Breaking

Showing posts with label HIMARS. Show all posts
Showing posts with label HIMARS. Show all posts

Tuesday, August 2, 2022

Tuesday, August 02, 2022

Panas! AS Umumkan Pengiriman Senjata Baru untuk Ukraina


Negaratoto - Pemerintah Amerika Serikat kembali mengumumkan pengiriman persenjataan baru untuk pasukan Ukraina yang berperang melawan Rusia. Senjata tersebut termasuk amunisi untuk peluncur roket HIMARS dan senjata artileri.

Dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (2/8/2022), juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan kepada wartawan, paket baru senilai US$ 550 juta tersebut akan "mencakup lebih banyak amunisi untuk sistem roket canggih mobilitas tinggi atau dikenal sebagai HIMARS, serta amunisi untuk artileri".

Bantuan tersebut termasuk 75.000 butir amunisi artileri 155 mm, menurut pernyataan dari Pentagon.

"Untuk memenuhi persyaratan medan perangnya yang terus berkembang, Amerika Serikat akan terus bekerja dengan sekutu dan mitranya untuk menyediakan kemampuan utama bagi Ukraina," demikian pernyataan Pentagon atau Departemen Pertahanan AS.

Ini menjadikan total bantuan militer yang diberikan ke Ukraina sejak Presiden AS Joe Biden menjabat kini menjadi lebih dari US$ 8,8 miliar, menurut Pentagon.


Bantuan senjata sebelumnya dari Amerika Serikat ke Ukraina termasuk radar kontra-artileri, rudal anti-tank Javelin, helikopter buatan Uni Soviet, peluru dan kendaraan lapis baja ringan.

Kirby juga memuji pengiriman pertama gandum Ukraina yang berangkat dari pelabuhan Odessa pada hari Senin (1/8) waktu setempat.

Itu adalah pengiriman pertama sejak invasi Rusia di Ukraina dimulai. Pengiriman ini merupakan bagian dari kesepakatan penting yang dimediasi oleh PBB dan Turki untuk mencabut blokade Angkatan Laut Moskow di Laut Hitam.
"Kami jelas menyambut langkah penting ini dan kami berharap untuk melihat lebih banyak kapal berangkat dalam beberapa hari mendatang untuk melakukan perjalanan ke pasar dunia dengan produk pertanian seperti biji-bijian, gandum, minyak bunga matahari dan jagung," kata Kirby kepada wartawan.

Penghentian pengiriman selama lima bulan dari Ukraina -- salah satu pengekspor biji-bijian terbesar di dunia -- telah berkontribusi pada melonjaknya harga pangan, yang memberikan pukulan keras bagi negara-negara termiskin di dunia.

Pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu. Perang tersebut telah menewaskan ribuan orang, memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka dan menimbulkan kekhawatiran akan bencana nuklir.

Friday, July 15, 2022

Friday, July 15, 2022

Akurasi Rudal Jarak Jauh HIMARS Amerika Bikin Rusia Kewalahan


Negaratoto - Bantuan sistem rudal jarak jauh HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) diklaim Ukraina membuat Rusia kewalahan. Tak hanya menembak sasaran strategis, beberapa petinggi militer Rusia juga diklaim jadi korban.

Sistem senjata yang dikirim AS adalah MLRS tipe M142 HIMARS. Ada varian yang mampu menembak sampai ratusan kilometer, tapi versi yang dikirim ke Ukraina 'hanya' bisa menembak sejauh 80 kilometer agar tak mencapai teritori Rusia.

HIMARS ini mudah dipindahkan dan dapat dioperasikan hanya oleh 8 tentara. Kelebihan besar lainnya, sistem pemandu GPS membuatnya diklaim sangat akurat dalam menembak sasaran.

Seperti dikutip dari CNN, HIMARS sudah digunakan dalam berbagai serangan masif ke area Rusia, antara lain ke sebuah gudang amunisi di Kherson. Dari foto satelit, tampak serangan itu akurat dan hanya meninggalkan jejak kawah cukup kecil.

Ada pula letusan besar di area Luhanks dan Donetsk. Secara keseluruhan, ada sekitar selusin target yang ditembak HIMARS pada bulan Juli, kebanyakan jaraknya sekitar 40 kilometer dari garis depan pertahanan Rusia.


Militer Ukraina juga menembakkan HIMARS pada malam hari, sehingga mempersulit Rusia dalam melacaknya. "Apa yang kita saksikan adalah kemampuan Ukraina menggunakan sistem HIMARS untuk secara signifikan mengganggu kemampuan Rusia melangkah maju," kata seorang pejabat di Departemen Pertahanan AS.

"Jika Rusia berpikir bahwa mereka bisa mengalahkan Ukraina, maka mereka perlu memikirkannya kembali," kata dia menambahkan.

Reporter militer Rusia, Yuri Kotenok, melaporkan bahwa rudal jarak jauh HIMARS memang memberi ancaman serius bagi Rusia. Wilayah yang sudah diduduki Rusia seperti Kherson dan Zapiruzhzhia bisa diserang oleh rudal jarak jauh itu.

Kotenol yang punya 300 ribu follower di Instagram, menilai sistem pertahanan udara Rusia perlu diperbaiki untuk menangkis HIMARS. "Keterbatasan kita melakukan serangan balasan kepada musuh tidak terbayangkan oleh saya," tulisnya.

Wartawan Rusia lain, Roman Sapenkov, menyaksikan sendiri serangan HIMARS di basis Rusia di Kherson. Dia terkejut dengan akurasinya. "Biasanya rudal semacam ini mendarat di area luas dan di jarak maksimum, mereka menyebar," tulisnya. Tidak dengan HIMARS, serangannya presisi.

"Sepuluh HIMAR Ssaja sudah membuat perbedaan, tapi kami perlu 100, yaitu 10 batalion dengan 10 HIMARS masing-masing untuk disebar di garis depan. Atau setidaknya 50 unit," klaim Gubernur Luhanks, Serhy Haidai.

"Jadi tidak ada artinya apa yang akan dikerahkan Rusia, mereka sudah masuk mode panik melawan senjata jarak jauh presisi tinggi itu, yang membombardir posisi mereka."

Saturday, July 9, 2022

Saturday, July 09, 2022

AS Kirimkan Lagi Roket Canggih HIMARS ke Ukraina


Negaratoto - Pemerintah Amerika Serikat pada hari Jumat (8/7) waktu setempat mengumumkan akan mengirim lebih banyak sistem roket canggih HIMARS dan peluru artileri presisi baru ke Ukraina. Bantuan ini akan meningkatkan kemampuan Ukraina untuk menargetkan depot senjata dan rantai pasokan Rusia.

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (9/7/2022), seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan, paket senjata baru senilai US$ 400 juta akan mencakup empat peluncur HIMARS dengan amunisi, sebuah sistem yang telah membantu pasukan Ukraina menyerang target seperti depot amunisi dengan peluru kendali dari jarak yang lebih jauh, di luar jangkauan artileri Rusia.

Dengan sistem roket HIMARS, "Ukraina sekarang telah berhasil menyerang lokasi Rusia di Ukraina, lebih dalam di belakang garis depan, dan mengganggu kemampuan Rusia untuk melakukan operasi artileri," kata pejabat itu.

Paket itu juga akan mencakup 1.000 butir amunisi 155mm jenis baru untuk artileri yang dipasok oleh sekutu-sekutu Barat Ukraina.

Pejabat senior pertahanan AS itu mengatakan bahwa peluru artileri baru memiliki jangkauan yang lebih jauh dan lebih tepat dari apa yang telah diberikan Pentagon sebelumnya.


"Ini menawarkan kemampuan tepat Ukraina untuk target tertentu. Ini akan menghemat amunisi; itu akan lebih efektif," kata pejabat itu.

Pejabat itu menolak untuk mengatakan apakah amunisi baru itu adalah peluru Excalibur, peluru berpemandu yang dapat menempuh jarak lebih dari 40 kilometer dan mengirimkan amunisi tepat sasaran.

Sebelumnya, Kanada telah mengirim beberapa Excalibur buatan AS yang berbiaya tinggi ke Ukraina, tetapi Pentagon belum mengatakan apakah mereka telah melakukannya.

Sejak peluncur HIMARS pertama kali diberikan ke Ukraina bulan lalu, para analis yakin pasukan Ukraina telah berhasil menghancurkan selusin atau lebih depot amunisi Rusia jauh di belakang garis depan.

"Rusia membuat kemajuan yang sangat bertahap, terbatas, perjuangan keras, sangat mahal di beberapa ruang kecil tertentu di Donbas. Mereka jauh tertinggal dari jadwal mereka," kata pejabat itu, merujuk pada wilayah timur Ukraina yang ingin Rusia kuasai sepenuhnya.

Menurut pejabat itu, dengan menggunakan sistem HIMARS dari AS, Ukraina pada minggu lalu telah mampu "secara signifikan mengganggu kemampuan Rusia untuk bergerak maju."

Sunday, June 12, 2022

Sunday, June 12, 2022

Senjata Ukraina Habis, Kini Bergantung Pada Barat


Negaratoto  - Ukraina dilaporkan sudah mulai kehabisan senjata yang berasal dari era Uni Soviet. Maka dalam melawan Rusia, Ukraina kini mengandalkan persenjataan bantuan dari negara-negara barat.

Dulu adalah bagian dari Uni Soviet, senjata Ukraina pun dibuat berdasarkan teknologi dan standar Rusia, termasuk rudal, tank dan senjata lainnya yang tidak kompatibel dengan senjata dari negara barat.

Nah seperti dikutip  dari AFP, sumber militer Amerika Serikat menyebut bahwa setelah 3 bulan bertempur lawan Rusia, peralatan perang milik Ukraina mulai menipis atau hancur di tangan musuhnya itu.


Maka, tentara Ukraina harus menggunakan senjata bantuan dari NATO dan belajar memakainya dengan baik. Pasalnya bisa dikatakan, mereka belum terbiasa, apalagi yang teknologinya canggih.

Pada awalnya, AS dan NATO sebenarnya cemas memberi bantuan senjata buatan mereka pada Ukraina karena ditakutkan teknologinya jatuh ke tangan Rusia. Maka yang awalnya dikirim ke Ukraina adalah persediaan senjata Rusia yang masih dimiliki oleh negara-negara itu.

Akan tetapi semuanya sudah digunakan, tidak bersisa. "Sudah tidak ada sama sekali," kata sumber militer AS. Maka Ukraina beralih menggunakan senjata dari barat, mau tak mau.

AS dan sekutunya juga mulai tak ragu mengirim senjata canggih produksi mereka, termasuk roket jarak jauh terbaru yaitu Himars (High Mobility Artillery Rocket System). Militer Ukraina dilatih agar mampu menggunakannya.

"Himars ini adalah sistem senjata jarak jauh yang sangat canggih. Kami harus memastikan mereka bisa menggunakannya dengan benar. Jika Ukraina memakainya dengan benar, roket ini akan berdampak bagus di medan pertempuran," klaim Jenderal Mark Milley dari AS.

Tuesday, June 7, 2022

Tuesday, June 07, 2022

Ukraina Diberi Roket Canggih, Perang Lawan Rusia Kian Dahsyat

Negaratoto - Roket atau rudal jarak jauh dari Amerika Serikat, mulai dikirim ke Ukraina. Senjata baru ini berpotensi membuat perang dengan Rusia semakin dahsyat.

AS sudah setuju mengirim sistem roket jarak jauh dan amunisi lebih presisi ke Ukraina. Adapun senjata yang dikirim adalah MLRS tipe M142 Himars (High Mobility Artillery Rocket System). Versi yang dikirim ke Ukraina bisa menembak sejauh 80 kilometer.

Rusia sendiri memprotesnya. "Kami percaya bahwa AS dengan sengaja menyiram minyak ke api. Pengiriman senjata itu tidak berkontribusi pada kemauan pemimpin Ukraina untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian," sebut pihak Rusia.

Ukraina ingin senjata baru saat perang semakin dahsyat di area Donbas. Dengan medan laga di area yang lebih ke pedesaan, perang bisa ditentukan oleh siapa yang punya sistem persenjataan jarak jauh.


"Himars memberikan upgrade senjata yang masif. Dampaknya sama dengan persenjataan memakai pesawat tempur," kata Rita Konaev, akademisi dari Georgetown University yang dikutip dari Vox.

Rusia juga punya sistem MLRS, tapi teknologi milik Amerika disebut bisa menjangkau sasaran lebih jauh dan juga lebih akurat. Namun saat ini, karena perang mulai dekat dengan wilayah Rusia, maka kekuatan mereka lebih terpusat.

Tak heran jika Ukraina ingin rudal jarak jauh. Mereka mungkin sudah tahu sasaran apa saja yang perlu ditembak, tapi tidak bisa melakukannya dengan senjata yang ada sekarang karena jangkauan yang terbatas.

"Di Donbas ini, perang berlangsung dalam jarak yang lebih jauh. Jika Anda tahu di mana target berada, Anda harus mampu juga untuk menjangkaunya," tutur John Spencer, analis dari Madison Policy Forum.

Tuesday, June 07, 2022

Ukraina Minta 60 Roket Canggih Untuk Pukul Mundur Rusia


Negaratoto - Sistem rudal atau roket jarak jauh atau multiple launch roket system (MLRS) akan dikirimkan oleh Amerika Serikat dan Inggris ke Ukraina. Para pakar sepakat senjata ini adalah yang paling powerful, yang dikirim negara barat sejauh ini. Akan tetapi sepertinya jumlah yang dikerahkan kurang banyak.

AS akan mengirim sekitar 4 unit sistem MLRS tipe M142 Himars. Sedangkan Inggris kurang lebih sama. Nah, jumlah itu menurut Ukraina kurang banyak untuk memukul mundur Rusia atau bahkan mengalahkan mereka.

Oleksiy Arestovych, penasihat militer Ukraina, meyakini bahwa rudal jarak jauh itu akan mengubah permainan. Sayangnya menurutnya, jumlahnya tidak cukup untuk melibas Rusia.

"Semakin sedikit MLRS yang kami dapat, maka akan semakin buruk situasinya. Tentara kami akan terus tewas dan kehilangan pijakan," katanya seperti dikutip detikINET dari Guardian, Selasa (7/6/2022).

MLRS yang bisa menembak puluhan bahkan ratusan kilometer adalah senjata dengan daya jangkau terjauh yang akan dimiliki Ukraina. Nah agar efektif melawan Rusia, Ukraina butuh sekitar 60 unit MLRS.


"Jika kami mendapatkan 60 sistem itu, maka Rusia akan kehilangan semua kemampuan untuk merangsek maju. Mereka akan terhenti. Jika kami mendapat 40, mereka masih bisa maju, tapi sangat lambat dengan korban besar, dengan 20, mereka akan terus maju tapi korbannya lebih banyak dari saat ini," papar dia.

Sebenarnya Amerika punya ratusan sistem senjata MLRS itu dan Inggris memiliki puluhan, sehingga mereka bisa saja mengirim lebih banyak. Namun mungkin dengan berbagai pertimbangan, baru sejumlah kecil yang diberikan ke Ukraina.

Ukraina ingin senjata baru saat perang semakin dahsyat di area Donbas. Dengan medan laga di area yang lebih ke pedesaan, perang bisa ditentukan oleh siapa yang punya sistem persenjataan jarak jauh.

"Himars memberikan upgrade senjata yang masif. Dampaknya sama dengan persenjataan memakai pesawat tempur," kata Rita Konaev, akademisi dari Georgetown University.

Rusia juga punya sistem MLRS, tapi teknologi milik Amerika disebut bisa menjangkau sasaran lebih jauh dan juga lebih akurat. Namun saat ini, karena perang mulai dekat dengan wilayah Rusia, maka kekuatan mereka lebih terpusat.

Tak heran jika Ukraina ingin rudal jarak jauh. Mereka mungkin sudah tahu sasaran apa saja yang perlu ditembak, tapi tidak bisa melakukannya dengan senjata yang ada sekarang karena jangkauan yang terbatas.

Monday, June 6, 2022

Monday, June 06, 2022

Ini Sebab Ukraina Ngebet Teknologi Roket Jarak Jauh Amerika


Negaratoto - Ukraina dipastikan akan mendapatkan bantuan senjata canggih baru dari Amerika Serikat, yaitu multiple launch rocket systems (MLRS). Ukraina seakan sangat ngebet dengan teknologi senjata yang satu ini. Kenapa demikian?

AS sudah setuju mengirim sistem roket jarak jauh dan amunisi yang lebih presisi ke Ukraina. Adapun senjata yang dikirim adalah MLRS tipe M142 Himars (High Mobility Artillery Rocket System). Versi yang dikirim ke Ukraina bisa menembak sejauh 80 kilometer.

Pada awalnya, AS akan mengirim 4 unit sistem tersebut dan melatih tentara Ukraina setidaknya selama 3 minggu untuk memakainya. Tergantung tipe amunisinya, HIMARS bisa menembak sampai sejauh 600 kilometer.

Namun AS berhati-hati sehingga tidak mengirim yang tercanggih agar tidak sampai ditembakkan ke area Rusia dan meningkatkan tensi konflik.

Sistem Himars dibawa dengan truk yang dipasang launcher dan dapat membawa 6 rudal GMLRS (Guided Multiple Launch Rocket System). Persenjataan baru ini merupakan peningkatan besar dari meriam Howitzers yang selama ini diandalkan Ukraina.


"Ukraina sudah lama meminta sistem yang memungkinkan mereka menyerang tentara Rusia dari jarak yang lebih jauh, menyatakan bahwa itu penting untuk bertahan dan melancarkan serangan balik," sebut Financial Times, Senin (6/6/2022).

Dalam beberapa hari ini, Rusia telah mendapatkan kemajuan di area Donbas. Maka Ukraina ingin memukul mundur mereka dengan senjata baru tersebut.

"Sistem roket Amerika ini tidak hanya lebih jauh jangkauannya tapi juga lebih powerful dari Howitzers, drone tempur, rudal anti tank dan rudal anti serangan udara yang telah disuplai negara-negara barat sejauh ini," papar Financial Times.

AS sendiri awalnya ragu mengirimkan senjata itu karena jika sampai ada tembakan ke Rusia, maka konflik bisa makin runyam. Namun pihak Ukraina telah menjamin tidak akan melakukan hal itu.

Ukraina sebenarnya meminta rudal dengan jarak lebih jauh, Army Tactical Missile System (ATACMS), yang bisa menjangkau sampai 300 kilometer. Namun Amerika tidak mengabulkannya.

"Kami tidak ingin memperluas konflik ini dan tidak ingin sistem tersebut digunakan untuk menyerang teritori Rusia," kata Colin Kahl dari Kementerian Pertahanan AS.

Sistem yang diberikan sudah cukup untuk menembak artileri musuh. "Ketika artileri musuh sudah diketahui, penting untuk menembak mereka dengan cepat. Artileri Rusia ini terbukti menjadi ancaman besar bagi tentara Ukraina," kata Mark Cancian dari Center for Strategic and International Studies.

Thursday, June 2, 2022

Thursday, June 02, 2022

Spesifikasi HIMARS, Roket Canggih yang Dikirim AS ke Ukraina


Negaratoto - Amerika Serikat memberikan paket bantuan persenjataan kepada Ukraina sebesar US$ 700 juta atau setara Rp 10,1 triliun untuk melawan pasukan Rusia. Salah satunya adalah sistem roket artileri mobilitas tinggi atau disebut HIMARS.

Dikutip dari Aljazeera, Kamis (2/6/2022), HIMARS adalah peluncur roket ringan berteknologi tinggi yang dipasang pada sebuah kendaraan seperti truk. Teknologi pada HIMARS membuat roket yang diluncurkan mampu bermanuver.

Setiap unit kendaraan mampu membawa enak roket dengan GPS. HIMARS dapat diisi ulang dalam waktu sekitar 1 menit.

Jangkauan roket HIMARS sejauh 80 km (50 mil), hampir dua kali lipat jangkauan howitzer M77, senjata yang juga disediakan Amerika Serikat dan telah dikirim ke Ukraina pada Mei.

HIMARS mampu membuat pasukan Ukraina menyerang dengan jarak jauh dari garis depan Rusia. Pasukan Ukraina juga dapat meluncurkan serangan dari jarak yang lebih terlindungi.

Seorang analis mengatakan sistem HIMARS jauh lebih baik dibanding sistem roket lain yang digunakan pasukan Ukraina saat ini.

"Secara umum, persenjataan artileri Ukraina kalah jumlah dan kalah jumlah dengan Rusia," ujar seorang analis riset di Royal United Services Institute, Samuel Cranny-Evans.

Sistem roket yang digunakan oleh Rusia saat ini, terutama BM-30 Smerch, dapat menembak secara destruktif pada jarak 90-120 km.


"(HIMARS) akan memberi Ukraina kemampuan untuk mencapai sistem ini (BM-30 Smerch)," katanya.

"Selain itu, sistem jarak jauh dapat digunakan untuk melibatkan logistik Rusia dan komando dan kontrol, yang sangat penting bagi kemampuan Rusia untuk mempertahankan pertarungan," lanjutnya.

Meski begitu, jelas Samuel, canggihnya persenjataan yang dikirim AS tidak ada artinya tanpa kemampuan pasukan Ukraina dalam mengintai Rusia.

"Tergantung pada kemampuan Ukraina untuk melakukan pengintaian dan fungsi pengumpulan intelijen ke dalam operasional Rusia dan mengoordinasikannya dengan aset artileri baru," tutur Samuel.

Artileri yang dilengkapi dengan sistem HIMARS secara teoritis dapat mencapai wilayah Rusia. Meski begitu, Ukraina menjamin tidak akan menggunakan HIMARS ke wilayah Rusia.

Rusia Murka
Diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan kepada kantor berita Rusia RIA Novosti bahwa Moskow memandang bantuan militer AS ke Ukraina tersebut "sangat negatif".

Ryabkov, ketika ditanya tentang kemungkinan konfrontasi langsung antara AS dan Rusia, mengatakan: "Setiap pengiriman senjata yang terus berlanjut, yang sedang meningkat, berarti meningkatkan risiko perkembangan semacam itu."

Pejabat tinggi Rusia itu menyalahkan Washington karena meningkatkan permusuhan di Ukraina. "AS tidak melakukan apa pun demi menemukan semacam solusi. Itu persis sama selama bertahun-tahun sebelum dimulainya operasi militer khusus," cetusnya.