Breaking

Showing posts with label Penipu. Show all posts
Showing posts with label Penipu. Show all posts

Monday, July 10, 2023

Monday, July 10, 2023

Profil Rihana Rihani, si Kembar Tersangka Penipuan Preorder iPhone

NEGARATOTO Tersangka kasus penipuan reseller ponsel iPhone, 'si kembar' Rihana-Rihani berhasil ditangkap setelah menjadi buronan polisi. Si kembar ini ditangkap di apartemen mewah Sumarrecon Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Selasa (4/7) pagi.

Kasus si kembar ini terbongkar setelah viral di media sosial, salah satunya diunggah akun twitter @mazzini_gsp, pada Juni lalu. Dalam twitnya disebutkan alur perjalanan kasus penipuan PO dua saudari kembar tersebut.

"Kasus penipuan pre-order iPhone yang dilakukan dua saudari kembar Rihana dan Rihani dengan total kerugian korban mencapai Rp35 miliar. Jumlah kerugian tiap korban bervariasi dari ratusan juta sampai miliar," tulis akun @mazzini_gsp dikutip, Minggu (4/6).

Sejumlah masyarakat mengaku menjadi korban penipuan Pre-Order (PO) iPhone dilakukan dua saudari kembar Rihana dan Rihani. Bahkan, total kerugian para korban ditaksir mencapai Rp35 miliar.

Lantas siapakah sebenarnya Rihana-Rihani yang saat ini sudah berhasil ditangkap pihak polisi? Simak ulasannya:

Pernah Kerja di Kemendag


Rihani, tercatat pernah bekerja di Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai pegawai honorer di Biro Hukum. Namun, dia mengundurkan diri dari Kemendag pada 1 Juli 2022 lalu.

"Rihani adalah mantan pegawai honorer Kemendag di Biro Hukum, yang bersangkutan telah mengundurkan diri pertanggal 1-Juli-2022," kata Sekretaris Jenderal Kemendag, Suhanto kepada Merdeka.com di Jakarta, Selasa (6/6).

Rihana dan Rihani, juga diketahui pernah tinggal di perumahan elit, Greenwoods Townhouses, Ciputat, Tangerang, Banten.

Diketahui, harga jual rumah di Greenwoods Townhouses sekitar Rp2 miliar-Rp3 miliar.

Wednesday, June 1, 2022

Wednesday, June 01, 2022

Awas! Penipuan WhatsApp Ini Bisa Bikin Kalian Dibobol Hacker


Negaratoto - Peneliti keamanan dari CloudSEK menemukan metode penipuan baru lewat WhatsApp yang simpel tapi efeknya mengerikan. Metode penipuannya sederhana saja, penipu awalnya akan menghubungi korban dan meminta mereka untuk menghubungi nomor telepon tertentu.

Jika korban menghubungi nomor telepon tersebut, penipu akan dengan mudah mengambil alih akun milik korban tanpa sepengetahuan mereka. Trik penipuan ini mirip seperti penipuan OTP WhatsApp yang sudah lama beredar.

Korban akan diminta menghubungi 10-digit nomor telepon yang diawali dengan kode '**67*' atau '*405*'. CEO CloudSEK Rahul Sasi mengatakan kode ini biasanya digunakan oleh operator untuk melakukan pengalihan panggilan jika nomor pengguna sedang sibuk.

Dengan kode tersebut, korban yang awam mungkin tidak tahu kalau mereka sudah mengalihkan panggilannya ke nomor telepon yang dikontrol oleh penipu.

"Kini di backend, penipu akan memulai proses registrasi WhatsApp untuk nomor telepon kalian dan memilih opsi untuk mengirimkan OTP via nomor telepon," kata Sasi dalam laporannya, seperti dikutip dari India Times, Selasa (31/5/2022).


"Karena nomor telepon kalian sedang sibuk - OTP akan dikirimkan ke nomor telepon penipu, dan tamat riwayat kalian," sambungnya.

Seperti diketahui, WhatsApp mengirimkan OTP ke nomor telepon yang terdaftar untuk memverifikasi akun pengguna. Jika penipu berhasil mendapatkan OTP untuk login ke akun WhatsApp milik korban, mereka akan langsung dikeluarkan dari akun tersebut dan akun akan diambil alih sepenuhnya oleh penipu.

Begitu penipu mengambil alih akun WhatsApp korban, mereka akan menghubungi orang-orang di kontak korban untuk meminta uang. "Dengan cara ini, hacker bisa menipu kontak WhatsApp korban bahkan sebelum korban menyadari bahwa mereka telah kehilangan kendali atas akun mereka," jelas Sasi.

Sasi menambahkan trik ini bisa digunakan untuk meretas akun WhatsApp siapapun asalkan hacker bisa mengakses ponsel korban secara fisik dan memiliki akses untuk membuat panggilan telepon.

Meski penipuan ini baru ramai diberitakan di India, Sasi mengatakan penipuan ini cakupannya global karena semua negara dan operator seluler memiliki kode pengalihan nomor yang mirip.

Untuk melindungi akun WhatsApp kalian dan mengatasi serangan penipu seperti ini, selalu aktifkan 2-factor authentication (2FA) di WhatsApp dan memasang password atau pin untuk login.