Pria Spanyol Yang Diburu FBI Tesebut Bernama Alejandro Cao De BenĂ³s Yang Mengaku Sebagai Delegasi Khusus Pyongyang Untuk Komite Hubungan Budaya Dengan Negara-Negara Asing.
NEGARATOTO - FBI telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk seorang pria Spanyol yang mengaku sebagai "delegasi khusus" untuk pemerintah Korea Utara. Ia dituduh telah merekrut seorang ahli cryptocurrency dalam upaya untuk membantu Pyongyang menghindari sanksi Amerika Serikat.
Pria Spanyol yang diburu FBI tesebut bernama Alejandro Cao de BenĂ³s yang mengaku sebagai delegasi khusus Pyongyang untuk komite hubungan budaya dengan negara-negara asing. Ia diduga telah bersekongkol dengan Virgil Griffith, seorang ahli cryptocurrency AS, untuk "secara ilegal menyediakan cryptocurrency dan layanan blockchain ke Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK)".
FBI mengatakan bahwa Cao de BenĂ³s mulai menyelenggarakan "konferensi blockchain dan cryptocurrency Pyongyang" untuk kepentingan Korea Utara pada awal tahun 2018. Karena telah mengatur agar Griffith melakukan perjalanan ke Korea Utara pada April 2019 untuk memberikan layanan kepada rezim Kim Jong-un, Cao de BenĂ³s diduga melanggar sanksi AS.
"Cao de Benos diduga mengoordinasikan persetujuan dari pemerintah DPRK untuk partisipasi ahli dalam konferensi dan terus berkonspirasi setelah itu untuk mengadakan konferensi cryptocurrency kedua di DPRK pada tahun 2020," jelas pihak FBI dalam sebuah pernyataan. "Cao de Benos diduga mengambil langkah-langkah dalam upaya untuk menyembunyikan kegiatan ini, dan peran ahli dalam konspirasi, dari otoritas Amerika Serikat."
Sementara itu, Griffith sendiri telah ditangkap pada November 2019 lalu. Sedangkan rekan konspirator lainnya, yakni warga negara Inggris bernama Christopher Emms, telah ditangkap di Arab Saudi pada bulan Februari.
Griffith dijatuhi hukuman lima tahun penjara pada bulan April setelah mengaku bersalah berkonspirasi untuk membantu Korea Utara dalam menghindari sanksi yang melanggar Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional.
"Cao de Benos, atau co-konspirator Christopher Douglas Emms, tidak pernah mendapatkan izin dari Departemen Keuangan, Kantor Pengawasan Aset Asing untuk menyediakan barang, jasa, atau teknologi ke DPRK, seperti yang diwajibkan oleh hukum," lanjut FBI.
Menanggapi berita tentang surat perintah penangkapannya, Cao de Benos sempat mengunggah foto falafel wrap, makanan khas Timur Tengah, di Twitter. "Saya tidak tahu mengapa semua orang mencari saya. Saya di Yerusalem," cuit Cao de Benos.
Dalam cuitan berikutnya, Cao de Benos lantas mengaku tidak meninggalkan Spanyol karena paspornya telah disita selama enam tahun terakhir. Ia juga mengatakan bahwa kasusnya sedang diproses melalui sistem peradilan.
"Saya tidak di Yerusalem atau katakombenya," tulisnya. "(Tapi) wrapnya nyata … Pusat Intelijen Nasional dan Guardia Civil tahu saya vegetarian."
No comments:
Post a Comment