Breaking

Showing posts with label Irak. Show all posts
Showing posts with label Irak. Show all posts

Saturday, June 11, 2022

Saturday, June 11, 2022

Dituduh Mencuri Benda Antik di Irak, Turis Inggris Dihukum 15 Tahun Penjara


Negaratoto - Seorang turis dari Inggris berusia 66 tahun diganjar hukuman 15 tahun penjara di Irak. Dia didakwa menyelundupkan barang-barang antik yang didapatkan dalam perjalanan wisata ke situs-situs kuno di seantero negara itu.

Pria itu bernama Jim Fitton. Dia seorang pensiunan arkeolog.

Keluarga Fitton terkejut dengan hukuman itu. Mereka khawatir Fitton meninggal dunia saat sedang menjalani hukuman tersebut.

Keluarga Fitton amat kecewa dengan pemerintah Inggris yang dinilai tidak melakukan langkah optimal untuk membebaskan Fitton. Kini, mereka membuat petisi pembebasan Fitton. Mereka yakin, Fitton tidak bersalah. Apalagi, rekan seperjalanannya seorang pria asal Jerman Voker Waldman dibebaskan.


Fitton dan Waldman ditangkap pada 20 Maret 2022 di Bandara Internasional Baghdad. Sebanyak 12 fragmen ditemukan dalam bagasinya oleh petugas bea cukai. Saat ini, fragmen-fragmen itu dikirim ke Museum Nasional Irak untuk dianalisis dan artefaknya diklasifikasi.

Pengacara Fitton, Thair Soud, menyebut kliennya tidak tahu benda ada di dalam kopernya sangat berharga. Dia menemukan di tong sampah dalam perjalanannya di area yang dikunjunginya.

"Kami benar-benar terpukul dengan kabar ini. Pria seperti Jim, di usianya, 15 tahun di penjara Irak itu setara dengan hukuman mati. Khususnya untuk kejahatan yang sepele dan meragukan, kejahatan yang bahkan tidak disadari Jim ketika dia melakukannya," kata Soud.

Soud berencana mengajukan banding.

Tuesday, May 31, 2022

Tuesday, May 31, 2022

5 Roket Hantam Pangkalan Militer Irak yang Jadi Markas Tentara Asing


Negaratoto - Serangan roket menghantam sebuah pangkalan militer Irak yang menjadi markas pasukan asing dari koalisi anti-jihadis internasional. Sedikitnya ada lima roket yang mengenai pangkalan militer itu awal pekan ini.

Seperti dilansir AFP, Selasa (31/5/2022), laporan seorang pejabat militer setempat menyatakan sejauh ini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan roket itu.

Menurut sumber koalisi internasional itu, ada lima roket yang menghantam pangkalan militer Ain al-Assad yang berada di Provinsi Anbar pada Senin (30/5) waktu setempat. Tidak dijelaskan lebih lanjut di mana saja roket-roket itu terjatuh.

"Pasukan keamanan Irak merespons. Tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang dilaporkan untuk saat ini," sebut sumber tersebut.


Seorang sumber keamanan keamanan Irak di Anbar, awalnya melaporkan tiga roket di antaranya jatuh di dekat pangkalan militer yang dikendalikan oleh Irak tapi menampung tentara-tentara dari koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) melawan militan Islamic State (ISIS).

Roket dan drone bersenjata kerap menargetkan pangkalan Ain al-Assad. Insiden terakhir pada 30 April lalu melibatkan dua roket yang jatuh di dekat pangkalan itu, namun tanpa memicu kerusakan atau kematian.

Kelompok yang sebelumnya tidak dikenal dan memusuhi kehadiran militer AS di Irak, mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu dalam pernyataan via saluran Telegram pro-Iran.

Serangan roket dan drone kerap menargetkan tentara dan kepentingan AS di Irak dalam beberapa bulan terakhir. Banyak dari serangan itu tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab, namun AS secara sistematis menyalahkan faksi pro-Iran atas serangan-serangan itu.

Tahun lalu, Irak mengumumkan berakhirnya misi tempur koalisi internasional setelah koalisi itu membantu Baghdad dalam mengalahkan dan mengusir ISIS.

Sekitar 2.500 tentara AS dan 1.000 tentara dari anggota koalisi lainnya masih ditugaskan di tiga pangkalan militer Irak untuk melanjutkan pelatihan dan peran penasihat yang dimulai lebih dari setahun lalu.

Wednesday, May 18, 2022

Wednesday, May 18, 2022

Irak Tolak Keras Dominasi China di Proyek Minyak


Negaratoto - Kementerian Perminyakan Irak telah menggagalkan tiga kesepakatan kerja sama pengelolaan minyak dengan China. Kesepakatan itu dibatalkan lantaran memberikan kendali yang besar kepada perusahaan-perusahaan China untuk mengontrol industri maupun ladang minyak Irak.

Sebenarnya, China adalah investor utama Irak. Baghdad adalah penerima manfaat terbesar tahun lalu. Sebesar US$ 10,5 miliar digelontorkan China untuk proyek infrastruktur termasuk pembangkit listrik dan bandara.

Namun, mengutip Reuters Selasa (17/5/2022), kalau soal industri minyak, pemerintah Irak memberikan garis batas untuk China. Pemerintah khawatir dominasi China di industri minyak dapat membuat Irak kurang menarik bagi investasi dari tempat lain.


Ketiga kesepakatan yang tidak berlanjut itu digagalkan oleh Menteri Perminyakan Irak Ihsan Abdul Jabbar tahun lalu. Pertama, Irak menghalangi rencana Lukoil raksasa minyak Rusia yang mau menjual saham di salah satu ladang minyak Irak West Qurna 2 kepada perusahaan China Sinopec.

Kedua, menghentikan perusahaan-perusahaan yang didukung negara China membeli saham Exxon di West Qurna 1. Ketiga, membujuk BP (BP.L) untuk tetap tinggal di ladang minyak Irak Rumaila, daripada harus membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan China.

Gabungan Rumaila dan West Qurna merupakan ladang minyak penghasil setengah dari minyak mentah yang keluar dari Irak. Ladang minyak itu juga memiliki cadangan minyak terbesar kelima di dunia.