Breaking

Showing posts with label Kiamat. Show all posts
Showing posts with label Kiamat. Show all posts

Wednesday, August 3, 2022

Wednesday, August 03, 2022

5 Ramalan Stephen Hawking Soal Kiamat Bumi


Negaratoto - Ilmuwan fisika Stephen Hawking pernah memberikan ramalannya soal kiamat alias kehancuran Bumi. Semasa hidupnya, Profesor Hawking terbilang orang yang sangat vokal dalam membahas nasib Bumi.

Melansir Mirror, ini dia 5 skenario kiamat versi Stephen Hawking. Akankah ramalan Hawking menjadi kenyataan jika manusia terus menerus menutup mata dengan keadaan Bumi sekarang?

1. Bumi jadi bola api
Hawking meramalkan kita bisa saja mati dalam kurun waktu kurang dari 600 tahun jika Bumi mengalami overpopulasi dan konsumsi energi berlebihan yang dilakukan manusia terus berlangsung.

Dalam Tencent WE Summit Beijing, Hawking memberikan pendapatnya dalam ancaman Bumi menjadi bola api.

"Di tahun 2600, populasi dunia akan penuh dan konsumsi listrik akan membuat Bumi bercahaya merah panas," ujarnya.


2. Kekuasaan robot
Profesor Hawking juga takut bahwa kecerdasan buatan akan mengambil alih kekuasaan manusia.

"Kita harus memajukan pengembangan kecerdasan buatan tapi harus waspada dengan bahayanya yang sangat nyata. Aku takut AI akan menggantikan manusia. Jika orang-orang mendesain virus komputer, seseorang akan mendesain AI yang bereplika sendiri," kata Hawking.

3. Konflik dan perang antar manusia
Ketakutan Stephen Hawking selanjutnya adalah agresi yang dilakukan manusia kepada manusia lainnya misalnya perang. Bukan hal yang mustahil jika perang saudara justru akan menjadi awal kiamat di Bumi.

4. Planet baru
Hawking percaya, jika kita tidak mencari planet lain yang bisa kita huni dalam waktu dekat, setidaknya dalam 100 tahun, Bumi bisa hancur dan memusnahkan seluruh peradaban manusia. Apalagi perubahan iklim, overpopulasi dan pandemi masih akan mengancam manusia terus menerus.

5. Donald Trump
Iya, Hawking mengatakan bahwa Donald Trump yang saat itu menjadi presiden bisa membuat kebijakan yang mengancam keselamatan Bumi. Apalagi, Trump saat itu juga mengumumkan tidak akan menandatangani perjanjian Paris tentang perubahan iklim.

Saturday, July 23, 2022

Saturday, July 23, 2022

Langit Australia Tiba-tiba Jadi Pink, Warga Kira Mau Kiamat!


Negaratoto - Warga Australia digegerkan dengan penampakan langit berwarna pink. Beberapa merasa ngeri bahkan menyangka kiamat sudah tiba. Eh tapi ternyata warna itu disebabkan hal lain.

Penampakan langit malam berwarna pink itu terjadi pada Rabu (20/7/2022) di Kota Mildura, Victoria utara. Salah seorang warga yang khawatir akan kiamat itu bernama Tammy Szumowski.

Dilansir dari BBC, Tammy berusaha tidak panik ketika melihat langit pink itu. Dia mengatakan kepada anak-anaknya supaya jangan khawatir namun ia sendiri bertanya-tanya penyebab langit pink muncul malam itu.

Sementara itu, warga lokal lain bernama Nikea Champion sempat menduga langit pink ini disebabkan bulan merah. Tetapi setelah dilihat lagi, cahaya pink itu berasal dari tanah, bukan dari langit.


Selidik punya selidik, penyebab warna pink pada langit Mildura itu berasal dari ladang ganja. Loh, kok bisa?

Begini, aparat Mildura menemukan pembiasan ultraviolet dari ladang ganja yang dikelola perusahaan Cann Group. Lampu berwarna merah digunakan untuk membantu tanaman ganja tumbuh. Setiap malam tiba, ladang itu bakal ditutup dengan tirai.

Namun pada hari peristiwa terjadi, tirai itu tidak dapat bekerja. Karena itulah, terjadi pembiasan cahaya ke langit.

Rupanya, fenomena langit pink di Australia ini tidak seseram yang dibayangkan orang-orang. Mereka hanya tidak pernah tahu bahwa ladang ganja di dekat permukiman mereka akan ditutup setiap malam.

Ganja sebagai obat memang legal digunakan di Australia sejak 2016. Akan tetapi konsumsi untuk hiburan sampai saat ini masih dilarang. Oleh sebab itu, sejumlah ladang ganja kerap dirahasiakan lokasinya dengan alasan keamanan.

Thursday, July 14, 2022

Thursday, July 14, 2022

Kiamat Internet di Kanada, Warga Minta Layanan Digratiskan Sebulan


Negaratoto - Beberapa hari lalu, Kanada diterpa kiamat internet karena layanan koneksi operator terbesar di negara itu, Rogers Communications, tumbang dalam waktu lama. Warga pun banyak yang marah dan meminta kompensasi pantas untuk kerugian yang ditimbulkan.

Seperti diberitakan, gangguan koneksi internet itu terjadi mulai hari Jumat (8/7) waktu setempat dan berlangsung lebih dari 15 jam. Banyak pengguna Rogers tidak bisa terkoneksi baik melalui ponsel maupun layanan lainnya.

Akibatnya transaksi perbankan, layanan darurat, pengadilan, kantor imigrasi sampai kesehatan mengalami gangguan. Saat ini, layanan disebut mulai pulih secara penuh bagi semua konsumen.

Banyak warga yang marah dan meminta kompensasi besar karena dampak yang ditimbulkan. Misalnya para pebisnis kecil jadi mengalami kerugian yang cukup tinggi. Rogers awalnya akan memberikan kompensasi dua hari layanan gratis, tapi hal itu dipandang tidak cukup.


"Seminggu layanan gratis itu mungkin minimum. Jika mereka kehilangan pelanggan lima sampai tujuh persen saja, dampaknya jauh lebih buruk daripada jumlah kompensasi itu," kata David Soberman, pengamat dari University of Toronto.

Rogers kemudian menambah kompensasi menjadi lima hari layanan gratis. Namun tetap ada yang belum puas mengingat koneksi sangat lama gangguan. Ada yang menyarankan kompensasi penuh selama sebulan.

Seperti dikutip dari BBC, otoritas Kanada saat ini sedang menyelidiki bagaimana bisa kiamat internet sampai terjadi secara nasional dan berimbas pada jutaan orang. Rogers diminta memberikan informasi yang detail.

"Gangguan nasional layanan telekomunikasi yang dialami oleh jutaan warga Kanada dalam beberapa hari ke belakang tidak bisa diterima," kata Menteri Perindustrian Kanada, Francois Phillipe Champagne mengenai kiamat internet ini.

Saturday, June 25, 2022

Saturday, June 25, 2022

3 Mitos Fenomena Planet Sejajar, Ramalan Bencana hingga Kiamat


Negaratoto - Fenomena planet sejajar 24 Juni yang cantik menarik perhatian para pencinta astronomi. Tapi ternyata, di zaman kelam, fenomena ini pernah dianggap pertanda buruk selama beberapa abad.

Ada yang menyebut fenomena ini sebagai prediksi bencana, bahkan pertanda kiamat sudah dekat. Berikut ini sejumlah mitos fenomena planet sejajar, dirangkum detikINET dari berbagai sumber, Jumat (24/6/2022).

1. Ramalan bencana
Sejak penemuannya, fenomena planet sejajar sering dikaitkan dengan peristiwa unik dan bencana lain yang terkait dengan kiamat atau akhir dunia.

Nostradamus, pengarang ramalan ternama asal Prancis, menyebutkan bahwa fenomena planet sejajar adalah pertanda akan terjadinya gempa Bumi dahsyat di California, sebuah kota yang berisiko terkena bencana alam karena keberadaan "Sesar San Andreas".

Ramalan itu menjelaskan bahwa gempa yang sangat dahsyat akan terjadi di bulan Mei. Pada saat itu hujan es akan turun lebih besar dari sebutir telur. Menurut ramalannya, tragedi ini akan terjadi pada 28 Mei 2015. Namun, tidak terjadi apa-apa di tanggal dan tahun tersebut.


2. Kiamat sudah dekat
Salah satu mitos paling terkenal tentang fenomena planet sejajar yang menggemparkan adalah di tahun 2012, ketika dunia memprediksi tanggal 21 Desember di tahun tersebut adalah hari kiamat.

Menurut kalender kuno suku Maya, tanggal tersebut akan menandai hari terakhir umat manusia. Dan di tahun itu, Mars terlihat terbit dari barat, tetapi Jupiter, Saturnus, Venus, Merkurius, Uranus, dan Neptunus di Timur, dan ini adalah keselarasan yang langka.

Kemudian, Masyarakat Astronomi Karibia (SAC) mengatakan bahwa ketakutan ini disebabkan oleh mitos kuno bahwa penyelarasan planet berikutnya akan terjadi pada tahun 2040.

3. Gelombang besar dan tsunami
Masyarakat kuno meyakini terjadinya planet sejajar ini akan menimbulkan dampak seperti gelombang besar, bahkan akan terjadi tsunami. Tentunya baru mendengar semua prediksi itu, sudah membuat merinding dan merasa takut.

Untuk diketahui, tarikan gravitasi dari semua planet memang dapat berdampak pada pasang surut di Bumi. Namun, fenomena planet sejajar tidak berbahaya. Jarak Venus dari Bumi berdampak pada gaya pasang surut terbesar, meskipun hanya sebagian kecil dibandingkan dengan Bulan. Pesawat ruang angkasa juga dapat merasakan kekuatan yang sangat kecil saat gravitasi dari planet menariknya.

Segala sesuatu yang terjadi pastinya atas kehendak Tuhan, untuk itu tidak perlu takut berlebihan saat mendengar fenomena planet sejajar dan dampaknya.

Secara ilmiah pun, menurut NASA, ini adalah peristiwa alam. Pada 2013, Badan antariksa Amerika Serikat itu pernah mengatakan tidak akan ada peristiwa planet sejajar dalam beberapa dekade mendatang. Kalaupun terjadi, dampak kesejajaran planet ini kepada Bumi tidak berbahaya.

"Fenomena besar planet sejajar terjadi di 1962 contohnya, dan dua lainnya terjadi pada 1982 dan 2000. Setiap Desember, Bumi dan Matahari sejajar dengan pusat Galaksi Bima Sakti, dan ini adalah peristiwa tahunan yang tidak membahayakan Bumi," ujarnya.

Wednesday, June 8, 2022

Wednesday, June 08, 2022

Cara Orang-orang Terkaya Dunia Hindari 'Kiamat'


Negaratoto - Kehancuran Bumi pasti adanya, alasannya pun berdasar beragam skenario. Ada yang percaya Bumi akan hancur karena populasi yang membludak, ada juga yang meyakini Bumi sudah terlalu tua sehingga rapuh serta mulai 'sakit-sakitan'.

Meski tidak ada yang bisa mencegah kehancuran Bumi (suatu saat nanti), para miliarder tekno berusaha 'menghindari kiamat' atau bahaya besar yang menghadang Bumi. Berikut ini di antaranya:

1. Elon Musk: Pindah ke Mars
Elon Musk meyakini bahwa Bumi nantinya bisa menjadi 'neraka' sehingga sebenarnya planet tempat kita tinggal ini sudah tidak layak huni. Dikutip detikINET dari Independent, manusia menurutnya harus ke Mars karena Bumi akan menjadi terlalu panas untuk makhluk hidup pada sekitar 500 juta tahun lagi. Walaupun masih begitu lama, ia menegaskan persiapan harus dilakukan secepatnya.


"Bumi sudah ada sekitar 4,5 miliar tahun dan inilah pertama kalinya ada kemungkinan untuk mengembangkan kehidupan di luar Bumi. Pelaung itu mungkin akan terbuka dalam waktu lama, tapi bisa juga cuma pendek waktunya. Saya pikir adalah bijaksana bagi kita untuk beraksi secepatnya ketika masih terbuka jendela kesempatan," paparnya.

2. Jeff Bezos: Jangan menua
Jeff Bezos disebut mendanai startup Altos Lab. Menurut berbagai sumber, startup ini mengejar teknologi pemrograman ulang biologi, sebuah cara untuk meremajakan sel di laboratorium yang mungkin dapat merevitalisasi seluruh tubuh hewan dan pada akhirnya dimanfaatkan untuk memperpanjang usia manusia.

3. Mark Zuckerberg: Bangun rumah antikiamat
Menurut News Punch, di tahun 2017, Zuckerberg membeli tanah di sekitar rumah yang ia miliki dan mulai membangun ruang bawah tanah untuk alasan keamanan. Menurut rencana yang beredar, panic bunker Zuckerberg memiliki dinding bata putih, pintu baja yang berwarna gelap, dan ornamen mahal lainnya.

Saturday, May 21, 2022

Saturday, May 21, 2022

Waduh! Pesawat Terbang RI Terancam 'Kiamat'


Negaratoto - Efek pandemi masih membayangi maskapai Indonesia. Pesawat terbang di Indonesia semakin lama semakin sedikit sampai terancam 'kiamat'.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angkutan penerbangan selama periode Januari-Maret 2022 mencapai 10,7 juta orang. Ini artinya jumlah penerbangan naik 55% dari periode sama tahun sebelumnya, dan penumpang internasional naik 200% menjadi 373,5 ribu.

Bahkan menurut prediksi Kementerian Perhubungan industri penerbangan RI bakal bangkit dalam waktu dekat. Pada tahun 2022 ini jumlah penumpang pesawat kembali naik menjadi 78 juta orang per tahun, dari 35 juta di tahun 2021.

Namun ada tantangan baru yang menghantui yaitu menurunnya jumlah armada pesawat. Saat ini hanya sekitar 350 pesawat yang beroperasi dari 550 unit.


Hal ini terjadi karena maskapai banyak yang mengembalikan pesawat yang disewa ke lessor demi penghematan saat pandemi.

Menhub juga sudah melakukan komunikasi dengan produsen pesawat seperti Boeing mengenai masalah ini, dalam lawatannya ke Singapura beberapa hari lalu, dan mengungkapkan masalah kebutuhan pesawat di RI.

"Untuk kita kita minta pihak Boeing untuk berkomunikasi dengan sejumlah maskapai terkait dengan upaya pemenuhan kebutuhan pesawat," kata Menhub dikutip dari keterangan, (18/5/2022).

Sehingga upaya lanjutan harus dilakukan, karena kebutuhan pesawat itu tergantung dari tiap maskapai masing - masing.

"Itu tergantung dari kebutuhan operator dan maskapai masing-masing pemerintah akan mendukung dan memfasilitasi," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan dikutip dari CNBC Indonesia.