Breaking

Showing posts with label Siber. Show all posts
Showing posts with label Siber. Show all posts

Monday, June 20, 2022

Monday, June 20, 2022

Pecah Rekor Lagi! Ini Serangan DDoS Terbesar di Dunia


Negaratoto - Cloudflare baru-baru ini mendeteksi dan memitigasi serangan distributed denial of service (DDoS) yang mereka klaim terbesar di dunia.

Serangan tersebut menurut Cloudflare, pada titik puncaknya, mencapai 26 juta permintaan per detik. Permintaan tersebut berasal dari penyedia layanan cloud, bukan dari penyedia internet rumahan seperti serangan DDoS pada umumnya.

Hal ini memunculkan asumsi kalau pelaku penyerangan menggunakan mesin virtual dalam serangan tersebut, yang ternyata lebih besar ketimbang serangan yang memanfaatkan botnet dari perangkat Internet of Things (IoT), demikian dikutip detikINET dari Techspot, Sabtu (18/6/2022).

Dalam serangan berdurasi kurang dari 30 detik itu, ada permintaan HTTPS yang berasal dari lebih 1.500 jaringan tersebar di 121 negara. Serangannya ditujukan ke satu konsumen Cloudflare yang menggunakan paket gratis dari penyedia layanan mitigasi DDoS tersebut.


Menariknya, serangan yang diklaim terbesar itu hanya berasal dari botnet yang jumlahnya terbilang kecil, hanya 5.067 perangkat. Namun menurut Cloudflare, masing-masing perangkat itu melancarkan sekitar 5.200 permintaan per detik pada titik puncaknya.

Sebagai perbandingan, Cloudflare tengah mendeteksi botnet yang berisi 730 ribu perangkat, namun tak bisa menghasilkan lebih dari sejuta permintaan setiap detiknya. Ini artinya, botnet yang lebih kecil itu 4.000 kali lebih kuat ketimbang botnet yang besar.

Lebih hebatnya lagi, permintaan itu menggunakan protokol HTTPS, yang membutuhkan kemampuan komputasi lebih besar ketimbang permintaan dengan protokol HTTP, yang artinya si pelaku mengeluarkan biaya lebih besar untuk melancarkan serangan tersebut. Begitu juga dengan korban, yang perlu mengeluarkan biaya lebih besar untuk memitigasi serangan dengan protokol tersebut.

Serangan DDoS terbesar -- yang tercatat oleh Cloudflare -- sebelumnya terjadi pada Agustus 2021, di mana ada serangan dengan jumlah permintaan mencapai 17,2 juta per detik. Lalu pada April 2021 lalu, ada serangan berdurasi 20 detik yang menghasilkan 15 juta permintaan setiap detiknya.

Sunday, June 19, 2022

Sunday, June 19, 2022

AS dkk Hajar Jaringan Hacker Rusia


Negaratoto - Gabungan penegak hukum dari Amerika Serikat, Belanda, Inggris, dan Jerman menghajar jaringan perangkat IoT yang dimanfaatkan oleh hacker Rusia untuk melakukan aktivitas ilegal.

Jaringan perangkat yang disalahgunakan tersebut, lazim disebut botnet, dikenal dengan nama RSOCKS botnet. Ada jutaan perangkat komputer dan berbagai perangkat lain yang berlokasi di seluruh dunia yang dijadikan botnet, termasuk perangkat IoT seperti router, kunci pintu otomatis, dan sejenisnya.

Pengguna RSOCKS membayar biaya sewa antara USD 30 sampai USD 200 perharinya untuk mengalihkan aktivitas internet terlarang melalui bermacam perangkat tersebut. Tujuannya untuk menyembunyikan lokasi pelaku, demikian dikutip dari Reuters, Sabtu (18/6/2022).

"Kami percaya kalau pengguna dari layanan proxy ini melakukan serangan berskala besar terhadap layanan otentikasi, juga dikenal sebagai credential stuffing, dan menyembunyikan identitasnya saat mengakses akun media sosial yang mereka retas, atau mengirimkan email berbahaya seperti yang berisi pesan phishing," jelas juru bicara Kementerian Hukum AS.


Sejumlah perusahaan besar, baik publik maupun swasta, sudah menjadi korban dari RSOCKS, termasuk universitas, hotel, stasiun televisi, perusahaan pembuat perangkat elektronik, dan lain sebagainya.

Sebelumnya ada juga malware bikinan hacker Rusia bernama Cyclops Blink yang mengincar perangkat router, yaitu jajaran produk router dari Asus.

Cyclops Blink adalah malware yang sudah beredar sejak 2019, dan malware ini terkait dengan sindikat hacker elit Sandworm, yang diduga punya kaitan dengan pemerintah Rusia.

Menurut National Cyber Security Center (NCSC) Inggris, malware ini awalnya mengincar perangkat WatchGuard Firebox, dan juga terkait dengan ransomware NotPetya, yang menyebabkan kerugian miliaran dolar sejak menyebar ke banyak negara pada Juni 2017, juga malware BlackEnergy yang ada di balik serangan ke pembangkit listrik Ukraina pada 2015 lalu.