Breaking

Friday, September 2, 2022

Orang Kaya Tiongkok Ramai-Ramai Pindah Ke Singapura, Tak Betah Gegara Lockdown Ketat COVID-19?

 

Negaratoto- Orang-orang kaya dari Tiongkok daratan tengah berbondong-bondong memasuki Singapura. Financial Times melaporkan jika Singapura menjadi tujuan pilihan bagi orang Tiongkok daratan kaya yang telah memutuskan untuk meninggalkan negara itu setelah adanya tindakan keras politik, penguncian COVID-19 yang ketat, dan kegelisahan tentang reputasi global Beijing.

Tak ayal, Singapura saat ini sedang mengalami arus masuk uang. Seorang mantan pejabat Singapura yang tidak disebutkan namanya mengatakan jika retorika politik Tiongkok yang berkembang tentang 'kemakmuran bersama' dan 'mengejar para pengusaha' turut mendorong fenomena ini.

Oleh karena itu, banyak dari orang-orang ini dilaporkan berusaha untuk menjadi penduduk tetap di sini. Sebagian besar dari arus masuk ini disebabkan oleh persepsi bahwa Singapura 'sangat aman' dengan aturan hukum yang kuat, menurut Vikna Rajah, co-head of the private client business di firma hukum Rajah & Tann, sebagaimana dilaporkan Financial Times lebih lanjut.

Namun, ada juga faktor lainnya, termasuk fakta bahwa Tiongkok yang telah menjadi mitra dagang terbesar Singapura. Tak hanya itu, lebih dari tiga perempat dari 5,3 juta penduduk negara kota itu adalah etnis Tionghoa pada 2019. Oleh sebab itu, pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut menilai bahwa Singapura cukup ramah dengan Tiongkok, selain secara budaya dan geografis memang dekat.

Seorang multi-jutawan yang tidak disebutkan namanya dan penduduk lama Singapura juga menunjukkan bahwa permusuhan terhadap Tiongkok dan rasisme terhadap orang-orang Tiongkok tumbuh di Barat. "Singapura adalah tempat paling 'Tiongkok' yang bisa Anda kunjungi," katanya.

Sebelumnya pada bulan Maret, CNBC News melaporkan jika orang Tiongkok daratan yang kaya telah mencari lokasi alternatif untuk menyimpan kekayaan mereka setelah protes tahun 2019 di Hong Kong. Kondisi itu membuat mereka harus mempertimbangkan kembali keamanan untuk menyimpan aset mereka di kota, menurut direktur di Bayfront, perusahaan di Singapura.

Tren ini meningkat pada tahun 2021 setelah tindakan keras Tiongkok terhadap industri pendidikan dan penekanan yang lebih besar oleh pemerintah pada 'kemakmuran bersama' yang berarti kekayaan moderat untuk semua, bukan hanya segelintir orang.

No comments:

Post a Comment