Breaking

Showing posts with label Inflasi. Show all posts
Showing posts with label Inflasi. Show all posts

Saturday, August 6, 2022

Saturday, August 06, 2022

Gara-Gara Inflasi, KFC Di Tiongkok Sampai Tawarkan Ceker Ayam Untuk Opsi Menu

 

Pelanggan KFC Di Tiongkok Mungkin Akan Segera Menyantap Ceker Ayam Sebagai Bagian Dari Menu Makanan Mereka Karena Adanya Pertimbangan Terkait Inflasi Harga.

NEGARATOTO - Ayam telah menjadi salah satu sumber protein yang banyak disukai. Rasanya yang lezat dengan harga yang tidak begitu mahal membuat sumber protein yang satu ini banyak dijadikan sebagai opsi lauk.

Penggemar ayam goreng pada umumnya sangat akrab dengan KFC, yang merupakan restoran cepat saji. Di Tiongkok, menu yang ada di KFC tampaknya akan segera mengalami perubahan.

Pelanggan KFC di sana mungkin akan segera menyantap ceker ayam sebagai bagian dari menu makanan mereka. Namun perubahan menu ini bukan karena pertimbangan budaya, melainkan karena inflasi harga.

Menurut CNN Business, lonjakan harga minyak dan makanan telah secara signifikan meningkatkan biaya bisnis. CEO Yum China, perusahaan yang memiliki jaringan KFC, Pizza Hut dan Taco Bell di Tiongkok, mengatakan kenaikan harga komoditas diserap oleh pemanfaatan penuh ayam.

Ini artinya, semua bagian dari ayam akan dimanfaatkan dengan baik kecuali bulunya, sebagaimana dijelaskan oleh CEO Joey Wat. Sementara itu, rantai restoran telah mengalami masa-masa sulit, dengan penguncian yang sering dilakukan Tiongkok untuk mempertahankan strategi nol Covid yang memengaruhi bisnis.

Alhasil, penjualan di lokasi Yum China yang dibuka setidaknya selama satu tahun turun 16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, permintaan untuk pengiriman telah meningkat sekitar 8 persen.

Wat mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengambil tindakan untuk memotong biaya, termasuk memutar kembali iklan dan pemasaran dan meminta pemilik tanah untuk keringanan sewa. Dia juga berjanji untuk tidak memberhentikan staf tahun ini. Yum China mempekerjakan sekitar 450.000 orang.

Oleh sebab itu, seiring dengan janji lain untuk tidak menaikkan harga yang dikenakan untuk makanan, perusahaan mencari cara apa pun untuk memangkas biaya. Yang mana, itu termasuk menggunakan setiap bagian dari ayam.

Wednesday, August 3, 2022

Wednesday, August 03, 2022

Mewaspadai Inflasi AS


Negaratoto - Inflasi di Amerika Serikat (AS) pada Juni 2022 sebesar 9,1% mencapai rekor tertinggi dalam 41 tahun terakhir. Terganggunya pasokan energi dan pangan dunia akibat invasi Rusia ke Ukraina, lockdown di Tiongkok ditambah dengan dampak ekonomi Covid-19 menjadi penyebab tingginya inflasi di negeri Paman Sam.

Tingginya konsumsi energi Amerika menjadi salah satu komponen penyumbang rekor tertinggi inflasi Amerika dalam 41 tahun terakhir yang meleset dari prediksi sebelumnya. Statistical Review of World Energy 2021 mencatat tingkat konsumsi energi Amerika pada 2020 sebesar 87,79 esksajoule, berada di urutan kedua konsumsi energi terbesar dunia di bawah Tiongkok sebesar 145,46 eksajoule.

Besarnya kebutuhan energi Amerika yang tidak dibarengi dengan pasokan yang cukup mengakibatkan terjadinya kenaikan harga yang cukup signifikan. Seperti yang diungkapkan Keynes bahwa inflasi sebagai peristiwa yang terjadi karena suatu masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuan ekonomisnya yang mengakibatkan terjadinya inflationary gap.

Proses terjadinya inflasi dimulai ketika permintaan efektif suatu masyarakat yang ingin hidup di luar batas melebihi jumlah barang yang tersedia akibatnya terjadi kenaikan harga. Sebagai akibat dari kenaikan harga ini, masyarakat akan berlomba-lomba memperoleh uang supaya bisa melakukan pembelian. Sialnya, tidak semua masyarakat bisa memperoleh uang.

Masyarakat yang berhasil memperoleh uang akan membeli dalam jumlah lebih banyak, sedangkan masyarakat yang tidak berhasil memperoleh uang akan membeli dalam jumlah yang lebih sedikit. Karena alasan inilah mengapa inflasi yang tinggi akan diikuti dengan penambahan jumlah masyarakat miskin pada suatu negara.

Ketidakmerataan pendapatan masyarakat pada suatu negara yang diakibatkan karena pemilikan sumber daya yang tidak merata mengakibatkan ketimpangan ekonomi yang semakin besar. Gejolak inflasi akan sangat terasa dalam negara yang menerapkan sistem ekonomi kapitalis seperti Amerika, di mana intervensi pemerintah terhadap kegiatan ekonomi masyarakat minimal.

Semakin besar ketimpangan distribusi pendapatan masyarakat, efek inflasi akan menjadi semakin besar bagi perekonomian masyarakat suatu negara. Inilah alasannya, mengapa tingkat konsumsi energi Tiongkok yang justru menempati posisi pertama, tetapi tingkat inflasinya lebih rendah daripada Amerika --sistem ekonomi yang digunakan oleh suatu negara mempengaruhi stabilitas ekonomi.

Menurut Keynes, inflasi akan berhenti jika permintaan efektif menjadi lebih kecil atau sama dengan jumlah barang yang tersedia. Artinya untuk mengatasi inflasi, dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah permintaan efektif masyarakat atau dengan menambah jumlah barang yang dibutuhkan sehingga kenaikan harga dapat dikendalikan.


Strategi pemerintah Amerika untuk menggunakan cadangan energi dalam rangka mengendalikan inflasi dilakukan dalam upaya untuk mengendalikan harga energi yang menjadi komponen penyumbang inflasi yang cukup signifikan di Amerika. Ditambah dengan intervensi The Fed terhadap suku bunga acuan diharapkan dapat mengendalikan inflasi di Amerika.

Energi dan pangan merupakan sumber daya yang terbatas seiring dengan pertumbuhan populasi penduduk yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Robert Malthus pernah mengatakan bahwa pertambahan penduduk mengikuti deret ukur, sementara ketersediaan makanan mengikuti deret hitung. Artinya pada suatu titik masyarakat akan dihadapkan pada kekurangan pasokan pangan.

Tingkat inflasi di Indonesia memang sampai saat ini belum separah Amerika, tetapi situasi di Amerika perlu tetap diwaspadai. Imbas The Fed menaikkan suku bunga acuan langsung membuat nilai rupiah terdepresiasi. Jika kondisi ini dibiarkan terjadi secara terus-menerus, maka akan meningkatkan beban pembayaran utang luar negeri begitu pula aktivitas ekspor-impor Indonesia akan banyak terdampak.

Dalam situasi perekonomian global yang tidak menentu seperti saat ini, masing-masing negara akan berusaha untuk menyelamatkan dirinya masing-masing. Meskipun tingkat inflasi di Indonesia sampai saat ini masih terkendali, bukan berarti tidak bisa menjadi separah Amerika; pemerintah perlu membuang jauh-jauh sikap over confidence supaya tidak menjadi bumerang di kemudian hari.

Perlu diingat kondisi perekonomian global saat ini belum membaik bahkan mungkin bisa dikatakan malah bisa bertambah parah. Hantaman yang bertubi-tubi terhadap perekonomian dunia membuat Bank Dunia dalam laporan Global Economic Prospect memangkas target pertumbuhan ekonomi dunia pada 2022 dari yang semula 4,1% menjadi hanya 2,9% saja.

Krisis energi dan pangan berpotensi menjadi sumber penyumbang terbesar inflasi seperti yang terjadi di Amerika perlu segera diwaspadai oleh pemerintah supaya kita tidak kebobolan. Keterbatasan terhadap dua sumber daya tersebut harus diperhatikan; bukan hanya memastikan ketersediaan pasokannya, tetapi juga memperhatikan permintaan efektif masyarakat terhadap dua komoditas tadi. Tujuannya untuk menjaga psikologi masyarakat terhadap ekspektasi kenaikan harga.

Ekspektasi masyarakat terhadap kenaikan harga perlu dijaga mengingat hal ini berperan penting dalam mengendalikan inflasi. Masyarakat yang sudah mengharapkan kenaikan harga sampai ketika masyarakat sudah tidak lagi percaya kepada uang yang dimilikinya sehingga lebih memilih menimbun barang dibandingkan uang menunjukkan gejala inflasi yang sudah cukup parah.

Tuesday, July 5, 2022

Tuesday, July 05, 2022

Inflasi Turki Meroket Hampir 80%, Tertinggi dalam 20 Tahun


Negaratoto - Tingkat inflasi Turki naik hampir 80% dari level pada Juni 2022. Level inflasi itu menjadi yang tertinggi dalam dua dekade atau 20 tahun.

Institut Statistik Turki mencatat angka inflasi Turki naik 78,6% dibandingkan bulan lalu. Peningkatan itu didorong harga makanan, minuman, dan transportasi yang naik.

Mengutip dari CNN, Selasa (5/7/2022) Harga makanan hampir dua kali lipat dalam setahun, sementara biaya transportasi naik 123%. Kini, mata uang Turki Lira telah anjlok 20% nilainya terhadap dolar AS sejak awal tahun ini.

Sebenarnya, masalah inflasi tidak hanya dialami oleh Turki. Masih banyak negara yang juga mengalami hal sama.

Namun, ekonomi Turki semakin terpukul karena kebijakan ekonomi yang tidak lazim dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Akibatnya krisis ekonomi semakin dalam, Lira jatuh terhadap dolar yang membuat impor jauh lebih mahal.


Apa saja kebijakan Erdogan? Misalnya, pada saat bank sentral dunia meningkatkan biaya pinjaman dalam upaya menjinakkan inflasi, Turki melakukan hal yang sebaliknya. Suku bunga tetap di 14% sejak Desember.

Menurut Erdogan jika suku bunga dipangkas akan menurunkan inflasi dan meningkatkan produksi dan ekspor. Sementara, Erdogan menganggap bahwa krisis ekonomi yang dialami Turki saat ini karena ada campur tangan asing.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Ekonomi Turki Nureddin Nebati mengklaim kenaikan harga komoditas global yang tinggi, terutama dalam energi dan produk pertanian telah memicu inflasi pada bulan Juni.

Menurutnya pemerintah telah mengambil tindakan untuk melindungi masyarakatnya dari tingginya harga, termasuk dengan mengurangi pajak penjualan dan memberikan subsidi.

Selain itu, Erdogan juga telah mengumumkan bahwa pemerintah akan menaikkan upah minimum sebesar 30% mulai bulan ini. Tidak hanya itu enam bulan setelahnya akan dinaikkan lagi sebesar 50% untuk membantu pekerja dengan biaya hidup yang melonjak.

Monday, June 13, 2022

Monday, June 13, 2022

Inflasi AS Naik Gila-gilaan, Snoop Dogg Naikkan Gaji Pelinting Ganja


Negaratoto - Inflasi menjadi sorotan banyak orang, tak terkecuali rapper Snoop Dogg. Snoop Dogg bahkan menaikkan gaji pelinting ganja.

Hal ini diumumkan rapper asal Amerika Serikat (AS) itu melalui cuitannya. Cuitan tersebut sebagai tanggapan sebuah postingan yang mengatakan pelinting ganja penuh waktunya dibayar US$ 40.000-50.000 atau Rp 585-732 juta (kurs Rp 14.643) dalam setahun.

"Inflasi, gaji mereka naik!" cuit Snoop Dogg dikutip dari CNN, Senin (13/5/2022).

Snoop Dogg mengungkapkan pada 2019 memiliki karyawan penuh waktu yang pekerjaannya melinting ganja. Ia mengatakan tidak memiliki waktu untuk melinting ganja sendiri.


"Itu J-O-B-nya, pekerjaannya. Di resumenya tertulis, 'apa yang kamu lakukan?' 'Saya seorang pelinting.' P-B-R, peliniting profesional," kata Snoop Dogg di acara Howard Stern Show.

Snoop Dogg mengatakan pernah menyalakan rokok 81 kali dalam sehari. Pelintingnya dinilai tahu persis kapan rapper itu mau merokok.

"Waktu dia itu sempurna," kata Snoop Dogg.

Diketahui pada Jumat lalu inflasi AS naik menjadi 8,6% karena melonjaknya harga gas. Ini lebih tinggi dari laju di April.

Tapi kabar baik untuk Snoop Dogg, harga ganja tidak menghadapi kenaikan yang sama. Pada Februari, harga ganja tidak meningkat sebanyak barang lainnya.

Bahkan, menurut perusahaan analitik ganja, Headset, dari Januari 2021 hingga Januari 2022, harga ganja turun 16,7%.

Thursday, May 19, 2022

Thursday, May 19, 2022

Bos The Fed: Kami Tak Ragu Naikkan Suku Bunga demi Redam Inflasi


Negaratoto - Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan setengah poin persentase awal bulan ini, menyusul kenaikan suku bunga di bulan Maret. Hal itu dilakukan untuk mengatasi inflasi tertinggi dalam 40 tahun.

Ketua Federal Reserve Amerika Serikat Jerome Powell mengatakan apa yang dilakukan itu tidak dikuasai rasa ragu. Menurutnya, akan lebih baik untuk menaikkan suku bunga lebih awal.

"Kami tahu bahwa ini adalah waktu bagi kami untuk fokus pada waktu ke depan dan mengembalikan inflasi ke 2%. Tidak ada ragu dan tak ada yang meragukan tekad kami untuk melakukan itu. Yang perlu kami lihat adalah inflasi turun dengan cara yang jelas dan meyakinkan," katanya dalam wawancara di acara Future of Everything di Wall Street Journal, dikutip dari CNN, Rabu (18/5/2022).


Meski Powell dibanjir kritik soal dirinya dikatakan lamban dalam mengambil keputusan, dia mengatakan pihaknya telah bergerak cepat dibandingkan dengan dekade sebelumnya. Walaupun keadaan inflasi AS saat ini tidak sesuai yang dikatakannya pada beberapa bulan lalu. Kala itu dia mengatakan inflasi AS hanya sementara.

"Data berubah cukup menyeluruh pada bulan Oktober, dan kami menanggapinya. Saya tidak tahu bahwa kondisi keuangan diperketat lebih cepat dari ini dalam waktu yang sangat lama," ungkapnya.

Kini Powell dan jajaran mencoba melakukan soft landing terutama untuk menurunkan inflasi dan menormalkan kebijakan tanpa terlalu menghambat pertumbuhan ekonomi.

Jadi, ke depan ditargetkan secara keseluruhan termasuk, pasar tenaga kerja, ekonomi AS masih sangat kuat. Meski demikian, dia mengakui bahwa perang di Ukraina dan penutupan pandemi di China mempengaruhi pertumbuhan domestik, dan The Fed perlu tetap waspada.