Breaking

Showing posts with label Turki. Show all posts
Showing posts with label Turki. Show all posts

Friday, July 29, 2022

Friday, July 29, 2022

Kudeta Gagal Turki Disebut Dirancang Demi Singkirkan Oposisi


Negaratoto - Kudeta gagal yang terjadi di Turki pada 2016 dinilai sebagai upaya untuk menyingkirkan oposisi. Hal ini dinilai dari bagaimana cara Turki melakukan pembersihan terhadap mereka yang dituding melakukan kudeta.

Dilansir dari Gazeta Express, Kamis (28/5/2022) Executive Director of Alliance for Shared Values, New Jersey, Amerika, Y Alp Aslandogan awalnya menjelaskan bahwa di dunia saat ini diwarnai dengan para pemimpin yang gemar merebut kekuasaan dan mengukuhkan diri dalam kekuasaan usai terpilih.

Dia menilai para pemimpin ini menggunakan 'manual otokrat' demi memperluas kekuasaan eksekutifnya. Hal ini dilakukan dengan mengorbankan parlemen dan lembaga pemerintah, menekan perbedaan pendapat demokratis, menarik populisme dan nasionalisme, mengendalikan media dan informasi.

"Ini sebuah panduan manual, pada tingkat yang berbeda, yang bisa dilihat terjadi di antara para pemimpin negara-negara seperti Nikaragua, Venezuela, Hungaria, Belarus, Rusia dan Turki, yang telah menambahkan babak baru dari 'sebuah kudeta bertahap'," kata Alp Aslandogan.

Aslandogan menceritakan bagaimana enam tahun lalu pada 15 Juli 2016, sekelompok anggota militer Turki dimobilisasi dalam upaya kudeta untuk menggulingkan pemerintah, yang merenggut nyawa lebih dari 250 orang dan membuat 2.100 orang terluka.

Tentara Turki melakukan kudeta militer. Sedangkan pemerintahan telah berubah tiga kali sebelumnya sebagai akibat dari kudeta.

"Ketidakmampuan yang luar biasa dari upaya kudeta ini dikombinasikan dengan sambutan gembira Presiden Erdogan, yang mengumumkan tersangka pelaku tanpa penyelidikan, pembersihan besar-besaran dan cepat berdasarkan daftar pembersihan yang sudah ada sebelumnya, membuat pengamat asing percaya bahwa ini bukan kudeta nyata tetapi sebuah kudeta yang dirancang," kata Aslandogan.


Sementara itu, David Weinberg, Wakil Presiden Institut Strategi dan Keamanan Yerusalem, menyatakan bahwa insiden itu mengandung tanda-tanda yang jelas dari operasi palsu, yaitu operasi penyamaran yang tampaknya dilakukan oleh pihak lain.

Upaya itu dinilai sangat ceroboh. Sebab rencana ini dilakukan pada hari yang 'salah'.

"Para pelaku atau aktor gagal dengan cepat menguasai simpul-simpul utama kekuasaan dan saluran komunikasi utama untuk Erdogan. Mereka juga gagal menangkap pejabat penting pemerintah dan melewatkan beberapa peluang bagus untuk menangkap Erdogan sendiri," kata David Weinberg.

Lebih lanjut Wenberg menunjukkan bahwa 99 jenderal yang ditangkap karena terlibat dalam kudeta dapat mengorganisir rencana yang jauh lebih efektif untuk menggulingkan pemerintah jika mereka mau. Namun akhirnya Erdogan mengklaim bahwa 9.000 petugas polisi, 6.000 tentara, 30 gubernur regional dan 50 pegawai negeri senior juga terlibat dalam upaya tersebut.

Kisah kudeta gagal ini menurut David benar-benar tidak bisa dipercaya. Setelah menggunakan istilah 'kudeta bertahap' untuk menggambarkan insiden tersebut, pemimpin partai oposisi CHP dipukuli oleh kelompok pro-Erdogan di siang bolong.

Sementara itu, pemimpin partai oposisi lainnya, HDP pro-Kurdi, Selahattin Demirtas, dipenjara tak lama setelah menyatakan di parlemen bahwa Erdogan tahu banyak hal terkait insiden tersebut.

Setelah membungkam narasi yang berlawanan, Erdogan mengisi kekosongan dengan propaganda, dengan menyalahkan simpatisan pengkhotbah Turki Fethullah Gulen-yang telah tinggal di pengasingan di Amerika Serikat sejak 1999.

Gulen sendiri mengecam kudeta dan pemberitaan di media, sebab ia telah berulang kali membantah terlibat dalam upaya kudeta tersebut. Dia justru menyarankan agar Erdogan mengizinkan berlangsungnya pengadilan internasional independen. Kendati demikian, Erdogan tidak pernah menanggapi seruan ini.

Untuk diketahui, Committee to Protect Journalists and Reporters Without Borders telah berulang kali menyebut Turki sebagai penjara jurnalis terburuk di dunia. Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa mengeluarkan banyak keputusan yang menyatakan pemenjaraan para pembangkang demokratis (oposisi) dari Turki bermotif politik.

Sementara itu, Amnesty International mencatat dalam laporannya pada tahun 2021 bahwa di Turki politisi oposisi, jurnalis, bahkan wanita hamil dan wanita yang baru saja melahirkan pun tak luput dari penganiayaan bermotif politik.

Mantan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra'ad Al Hussein memprotes bahwa pemenjaraan wanita hamil dan wanita yang baru saja melahirkan itu keterlaluan dan kejam.

Tuesday, July 5, 2022

Tuesday, July 05, 2022

Inflasi Turki Meroket Hampir 80%, Tertinggi dalam 20 Tahun


Negaratoto - Tingkat inflasi Turki naik hampir 80% dari level pada Juni 2022. Level inflasi itu menjadi yang tertinggi dalam dua dekade atau 20 tahun.

Institut Statistik Turki mencatat angka inflasi Turki naik 78,6% dibandingkan bulan lalu. Peningkatan itu didorong harga makanan, minuman, dan transportasi yang naik.

Mengutip dari CNN, Selasa (5/7/2022) Harga makanan hampir dua kali lipat dalam setahun, sementara biaya transportasi naik 123%. Kini, mata uang Turki Lira telah anjlok 20% nilainya terhadap dolar AS sejak awal tahun ini.

Sebenarnya, masalah inflasi tidak hanya dialami oleh Turki. Masih banyak negara yang juga mengalami hal sama.

Namun, ekonomi Turki semakin terpukul karena kebijakan ekonomi yang tidak lazim dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Akibatnya krisis ekonomi semakin dalam, Lira jatuh terhadap dolar yang membuat impor jauh lebih mahal.


Apa saja kebijakan Erdogan? Misalnya, pada saat bank sentral dunia meningkatkan biaya pinjaman dalam upaya menjinakkan inflasi, Turki melakukan hal yang sebaliknya. Suku bunga tetap di 14% sejak Desember.

Menurut Erdogan jika suku bunga dipangkas akan menurunkan inflasi dan meningkatkan produksi dan ekspor. Sementara, Erdogan menganggap bahwa krisis ekonomi yang dialami Turki saat ini karena ada campur tangan asing.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Ekonomi Turki Nureddin Nebati mengklaim kenaikan harga komoditas global yang tinggi, terutama dalam energi dan produk pertanian telah memicu inflasi pada bulan Juni.

Menurutnya pemerintah telah mengambil tindakan untuk melindungi masyarakatnya dari tingginya harga, termasuk dengan mengurangi pajak penjualan dan memberikan subsidi.

Selain itu, Erdogan juga telah mengumumkan bahwa pemerintah akan menaikkan upah minimum sebesar 30% mulai bulan ini. Tidak hanya itu enam bulan setelahnya akan dinaikkan lagi sebesar 50% untuk membantu pekerja dengan biaya hidup yang melonjak.

Friday, July 1, 2022

Friday, July 01, 2022

Erdogan Ingatkan Turki Masih Bisa Gagalkan Finlandia-Swedia Masuk NATO


Negaratoto - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melontarkan peringatan pada Finlandia dan Swedia bahwa dirinya masih bisa memveto upaya kedua negara Nordik itu untuk bergabung dengan aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Seperti dilansir AFP, Jumat (1/7/2022), Erdogan menyatakan pemblokiran mungkin terjadi jika Finlandia dan Swedia gagal menerapkan kesepakatan baru yang dicapai dengan Turki.

Peringatan blak-blakan itu dilontarkan Erdogan pada akhir pertemuan puncak atau KTT NATO yang digelar di Madrid, Spanyol. Dalam KTT itu, aliansi militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS) itu secara resmi mengundang Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan blok beranggotakan 30 negara itu.

Kedua negara itu diketahui melepaskan status nonblok mereka dan mengumumkan rencana untuk bergabung NATO merespons invasi militer yang dilancarkan Rusia ke Ukraina.

Rencana kedua negara itu sempat menuai keberatan dari Erdogan, yang menuduh kedua negara itu memberikan tempat perlindungan pada militan Kurdi yang ilegal di Ankara dan mempromosikan 'terorisme'.

Erdogan juga menuntut kedua negara untuk mencabut embargo senjata yang diberlakukan untuk merespons penyerbuan militer Turki ke Suriah tahun 2019 lalu.

Memorandum berisi 10 poin telah ditandatangani oleh ketiga negara itu -- Turki, Finlandia dan Swedia -- di sela-sela KTT NATO pada Selasa (28/6) waktu setempat. Memorandum itu tampaknya memuat banyak kekhawatiran Erdogan.


Erdogan kemudian mencabut keberatannya terhadap bergabungnya Finlandia dan Swedia dengan NATO, kemudian menggelar pertemuan hangat dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang diikuti dengan janji penjualan pesawat tempur baru untuk Turki.

Namun Erdogan menegaskan kepada wartawan dalam konferensi pers mendadak saat KTT NATO berakhir bahwa memorandum itu bukan berarti Turki akan secara otomais menyetujui keanggotaan NATO untuk Finlandia dan Swedia.

Diketahui bahwa pengajuan keanggotaan baru harus disetujui oleh semua anggota NATO dan diratifikasi oleh parlemen masing-masing negara anggota.

Erdogan memperingatkan bahwa perilaku masa depan Finlandia dan Swedia akan memutuskan apakah dirinya akan meneruskan pengajuan keanggotaan kedua negara itu kepada parlemen Turki.

"Jika mereka memenuhi kewajibannya, kita akan mengirimkannya ke parlemen. Jika mereka tidak memenuhinya, itu tidak mungkin dilakukan," tegas Erdogan.

Secara terpisah, seorang diplomat senior Turki di Washington DC menyatakan bahwa proses ratifikasi bisa dilakukan paling cepat pada akhir September dan mungkin akan menunggu hingga tahun 2023 mendatang, dengan parlemen Turki memasuki masa reses mulai Jumat (1/7) waktu setempat.

Mengomentari peringatan terbaru itu, seorang sumber diplomatik Barat menuduh Erdogan melakukan 'pemerasan'.

Monday, June 27, 2022

Monday, June 27, 2022

Turki Tangkap Warga Yunani yang Dicurigai Sebagai Mata-mata


Negaratoto - Turki menangkap seorang warga Yunani Mohamed Amar Ampara karena dicurigai melakukan kegiatan spionase atau mata-mata. Warga Yunani itu ditangkap di tenggara Kota Gaziantep dekat perbatasan Turki dengan Suriah.

"Agen tersebut, bernama M.A.A., ditahan oleh otoritas kehakiman setelah ia diketahui memiliki hubungan dengan Organisasi Intelijen Nasional Yunani... mengumpulkan informasi tentang keamanan perbatasan negara kami dan mentransfernya ke intelijen Yunani," kata departemen kepolisian di Gaziantep dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, Minggu (26/6/2022).

Media Turki melaporkan bahwa Ampara beroperasi dengan menyamar sebagai pengusaha selama perjalanannya ke Turki.



Kementerian luar negeri Yunani mengatakan sementara itu bahwa hilangnya Ampara telah dilaporkan ke kedutaan Yunani di Ankara beberapa minggu lalu.

"Kedutaan telah berulang kali mengangkat masalah ini dengan otoritas Turki tetapi yang terakhir tidak pernah memberikan jawaban apa pun," katanya.

Turki dan Yunani adalah sekutu dalam NATO tetapi terlibat dalam sejumlah perselisihan.

Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan Ankara menuduh Athena menempatkan pasukan di pulau-pulau dekat perbatasan lautnya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan awal bulan ini bahwa dia tidak akan lagi mengadakan pertemuan bilateral dengan para pemimpin Yunani.

Friday, June 3, 2022

Friday, June 03, 2022

Turki Resmi Ganti Nama di PBB Jadi Turkiye


Negaratoto - Pemerintah Turki telah menyampaikan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa atas perintah presidennya, mereka ingin mulai sekarang disebut "Turkiye" dalam semua bahasa.

Demikian diumumkan PBB pada Kamis (2/6) waktu setempat seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (3/6/2022).

"Perubahannya segera," kata juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric kepada AFP melalui email.

Dujarric mengatakan bahwa surat resmi Ankara yang meminta perubahan tersebut telah diterima di markas besar PBB di New York pada hari Rabu (1/6) waktu setempat.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavasoglu telah men-tweet foto dirinya yang menandatangani surat tersebut, yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres.


"Dengan surat yang saya kirimkan ke Sekjen PBB hari ini, kami mendaftarkan nama negara kami dalam bahasa asing di PBB sebagai 'Turkiye,'" tulisnya di Twitter.

Dia menambahkan bahwa perubahan itu akan mengakhiri proses "peningkatan nilai merek negara kami," sebuah inisiatif yang dimulai oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang telah memimpin negara itu selama hampir dua dekade.

Selama beberapa tahun terakhir, negara tersebut telah berupaya mengubah merek pada produknya dari "buatan Turki" menjadi "buatan Turkiye".

Selain membuat nomenklatur PBB sesuai dengan ejaan negara tersebut dalam bahasa Turki, pembaruan tersebut juga akan membantu membedakan negara tersebut dari burung dengan nama yang sama dalam bahasa Inggris.

"Perubahan nama mungkin tampak konyol bagi sebagian orang, tetapi itu menempatkan Erdogan dalam peran pelindung, menjaga rasa hormat internasional terhadap negara itu," kata profesor Universitas Georgetown, Mustafa Aksakal seperti dikutip The New York Times.

Surat kabar ternama Amerika Serikat itu juga mencatat bahwa langkah itu dilakukan menjelang pemilihan presiden Turki tahun depan, serta seratus tahun berdirinya negara itu setelah pembubaran Kekaisaran Ottoman.

Wednesday, June 1, 2022

Wednesday, June 01, 2022

Sukses Tempur di Ukraina, Drone Turki Laris Manis


Negaratoto - Bayraktar TB2, drone tempur asal Turki memegang peranan penting dalam membantu Ukraina melawan Rusia. Pembuatnya pun mengklaim kesuksesan itu membuat banyak pembeli mengantre untuk mendapatkan Bayraktar TB2.

Selcuk Bayraktar bersama saudaranya Haluk, mengendalikan perusahaan Baykar yang memproduksi drone Bayraktar itu. Mereka menyatakan bahwa seluruh dunia menjadi konsumen drone andalannya.

"Bayraktar TB2 melakukan apa yang semestinya dilakukannya, yaitu merusak beberapa sistem anti pesawat dan sistem artileri tercanggih serta kendaraan tempur. Maka seluruh dunia menjadi pelanggan," klaim Selcuk dilansir Reuters, Selasa (31/5/2022).


Bayraktar TB2 beberapa kali disebut Ukraina mampu menghancurkan konvoi atau kendaraan militer Rusia. Drone ini pun dipuja Ukraina, bahkan Walikota Kyiv menamakan beberapa binatang di kebun binatang setempat dengan nama Bayraktar. Bahkan ada pula lagu pemujaan khusus untuk Bayraktar.

Presiden Turki, Tayyip Erdogan, mengklaim bahwa permintaan internasional untuk Bayraktar TB2 dan model baru drone Akinci sangat tinggi. Selcuk adalah menantu Erdogan, menikahi putri sang presiden.

Selcuk sendiri menentang invasi Rusia. "Itu adalah invasi ilegal sehingga TB2 membantu orang-orang terhormat di Ukraina untuk mempertahankan negara mereka," kata dia.

Rusia bukannya tidak bertindak, di mana diklaim senjata laser baru mereka bisa membutakan satelit dan menghancurkan drone. Tapi Selcuk yang lulusan Massachusetts Institute of Technology mengatakan jangkauan senjata semacam itu terbatas dan tidak efektif melawan Bayraktar TB2. "Jangkauannya terbatas," katanya.

Saat ini, Baykar sedang mengerjakan generasi baru Bayraktar TB2 dengan sayap yang bisa dilipat dan bisa lepas landas serta mendarat di landasan pendek seperti di kapal induk.

Wednesday, May 18, 2022

Wednesday, May 18, 2022

Bukan Putin, Ini Sebab Erdogan Tolak Finlandia-Swedia di NATO

Negaratoto - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan kembali komitmen negaranya untuk menolak keanggotaan Finlandia dan Swedia dalam pakta pertahanan pimpinan Amerika Serikat (AS), NATO. Hal ini bukan tanpa alasan.

Kedua negara itu, disebut Erdogan, mendukung kelompok militan Kurdi yang dianggap teroris oleh Ankara. Selain itu, Stockholm juga menjatuhkan sanksi kepada Turki sejak 2019, atas kegiatan militernya di Suriah.

"Kami tidak akan mengatakan 'ya' kepada (negara-negara) yang menerapkan sanksi kepada Turki untuk bergabung dengan organisasi keamanan NATO," tegasnya seperti dikutip CNBC International, Selasa (17/5/2022).

Kementerian Luar Negeri Swedia mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya berencana untuk mengirim pejabat senior dari Swedia dan Finlandia ke Ankara. Namun Erdogan mengatakan langkah ini sia-sia.

"Apakah mereka akan datang untuk membujuk kita? Permisi, tapi mereka tidak perlu repot," tambahnya.


Perlu diketahui, setiap keputusan tentang perluasan NATO membutuhkan persetujuan dari 30 sekutu dan parlemen mereka. Hal ini membuat sikap Turki menjadi sangat penting dalam pendaftaran keanggotaan itu.

Ahli strategi pasar negara berkembang di Bluebay Asset Management, Timothy Ash, mengatakan hal ini dapat memicu krisis baru dalam hubungan Turki dengan Barat. Akan ada beberapa anggota NATO yang pasti berusaha menekan figur Muslim terkuat dunia itu.

"Turki akan terlihat sebagai mitra yang tidak dapat diandalkan. Ini akan membuat kepercayaan antara kedua belah pihak hilang," ujarnya

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg berharap Turki dapat "bekerja sama" dengan menyetujui Finlandia dan Swedia bergabung dengan NATO.

"Saya yakin bahwa kami akan dapat mengatasi kekhawatiran yang telah diungkapkan Turki dengan cara yang tidak menunda keanggotaan," tuturnya.

Finlandia dan Swedia sendiri mendaftarkan diri untuk menjadi anggota NATO karena merasa terancam oleh Rusia. Menurut kedua negara, ancaman ini semakin tinggi tatkala Moskow menyerang Ukraina.

Sunday, April 24, 2022

Sunday, April 24, 2022

Turki Diduga Jadi Pusat Transit Kokain, Anak Buah Erdogan Disorot


Negaratoto - Turki menjadi sorotan dunia lantaran diduga menjadi pusat transit perdagangan narkoba. Salah satunya yang diduga terlibat adalah Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu.

Dugaan ini berawal dari laporan sebuah media Jerman, Frankfurter Rundschau pada Sabtu (23/4/2022) tentang maraknya penyelundupan narkoba lewat Turki. Turki duga menjadi tempat transit. Diduga bahwa salah satu pejabat di kabinet Presiden Recep Tayyib Erdogan ikut terlibat.

Laporan itu menyebutkan bahwa pada 13 April 2022 lalu, petugas penjaga pantai Spanyol menggerebek sebuah kapal nelayan di dekat pulau Canary. Dari hasil penggerebakan itu, petugas berhasil menyita 2,9 ton kokain. Ditaksir harga narkoba jenis ini bisa mencapai 72 juta Euro atau setara dengan Rp 1,2 triliun.

Polisi juga sempat menggeledah kontainer di pelabuhan Malta dan menyita 800 kg kokain senilai 108 juta euro atau Rp 1,7 triliun. Kontainer tadinya hendak mengirim barang haram tersebut ke pelabuhan Mersin di Turki.

Sementara itu, menurut catatan United Nations Office on Drugs and Crime (UNDC) atau Kantor PBB untuk urusan narkoba dan kejahatan, Turki telah lama menjadi rute perdagangan narkoba utama antara Afghanistan dan negara-negara Eropa barat.


"Penyitaan selama setahun terakhir menunjukkan bahwa pedagang Turki memperoleh bagian yang lebih besar dari pasar kokain Eropa, dengan Turki sebagian besar digunakan sebagai negara transit kokain," kata Antoine Vella, seorang peneliti UNODC, seperti dilansir dari DW.

"Jumlah besar telah disita dalam kasus individu, baik di Turki dan di negara-negara Amerika Latin dalam perjalanan ke Turki pada 2020 dan 2021," sambung Vella.

Selain itu, pada Juni 2020, lima ton kokain senilai USD 265 juta atau Rp 3,8 triliun juga pernah disita di pelabuhan Buenaventura, Kolombia. Pada saat itu, Kementerian Pertahanan Kolombia secara resmi mengumumkan bahwa kokain itu akan dikirim ke Turki.

Pada Agustus 2021, sebuah jet pribadi Turki digeledah di Brasil. Pesawat itu seharusnya terbang dari Sao Paulo ke Brussels dan memuat sekitar 1,3 ton kokain. Pesawat itu terdaftar di perusahaan Turki ACM Air. Kasus kemudian menghebohkan Turki karena pesawat itu sebelumnya mengangkut Presiden Erdogan. Jet itu kini telah disita dan digunakan oleh Kepolisian Brasil.

Mantan bos mafia Turki, Sedat Peker, yang kabur ke Dubai, pernah menyatakan di Twitternya dan dalam video di YouTube bahwa Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu terlibat dalam perdagangan narkoba. Dia merilis foto-foto yang menunjukkan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu dan putranya tengah bersama pengedar narkoba juga teman-temannya.

Peker masih menahan diri untuk tidak menyerang Presiden Recep Tayyip Erdogan. Sementara itu, ia telah berulang kali menuduh anggota pemerintah melakukan perdagangan narkoba, pemerkosaan dan pembunuhan.

Salim Cevik dari Pusat Studi Turki Terapan (CATS) di Institut Jerman untuk Urusan Internasional dan Keamanan (Stiftung Wissenschaft und Politik) menilai Turki berada di jalur yang berbahaya.

"Turki menjadi bagian dari perdagangan kokain di seluruh dunia dan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu layak mendapat perhatian khusus. Hampir tidak ada bos mafia yang tidak berbagi foto dengan Soylu," tuturnya.

Wednesday, April 20, 2022

Wednesday, April 20, 2022

Erdogan Kecewa Berat dengan Presiden Israel Soal Serangan di Al-Aqsa dan Gaza

Negaratoto - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan dirinya sangat kecewa dengan Presiden Israel Isaac Herzog. Erdogan kecewa berat karena banyak orang Palestina yang terluka bahkan terbunuh di Tepi Barat dan kompleks Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadan.

Dilansir, Rabu (20/4/2022), Erdogan dan Herzog berbincang-bincang melalui sambungan telepon. Mereka membahas soal kelompok radikal dan kepolisian Israel yang melakukan penyerangan.

Erdogan mengatakan serangan di Masjid Al-Aqsa melebar ke Jalur Gaza. Dia menyampaikan kekecewaannya kepada Herzog.

"Serangan oleh kelompok-kelompok fanatik di Al-Aqsa dalam beberapa hari terakhir dan kekerasan yang menyebar ke Gaza juga mengecewakan," ujar Erdogan kepada Herzog.


"Perlunya tidak membiarkan provokasi dan ancaman terhadap status dan spiritualitas Masjid Al-Aqsa selama masa sensitif ini," sambungnya.

Sebelumnya, serangan kepolisian Israel terhadap demonstran Palestina yang membarikade diri di dalam Masjid al-Aqsa turut memicu respons dari jiran Arab. Yordania dan Mesir, yang selama ini saling mengkoordinasikan situasi keamanan dengan Israel, mengecam serangan terhadap al-Aqsa dan memanggil duta besarnya sebagai protes.

Perkembangan di Yerusalem ikut dibahas antara Raja Abdullah II dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi. Keduanya menyepakati "pentingnya untuk menghentikan semua langkah ilegal dan provokatif oleh Israel," di Haram al-Sharif.

Sementara itu, sebuah roket dikabarkan meluncur dari Jalur Gaza ke selatan Israel pada Senin (18/4) malam. Roket meledak di udara usai ditangkal rudal anti serangan udara Israel.

Sebagai aksi balasan, sejumlah jet tempur membombardir "situs pembuatan senjata" milik Hamas di selatan Gaza, pada Selasa (19/4) dini hari, kata militer di markasnya di Tel Aviv. Hingga kini, tidak satu pun kelompok bersenjata Palestina mengklaim bertanggungjawab atas serangan tersebut.

Insiden di Gaza melengkapi Ramadan penuh kekerasan bagi warga Palestina, menyusul eskalasi antara demonstran dan kepolisian Israel di Haram al-Sharif. Setahun silam, eskalasi serupa memicu perang selama 11 hari di Gaza.

Tuesday, April 5, 2022

Tuesday, April 05, 2022

Drone Turki Andalan Ukraina Ternyata Rentan Masalah

Negaratoto - Drone tempur buatan Turki, Bayraktar TB2, menjadi salah satu andalan Ukraina dalam menyerang Rusia. Namun bisa jadi akan ada masalah yang menerpa drone produksi perusahaan Baykar tersebut.

Seperti dikutip dari Defense News, Selasa (5/4/2022) Ukraina mengklaim drone miliknya telah menghancurkan ratusan kendaraan tempur Rusia. Kabarnya, ada sekitar 20 drone Bayraktar TB2 yang dikerahkan Ukraina untuk menghambat Rusia.

Namun keunggulan pasukan Rusia masih menjadi persoalan. Terlebih mobilitas tentara Rusia mungkin masih akan sangat besar di beberapa waktu mendatang.


"Ukraina memang sukses melawan tentara Rusia memakai sekitar 20 drone, tapi terutama karena tank Rusia tak bisa bergerak cepat di lumpur. Dalam beberapa minggu, saat cuaca berubah dan tanah mengeras, akan ada lebih banyak kemajuan Rusia. Mereka akan terus mengincar permukaan yang dipakai Ukraina menerbangkan drone," sebut Defense News.

Nah yang mungkin akan menjadi hal yang rumit adalah, produksi drone dari Turki mungkin tidak bisa memenuhi permintaan dari Ukraina. Kabarnya, terbatasnya suplai sudah menjadi persoalan besar sejak awal.

Selain itu, jika Rusia juga semakin mempersiapkan diri menghadapi drone seperti Bayraktar. Bayraktar pun punya kelemahan, yaitu memang presisi menyasar target, namun lemah jika harus memberi perlindungan pada pergerakan tentara Ukraina di bawah.

"Jarak operasional Bayraktar itu terbatas. Mereka dikontrol oleh stasiun di bawah, bukan satelit komunikasi. Artinya, mereka mungkin dapat dijangkau oleh artileri Rusia dan rudal Rusia," tambah Defense News.

"Pada saat ini, Rusia tampaknya melakukan konsolidasi di timur Ukraina. Jika terjadi, akan memberikan Rusia waktu untuk meluncurkan drone milik mereka ke medan perang dan membawa sistem anti pesawat untuk mempertahankan diri melawan drone Ukraina," pungkas mereka.

Monday, March 28, 2022

Monday, March 28, 2022

Kena Sanksi Sana-sini, Konglomerat Rusia Disambut Hangat di Turki

Negaratoto - Turki menerima konglomerat atau oligarki asal Rusia yang datang ke negaranya. Oligarki ini bisa melakukan aktivitas bisnis di sana.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan dia akan menyambut konglomerat Rusia yang terkena sanksi ke negaranya sebagai turis dan investor. Mereka bisa melakukan bisnis apapun selama masih dalam dalam ranah hukum internasional.

"Jika maksud Anda apakah oligarki ini dapat melakukan bisnis apa pun di Turki, maka tentu saja jika itu legal dan tidak bertentangan dengan hukum internasional, saya akan mempertimbangkannya," katanya, melansir CNBC, Senin (28/3/2022).

Tapi sebaliknya, Cavusoglu mengatakan, jika itu bertentangan dengan hukum internasional maka itu cerita lain.


Turki telah menjadi sorotan minggu ini dengan perairan pesisirnya yang kedatangan dua superyacht bernilai jutaan dolar milik oligarki Rusia Roman Abramovich. Bos Chelsea melakukan itu demi menghindari penyitaan aset yang dilakukan oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat terhadap kekayaannya, buntut invasi militer Pemerintahan Vladimir Putin ke Ukraina.

Turki mengatakan itu adalah langkah yang sah. Selama kapal pesiar tetap berada di luar perairan teritorial negara-negara pemberi sanksi, yang membentang 12 mil laut dari garis pantai.

"Kami menerapkan sanksi yang disetujui PBB, jadi jika ada warga Rusia yang ingin mengunjungi Turki, tentu saja mereka dapat mengunjungi Turki. Sekarang orang Rusia datang mengunjungi Turki, itu tidak masalah," katanya.

Cavusoglu menegaskan Turki mengecam keras invasi Rusia yang tidak beralasan ke Ukraina tetapi pada prinsipnya menentang sanksi yang dijatuhkan oleh sekutu NATO-nya. Mengingat hubungan diplomatik dan ekonominya dengan Rusia, terutama dalam hal impor gas Rusia, dan terkadang hubungannya yang tidak stabil dengan mitra Barat, hal itu tidak mungkin berubah dalam waktu dekat.

Turki telah memposisikan dirinya sebagai mediator yang netral dalam pembicaraan antara Rusia dan Ukraina.

Thursday, March 10, 2022

Thursday, March 10, 2022

Sejarah Drone Turki yang Sukses Hantam Konvoi Rusia

Negaratoto - Bayraktar TB2 merupakan drone produksi Turki yang belakangan ini diklaim Ukraina mampu menghancurkan konvoi maupun kendaraan perag Rusia. Bagaimana kisahnya Turki berhasil menciptakan drone yang cukup handal itu?

Bayraktar TB2 memang dibanggakan Turki karena tidak saja dipakai untuk militer dalam negeri, negara-negara lain pun banyak yang membelinya. Kabarnya, TB2 sudah dipesan dari 16 negara, termasuk Ukraina, Azerbaijan, Maroko, Tunisia, Qatar, Kirgistan, dan Turkmenistan.

Adapun seperti dikutip dari Deutsche Welle, Rabu (9/3/2022) Polandia adalah anggota NATO pertama yang membeli drone itu pada tahun 2021 sebanyak 24 unit untuk ditambahkan ke gudang senjatanya.

Terbang perdana tahun 2014, Bayraktar TB2 bisa membawa persenjataan sampai 150 kilogram dan melancarkan serangan terhadap tank ataupun bunker lawan. Panjang drone ini 6,5 meter dan bentang sayapnya mencapai 12 meter.

Selain menyerang musuh, Bayraktar TB2 bisa pula dimanfaatkan untuk misi pengintaian dari udara. Ia bisa terbang selama 24 sampai 25 jam di ketinggian maksimum 7.300 meter baik pada saat siang maupun malam hari. Kecepatan maksimumnya 220 kilometer per jam.


Dibuat oleh perusahaan Baykar, drone tempur ini lahir sebagai akibat sanksi Amerika Serikat yang melarang ekspor pesawat tak berawak ke Turki. Pasalnya, pesawat semacam itu dicemaskan akan digunakan untuk mengincar Suku Kurdi.

Generasi pertamanya, Bayraktar TB1, diserahkan pada militer Turki di tahun 2011. Barulah kemudian dikembangkan Bayraktar TB2 yang diandalkan sampai saat ini. Adapun generasi ketiganya tengah dipersiapkan.

CEO Baykar, Haluk Bayraktar, pernah menyatakan Bayraktar TB2 adalah murni buatan Turki dan teknologinya pun canggih. "Harus dicatat bahwa tujuan untuk membuat drone ini dimotivasi oleh kemauan untuk berkembang tanpa bergantung ke sumber eksternal," katanya.

Bayraktar dibuat insinyur Turki
"Seluruh sistem Bayraktar TB2 dikembangkan oleh engineer Turki. Sedangkan airframe, sistem elektronik, sistem pemandu dan kontrol di darat, kami bisa memproduksinya sesuai keinginan kami. 93% dari drone ini buatan dalam negeri," klaim dia.

Drone semacam ini menurutnya sangat andal di medan pertempuran. "Mereka bisa berada di udara dalam waktu yang sangat lama. Bisa juga mengawasi area berbahaya tanpa terdeteksi. Maka manfaatnya sangat besar," katanya.

Baykar telah mengincar pasar baru untuk Bayraktar TB3, di antaranya adalah Jepang. "TB3 yang akan datang akan sangat cocok dengan platform kapal Izumo Jepang. Jepang harus mendapatkan drone tempur secepat mungkin," kata sang CEO.

Selain di Ukraina, TB2 sudah terbang lebih dari 420.000 jam di tempat-tempat seperti Suriah, Libya, dan Irak. Sebagian analis percaya drone itu adalah senjata yang menentukan selama konflik Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan pada tahun 2020.

TB2 juga baru-baru ini digunakan di Ethiopia. Menurut penyelidik, serangan drone menewaskan sedikitnya 59 warga sipil di Tigray.

Thursday, March 3, 2022

Thursday, March 03, 2022

Omo! Korea Selatan Jadi Negara dengan Kasus Bunuh Diri Tertinggi

Negaratoto - Kehidupan di Korea Selatan tak seindah k-drama. Ternyata Negeri Ginseng ini punya kasus bunuh diri tertinggi.

Korea Selatan memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di antara negara-negara yang menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Dalam laporan yang disampaikan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan, berdasarkan database OECD Health Statistics 2021 yang dikeluarkan pada awal Juli tahun lalu, angka kematian bunuh diri Korea, atau jumlah bunuh diri per 100.000 orang, adalah 24,7 pada 2018. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat rata-rata tingkat bunuh diri negara OECD, yakni di level 11.

Adapun tingkat bunuh diri terendah di antara negara-negara OECD ada di Turki, yang mencatatkan level 2,6.

Korea, yang telah dikritik karena tingkat bunuh diri yang tinggi, memuncaki daftar OECD sejak 2003. Negeri K-pop ini sempat turun ke posisi kedua pada 2016 dan 2017, di bawah peringkat Lithuania. Namun tingkat bunuh diri di Korea telah meningkat lagi dan mengembalikan negara ini ke posisi pertama.

Para ahli mengatakan penyebab bunuh diri sangat kompleks, tidak hanya karena masalah kesehatan pribadi dan mental tetapi juga terkait dengan faktor ekonomi dan tekanan sosial. Fakta ini salah satunya terlihat dari laporan tentang sejumlah artis dan influencer Korea yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Selain Korea Selatan, ada Jepang yang sudah masuk dalam daftar terlebih dahulu. Bahkan kasus bunuh diri pada anak di Jepang termasuk yang tertinggi di dunia. Krisis ekonomi menjadi salah satu pemicu tingginya kasus bunuh diri di Jepang.