFinance, Rabu (23/2/2022).

Kedelai lokal vs Impor, mana yang lebih baik untuk tempe dan tahu?
1. Kedelai lokal lebih murah dan bergizi
Aip mengatakan, kedelai lokal lebih murah dan lebih bergizi daripada kedelai impor. Kedelai lokal juga bisa bersaing soal harga dengan produk impor yang berasal dari luar negeri.


"Kedelai lokal itu sesungguhnya gizinya, proteinnya, kalorinya dan lain-lain lebih bagus dari kedelai impor, lebih harum, lebih ini dan lain sebagainya. Sebetulnya kalau bicara harga sekarang kedelai lokal itu juga lebih murah," ungkapnya.

2. Ukuran kedelai lokal cocok untuk olahan tahu
Menurut Aip, kedelai lokal lebih cocok untuk produksi tahu. Hal in disebabkan ukuran polong kedelai lokal yang kurang seragam, sehingga kadang ada yang tidak memenuhi standar olahan.

"Biji dari kedelai lokal itu tidak standar, itu ada yang besar, kecil, ada yang ini. Jadi karakteristik kedelai lokal ini lebih bagus kalau dibikin menjadi tahu saja," tuturnya.

Selain itu, kedelai lokal tak selalu tersedia di pasaran. Berbeda dengan kedelai impor yang lebih mudah dijangkau konsumen. Misalnya perajin tahu-tempe yang harus produksi setiap hari.

"Kedelai lokal itu tidak selalu ada, padahal kami itu tiap hari atau harus produksi, jadi kalau kami produksi kedelai sekarang tiba-tiba besoknya tidak ada ini jadi bingung akhirnya rusaklah produksi kami tahu dan tempe kami," ujarnya.

3. Kebersihan kedelai impor vs lokal?
Aip mengatakan, kedelai lokal yang sampai ke perajin selalu datang dalam keadaan kotor meski lebih murah dan unggul. Sehingga, produsen tahu tempe harus punya waktu ekstra untuk membersihkannya.

"Kedelai lokal itu kotor, di situ di dalam karungnya itu ada tanah, ada ranting, daun, ada lain-lain sebagainya. Kalau kedelai impor, tinggal pakai lah," jelas Aip.

Faktor inilah yang jadi pertimbangan produsen tahu tempe hingga memilih kedelai impor. Produsen tidak punya banyak waktu setiap hari, karena harus terus mengolah kedelai menjadi tahu dan tempe.

Anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Ayep Zaki, kebutuhan kedelai Indonesia saat ini mencapai 3 juta ton per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia harus mengimpor 80% atau setara 2,4 juta ton.

Jika dikonversikan dengan harga per kilogram (kg), kedelai belakangan ini harganya Rp 10.000. Perhitungan tersebut artinya impor kedelai bisa mencapai Rp 24 triliun.