Breaking

Showing posts with label Hutang. Show all posts
Showing posts with label Hutang. Show all posts

Tuesday, June 28, 2022

Tuesday, June 28, 2022

Tegas! Rusia Bantah Gagal Bayar Utang


Negaratoto - Rusia menolak klaim jika disebut gagal bayar utang luar negeri untuk pertama kalinya dalam waktu lebih dari satu abad. Rusia memberitahu investor untuk pergi ke agen keuangan Barat.

Dikutip dari Reuters, Selasa (28/6/2022), Gedung Putih mengatakan Rusia telah gagal membayar obligasi internasionalnya pada Senin. Ini untuk pertama kalinya sejak revolusi Bolshevik.

Hal itu terjadi karena sanksi besar-besaran secara efektif telah memutuskan negara itu dari sistem keuangan global.

Sampai minggu lalu, Rusia terus membayar Eurobonds-nya dalam mata uang asing sesuai dengan kondisi penerbitan. Namun transfer kupon dolar dan euro yang dilakukan pada bulan Mei tidak sampai ke investor.


"Pernyataan default benar-benar tidak dapat dibenarkan," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan pada hari Senin menunjuk pada pembayaran kupon valas Mei.

"Fakta bahwa Euroclear menahan uang ini dan tidak membawanya ke penerima bukanlah masalah kami. Sama sekali tidak ada alasan untuk menyebut situasi seperti itu sebagai default," sambungnya.

Euroclear sendiri belum memberikan tanggapan. Pada hari Senin, kementerian keuangan mengatakan bahwa tindakan perantara keuangan asing berada di luar kendali kementerian keuangan Rusia. Kementerian keuangan meminta pemegang obligasi asing untuk berbicara langsung dengan mereka yang menahan pembayaran.

"Tidak diterimanya uang oleh investor tidak terjadi karena kurangnya pembayaran tetapi karena tindakan pihak ketiga dan yang tidak secara langsung disebut sebagai situasi default dengan mengeluarkan dokumentasi," tambah kementerian.

Monday, June 27, 2022

Monday, June 27, 2022

Gak Bisa Bayar Utang, Rusia Dikit Lagi Default?


Negaratoto - Rusia mendekati default (gagal bayar). Ini akan menjadi default pertama negara itu dalam beberapa dekade.

Rusia dilaporkan berjuang mempertahankan pembayaran obligasi US$ 40 miliar sejak serangan ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu. Perang tersebut memicu rentetan sanksi dari Barat dan membuat Rusia keluar dari sistem keuangan global membuat asetnya tidak tersentuh oleh banyak investor.

Pihak Kremlin menegaskan tidak ada alasan untuk mengalami gagal bayar karena sanksi. Pemerintah negara itu menuding Barat mencoba mendorong Rusia ke default buatan.

Head of Sovereign Litigation di Quinn Emanuel, Dennis Hranitzky mengatakan default Rusia sebenarnya sudah diramalkan sejak bulan Maret lalu. Namun pertanyaan berikutnya kapan itu terjadi.

"OFAC (Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS) telah turun tangan untuk menjawab pertanyaan itu untuk kami, dan standardnya sekarang ada pada kami," jelasnya dikutip dari Reuters.


Default ini ditengarai bersifat simbolik karena Rusia tidak bisa meminjam ke internasional saat ini dan tidak perlu berterima kasih dari pemasukan minyak dan gas yang besar.

Moskow juga diketahui mencari cara untuk menangani pembayaran yang akan datang dan menghindari default. Pada hari Rabu lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit untuk prosedur sementara dan memberi waktu 10 hari untuk pemerintah memilih bank untuk menangani pembayaran dalam skema baru.

Sebagai informasi, pembayaran yang berakhir hari ini adalah bunga US$ 100 juta untuk dua obligasi. Pertama dalam mata uang dolar dan satu lagi dalam euro.

Deadline pembayaran Rusia adalah pada 27 Mei. Pembayaran memiliki masa tenggang 30 hari, yang akan berakhir pada hari Minggu (26/6/2022).

Namun, Kementerian Keuangan Rusia mengklaim telah melakukan pembayaran ke National Settlement Depository (NSD) dalam euro dan dolar. Serta juga memastikan pihaknya memenuhi kewajiban. 

Meski demikian, rasanya tidak mungkin bahwa dana tersebut akan menemukan jalan mereka ke banyak pemegang obligasi internasional. Bagi banyak pemegang obligasi, tidak menerima uang yang terutang tepat waktu ke rekening mereka merupakan default. 

Friday, March 18, 2022

Friday, March 18, 2022

Memahami Ancaman Gagal Bayar Utang yang Melanda Rusia


Negaratoto - Rusia sedang menuju default dan berisiko gagal bayar utang luar negerinya. Hal ini mengancam krisis ekonomi negara tersebut hingga ekonominya bisa terjerumus semakin dalam.

Apa Itu Default?

Default terjadi ketika peminjam uang pemerintah tidak dapat membayar sesuai jatuh tempo yang sudah ditentukan.

Pemerintah meminjam uang ke sebuah negara dengan cara menerbitkan obligasi. Baik itu investor dalam maupun luar negeri, saat membeli obligasi tersebut secara tidak langsung dijanjikan akan memperoleh pembayaran utang ditambah persenan bunga yang ditentukan saat jatuh tempo.

Rusia sendiri tidak pernah gagal membayar kewajiban utang luar negerinya sejak revolusi Bolshevik 1917. Namun mengapa saat ini Rusia terancam tidak dapat membayar tagihannya?

Sebenarnya Rusia punya uang. Tapi uang itu tidak cukup untuk membayar segala keruwetannya saat ini.


Pada 2014, Rusia diberikan sanksi oleh negara Barat karena pencaplokannya Krimea, kemudian pemerintahan Rusia telah membangun US$ 640 miliar (Rp 9,17 triliun) cadangan devisa.

Namun setengah dari dana tersebut sekarang dibekukan di bawah sanksi Barat karena invasi ke Ukraina beberapa waktu lalu.

Akibatnya, Rusia mengatakan bahwa pihaknya berencana membayar kreditur dari 'negara tak bersahabat' dalam mata uang aslinya yaitu Rubel, bukan lagi pakai Dolar AS atau Euro sampai sanksi dicabut.

Tetapi, lembaga global yang menentukan kelayakan kredit seperti S&P, Fitch dan Moody's menganggap hal itu sebagai penyebab awal terjadinya default di Rusia. Sampai pada akhirnya ketiga lembaga global itu menurunkan peringkat utang Rusia menjadi CC atau biasa dikenal 'sampah'.

Apa yang terjadi jika Rusia Default?

"Default adalah bencana bagi Rusia," kata Ahli Strategi Senior di BlueBay Asset Management, Timothy Ash dikutip dari CNN, Jumat (18/3/2022).

Serangannya ke Ukraina telah meninggalkan banyak jejak, termasuk menghilangkan beberapa teman di lingkup internasional. Ditambah lagi dengan terjadinya default yang kemungkinan akan memotong akses ke pembiayaan asing selama bertahun-tahun.

Ekonomi Rusia semakin hancur lebur. Mengapa? Sejak perang dimulai mata uangnya sendiri telah jatuh ke rekor terendah, pendapatan semakin kritis karena pedagang minyak menghindari beli minyak dari Rusia, puluhan perusahaan internasioal juga 'cabut' dari Rusia, terpukul lagi dengan keadaan sanksi yang telah membekukan lebih dari US$ 300 miliar cadangan mata uang asing.

Friday, March 18, 2022

Rusia Terancam Gagal Bayar Utang, Peringkat Kreditnya Dipangkas S&P

Negaratoto - Penyedia indeks saham terkemuka dunia, Standard & Poor's (S&P) Global Ratings menurunkan rating utang Rusia dari 'CCC' menjadi 'CC'. Artinya, Rusia semakin rentan mengalami gagal bayar utangnya.

Penurunan ini karena Rusia melaporkan kesulitan memenuhi pembayaran utang Eurobond 2023 dan 2043 dengan denominasi (nilai nominal) dolar Amerika Serikat (AS).

Kesengsaraan Rusia dalam pembayaran utang ini berasal dari sanksi internasional atas invasinya ke Ukraina beberapa waktu lalu. Sanksi itu ternyata telah mengurangi cadangan devisa negara yang tersedia dan membatasi aksesnya ke sistem keuangan global.

"Meskipun pernyataan publik oleh Kementerian Keuangan Rusia menunjukkan kepada kami bahwa pemerintah saat ini masih berusaha untuk mentransfer pembayaran kepada pemegang obligasi, kami berpikir bahwa pembayaran utang Eurobond Rusia yang jatuh tempo dalam beberapa minggu kedepan mungkin menghadapi kesulitan teknis yang sama," kata S&P, dikutip dari Reuters, Jumat (18/3/2022).


Lembaga pemeringkat sejenis, yaitu Fitch dan Moody's juga khawatir tentang kemampuan Rusia dalam membayar utang-utangnya.

Finch mengatakan peringkat Rusia bisa turun lagi menjadi 'default terbatas' apabila pembayarannya tidak dilakukan dalam dolar AS dan melebihi tenggat waktu yang ditentukan dalam persyaratan aslinya yaitu dalam 30 hari.

Selain terlilit utang, Rusia juga mendapatkan tenggat waktu pembebasan sanksi kepada warga AS yang bisa menerima pembayaran utang dan ekuitas Rusia yang berakhir pada 25 Mei 2022.

Setelah tenggat waktu pembebasan sanksi dan akhir tahun, Rusia akan membayar hampir US$ 2 miliar atau Rp 28,6 triliun untuk obligasi negara eksternalnya.

Beberapa kreditur mengatakan pada Kamis (17/3) telah menerima pembayaran dari Rusia dalam dolar AS yang telah jatuh tempo pada minggu ini. Kreditur lain mengatakan mereka belum menerima dan tetap optimis menunggu.