Breaking

Showing posts with label Sejajar. Show all posts
Showing posts with label Sejajar. Show all posts

Saturday, June 25, 2022

Saturday, June 25, 2022

3 Mitos Fenomena Planet Sejajar, Ramalan Bencana hingga Kiamat


Negaratoto - Fenomena planet sejajar 24 Juni yang cantik menarik perhatian para pencinta astronomi. Tapi ternyata, di zaman kelam, fenomena ini pernah dianggap pertanda buruk selama beberapa abad.

Ada yang menyebut fenomena ini sebagai prediksi bencana, bahkan pertanda kiamat sudah dekat. Berikut ini sejumlah mitos fenomena planet sejajar, dirangkum detikINET dari berbagai sumber, Jumat (24/6/2022).

1. Ramalan bencana
Sejak penemuannya, fenomena planet sejajar sering dikaitkan dengan peristiwa unik dan bencana lain yang terkait dengan kiamat atau akhir dunia.

Nostradamus, pengarang ramalan ternama asal Prancis, menyebutkan bahwa fenomena planet sejajar adalah pertanda akan terjadinya gempa Bumi dahsyat di California, sebuah kota yang berisiko terkena bencana alam karena keberadaan "Sesar San Andreas".

Ramalan itu menjelaskan bahwa gempa yang sangat dahsyat akan terjadi di bulan Mei. Pada saat itu hujan es akan turun lebih besar dari sebutir telur. Menurut ramalannya, tragedi ini akan terjadi pada 28 Mei 2015. Namun, tidak terjadi apa-apa di tanggal dan tahun tersebut.


2. Kiamat sudah dekat
Salah satu mitos paling terkenal tentang fenomena planet sejajar yang menggemparkan adalah di tahun 2012, ketika dunia memprediksi tanggal 21 Desember di tahun tersebut adalah hari kiamat.

Menurut kalender kuno suku Maya, tanggal tersebut akan menandai hari terakhir umat manusia. Dan di tahun itu, Mars terlihat terbit dari barat, tetapi Jupiter, Saturnus, Venus, Merkurius, Uranus, dan Neptunus di Timur, dan ini adalah keselarasan yang langka.

Kemudian, Masyarakat Astronomi Karibia (SAC) mengatakan bahwa ketakutan ini disebabkan oleh mitos kuno bahwa penyelarasan planet berikutnya akan terjadi pada tahun 2040.

3. Gelombang besar dan tsunami
Masyarakat kuno meyakini terjadinya planet sejajar ini akan menimbulkan dampak seperti gelombang besar, bahkan akan terjadi tsunami. Tentunya baru mendengar semua prediksi itu, sudah membuat merinding dan merasa takut.

Untuk diketahui, tarikan gravitasi dari semua planet memang dapat berdampak pada pasang surut di Bumi. Namun, fenomena planet sejajar tidak berbahaya. Jarak Venus dari Bumi berdampak pada gaya pasang surut terbesar, meskipun hanya sebagian kecil dibandingkan dengan Bulan. Pesawat ruang angkasa juga dapat merasakan kekuatan yang sangat kecil saat gravitasi dari planet menariknya.

Segala sesuatu yang terjadi pastinya atas kehendak Tuhan, untuk itu tidak perlu takut berlebihan saat mendengar fenomena planet sejajar dan dampaknya.

Secara ilmiah pun, menurut NASA, ini adalah peristiwa alam. Pada 2013, Badan antariksa Amerika Serikat itu pernah mengatakan tidak akan ada peristiwa planet sejajar dalam beberapa dekade mendatang. Kalaupun terjadi, dampak kesejajaran planet ini kepada Bumi tidak berbahaya.

"Fenomena besar planet sejajar terjadi di 1962 contohnya, dan dua lainnya terjadi pada 1982 dan 2000. Setiap Desember, Bumi dan Matahari sejajar dengan pusat Galaksi Bima Sakti, dan ini adalah peristiwa tahunan yang tidak membahayakan Bumi," ujarnya.

Friday, June 24, 2022

Friday, June 24, 2022

Fenomena Planet Sejajar 24 Juni 2022, Subuh Nih!


Negaratoto - Sejak awal Juni, masyarakat dapat menyaksikan fenomena langka, di mana planet Merkurius, Venus, Uranus, Mars, Jupiter, dan Saturnus berada pada konfigurasi segaris alias planet sejajar. Nah, subuh 24 Juni nanti adalah waktu yang dianggap paling oke untuk menyaksikannya.

Peneliti Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang mengungkapkan konfigurasi atau parade langit ini sudah bisa dinikmati dini hari mulai tanggal 4 Juni 2022. Fenomena langka ini akan terus berlanjut sampai akhir Juni 2022 dalam beberapa kali konfigurasi.

Konfigurasi pertama terdiri dari sejajarnya Merkurius, Venus, Uranus, Mars, Jupiter, dan Saturnus pada 4-15 Juni 2022.

Selanjutnya, diikuti dengan konfigurasi kedua dengan susunan planet Merkurius, Venus, Uranus, Mars, Jupiter, Saturnus, dan Bulan pada 16-27 Juni 2022.

Lalu, diakhiri dengan konfigurasi dengan susunan yang sama dengan pertama, yakni Merkurius, Venus, Uranus, Mars, Jupiter, dan Saturnus pada 28-30 Juni 2022.

Nah, formasi sejajar dari kelima planet dan Bulan itu akan tampak paling sempurna pada 23-24 Juni. Jadi bisa disaksikan pada besok subuh ini.


Andi menjelaskan, fenomena konfigurasi planet sejajar ini dapat disaksikan selama kurang lebih 50 menit sesuai dengan waktu fajar masing-masing wilayah. Mulai dari awal fajar astronomis dengan ketinggian Matahari -18° atau 75 menit sebelum matahari terbit (sekitar pukul 04.30 waktu setempat), hingga fajar bahari, di mana ketika ketinggian Matahari -6° atau 25 menit sebelum matahari terbit (sekitar pukul 05.30 waktu setempat).

"Sejak 4 hingga 30 Juni, Merkurius akan memiliki kecerlangan yang bervariasi antara +2,06 hingga -0,61. Hal ini menunjukkan bahwa Merkurius akan semakin terang sampai di pengujung bulan Juni. Sedangkan untuk Venus bervariasi, antara -3,94 hingga -3,89, yang artinya akan sedikit redup pada akhir Juni," jelas Andi.

"Sementara itu, Uranus bervariasi antara +5,89 hingga +5,87, yang artinya Uranus akan sedikit lebih terang pada akhir Juni. Serupa dengan Mars, Jupiter, dan Saturnus yang berturut-turut bervariasi, antara +0,57 hingga +0,47, -2,25 hingga -2,41, dan +0,68 hingga +0,56," beber Andi.

Bisa dilihat langsung, kecuali Uranus

Andi mengatakan, semua fenomena ini dapat disaksikan tanpa menggunakan alat bantu optik, kecuali Uranus.

"Hal ini disebabkan karena kecerlangannya lebih besar +4,7 dari batas magnitude visual maksimum bagi wilayah perkotaan, sehingga diperlukan teleskop kecil berdiameter 10-25 cm agar dapat menyaksikan Uranus," ungkapnya.

Andi menambahkan, untuk dapat melihat fenomena ini dapat disaksikan selama cuaca cukup cerah, bebas dari polusi cahaya dan medan pandang yang bebas dari penghalang.

Bahkan, bagi wilayah yang polusi cahayanya nyaris tidak ada (kondisi langit benar-benar bersih), Uranus dapat disaksikan tanpa menggunakan teleskop karena kecerlangan lebih kecil dari +6,5. Jadi jangan lewatkan fenomena planet sejajar subuh ini.