Breaking

Showing posts with label Samarinda. Show all posts
Showing posts with label Samarinda. Show all posts

Tuesday, May 16, 2023

Tuesday, May 16, 2023

Balita Tewas Terlindas Mobil Dinas saat Asyik Bermain di Area Rumah Sakit Samarinda

 



Negaratoto - MF, balita laki-laki berusia empat tahun meninggal dunia seketika usai tertabrak dan terlindas mobil berpelat dinas saat asyik bermain di area RS Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam, Jalan Kakap, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (15/5). Kejadian itu dalam penyelidikan polisi.

Kabar kejadian itu justru pertama kali tersebar dan ramai di grup WhatsApp, Selasa (16/5) dini hari. Warga mengira kejadian itu adalah kecelakaan kerja. Sempat dikabarkan korban anak meninggal usai terlindas truk. Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dini hari ini tadi.

Warga sekitar RS, Syamsir Alam, sempat mengecek lokasi kejadian. Keterangan yang dia dapatkan, peristiwa itu justru terjadi siang hari, bukan malam atau dini hari.

"Info awal ada anak usia tiga tahun meninggal terlindas truk. Saya ke lokasi rumah sakit, ternyata kejadiannya siang, dan korban meninggal," kata Syamsir, dikonfirmasi merdeka.com.

Polisi membenarkan peristiwa itu terjadi hari Senin (15/5) siang sekitar pukul 13.00 WITA. Dari rekaman kamera CCTV, sebelum kejadian, terlihat korban sedang bermain bersama dua temannya di dalam area RSJ Daerah Atma Husada Mahakam.

"Iya benar. Korban ada di tengah jalan, dua temannya ini di pinggir," kata Kapolsek Samarinda Kota Kompol Tri Satria Firdaus kepada merdeka.com.

Saat itu mobil masuk dari luar ke dalam area RS. Setelah melewati belokan ke kanan, mobil Innova abu-abu bernomor polisi pelat dinas KT 1439 BZ lantas menabrak dan melindas korban MF.

"Pemeriksaan sementara, dia (sopir) tidak melihat korban di depannya, cuma melihat dua temannya korban. Iya (korban tertabrak dan terlindas)," ujar Satria.

"Korban anak laki-laki usia 3-4 tahun. Iya, meninggal di tempat. Korban ini anak dari pengelola kantin RS Atma Husada. Sedangkan sopir mobil itu kebetulan pegawai honorer di RS Atma Husada," Satria menambahkan.

Sopir masih dimintai keterangan kepolisian, termasuk orang tua korban. Polisi juga meminta keterangan saksi lainnya saat kejadian itu. "Korban dibawa ke AWS (RSUD Abdul Wahab Syachranie) untuk keperluan visum, dan kemudian dibawa pulang ke rumah duka," terang Satria.

"Jadi dari informasi masyarakat, sore setelah kejadian itu kami ke TKP. Bhabinkamtibmas koordinasi piket Lantas (Satlantas), kemudian koordinasi Polsek Kota," demikian Satria.

Dari video rekaman CCTV yang sempat dilihat merdeka.com, waktu kejadian adalah pukul 13.07 WITA. Korban terlihat seperti sedang berjongkok di tengah jalan. Satu temannya di pinggir jalan, dan satu orang lagi berjalan dari tengah ke pinggir jalan.

Satu motor sempat melintas di belakang korban. Tidak lama, mobil datang langsung menabrak korban yang terlihat sedang berjongkok tadi. Korban sempat terseret di kolong mobil, dan terlindas ban kiri belakang mobil, hingga mobil lantas berhenti. Korban terluka parah di bagian kepala.



Tuesday, January 24, 2023

Tuesday, January 24, 2023

Pria Ditemukan Sisa Tengkorak, Diduga Depresi Menyendiri Usai Ditinggal Istri-Anak

 




Negaratoto - Pria diduga depresi, Yahya (49), ditemukan sisa tengkorak di kolam diduga bekas tambang batubara dekat bangunan rumah dekat rumah pondokan tunggal, di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Gang Sadri RT 01, Sungai Siring, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (22/1). Yahya diduga depresi dan tinggal sendiri di rumah itu usai ditinggal istri dan anaknya.

Aroma tidak sedap pertama kali tercium oleh pemancing di kolam itu, dan menemukan jasad menyisakan tulang mengambang di pinggir danau sekitar pukul 14.00 Wita. Bersama warga sekitarnya yang tinggal hampir 1 km dari kolam, tulang itu kemudian dipindahkan ke dalam rumah.

Rumah itu menjadi tempat tinggal jasad yang diketahui bernama Yahya lima tahun terakhir. Dia tinggal sendiri diduga soal kejiwaan. Pekerjaan sehari-seharinya mencari ikan. Meskipun demikian keluarganya juga memasok kebutuhan pangan sehari-hari.

Hingga hari ini, jasad tersisa tengkorak itu masih berada di kamar jenazah RSUD AW Syachranie, setelah diterima pihak rumah sakit pada Minggu (22/1) malam. Kasus itu kini dalam penyelidikan Polsek Sungai Pinang.

"Meski diduga ada gangguan kejiwaan, tapi tidak pernah mengganggu warga, tidak pernah meresahkan masyarakat. Justru menawarkan ikat yang dia (Yahya) dapat," kata Kapolsek Sungai Pinang AKP Noordhianto, saat dikonfirmasi merdeka.com.

Noordhianto menerangkan, dengan dugaan gangguan kejiwaan itu, korban memang tinggal seorang diri di rumah yang berada di tepi danau itu.

"Memang ada, kondisinya sedikit depresi setelah berpisah dengan istri dan anaknya. Makanya tinggalnya dia (Yahya) di pondok saja, kerjanya cari ikan," terang Noordhianto.

Sementara ini dua saksi dimintai keterangan terkait peristiwa itu. Di mana di antaranya adalah Ketua RT 01, terkait Yahya yang tinggal seorang diri di rumah itu.

"Tadi pagi masih ada (jasad Yahya di RSUD AW Syachranie Samarinda). Mungkin sepertinya mau disegerakan (dimakamkan). Tapi tetap ada prosedur yang dijalankan," tutup Noordhianto.

Monday, August 1, 2022

Monday, August 01, 2022

Serpihan Roket China Menghunjam Tanah Kalbar, Warga Dengar Dentuman


Negaratoto - Puing serpihan roket milik China CZ-5B diduga jatuh di lahan perkebunan milik warga Desa Pengadang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kabar mengenai peristiwa tersebut pun viral di jagat media sosial.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Siron membenarkan informasi tersebut. Dia bilang polisi dari Polres Sanggau sedang menangani peristiwa itu.

"Kami dapat informasi hari Minggu, 31 Juli. Lokasi kejadian sudah digaris polisi. Memang ada serpihan dan diduga roket dari Tiongkok," ujarnya kepada CNNIndonesia.com pada Senin (1/8).

Siron menuturkan sebelum penemuan serpihan benda asing tersebut, warga Desa Pengadang sempat dibikin geger lantaran mendengar suara dentuman keras dari langit.

Dentuman besar itu bahkan menggetarkan kaca jendela dan rumah. Peristiwa itu sendiri terjadi pada Sabtu tengah malam pada 30 Juli.

"Warga mengira itu dentuman petir, tapi juga merasa aneh karena tidak ada tanda-tanda cuaca buruk," imbuhnya.


Siron melanjutkan bangkai serpihan itu kali pertama ditemukan oleh warga pemilik kebun sawit bernama Yulius Talib (68) bersama rekannya.

Keduanya mendapati serpihan kecil dengan latar warna kehitaman dengan angka 31. Melihat benda asing tersebut, Yulius langsung bergegas menghubungi otoritas setempat untuk segera mendapatkan penanganan.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Lokasi jatuhnya hanya di kebun sawit. Warga kaget saja, tak pernah melihat benda-benda seperti itu," sebutnya.

Video yang merekam perkebunan warga tempat jatuhnya roket China beredar viral di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Kampung Pengadang.

Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan sampah antariksa CZ5B atau puing-puing roket Long March 5B milik China melintasi Sumatera bagian selatan hingga Kalimantan Barat.

Peneliti Senior BRIN Thomas Djamaludin mengatakan sampah roket bekas peluncuran modul stasiun antariksa China itu berbobot sekitar 20 ton dan berukuran 30 meter. Thomas menuturkan serpihan sampah antariksa besar tersebut juga terpantau jatuh di Samudera Hindia pada Sabtu (30/7) pukul 23.45 WIB.