Sebelumnya, Warga Jateng Telah Menyatakan Keberatan Atas Penghargaan Dari KLHK Yang Diberikan Kepada Gubernur Ganjar Pranowo. Atas Hal Ini, Ganjar Memberikan Tanggapannya.
NEGARATOTO - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebelumnya telah memberikan penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2021 kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Namun hal ini justru membuat Ganjar mendapat kritikan dari warga Jateng, termasuk di antaranya warga Wadas.
Menurut warga Wadas, Ganjar justru memiliki rekam jejak yang jelas dalam perusakan lingkungan di Jateng. Atas hal ini, Ganjar tampak santai menanggapinya. "Saya menghargai pendapat siapapun," ujar Ganjar kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/7).
Warga Wadas lantas membeberkan salah satu rekam jejak Ganjar yang dinilai merusak lingkungan. Hal ini terlihat pada saat Ganjar menerbitkan izin baru PT Semen Indonesia, padahal putusan Mahkamah Agung (MA) telah memerintahkannya untuk mencabut izin lingkungan perusahaan tersebut.
Selain itu, Ganjar juga disebut sebagai perusak lingkungan lantaran menerbitkan izin lokasi penambangan pasir laut lebih dari 5 ribu hektare, hingga izin lokasi penambangan batu andesit di Desa Wadas. Terkait penambangan batu andesit ini beberapa waktu lalu juga memicu adanya aksi protes kepada Ganjar.
Warga Wadas bahkan memberikan "penghargaan" kepada Ganjar sebagai Gubernur Perusak Lingkungan melalui akun Twitter mereka, @Wadas_Melawan. Dalam unggahan tersebut juga tampak foto surat ketetapan terkait "penghargaan" tersebut.
"*Surat Ketetapan Rakyat Jawa Tengah* *Perihal: Penghargaan Kepada Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Perusak Lingkungan*," tulis akun tersebut, Jumat (22/7). "Kami, rakyat Jawa Tengah, melalui surat ini memberikan pengharagaan sebagai Gubernur Perusak Lingkungan kepada Ganjar Pranowo (GP)."
Sementara itu, Kepala Divisi Advokasi LBH Yogyakarta Julian Duwi Prasetia mengatakan bahwa KLHK terlalu percaya diri dalam memberikan penghargaan lingkungan hidup tersebut kepada Ganjar yang dinilai telah menjadi pemimpin yang memiliki kepedulian, komitmen, dan kreativitas secara berkelanjutan.
Padahal, menurut Julian, penghargaan tersebut berbanding terbalik dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Ganjar, yang mana destruktif dan abai terhadap keberlangsungan lingkungan hidup di Jawa Tengah, misalnya di Wadas.
No comments:
Post a Comment