Breaking

Showing posts with label Serangan. Show all posts
Showing posts with label Serangan. Show all posts

Wednesday, July 27, 2022

Wednesday, July 27, 2022

Rudal Rusia Hantam Pesisir Laut Hitam Dekat Odesa Ukraina


Negaratoto - Militer Ukraina melaporkan pasukan Rusia kembali melancarkan rentetan serangan rudal ke target-target yang ada di pesisir Laut Hitam, dekat kota pelabuhan Odesa dan kota Mykolaiv pada Selasa (26/7) waktu setempat.

Seperti dilansir AFP, Selasa (26/7/2022), serangan rudal Rusia itu dilancarkan beberapa hari setelah serangan rudal lainnya menghantam pelabuhan Odesa, yang memicu kecaman karena dilancarkan sehari usai kesepakatan dicapai untuk melanjutkan ekspor biji gandum dari Ukraina, yang terhenti akibat invasi Rusia.

"Serangan rudal besar-besaran, dengan menggunakan pesawat, diluncurkan dari Laut Hitam ke wilayah Ukraina bagian selatan," sebut komando militer selatan Ukraina dalam pernyataan via Facebook.

Disebutkan militer Ukraina bahwa para petugas penyelamat tengah bekerja di area dekat Odesa, di mana 'gedung-gedung permukiman' yang ada di dekat pantai terkena serangan.


Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merilis sebuah video yang menunjukkan puing-puing berserakan di sekitar rumah-rumah yang rusak parah di wilayah Zatoka, yang merupakan sebuah desa resort terkenal di sebelah barat Odesa.

"Tidak ada pangkalan militer, tidak ada tentara. Teroris Rusia hanya ingin menembak. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas semua ini," tegas Zelensky dalam postingan Instagram-nya.

Militer Ukraina dalam pernyataannya juga menyebut bahwa 'infrastruktur pelabuhan' ditargetkan di wilayah Mykolaiv. Disebutkan bahwa wilayah Mykolaiv juga terkena serangan rudal dari sistem rudal S-300 yang dikerahkan di wilayah Kherson yang kini dikuasai pasukan Rusia.

Gubernur Mykolaiv, Vitaliy Kim, memposting video serangan yang melanda wilayahnya, yang menunjukkan sejumlah ledakan dan kepulan asap hitam pekat membubung dari daratan.

"Sebuah objek infrastruktur kritis dan sebuah bisnis kendaraan bermotor mengalami kerusakan," sebut Kim dalam pernyataan via Telegram.

Ditambahkan Kim bahwa fasilitas boiler kota Mykolaiv juga mengalami kerusakan.

Tuesday, July 26, 2022

Tuesday, July 26, 2022

Kejadian Langka! Nenek 65 Tahun Diserang Beruang yang Haus Darah


Negaratoto - Leah Davis Lokan, nenek berusia 65 tahun diserang beruang. Kejadian langka itu jadi bukti bahwa ternyata ada beruang Grizzly yang haus darah manusia. Hii...

Leah, diserang beruang pada 6 Juli 2021 silam di kota kecil Ovando. Leah ditarik keluar dari tendanya saat sedang berkemah, kemudian dicabik-cabik tak jauh dari aliran sungai Blackfoot.

Ternyata, sebelum menyerang Leah, beruang itu sudah mengintai lebih dahulu tenda yang didiami oleh Leah. Satu jam sebelum penyerangan terjadi, beruang itu mendekati tenda Leah dan mengendus-endusnya.

Saat itu, si beruang Grizzly berhasil diusir oleh Leah dan saudara perempuannya. Namun satu jam berikutnya, Leah tak berhasil selamat dari serangan si beruang.

Beruang Grizzly seberat 189 kilogram itu menyerang Leah sampai meninggal dunia. Leah meninggal dalam kondisi leher dan tulang belakang patah.


Menurut laporan terbaru dari Interagency Grizzly Bear Commitee Board, diketahui bahwa beruang itu ternyata mulai mengenali manusia sebagai sebuah makanan.

Mereka telah belajar, bahwa manusia ternyata bisa dimakan. Darah dan dagingnya dianggap lebih enak dari salmon, makanan yang biasa dikonsumsi beruang Grizzly. Meski tidak semua beruang memiliki kemampuan seperti itu.

"Tidak semua beruang menampilkan perilaku predator seperti itu. Tapi untuk alasan yang tidak kami ketahui, ada yang memicu insting beruang ini," demikian bunyi laporan tersebut, seperti dilansir detikTravel dari AP, Senin (25/7/2022).

"Mungkin saat sedang berteduh di bawah pohon, beruang itu menangkap ada pergerakan dan suara yang dibuat oleh korban. Beruang kemudian bereaksi dan akhirnya membuat Leah meninggal dunia," imbuhnya.

Beruang Grizzly yang membunuh Leah akhirnya ditembak oleh petugas tiga hari kemudian saat sedang menjarah kandang ayam milik warga Ovando. Dari tes DNA didapat kesimpulan, beruang yang ditembak petugas adalah beruang yang sama yang menyerang Leah.

Sunday, July 24, 2022

Sunday, July 24, 2022

Rudal Rusia Hantam Gudang Gandum di Pelabuhan Odessa Ukraina


Negaratoto - Seorang juru bicara militer Ukraina mengatakan bahwa serangan rudal menargetkan fasilitas pengolahan biji-bijian di Odessa, Ukraina. Serangan rudal ini terjadi setelah kedua negara yang berperang setuju untuk membuka blokir ekspor dari pelabuhan itu.

"Pelabuhan Odessa diserang secara khusus di mana pengiriman biji-bijian sedang diproses. Dua rudal menghantam persis infrastruktur pelabuhan, di mana jelas ada biji-bijian," kata juru bicara militer Yuriy Ignat kepada AFP, seperti dilansir AFP, Sabtu (23/7/2022).

Sementara itu, Turki mengatakan 'prihatin' dengan serangan Rusia di pelabuhan Odessa, Ukraina. Serangan itu terjadi sehari setelah Moskow dan Kyiv menandatangani kesepakatan yang disponsori oleh Ankara dan PBB untuk melanjutkan ekspor biji-bijian.


"Fakta bahwa insiden seperti ini terjadi setelah kesepakatan yang kami buat kemarin... benar-benar membuat kami prihatin," kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar.

PBB Kutuk Serangan Itu
Perserikatan Bangsa-Bangsa juga merespons serangan rudal Rusia itu. PBB dengan tegas mengutuk serang itu.

"Sekretaris Jenderal dengan tegas mengutuk serangan yang dilaporkan hari ini di pelabuhan Odesa Ukraina," kata wakil juru bicaranya Farhan Haq dalam sebuah pernyataan.

"Implementasi penuh (kesepakatan) oleh Federasi Rusia, Ukraina dan Turki sangat penting," jelasnya.

Saturday, July 2, 2022

Saturday, July 02, 2022

Serangan Rudal Tewaskan 21 Orang, Rusia: Kami Tak Serang Target Sipil!


Negaratoto - Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia menegaskan pasukannya yang tengah melakukan operasi militer khusus di Ukraina selalu menghindari untuk mengenai fasilitas sipil dan tetap fokus sepenuhnya pada target-target militer juga lokasi pelatihan para tentara bayaran.

Penegasan ini disampaikan setelah Ukraina melaporkan serangan rudal Rusia menghantam gedung apartemen sembilan lantai dan pusat rekreasi di wilayah Odesa. Sedikitnya 21 orang termasuk anak-anak tewas akibat serangan rudal itu, dengan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.

"Saya ingin mengingatkan Anda sekali lagi bahwa Presiden dan panglima tertinggi Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa tentara Rusia selama operasi militer khusus tidak menyerang target sipil atau infrastruktur sipil," tegas juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS, Sabtu (2/7/2022).

"Tentara melancarkan serangan-serangan terhadap gudang-gudang militer, fasilitas industri di mana peralatan militer menjalani perawatan dan perbaikan, depot amunisi dan lokasi-lokasi di mana para tentara bayaran dan elemen nasional ditempatkan dan dilatih," jelas Peskov.

Lebih lanjut, Peskov menyarankan media untuk menghubungi Kementerian Pertahanan Rusia soal informasi lebih detail.


Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, menyebut serangan rudal Rusia mengenai gedung apartemen sembilan lantai yang ditinggali oleh warga sipil.

"Tiga rudal mengenai sebuah gedung apartemen sembilan lantai, di mana tidak ada seorangpun yang menyembunyikan senjata apapun, peralatan militer apapun. Orang-orang biasa, warga sipil, tinggal di sana," klaim Zelensky.

Zelensky menuduh Rusia terlibat dalam 'teror' negara terkait rentetan serangan rudal di kota pelabuhan Odesa itu. Dia menyebut serangan Rusia yang mengenai apartemen dan pusat rekreasi itu disengaja.

"Saya tekankan: Ini merupakan tindakan teror Rusia yang disengaja dan memiliki tujuan tertentu -- dan bukan semacam kesalahan atau serangan rudal yang tidak disengaja," tegas Zelensky dalam pernyataannya.

Sebelumnya, Rusia juga berdalih soal serangan rudal yang menghancurkan sebuah pusat perbelanjaan di Kremenchuk, Ukraina bagian tengah, hingga menewaskan sedikitnya 18-19 warga sipil.

Kementerian Pertahanan Rusia berdalih mengklaim serangan rudal itu ditargetkan terhadap sebuah gudang senjata yang menyimpan pasokan senjata dari Barat, yang terletak di sebelah pusat perbelanjaan dan ledakan amunisi akibat serangan itu telah memicu kebakaran pada pusat perbelanjaan.

Monday, June 20, 2022

Monday, June 20, 2022

Pecah Rekor Lagi! Ini Serangan DDoS Terbesar di Dunia


Negaratoto - Cloudflare baru-baru ini mendeteksi dan memitigasi serangan distributed denial of service (DDoS) yang mereka klaim terbesar di dunia.

Serangan tersebut menurut Cloudflare, pada titik puncaknya, mencapai 26 juta permintaan per detik. Permintaan tersebut berasal dari penyedia layanan cloud, bukan dari penyedia internet rumahan seperti serangan DDoS pada umumnya.

Hal ini memunculkan asumsi kalau pelaku penyerangan menggunakan mesin virtual dalam serangan tersebut, yang ternyata lebih besar ketimbang serangan yang memanfaatkan botnet dari perangkat Internet of Things (IoT), demikian dikutip detikINET dari Techspot, Sabtu (18/6/2022).

Dalam serangan berdurasi kurang dari 30 detik itu, ada permintaan HTTPS yang berasal dari lebih 1.500 jaringan tersebar di 121 negara. Serangannya ditujukan ke satu konsumen Cloudflare yang menggunakan paket gratis dari penyedia layanan mitigasi DDoS tersebut.


Menariknya, serangan yang diklaim terbesar itu hanya berasal dari botnet yang jumlahnya terbilang kecil, hanya 5.067 perangkat. Namun menurut Cloudflare, masing-masing perangkat itu melancarkan sekitar 5.200 permintaan per detik pada titik puncaknya.

Sebagai perbandingan, Cloudflare tengah mendeteksi botnet yang berisi 730 ribu perangkat, namun tak bisa menghasilkan lebih dari sejuta permintaan setiap detiknya. Ini artinya, botnet yang lebih kecil itu 4.000 kali lebih kuat ketimbang botnet yang besar.

Lebih hebatnya lagi, permintaan itu menggunakan protokol HTTPS, yang membutuhkan kemampuan komputasi lebih besar ketimbang permintaan dengan protokol HTTP, yang artinya si pelaku mengeluarkan biaya lebih besar untuk melancarkan serangan tersebut. Begitu juga dengan korban, yang perlu mengeluarkan biaya lebih besar untuk memitigasi serangan dengan protokol tersebut.

Serangan DDoS terbesar -- yang tercatat oleh Cloudflare -- sebelumnya terjadi pada Agustus 2021, di mana ada serangan dengan jumlah permintaan mencapai 17,2 juta per detik. Lalu pada April 2021 lalu, ada serangan berdurasi 20 detik yang menghasilkan 15 juta permintaan setiap detiknya.

Tuesday, May 31, 2022

Tuesday, May 31, 2022

5 Roket Hantam Pangkalan Militer Irak yang Jadi Markas Tentara Asing


Negaratoto - Serangan roket menghantam sebuah pangkalan militer Irak yang menjadi markas pasukan asing dari koalisi anti-jihadis internasional. Sedikitnya ada lima roket yang mengenai pangkalan militer itu awal pekan ini.

Seperti dilansir AFP, Selasa (31/5/2022), laporan seorang pejabat militer setempat menyatakan sejauh ini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan roket itu.

Menurut sumber koalisi internasional itu, ada lima roket yang menghantam pangkalan militer Ain al-Assad yang berada di Provinsi Anbar pada Senin (30/5) waktu setempat. Tidak dijelaskan lebih lanjut di mana saja roket-roket itu terjatuh.

"Pasukan keamanan Irak merespons. Tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang dilaporkan untuk saat ini," sebut sumber tersebut.


Seorang sumber keamanan keamanan Irak di Anbar, awalnya melaporkan tiga roket di antaranya jatuh di dekat pangkalan militer yang dikendalikan oleh Irak tapi menampung tentara-tentara dari koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) melawan militan Islamic State (ISIS).

Roket dan drone bersenjata kerap menargetkan pangkalan Ain al-Assad. Insiden terakhir pada 30 April lalu melibatkan dua roket yang jatuh di dekat pangkalan itu, namun tanpa memicu kerusakan atau kematian.

Kelompok yang sebelumnya tidak dikenal dan memusuhi kehadiran militer AS di Irak, mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu dalam pernyataan via saluran Telegram pro-Iran.

Serangan roket dan drone kerap menargetkan tentara dan kepentingan AS di Irak dalam beberapa bulan terakhir. Banyak dari serangan itu tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab, namun AS secara sistematis menyalahkan faksi pro-Iran atas serangan-serangan itu.

Tahun lalu, Irak mengumumkan berakhirnya misi tempur koalisi internasional setelah koalisi itu membantu Baghdad dalam mengalahkan dan mengusir ISIS.

Sekitar 2.500 tentara AS dan 1.000 tentara dari anggota koalisi lainnya masih ditugaskan di tiga pangkalan militer Irak untuk melanjutkan pelatihan dan peran penasihat yang dimulai lebih dari setahun lalu.

Wednesday, April 6, 2022

Wednesday, April 06, 2022

Ngeri Banget, Hiu Koyak Turis sampai Bagian Tubuhnya Terlepas

Negaratoto - Turis lagi-lagi menjadi sasaran serangan hiu. Kali ini peristiwa nahas itu terjadi di Afrika Selatan.

Dua turis yang berenang di Pantai La Lucia, Durban tewas setelah diserang hiu putih besar. Salah satunya adalah seorang pria yang potongan tubuhnya ditemukan terdampak dan telah membusuk.

Tak lama sejak penemuan pertama, tubuh orang kedua ditemukan. Tubuhnya terlihat namun hanyut dibawa arus.

Dilansir dari Metro, Rabu (6/4/2022) layanan medis darurat Afrika Selatan, Netcare 911 mengatakan kematian itu terkait dengan serangan hiu.


"Laporan menunjukkan bahwa saat berjalan di pantai, seorang pria menemukan tubuh membusuk seorang pria dewasa menghadap ke bawah di antara kapar yang dicuci," katanya.

Ketika petugas medis menyerahkan tubuh itu untuk diperiksa, mereka menemukan sebagian lengan kanan atas dan dada kanannya hilang. Di sana juga tampak jelas bekas gigitan hiu.

"Mayat kedua juga ditemukan di pantai tetapi telah hanyut kembali ke laut terbawa ombak yang kuat sebelum penjaga pantai tiba di tempat kejadian," ujarnya.

Sementara itu investigasi telah dilakukan dan akan diserahkan ke Layanan Polisi Durban Afrika Selatan. Diharapkan penyebab pasti kematian dapat dikonfirmasi oleh para ahli.

Tragedi serangan hiu memang kerap terjadi. Sebelumnya seorang turis diserang sampai tewas oleh hiu macan di Karibia pada Maret.

Menurut dokumen Serangan Hiu Internasional yang dirilis Universitas Florida, pada 2020 ditemukan 57 kasus serangan hiu di seluruh dunia. Sementara dalam kurun waktu 2015-2019, rata-rata terjadi 80 insiden setiap tahun.

Dari seluruh insiden itu, pelaku terbanyak adalah hiu putih besar. Sedangkan hiu macan di urutan kedua.

Wednesday, March 9, 2022

Wednesday, March 09, 2022

Keras! Rusia Ancam Setop Pasok Gas ke Eropa

Negaratoto - Rusia mengancam bakal memangkas pasokan gas alam Eropa. Ancaman ini sebagai respons atas larangan impor minyak dari Rusia.

"Sehubungan dengan tuduhan tidak berdasar terhadap Rusia dan pengenaan larangan Nord Stream 2, kami memiliki hak untuk mengambil keputusan cermin dan memberlakukan embargo pada pemompaan gas melalui pipa gas Nord Stream 1, yang hari ini dimuat di tingkat maksimum 100%," kata Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak dikutip dari CNN, Selasa (8/2/2022).

Bulan lalu Jerman memutuskan untuk menghentikan sertifikasi pipa kedua Gazprom, Nord Stream 2.


Untuk diketahui, Rusia memasok sekitar 40% gas Eropa. Sementara Jerman bergantung pada Rusia yang memasok hampir 50% gas alamnya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan, AS dan sekutunya secara aktif mencari cara untuk melarang impor minyak Rusia. Hal itu akan merusak ekonomi Rusia lebih jauh karena mencoba untuk mengatasi sanksi ekonomi.

Barat sejauh ini enggan untuk menjatuhkan sanksi signifikan pada sektor energi Rusia karena dampaknya terhadap ekonomi global. Namun, sekarang semakin dekat untuk melakukannya karena Eropa berupaya mendiversifikasi sumber energinya.

Sunday, February 27, 2022

Sunday, February 27, 2022

Ukraina Bentuk Tentara Siber Demi Lawan Serangan Dunia Maya dari Rusia

Negaratoto - Ukraina akan membentuk tentara siber untuk melawan serangan dunia maya dari Rusia. Hal itu diungkapkan Wakil Perdana Menteri Ukraina Mykhailo Fedorov.

Dilansir Reuters, Minggu (27/2/2022) pembentukan ini menyusul permintaan pemerintah Ukraina beberapa waktu lalu agar para peretas (hacker) bawah tanah membantu melindungi infrastruktur penting dan melancarkan misi mata-mata dunia maya terhadap pasukan Rusia.

"Kami sedang menciptakan tentara siber," tulis Fedorov dalam Tweet yang ditautkan ke saluran aplikasi pesan Telegram yang menerbitkan daftar situs web Rusia terkemuka.


"Akan ada tugas untuk semua orang. Kami terus berjuang di front cyber. Tugas pertama ada di saluran untuk spesialis cyber,"

Saluran Telegram tersebut mencantumkan 31 situs web milik bisnis besar Rusia dan organisasi-organisasi terkait Rusia, termasuk raksasa energi Gazprom (ELGZI.MM), produsen minyak terbesar kedua Rusia Lukoil, tiga bank dan beberapa situs web pemerintah.

Sebelumnya, permintaan sukarelawan dari para peretas bawah tanah Ukraina dibagikan di forum-forum peretas. Permintaan itu disampaikan tepat setelah Rusia bergerak menginvasi Rusia pada Kamis (24/2) lalu.

"Komunitas dunia maya Ukraina! Inilah saatnya untuk terlibat dalam pertahanan siber untuk negara kita," demikian postingan yang meminta para peretas dan pakar keamanan siber untuk mendaftarkan diri via Google docs, dengan mencantumkan spesialisasi, seperti pengembangan malware dan referensi profesional.

Yegor Aushev, yang merupakan salah satu pendiri perusahaan keamanan siber di Kiev, menuturkan kepada Reuters bahwa dirinya menulis postingan itu atas permintaan seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan Ukraina yang menghubunginya pada Kamis (24/2) waktu setempat.

Perusahaan yang dikelola Aushev, Cyber Unit Technologies, diketahui pernah bekerja dengan pemerintah Ukraina dalam pertahanan infrastruktur penting.

Satu orang lainnya yang terlibat dalam upaya ini juga mengonfirmasi bahwa permintaan itu datang dari Kementerian Pertahanan Ukraina.

Dalam pernyataan terbaru pada Kamis (24/2) tengah malam, Aushev menuturkan dirinya menerima ratusan pendaftar dan tengah memeriksa latar belakang mereka untuk memastikan tidak ada agen intelijen Rusia yang ikut mendaftar.

Diketahui Kremlin.ru, situs resmi Kremlin dan kantor Presiden Rusia Vladimir Putin, dinonaktifkan pada hari Sabtu (26/2) lalu dalam serangan DDos, yang menyasar website, layanan online.

Menurut para peneliti di perusahaan keamanan siber ESET, perangkat lunak penghapus data berbahaya ditemukan beredar di Ukraina minggu lalu. Perangkat tersebut menyerang ratusan komputer. Penyerangan itu pun dicurigai dilakukan Rusia, yang telah berulang kali dituduh melakukan peretasan terhadap Ukraina dan negara-negara lain.Mereka yang diserang antara lain lembaga pemerintah dan lembaga keuangan.

Inggris dan Amerika Serikat mengatakan peretas militer Rusia berada di balik serentetan serangan DDoS pekan lalu, di mana situs perbankan dan pemerintah Ukraina offline sebelum invasi Rusia ke Ukraina.

Namun Rusia telah membantah tuduhan itu.