Breaking

Showing posts with label Minyak Goreng. Show all posts
Showing posts with label Minyak Goreng. Show all posts

Sunday, June 5, 2022

Sunday, June 05, 2022

Soal Minyak Goreng, Luhut Ingin Rakyat, Petani & Pengusaha Untung


Negaratoto - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa pemerintah akan mencari jalan tengah dari masalah minyak goreng di tanah air. Selain ingin memastikan ketersediaan stok untuk masyarakat, pemerintah juga ingin pengusaha bisa mendapatkan untung.

Luhut mengatakan di tengah kondisi global yang tak menentu, pengendalian minyak goreng tidak mudah dilaksanakan. Banyak hal yang harus di seimbangkan.

"Kami pertimbangkan agar semua tujuan diharapkan bisa tepat sasaran. Kami perbaiki tata kelola minyak goreng dan kelapa sawit," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Minggu (5/6/2022).

Luhut menegaskan bahwa dirinya yang kini mengurusi minyak goreng akan menata urusan minyak goreng dari hulu ke hilir. Sehingga diharapkan bisa ekosistem yang berkeadilan.


Dia menegaskan, dari sisi hulu bahwa pemerintah ingin memastikan kesejahteraan petani sawit. Sementara di sisi hilir pemerintah juga harus menjamin masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga wajar.

Tak hanya itu, Luhut juga memastikan bahwa pemerintah juga memikirkan pengusaha. Bahkan dirinya menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan pengusaha juga mendapatkan keuntungan.

"Pemerintah harus meyakinkan para pengusaha minyak goreng distributor dan pengecer bahwa mereka bisa bergerak dan dapat laba sesuai jasa produksi yang mereka lakukan. Kita tak ingin pengusaha dan UMKM tak mendapatkan untung dengan kepatutan," tuturnya.

Luhut melanjutkan, untuk urusan ekspor CPO dan bahan baku minyak goreng juga merupakan hal yang penting. Sebab berdampak erat terhadap penerimaan petani sawit.

"Ketika eskpor meningkat maka semua mata rantai prioduksi dan distribusi bisa berjalan. Dengan demikian harga TBS kita harap akan membaik," tuturnya.

"Teman-teman di kementerian dan lembaga telah bekerja keras agar keran ekspor dibuka. Kami buka peluang lebih dari 1 juta ton ekspor yang dilakukan, dan secara bertahap ini berjalan," tambahnya.

Wednesday, April 20, 2022

Wednesday, April 20, 2022

Sempat Sebut Bukan Korupsi, Kejati DKI Usut Kasus Ekspor Minyak Goreng Lagi

Negaratoto - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta sempat menyebut kasus ekspor minyak goreng yang dilakukan secara melawan hukum oleh PT AMJ dan perusahaan lainnya bukan tindak pidana korupsi, melainkan hanya kasus kepabeanan. Namun, kini Kejati DKI mengusut lagi kasus tersebut bahkan naik ke tahap penyidikan.

Kasi Penkum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam menerangkan kasus ekspor minyak goreng melalui Pelabuhan Tanjung Priok itu masih berjalan meski sebelumnya penanganannya diserahkan ke penyidik kepabeanan kantor pelayanan utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.

"Itu yang dilimpahkan penanganannya ke penyidik Bea dan Cukai Tanjung Priok untuk diproses lebih lanjut berdasarkan ketentuan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan," kata Ashari dalam keterangan pers tertulisnya, Rabu (20/4/2022).

Ashari mengatakan sejatinya yang diserahkan ke Bea Cukai adalah terkait masalah pajak bea keluar yang tidak dibayarkan oleh PT AMJ kepada negara selama melakukan ekspor minyak goreng kemasan. Ashari menyebut minyak goreng yang siap ekspor ke Hong Kong itu tidak dilengkapi PEB yang benar.

Sementara itu, di luar permasalahan tersebut, Ashari mengungkap tim penyidik Kejati DKI Jakarta masih tetap mengusut dugaan korupsi distribusi ekspor minyak goreng. Dia bahkan menyebut kasusnya kini sudah naik ke tahap penyidikan.

"Tim penyidik Pidsus Kejati DKI Jakarta masih jalan penanganan kasus dugaan korupsi distribusi ekspor minyak goreng. Bahkan kini kasusnya telah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan sebagaimana Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Nomor: Print-1033/M.1/Fd.1/04/2022 tanggal 6 April 2022," ujar Ashari.

"Terkait pemberantasan mafia minyak goreng yang berkualifikasi tindak pidana korupsi sehubungan dengan proses distribusi ekspor ke Hong Kong, yang berdampak pada kelangkaan minyak goreng di Indonesia," sambungnya.

Ashari menjelaskan hal tersebut diatur dalam ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Lebih lanjut, Ashari mengungkap kasus ini naik ke tahap penyidikan karena ada perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh PT AMJ dan perusahaan lainnya pada periode 2021-2022 dalam proses distribusi minyak goreng kemasan. Ashari menambahkan perbuatan itu mengakibatkan kerugian perekonomian negara dengan terjadinya kelangkaan minyak goreng di Indonesia.

"Sehingga memberikan akibat atau dampak perekonomian negara secara langsung dengan terjadinya kelangkaan minyak goreng di Indonesia," tuturnya.

Kejati DKI saat ini telah memeriksa 6 saksi untuk dimintai keterangan. Salah satu saksinya yakni dari pihak perusahaan PT AMJ.

"Dalam kasus dugaan korupsi ekspor minyak goreng kemasan tersebut, tim penyidik tindak pidana khusus Kejati DKI telah memeriksa 6 orang saksi, salah satunya dari pihak perusahaan PT AMJ," kata Ashari.

Jaksa Sempat Sebut Kasus Ekspor Minyak Goreng Bukan Korupsi
Diketahui, Kejati DKI sebelumnya menyerahkan kasus ekspor minyak goreng yang melibatkan PT AMJ kepada penyidik kepabeanan kantor pelayanan utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. Jaksa Kejati DKI menyerahkan kasus tersebut ke penyidik bea cukai karena menilai kasus tersebut tidak termasuk kasus korupsi, melainkan persoalan kepabeanan.

"Penyelidik pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, menyerahkan hasil penyelidikan dan penanganan kasus ekspor minyak goreng kepada Penyidik Kepabeanan pada Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok," kata Ashari Syam, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/4) .

Tim penyelidik Kejati DKI menyimpulkan dalam kasus ekspor minyak goreng yang dilakukan secara melawan hukum oleh PT AMJ dan perusahaan lainnya itu bukanlah tindak pidana korupsi, melainkan hanya kasus kepabeanan. Oleh karena itu tim penyelidik menyerahkannya ke penyidik kepabeanan pada kantor Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok.

"Adapun alasan tim penyelidik menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada penyidik kepabeanan, berdasarkan hasil penyelidikan, disimpulkan bahwa perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh PT AMJ dan perusahaan lainnya dalam proses distribusi minyak goreng kemasan yang diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2021-2022 bukan merupakan peristiwa tindak pidana korupsi, melainkan peristiwa tindak pidana kepabeanan, sehingga penanganan pada tahap penyidikan, tidak menjadi kewenangan penyidik kejaksaan," lanjutnya.

Klarifikasi PT AMJ soal Kasus Ekspor Minyak Goreng
Kuasa hukum PT Amin Market Jaya (AMJ), Fredrik Pinakunary, buka suara soal dugaan kasus ekspor minyak goreng yang sempat diselidiki oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. PT AMJ diduga melakukan ekspor minyak goreng melalui Pelabuhan Tanjung Priok yang diduga ada kaitannya dengan kelangkaan minyak goreng di Tanah Air.

Fredrik tidak membenarkan kliennya telah mengekspor 23 kontainer minyak goreng. Dia menyebut kliennya mengekspor 25 kontainer ke Hong Kong yang berisikan berbagai macam barang, bukan hanya minyak goreng.

"Berdasarkan fakta yang ada, klien kami berhasil mengekspor barang sebanyak 25 kontainer ke Hong Kong sejak tanggal 7 September 2021 sampai dengan 3 Januari 2022 yang berisikan berbagai macam barang, bukan hanya minyak goreng. Oleh karena itu berita atau tuduhan bahwa klien kami telah mengekspor 23 kontainer minyak goreng adalah sebuah kekeliruan, fatal dan menyesatkan," kata Fredrik saat konferensi pers di Pluit, Jakarta Utara (Jakut), Kamis (7/4).

Fredrik juga mengatakan keuntungan yang diperoleh kliennya dari tiap kontainer masih dalam kisaran yang wajar. Bahkan jumlah keuntungan per kontainer jauh lebih kecil di bawah Rp 400 juta.

"Jumlah keuntungan per kontainer yang diperoleh PT AMJ sangat jauh lebih kecil daripada angka Rp 400 juta," jelas Fredrik.

"Perlu kami tegaskan juga bahwa keuntungan yang diperoleh PT AMJ pada masing-masing kontainer adalah di kisaran jumlah yang wajar dan juga sah," tambahnya.

Fredrik menjelaskan adanya perubahan deskripsi yang dilakukan pihak perusahaan jasa logistik, yaitu mengubah data minyak goreng (vegetables oil) dengan kode 1516.20.16 menjadi ditulis jenis barang vegetables (sayuran). PT AMJ telah dua kali menanyakan mengenai alasan perubahan deskripsi, namun belum mendapatkan respons.

Menurut Fredrik, kliennya tidak melanggar ketentuan terkait kuota ekspor dan izin ekspor minyak goreng. Hal itu karena memang tidak pernah ada aturan terkait kuota ekspor minyak goreng yang berlaku saat kliennya melakukan ekspor minyak goreng ke Hong Kong.

"PT AMJ tidak melanggar ketentuan terkait kuota ekspor dan izin ekspor minyak goreng karena pada faktanya memang tidak pernah ada peraturan terkait kuota ekspor minyak goreng yang berlaku saat PT AMJ melakukan ekspor minyak goreng ke Hong Kong," tutur Fredrik.

Friday, April 15, 2022

Friday, April 15, 2022

Sidak Wilayah Jaksel, Satgas Temukan Praktik Penyelewengan 78 Ton Minyak Goreng Curah Subsidi

 

Aparat Kembali Menemukan Aksi Penyelewengan Atas Pasokan 78 Ton Minyak Goreng Curah Bersubsidi Di Tingkat Distributor. Aksi Itu Terbongkar Usai Satgas Pangan Melakukan Sidak Di Jakarta Selatan.

NEGARATOTO - Kini banyak penyelewengan yang terjadi pada pendistribusian minyak goreng curah bersubsidi di pasaran. Terbaru, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri menemukan ada penyelewengan 78 ton minyak goreng curah bersubsidi saat melakukan sidak (inspeksi mendadak) di tingkat distributor di wilayah Cipete, Jakarta Selatan.

"Ini menyebabkan subsidi harga minyak goreng curah tidak tersalurkan dengan tepat, padahal ada dana publik di sini," ujar Agus dalam keterangan tertulis pada Kamis (14/4).

Hasil inspeksi ini ditemukan distributor satu (D1) melakukan repacking minyak goreng curah bersubsidi. Agus pun memperingatkan para distributor agar patuh pada regulasi program penyediaan minyak goreng curah untuk kebutuhan masyarakat, usaha mikro, dan usaha kecil sesuai Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 8 Tahun 2022.

“Kalau masih ada distributor yang menyimpang, kami ingatkan agar berhenti. Kepatuhan sangat penting, karena ini adalah upaya pemerintah untuk masyarakat dan UMKM agar bisa mendapatkan Minyak Goreng Curah bersubsidi," imbau Agus.

Liaison Officer Satgas Pangan Polri, Kombes Polisi Eko Sulistyo Basuki mengatakan, repacking yang ditemukan menggunakan jeriken lima liter dan dijual seharga Rp 85 ribu per jeriken atau Rp 17 ribu per liter yang dinilai di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Distributor tersebut telah mendistribusikan Minyak Goreng Curah Bersubsidi dalam jeriken lima liter, dengan total sebanyak 78 ton selama sebulan terakhir," ungkapnya di kesempatan yang sama.

Sementara itu, penyidikan kasus ini akan dilaksanakan oleh Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya. Termasuk akan didalami rantai pasokan distribusinya. Dari penyidikan itu, 700 jeriken kapasitas lima liter atau setara seberat tiga ton disita sebagai barang bukti.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif mengatakan pelanggaran tidak hanya repacking, namun diindikasikan ada monopoli distribusi. Mulai dari tingkat D1 sampai D2 sampai pengecer diduga dimiliki oleh orang yang sama.

Berdasarkan data SIMIRAH, rantai distribusi ini sudah ada sekitar 400 ton minyak goreng curah bersubsidi sejak Maret. Kemudian hanya sebagian kecil saja yang dijual ke masyarakat.

Maka dari itu, pihaknya meminta kepada Polri untuk mendalami aliran distribusi ini. Untuk para pelaku, sanksi yang akan diterapkan sesuai dengan Permenperin Nomor 8 Tahun 2022, serta aturan hukum lain, termasuk yang terkait dengan perdagangan.

Thursday, March 31, 2022

Thursday, March 31, 2022

Aksi Mafia Minyak Goreng Di Banten Terbongkar, Pelaku Ganti Premium Dengan Curah

 

Polda Banten Berhasil Membongkar Aksi Mafia Minyak Goreng Dalam Penggerebekan Gudang Di Kabupaten Serang. Modusnya, Mereka Mengemas Ulang Minyak Goreng Curah Dalam Kemasan Premium.

NEGARATOTO - Aksi mafia minyak goreng dicurigai jadi dalang kelangkaan pasokannya di pasaran. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten pun berhasil membongkar adanya mafia minyak goreng setelah meggerebek sebuah gudang di Kabupaten Serang.

Modus mafia minyak goreng itu adalah mengemas ulang minyak goreng curah menjadi seolah-olah premium. Tim penyidik membongkar mafia itu dan menemukan sebuah gudang milik CV. Jongjing Pratama di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang yang memproduksi ulang ribuan botol minyak goreng.

Kepala bidang Humas Polda Banten, Komisaris Besar Shinto Silitonga mengatakan terbongkarnya gudang minyak goreng ini setelah tim Ditreskrimsus Polda Banten menelisik informasi dari masyarakat. Mereka menemukan indikasi kecurangan dalam pendistribusian minyak goreng curah yang dikemas dalam botol plastik berhadiah sabun cuci merek Total.

"Sebagai promo untuk menarik minat beli masyarakat, setiap pembelian satu liter minyak goreng kemasan botol dengan merek Laban diberikan hadiah sabun cuci Total," kata Shinto, Rabu (30/3).

Selain itu, penyidik juga menemukan fakta badan usaha tersebut tidak memiliki izin edar dan pengajuan SNI. Bahkan menggunakan minyak goreng curah produksi badan usaha lain untuk diajukan dalam pengujian laboratorium. Logo halal pada kemasan juga tidak memiliki sertifikat halal.

"Dalam label kemasan disebutkan seolah-olah produk minyak goreng Laban mengandung vitamin A yang faktanya ternyata tidak sesuai," kata Shinto.

Badan usaha tersebut bukan merupakan bagian dari rantai ekonomi dalam peredaran minyak goreng curah, sehingga tidak memiliki waktu dan jalur distribusi lanjutan minyak goreng yang jelas.

Meskipun badan usaha tersebut memiliki Nomor Induk Berusaha Perdagangan Besar komoditi minyak nabati dan hewani, mereka melakukan pengemasan ulang minyak goreng curah seolah-olah produsen atau pabrikan penghasil minyak goreng kemasan tanpa dilengkapi izn usaha industri.

"Modus operandi adalah mengemas ulang minyak goreng curah dalam kemasan baru dengan harga jual dinaikkan," kata Shinto.

Harga jual yang semestinya Rp 14 ribu sesuai ketentuan dalam Permendag No. 11 Tahun 2022 tentang harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah menjadi Rp 20 ribu, sehingga terdapat peningkatan ekonomis senilai Rp 6 ribu per liter minyak goreng tersebut.

Atas perbuatan itu Polda Banten menetapkan AR 28 tahun Direktur utama CV. Jongjing Pratama sebagai tersangka. Sementara 10 orang karyawan maupun pemasok kemasan botol minyak goreng ditetapkan sebagai saksi.

"Jumlah tersangka mafia minyak goreng dapat saja berkembang seiring dengan temuan fakta-fakta hukum lanjutan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Banten," pungkasnya.


Tuesday, March 29, 2022

Tuesday, March 29, 2022

Curhat Pedagang Pasar: Minyak Goreng Curah Antara Ada dan Tiada

Negaratoto - Pedagang pasar mengeluhkan stok minyak goreng curah yang sedikit saat ini. Padahal pemerintah baru saja harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng curah Rp 14.000/liter atau setara Rp 15.500/kg.

Seperti agen besar di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mengatakan dia harus mencari ke beberapa tempat untuk mendapatkan minyak goreng curah. Sekalinya dapat stok, pasti dibatasi.

"Waduh minyak goreng curah ini makin kacau ya. Di pabrik stok dibatasin sekarang. Saya kan jadi beli ga di satu tempat, karena barangnya dikit ya ke mana mana ke sales ke pabrik, barangnya dikit. Makin kacau aja ini minyak langka. Gimana kami mau jualan, langganan banyak tapi stoknya langka," ungkap pemilik agen sembako yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa (29/3/2022).

Pemilik agen ini mengaku telah mendapatkan stok minyak goreng curah dengan harga subsidi. Dia menjualnya dengan harga Rp 16.000/kg. Katanya, jika bukan harga subsidi harganya bisa tembus Rp 22.000/kg.


"Dapat stok yang subsidi ini harganya saya jual Rp 16.000/kg. Kalau nggak dapat subsidi Rp 22.000/kg itu," ungkapnya.

Masih di pasar yang sama, keluhan yang sama juga disampaikan pedagang lain bernama Hengki. Dia menjelaskan stok minyak goreng curah kadang ada dan tidak ada.

"Bilang sama Pak Menteri ini stok minyak goreng curah kenapa langka. Hari ini ada , besoknya nggak ada," jelasnya.

Dia sendiri menjual harga minyak goreng curah Rp 20.000/kg. Ia mengaku harga itu sudah naik lagi.

"Harga Rp 20.000/kg. Saya kan beli ya di agen aja sudah mahal. Tapi ya memang stoknya dikit," ungkapnya.

Pedagang sembako di tempat lain, misalnya di Pasar Ciputat Tangerang Selatan rata-rata pedagang mengatakan stok minyak goreng curah habis. Salah satu pedagang bernama Tomi mengatakan sudah 3 hari tidak ada stok minyak goreng curah.

"Kalau harga Rp 22.000/kg tapi udah tiga hari nggak ada barangnya," jelasnya.

Dia mengaku tahu soal minyak goreng curah yang disubsidi, tetapi katanya harga selalu mahal. "Tahu ada subsidi itu tapi kalau saya belanja ya mahal bukan harga subsidi," lanjutnya.

Sunday, March 27, 2022

Sunday, March 27, 2022

Pakar Gizi Ungkap Minyak Sawit Merah Bisa Tekan Risiko Kanker dan Tumor


NEGARATOTO - Minyak sawit merah memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Dosen Program Studi Gizi Universitas Binawan Jakarta Rizqiawan menjelaskan, minyak sawit merah bisa menekan potensi risiko penyakit kanker dan tumor.

"Minyak sawit merah memiliki kandungan karotenoid dan tokoferol serta komposisi asam lemak yang seimbang, sehingga dapat berperan sebagai antioksidan," kata Rizqiawan, Jakarta, Sabtu (26/3). Dikutip dari Antara.

Uji coba di pria dewasa yang mengalami dislipidemia atau kondisi di mana kadar lemak dalam darah meningkat yang berisiko penyebab penyakit jantung dan stroke, mereka diberikan kue kering yang diolesi minyak sawit merah.

Menurut dia, hasilnya adalah menurunkan kolesterol total, LDL-C, MDA dan LDL teroksidasi serta meningkatkan aktivitas enzim SOD serum secara nyata.Kue kering yang diolesi minyak sawit merah ini juga diberikan pada penderita tumor jinak payudara selama delapan minggu. Penelitian yang dilakukan pada 2020 ini terbukti dapat meningkatkan kadar SOD (Antioksidan meningkat), menurunkan kadar TNF-α dan 8-isoprostan serum, serta terjadi pengecilan ukuran tumor payudara secara signifikan.

"Isu sawit sebagai penyebab kanker dan tumor dapat di-counter dengan berbagai riset yang dilakukan terutama minyak sawit merah. Selain itu, minyak sawit merah juga bisa membantu menanggulangi kekurangan vitamin A yang penting bagi tumbuh kembang anak," tuturnya.

Hal senada dikatakan Direktur PT Nutri Palma Nabati, Darmono Taniwiryono, bahwa minyak sawit sehat adalah lemak sawit (sehat) yang di dalamnya terlarut betakaroten dan Vitamin E dalam konsentrasi yang tinggi serta Co-Q10, likopen, DAG, MAG, dan ALB, rendah Omega 6, tidak mengandung kolesterol, transfat, 3-MCPD dan GE.

"Sewaktu berkunjung ke Afrika, saya lihat masyarakat setempat mengonsumsi minyak sawit merah yang tidak melalui proses rafinasi dan deodorisasi. Dari situ saya lihat, orang Afrika jarang menggunakan kacamata," ujarnya.

Menurut dia, kandungan vitamin E di dalam minyak sawit dalam bentuk tocotrienol, sejatinya lebih tinggi dibandingkan minyak nabati lain.

"Potensi antioksidan jauh lebih tinggi dari minyak nabati lainnya. Sebagai antioksidan, kekuatan tokotrienol minyak sawit 16 kali lebih tinggi daripada tokoferol," katanya.

Ia mengatakan virgin red palm oil atau minyak sawit merah dapat ditambahkan ke makanan dan minuman. Sebagai contoh, mi instan dapat diberikan tambahan minyak sawit merah, juga dapat ditambahkan ke kue kering, kue basah dan kopi susu.

"Dari uji laboratorium, kue kering yang menggunakan virgin palm oil mengandung betakaroten sebesar 45 IU. Alhasil mengandung vitamin E lebih tinggi karena vitamin E tahan terhadap suhu tinggi," ujar Darmono.

Direktur Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika menambahkan kandungan nutrisi di dalam minyak sawit sangat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Kandungan tokotrienol dan vitamin E serta antioksidan memberikan manfaat positif bagi masyarakat, di antaranya nutrisi di dalam minyak sawit dapat mengurangi risiko penyakit dimensia dan stroke.

"Pengalaman saya sewaktu ke Belgia, produsen coklat setempat mengakui dapat menghasilkan coklat enak karena adanya sawit. Kita beruntung memiliki sawit karena mendukung adanya pembuatan makanan yang baik, sehat dan enak," ujarnya.

Saturday, March 26, 2022

Saturday, March 26, 2022

Fakta Usai Harga Minyak Goreng Curah Dipatok Rp14.000 per Liter dan Sulit Ditemukan

 

NEGARATOTO - Di Indonesia, ada dua jenis minyak goreng yang dipakai masyarakat. Pertama minyak goreng kemasan. Kemudian minyak goreng tanpa kemasan atau minyak goreng curah.

Penelusuran merdeka.com, harga minyak goreng curah lebih murah dibandingkan dengan minyak goreng kemasan. Hari ini minyak goreng kemasan dijual bervariasi mulai dari Rp24.000 hingga Rp28.000 per liter. Sementara itu, harga minyak curah dibanderol paling murah Rp12.000 per liter di pasar tradisional.

Pemerintah sendiri mengatur HET minyak goreng sebesar Rp14.000 per liter. Dengan ini diharapkan masyarakat bisa membeli minyak di bawah harga minyak kemasan yang harganya hampir dua kali lipat.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Edy Priyono sudah mengingatkan kepada kementerian perdagangan agar tidak terjadi kelangkaan pada minyak curah. "Kita wanti-wanti jangan sampai karena dibikin murah jangan-jangan kelangkaan yang terjadi di minyak goreng curah ini yang harus diawasi pemerintah," bebernya.

1. Minyak Goreng Oplosan Terancam Makin Banyak


Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyatakan, kebijakan subsidi minyak goreng tersebut berpotensi memicu peredaran minyak oplosan oleh oknum nakal.

Mengingat adanya, peningkatan penggunaan minyak goreng curah oleh masyarakat maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akibat disparitas harga yang cukup jauh antara minyak goreng curah dan kemasan. Saat ini, harga minyak kemasan dibanderol Rp24.000 hingga Rp27.000 per liter.

Selain disparitas harga, potensi beredarnya minyak curah oplosan akibat tidak adanya barcode hingga kode produksi seperti yang tertera pada minyak goreng kemasan. Sehingga, tidak ada jaminan mutu yang diperoleh konsumen rumah tangga ekonomi bawah.

"Karena yang namanya minyak goreng curah nggak ada barcodenya, tidak ada kode produksi. Sehingga kemungkinan dioplos dengan minyak jelantah bisa terjadi," ujar Bhima kepada Merdeka.com, Jakarta.

Oleh karena itu, Bhima mendesak pemerintah untuk memperketat distribusi terhadap minyak goreng subsidi. Selain itu, sanksi tegas juga harus disiapkan bagi oknum nakal pengoplos minyak curah subsidi dengan jelantah.

"Tapi, minyak goreng curah ini susah sekali diawasi subsidinya. Moral hazard nya terlalu besar," tutupnya.

2. Rp7,2 Triliun untuk Subsidi Minyak Goreng Curah


Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS) menyiapkan dana Rp7,2 triliun untuk mensubsidi produsen yang memproduksi minyak goreng curah. Dari dana tersebut, pemerintah menargetkan ada 1,2 juta liter minyak curah yang disalurkan ke masyarakat, pelaku usaha mikro dan usaha kecil selama 6 bulan ke depan.

"Dana yang diminta untuk 1,2 juta liter dengan nilai Rp7,2 triliun," kata Kepala Divisi Perusahaan BPDPKS, Ahmad Maulizal saat dihubungi merdeka.com, Jakarta.

Ahmad menjelaskan, mekanisme subsidi kepada produsen minyak goreng dilakukan dengan sistem reimburse. Masing-masing perusahaan harus mendaftarkan diri sebagai produsen yang akan memproduksi minyak goreng curah secara online.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No 8 tahun 2022 produsen harus melakukan registrasi online melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Pelaku usaha nanti akan diminta rencana penggunaan bahan baku CPO yang memuat data terkait jumlah dan sumber bahan baku, jumlah minyak goreng yang akan didistribusikan, termasuk jaringan, lokasi dan waktu pendistribusian.

3. Ancaman Sanksi Pengusaha Nakal


Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengingatkan, bila ada pihak-pihak dalam tata niaga minyak goreng yang melanggar, maka akan dikenakan sanksi. Sanksi bagi pelaku usaha penyedia minyak goreng curah berupa peringatan tertulis, denda dan/atau pembekuan perizinan berusaha.

Sanksi bagi perusahaan yang mendistribusikan minyak goreng curah bersubsidi ke industri besar, mengemas ulang atau mengekspor ke luar negeri antara lain berupa teguran tertulis, denda, penghentian pembayaran subsidi dan/atau pembekuan izin berusaha.

Sementara bagi pengecer yang menjual minyak goreng curah di atas HET kepada konsumen rumah tangga, pelaku usaha mikro dan usaha kecil akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

4. Minyak Goreng Curah untuk UMKM Aman



Pemerintah terus berupaya untuk menjamin ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau oleh masyarakat, usaha mikro, dan usaha kecil. Hal ini karena minyak goreng merupakan komoditas strategis industri yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan ketersediaannya memiliki peran penting bagi aspek sosial dan ekonomi yang luas.

Terdapat 81 perusahaan industri Minyak Goreng yang diwajibkan Menteri Perindustrian untuk melaksanakan penyediaan minyak goreng curah bagi masyarakat, usaha mikro, dan usaha kecil. Kewajiban penugasan oleh Menperin ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI yang dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Total volume Minyak Goreng Curah yang wajib disalurkan perusahaan Minyak Goreng sebesar 14 ribu ton perhari.

"Ini adalah bentuk upaya pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng sekaligus menjaga ekonomi terus bergerak melalui usaha kecil dan mikro," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

5. Sebab Minyak Goreng Curah Masih Sulit Ditemui


Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, distribusi minyak goreng curah ke pasar-pasar tradisional masih dalam proses. Maka dari itu, diakui stoknya masih belum banyak tersedia di pasar.

"Beberapa pasar di Jakarta sudah dikirim yang dalam format curah," kata Menko Airlangga saat meninjau Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat.

Saat ini stok yang ada di pasar tradisional masih berupa minyak goreng kemasan. Per liter harganya dibandrol Rp 25.000 dan Rp 50.000 per 2 liter untuk kemasan premium. "Beberapa toko tersedia, yang curah masih dalam proses (distribusi)," ungkapnya.

Menko Airlangga menyebut kenaikan harga minyak goreng sebagai dampak ketegangan politik yang terjadi di luar negeri. Namun, pemerintah tengah berupaya untuk menjaga harga minyak goreng curah tetap dijual dengan harga Rp 14.000 per liter.

Wednesday, March 23, 2022

Wednesday, March 23, 2022

Kisah Inspiratif Warga Sragen Ubah Biji Kapuk Jadi Minyak Goreng

 

NEGARATOTO - Minyak biji kapuk produksi warga Kabupaten Sragen ini bisa menjadi alternatif, di tengah kelangkaan hingga mahalnya minyak goreng di pasaran. Pria kreatif yang membuat minyak dari biji kapuk randu atau sering disebut klentheng ini bernama Sukarno (49), warga Dukuh Bunder RT 15 RW 03 Desa Kedung Waduk, Kecamatan Karangmalang.

Dia mampu menyulap biji kapuk menjadi minyak goreng curah di tengah kenaikan harga minyak. Dulu minyak yang dirintis sejak delapan tahun ini tidak dilirik masyarakat, namun di saat kondisi sulit seperti ini, Sukarno mengaku banjir pesanan.

Pengolahan biji kapuk yang sering dibuang di tempat sampah dan menjadi limbah, termasuk sederhana dan mudah dilakukan.

"Dulu biji klentheng kan ini termasuk limbah, jadi dulu kan yang diambil cuma kapuknya saja," kata Sukarno saat ditemui ditemui di rumahnya, Selasa (22/3).

Sukarno terus berpikir, kenapa biji kapuk tidak dimanfaatkan. Padahal jumlahnya cukup melimpah. Ia kemudian melihat-lihat di media sosial dan menemukan informasi ada warga yang membuat minyak. Ia pun kemudian mencari peralatan untuk memproduksi biji kapuk yang ada di sekitar rumah.

"Saya lihat-lihat mesinnya di media sosial. Terus saya beli mesin gilingnya di Muara Baru Jakarta. Terus saya proses ini," terangnya.

Setelah berhasil memproduksi minyak goreng, Sukarno mengaku tidak tahu ke mana dan kepada siapa harus menjualnya. Dia hanya bisa memproses produksinya saja. Ia pun kemudian menawarkan hasil kreasinya ke sejumlah orang, termasuk salah satunya di pabrik pakan ternak.

"Dulu awal-awal saya belum tahu jualnya di mana, jadi cuma asal proses aja. Terus teman ada yang ngasih tahu, kemudian saya tawarkan di pabrik-pabrik," jelasnya.

Berkat ketekunan dan kesabarannya, kini di saat harga minyak yang mahal, ia pun menerima berkahnya. Minyak curah dari biji klenteng buatan Sukarno mengalami peningkatan pemesanan. Bahkan Sukarno harus kewalahan dengan banyaknya pesanan yang masuk.

Kendati banyak pesanan masuk, tidak lantas membuatnya panen rezeki. Pasalnya ia kesulitan mencari bahan baku dan peralatan yang juga cukup mahal.

"Sebenarnya banyak permintaan, tapi kan mesinnya cuma terbatas dua saja. Biji kapuknya juga setahun cuma berbuah satu kali. Jadinya agak susah cari bahan bakunya," keluh Sukarno.

Dalam proses produksi, Sukarno mengkaryakan delapan karyawan. Dia kini melayani permintaan minyak curah dari para pengepul dari berbagai wilayah di luar daerahnya. Mulai dari Magelang, Semarang, Solo hingga Jakarta.


"Kalau permintaan dari Jakarta, sehari bisa mencapai lima ton," tuturnya.

Menurut Sukarno, minyak goreng curah buatannya bisa langsung digunakan. Namun harus melalui proses penyulingan terlebih dahulu. Untuk menjadi minyak goreng premium, Sukarno biasanya bekerja sama dengan pihak kedua.

"Saya khusus melayani permintaan minyak curah saja. Jadi enggak usah diproses, yang ambil pengepul semua. Kalau ada yang mau kerja sama bikin minyak goreng, saya cuma suplai minyak curah saja bisa," sambung dia.

Sukarno menambahkan, dalam sehari, pabrik kecilnya bisa memproduksi sekitar 200 kilogram minyak goreng curah.

Monday, March 14, 2022

Monday, March 14, 2022

Geger Minyak Goreng Langka, Jokowi Cek Langsung ke Pasar

Negaratoto - Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung turun malakukan pengecekan ketersediaan minyak goreng di sejumlah lokasi pasar dan toko swalayan. Hal ini dilakukan Presiden ketika berada di Yogyakarta pada Minggu pagi, 13 Maret 2022.

Saat tiba di sebuah minimarket yang berada di Pasar Kembang, Yogyakarta pada pukul 09.05 WIB, Presiden langsung berjalan menuju tempat minyak goreng. Namun ketika itu, tidak ada stok minyak goreng.

"Sejak kapan tidak ada?" tanya Presiden. "Baru tadi pagi Pak," jawab penjaga minimarket. Presiden pun menanyakan harga jual minyak goreng tersebut. "Kalau yang dua literan itu Rp28.000, tapi kalau yang satu liter itu Rp14.000," ucap penjaga minimarket seperti dikutip dari rilis resmi Biro Setpres yang diterima detikcom, Minggu (13/3/2022).

Tak hanya menanyakan harga, Presiden juga ingin tahu tentang pengiriman minyak goreng tersebut. "Tapi datang lagi kapan?" tanya Presiden. "Enggak mesti, Pak," ucap penjaga toko tersebut.

Selain mengunjungi toko swalayan, Presiden juga mengecek langsung ketersediaan minyak goreng di pedagang yang berada di Pasar Beringharjo dan Pasar Sentul Yogyakarta. Di kedua pasar tersebut, Presiden menemukan harga yang bervariasi, mulai dari Rp14.000 per liter hingga Rp20.000 per liter.


Namun, tingginya harga minyak goreng juga tidak menjamin ketersediaan adanya stok.

"Barang ada, tapi mahal ya," ucap Presiden mengomentari tingginya harga minyak goreng. "Ada tapi lambat Pak, nanti kalau sudah habis lama lagi," kata pedagang.

Masalah lainnya adalah tidak adanya jadwal yang pasti tentang pengiriman minyak goreng ke para pedagang maupun toko swalayan. Presiden tidak mendengar jawaban yang pasti kapan minyak goreng akan dikirim. Hampir semua pedagang menjawab tidak tahu kapan akan ada pengiriman berikutnya.

Terpisah, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam keterangan persnya di Balikpapan menyebut bahwa pengecekan langsung yang dilakukan Presiden Jokowi merupakan suatu kelaziman ketika berada di daerah, termasuk soal minyak goreng.
"Pada prinsipnya Bapak Presiden dalam setiap kunjungan ke daerah, beliau pasti juga melakukan sidak untuk melihat persoalan yang menyangkut minyak goreng dan beliau sangat memahami persoalan ini," ujar Pramono.

Lebih jauh, Pramono menjelaskan bahwa Presiden akan segera memutuskan langkah-langkah yang akan diambil pemerintah dalam waktu dekat terkait minyak goreng tersebut. Kepala Negara juga akan segera mengadakan rapat bersama jajarannya selepas acara di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

"Hal ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama, sehingga dengan demikian direncanakan setelah kembali dari acara IKN ini, Presiden akan mengadakan rapat intern untuk segera memutuskan persoalan yang berkaitan dengan minyak goreng ini," jelasnya.

Selain itu, Pramono juga menyebutkan bahwa pemerintah akan meminta para produsen minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk memprioritaskan kebutuhan di dalam negeri.

"Dilihat dari total produksi (CPO) kita yang hampir 50 juta kan hampir 26-28 juta itu diekspor, sehingga dengan demikian bagian untuk ekspor itu harus diprioritaskan untuk kepentingan dalam negeri. Maka harus diminta kepada produsen untuk lebih memprioritaskan kepentingan masyarakat kita pada saat ini, walaupun harga di luar tinggi sekali," tegas Pramono Anung.