Breaking

Showing posts with label Larangan. Show all posts
Showing posts with label Larangan. Show all posts

Thursday, March 23, 2023

Thursday, March 23, 2023

Warga Bogor Dilarang Sahur On The Road

 



Negaratoto Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin melarang sahur on the road (sotr) seperti banyak dilakukan masyarakat, selama bulan ramadan. Hal ini dilakukan demi menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan suci Ramadan 1444 H.

"Larangan tersebut karena akan mengganggu kamtibmas karena banyak kerumunan, perkumpulan, gerombolan yang dikhawatirkan menimbulkan keributan atau kriminalitas di jalan raya," kata Iman, Rabu (22/3).

Iman juga memerintahkan jajaran Polres Bogor hingga polsek-polsek meningkatkan monitoring untuk mencegah aktivitas SOTR di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

"Kita juga melibatkan rekan TNI, Satpol PP, Dishub, kecamatan, kepala desa hingga tokoh masyarakat lainnya. Jadi kami gelar patroli skala besar. Jika ditemukan SOTR bubarkan," tegas Iman.

Pelaksanaan patroli juga meliputi pemeriksaan kelengkapan surat surat kelengkapan kendaraan bermotor, pemeriksaan barang bawaan, termasuk senjata tajam.

"Jika ditemukan akan langsung diamankan dan kegiatan ini akan terus dilaksanakan untuk keamanan bersama Agar khusyuknya menjalankan ibadah di bulan suci ini dengan lancar, aman, dan nyaman," kata Iman.


Saturday, June 25, 2022

Saturday, June 25, 2022

Sejumlah Negara Bagian AS Bakal Umumkan Larangan Aborsi Usai Putusan MA


Negaratoto - Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk membatalkan aturan yang melegalkan aborsi. Beberapa negara bagian AS bergerak cepat akan umumkan larangan aborsi.

Dilansir AFP, Sabtu (25/6/2022), negara bagian konservatif Midwestern menjadi negara bagian AS pertama yang melarang aborsi, tetapi itu tidak akan menjadi yang terakhir.

Rencananya South Dakota dan Indiana juga akan mengumumkan bahwa mereka akan mengambil langkah-langkah untuk melakukannya dan penyedia aborsi di Wisconsin mengatakan prosedur itu sekarang dilarang di sana.

"Missouri baru saja menjadi yang pertama di negara ini yang secara efektif mengakhiri aborsi," kata Jaksa Agung negara bagian Eric Schmitt di Twitter. "Ini adalah hari yang monumental untuk kesucian hidup."

Keputusan Mahkamah Agung untuk membatalkan hak konstitusional untuk aborsi memberikan kebebasan kepada 50 negara bagian untuk melarang prosedur tersebut.

Hampir setengahnya diperkirakan akan melakukannya dalam beberapa bentuk, dengan 13 negara bagian - terutama di selatan yang lebih konservatif dan religius - mengandalkan apa yang disebut undang-undang "pemicu" yang mulai berlaku secara otomatis.


Gubernur South Dakota dari Partai Republik Kristi Noem mengumumkan kalau aborsi telah menjadi ilegal di negara bagiannya.

"Undang-undang pemicu South Dakota ... menetapkan bahwa mulai hari ini, semua aborsi ilegal di South Dakota 'kecuali ada penilaian medis yang tepat dan masuk akal bahwa pelaksanaan aborsi diperlukan untuk melestarikan kehidupan wanita hamil,'" sebuah pernyataan dari kantornya berkata.

Gubernur dari Partai Republik juga menyerukan sesi khusus akhir tahun ini di legislatif negara bagian untuk fokus membantu para ibu yang terkena dampak keputusan Mahkamah Agung.

Gubernur Indiana Eric Holcomb mengatakan bahwa dia telah memanggil anggota parlemen untuk bertemu pada 6 Juli.

"Saya sudah jelas dalam menyatakan saya pro-kehidupan. Kami memiliki kesempatan untuk membuat kemajuan dalam melindungi kesucian hidup, dan itulah yang akan kami lakukan," tweetnya.

Dan media lokal di Wisconsin melaporkan bahwa penyedia aborsi terkemuka Planned Parenthood mengalihkan pasien yang dijadwalkan untuk aborsi dari ruang tunggu, "Karena aborsi sekarang ilegal" di negara bagian.

Tuesday, May 24, 2022

Tuesday, May 24, 2022

Prospek Saham Emiten Sawit Usai Jokowi Cabut Larangan Ekspor


Negaratoto - Saham emiten sawit nampaknya kembali kinclong setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut larangan ekspor minyak sawit mulai 23 Mei 2022. Kebijakan pencabutan larangan ekspor ini diumumkan langsung oleh Jokowi melalui siaran pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis 19 Mei.

"Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang di tenaga industri, baik petani, pekerja dan juga tenaga pendukung lainnya. Maka saya memutuskan ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin 23 Mei 2022," Kata Jokowi, dikutip Senin (23/5/2022).

Saat ekspor minyak sawit cs resmi dilarang, harga saham sejumlah emiten sawit anjlok atau berada di zona merah. Namun, pasca dicabutnya larangan tersebut beberapa saham emiten sawit mengalami kenaikan. Walaupun masih ada beberapa emiten yang masih turun.

Nah, sebenarnya bagaimana prospek saham emiten sawit pasca dibukanya kembali keran ekspor CPO? Ekonom dan Praktisi Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo menyebut jika saham CPO sedang mendapat apresiasi positif dan cukup potensial di pasar global.

"Saat ini terlepas dari perizinan ekspor sawit yang telah ditentukan presiden, minyak dunia sedang mendapat apresiasi di harga US$ 111 per barel," katanya kepada detikcom, Senin (23/5/2022). Ia menjelaskan jika produk sawit adalah produk turunan, sementara minyak adalah komoditas utama.

Kenaikan harga minyak dunia mendorong kenaikan harga komoditas turunan seperti CPO. Jadi apa yang terjadi pada saham sawit sekarang bukan sepenuhnya dipengaruhi oleh dibukanya kembali keran ekspor saja, melainkan terpengaruh oleh pergerakan komoditas utama.

Senada dengan Lucky, Muhammad Nafan Aji dari Binaartha Parama Sekuritas berpendapat jika CPO termasuk komoditas strategi yang cukup diperhitungkan.

"Trend CPO secara keseluruhan mengalami up trend, terjadi karena peningkatan global demand," ungkapnya. India saat ini menjadi salah satu negara dengan jumlah demand paling tinggi.


Namun ia menekankan jika prospek saham emiten sawit kedepannya juga dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi dan peningkatan produksi CPO. Meskipun secara umum ia menyebut jika progresnya belum bisa kembali seperti sebelum pandemi.

Nafan Turut menyinggung faktor geografis yang mungkin mempengaruhi pergerakan saham sawit. Misalnya fenomena La Nina yang berpotensi mengganggu produksi sawit namun membuat harga CPO jadi naik.

Menurutnya di sini berlaku hukum ekonomi dimana saat barang langka dan permintaan tinggi maka harga komoditas pun ikut naik.

Nafan menyebut Indonesia sebagai salah pengekspor non migas unggulan dunia. Dan dengan tren yang terus mengalami kenaikan, harusnya kondisi ini cukup menjanjikan untuk investor.

Sementara itu Lucky menyebut jika investor ingin mencoba berinvestasi di produk sawit maka bisa mencoba masuk saat ini. Namun ia mengingatkan jika emiten sawit tidak menjanjikan keuntungan jangka pendek.

Menurutnya sawit cenderung defensif dan minim volatilitas. Ini berbeda dengan jenis hard commodity yang memiliki volatilitas tinggi. Selain itu investor juga disarankan memahami profil investasi serta memahami volatilitas yang dipengaruhi oleh banyak sentimen.

Untuk investor yang tertarik dengan emiten sawit Lucky merekomendasikan saham London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) dan Astra Agro Lestari TBK PT (AALI). Ia menyebut kedua saham itu sudah terintegrasi dengan captive market baik dari Asia hingga luar Asia.

Sependapat dengan Lucky, Nafan menyebut komoditas CPO lebih cocok dipilih untuk investasi jangka panjang. Adapun rekomendasi saham emiten sawit ia menyebut saham AALI dan LSIP. "AALI dan LSIP, karena itu kan yang paling rajin bagiin dividen," katanya.

Berbeda dengan dua analis sebelumnya, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menyebut jika banyaknya sentimen yang mempengaruhi saham CPO justru lebih cocok dipilih sebagai instrumen investasi jangka pendek.

"Pergerakan harga CPO banyak juga dipengaruhi oleh berbagai sentimen, saya sih melihat lebih ke jangka pendek," ujarnya. walaupun secara bisnis ia mengakui jika CPO sebenarnya bagus untuk jangka panjang.

Hanya saja menurutnya sentimen saat ini masih menimbulkan ketidakpastian. Oleh karena itu investor dapat mencoba investasi mingguan atau harian sambil melihat perkembangan ekonomi global. Reza lebih menyarankan saham CPO dengan price earning ratio yang rendah, misalnya Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) dan Austindo Nusantara Jaya (ANJT)