Breaking

Showing posts with label Kalimantan. Show all posts
Showing posts with label Kalimantan. Show all posts

Friday, October 28, 2022

Friday, October 28, 2022

Polda Kaltara Gagalkan Peredaran Ribuan Kosmetik Berbahaya, Masuk via Tawau-Sebatik

 




Negaratoto - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil mengungkap kosmetik ilegal dari Tawau, Malaysia. Kosmetik tersebut tanpa izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan diduga mengandung bahan berbahaya hydroquinone dan tretinoin yang dilarang beredar oleh BPOM di wilayah Kota Tarakan.

"Pengungkapan di Tarakan pada hari Rabu (12/10) dengan mengamankan kosmetik yang diduga berasal dari Tawau, Malaysia sebanyak 4.940 pcs," kata Direktur Reskrimsus Polda Kaltara Kombes Pol Hendy F Kurniawan, dihubungi dari Tarakan dilansir Antara, Kamis (28/10).

Dari hasil lapangan telah ditemukan kosmetik merek Briliant di Pelabuhan SDF Tarakan, dan berdasarkan keterangan saksi-saksi didapatkan bahwa pengirim kosmetik ke Tarakan atas nama SD.

Dari hasil keterangan saksi-saksi didapatkan bahwa benar dan diakui kosmetik sebanyak 3.334 pcs milik SD, dan 1.606 pcs kosmetik masih dalam penyelidikan untuk mengungkap siapa pengirim maupun pemiliknya.

"SD mengaku telah belasan kali selundupkan kosmetik dari Tawau, Malaysia dan mengedarkan ke wilayah Tarakan, Nunukan, dan Bulungan," kata Hendy.

Pengungkapan tersebut akan terus dikembangkan kepada agen-agen pengecer, agar masyarakat di Kaltara terhindar dari bahaya penggunaan kosmetik tersebut.

Adapun jenis kosmetik yang diamankan yakni sunscreen merek Briliant Skin, Kojic Acid Soap merek Briliant Skin, Topical Cream merek Briliant Rejuv, Topical Solution (toner) merek Briliant dan kosmetik sunscreen gel cream merek Briliant Skin.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPOM Tarakan menyatakan bahwa produk tersebut tanpa izin edar dari BPOM, sehingga dapat dipersangkakan Pasal 197 juncto 106 ayat 1 dan 2 Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana diubah dalam Pasal 60 angka 10 Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan atau Pasal 196 Undang-Undang No. 39 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Hendy mengatakan bahwa jalur perdagangan gelap Tawau-Sebatik berpotensi sebagai pintu masuk berbagai barang untuk kebutuhan ekonomi, sekaligus potensi terjadinya pidana dan membahayakan kesehatan masyarakat.

"Penegakan hukum yang kami lakukan bertujuan untuk melindungi masyarakat di Kaltara dari bahaya kosmetik tanpa izin edar serta melindungi produk dalam negeri dan produk yang telah sesuai standar BPOM," kata Hendy pula. 

Monday, August 1, 2022

Monday, August 01, 2022

Roket 22 Ton Terjun Bebas Dekat Kalimantan, China Dikecam AS


Negaratoto - Pemerintah China dikritik banyak pihak karena membahayakan warga bumi dengan meluncurkan roket Long March 5B seberat 22 ton ke atmoser.

Pasalnya roket tersebut tidak bisa dikontrol setelah mengantarkan muatannya ke orbit, dan lokasi jatuhnya tak bisa diprediksi, yang bisa membahayakan warga di berbagai belahan Bumi.

Ini adalah ketiga kalinya China dituding tak mengurus serpihan roketnya setelah diluncurkan. Long March 5B dipakai untuk mengantarkan modul baru ke Stasiun Luar Angkasa milik China, yang diluncurkan dari pulai Hainan pada 24 Juli lalu.

Setelah mencapai tujuannya dan muatannya sudah dilepas, roket tersebut kembali jatuh ke bumi, dan kali ini diperkirakan jatuh di Samudra Hindia, tepatnya di dekat Sarawak, pulau Kalimantan.

Masuknya roket ini ke atmosfer Bumi sudah dikonfirmasi oleh US Space Command, namun saat itu mereka belum bisa memastikan lokasi tepat jatuhnya serpihan roket tersebut, yang memang tidak bisa dikontrol pergerakannya itu.

"Tidak ada satupun negara yang membiarkan serpihan sebesar 20 ton di orbit dan masuk ke bumi tanpa bisa dikontrol," jelas Jonathan McDowell, seorang astrophysicist di Harvard-Smithsonian Center for Astophysics.

Lalu pada Sabtu (30/7/2022), Nasa Administrator Bill Nelson menyebut China sama sekali tak memberi informasi trayektori serpihan roket tersebut.


"Semua negara yang melakukan perjalanan ke luar angkasa harus mengikuti standar yang sudah ada, dan melakukan tugasnya untuk memberi informasi semacam ini agar bisa menghadirkan prediksi yang akurat terkait risiko kejatuhan serpihan, terutama untuk kendaraan besar seperti Long March 5B, dengan risiko besar kehilangan nyawa dan kerusakan bangunan," jelas Nelson.

"Hal ini sangat penting dilakukan untuk bertanggung jawab atas penggunaan luar angkasa dan memastikan keamanan orang di Bumi," tambahnya.

China Manned Space Agency hanya memberikan informasi waktu roket tersebut memasuki atmosfer Bumi, yaitu pada pukul 12.55 Minggu dini hari. Mereka pun menyebut kebanyakan dari serpihan tersebut sudah terbakar habis saat melewati Laut Sulu, antara Kalimantan dan Filipina.

"Yang kami ingin tahu adalah apakah ada serpihan tersebut yang jatuh ke tanah. Ini mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan laporan tersebut," keluh McDowell.

Ada seorang warga Malaysia bernama Nazri Sulaiman, lewat akun @nazriacai, merekam objek di langit yang diperkirakan merupakan Long March 5B dari Kuching, Sarawak Malaysia.

Kabar ini kemudian dikonfirmasi oleh National Space Agency Malaysia, yang menyebut mereka mendeteksi adanya serpihan roket Long March 5B yang terbakar.

"Serpihan roket tersebut terlihat terbakar saat memasuki bumi dan pergerakan serpihan yang terbakar itu melintasi ruang udara Malaysia dan terdeteksi di banyak daerah, termasuk melintasi ruang udara di sekitar Sarawak," ujar mereka.

Monday, August 01, 2022

Serpihan Roket China Menghunjam Tanah Kalbar, Warga Dengar Dentuman


Negaratoto - Puing serpihan roket milik China CZ-5B diduga jatuh di lahan perkebunan milik warga Desa Pengadang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kabar mengenai peristiwa tersebut pun viral di jagat media sosial.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Siron membenarkan informasi tersebut. Dia bilang polisi dari Polres Sanggau sedang menangani peristiwa itu.

"Kami dapat informasi hari Minggu, 31 Juli. Lokasi kejadian sudah digaris polisi. Memang ada serpihan dan diduga roket dari Tiongkok," ujarnya kepada CNNIndonesia.com pada Senin (1/8).

Siron menuturkan sebelum penemuan serpihan benda asing tersebut, warga Desa Pengadang sempat dibikin geger lantaran mendengar suara dentuman keras dari langit.

Dentuman besar itu bahkan menggetarkan kaca jendela dan rumah. Peristiwa itu sendiri terjadi pada Sabtu tengah malam pada 30 Juli.

"Warga mengira itu dentuman petir, tapi juga merasa aneh karena tidak ada tanda-tanda cuaca buruk," imbuhnya.


Siron melanjutkan bangkai serpihan itu kali pertama ditemukan oleh warga pemilik kebun sawit bernama Yulius Talib (68) bersama rekannya.

Keduanya mendapati serpihan kecil dengan latar warna kehitaman dengan angka 31. Melihat benda asing tersebut, Yulius langsung bergegas menghubungi otoritas setempat untuk segera mendapatkan penanganan.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Lokasi jatuhnya hanya di kebun sawit. Warga kaget saja, tak pernah melihat benda-benda seperti itu," sebutnya.

Video yang merekam perkebunan warga tempat jatuhnya roket China beredar viral di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Kampung Pengadang.

Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan sampah antariksa CZ5B atau puing-puing roket Long March 5B milik China melintasi Sumatera bagian selatan hingga Kalimantan Barat.

Peneliti Senior BRIN Thomas Djamaludin mengatakan sampah roket bekas peluncuran modul stasiun antariksa China itu berbobot sekitar 20 ton dan berukuran 30 meter. Thomas menuturkan serpihan sampah antariksa besar tersebut juga terpantau jatuh di Samudera Hindia pada Sabtu (30/7) pukul 23.45 WIB.