Wednesday, April 27, 2022

Balita China Terinfeksi Flu Burung H3N8, Kasus Pertama pada Manusia


Negaratoto - Otoritas China mengonfirmasi kasus pertama flu burung H3N8 pada manusia yang diketahui secara jelas. Seorang balita berusia empat tahun dinyatakan terinfeksi H3N8 setelah dirawat di rumah sakit sejak awal bulan ini.

Namun otoritas kesehatan China menyatakan bahwa risikonya rendah untuk terjadi penularan secara luas di antara manusia. Demikian seperti dilansir AFP, Rabu (27/3/2022).

H3N8 diketahui menyebar sejak tahun 2002 setelah pertama muncul pada unggas air di Amerika Utara. Flu burung jenis ini diketahui menginfeksi kuda, anjing dan anjing laut, namun belum pernah terdeteksi pada manusia sebelumnya.

Komisi Kesehatan Nasional China, pada Selasa (26/4) waktu setempat, melaporkan bahwa seorang bocah laki-laki berusia empat tahun yang tinggal di Provinsi Henan bagian tengah dinyatakan positif flu burung H3N8 setelah menjalani perawatan di rumah sakit sejak awal bulan ini, dengan demam dan gejala lainnya.


Keluarga bocah itu, sebut Komisi Kesehatan Nasional China, memelihara ayam di rumah mereka dan tinggal di area yang dihuni bebek-bebek liar.

Menurut Komisi Kesehatan Nasional China, bocah itu terinfeksi secara langsung dari unggas dan jenis H3N8 didapati tidak memiliki 'kemampuan untuk menginfeksi manusia secara efektif'.

Disebutkan juga bahwa hasil tes terhadap kontak erat dari bocah itu tidak ditemukan adanya ketidakwajaran.

Dalam pernyataannya, Komisi Kesehatan Nasional China menegaskan bahwa kasus bocah ini merupakan 'transmisi lintas spesies dalam sekali kejadian, dan risiko transmisi skala besar tergolong rendah'.

Namun diperingatkan juga kepada masyarakat untuk menjauhi unggas yang mati atau sakit, dan segera mencari pengobatan medis jika menderita demam atau gangguan pernapasan.

Flu burung diketahui banyak terjadi pada burung dan unggas liar. Kasus penularan antara manusia sangatlah langka.

Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), flu burung jenis H5N1 dan H7N9, yang masing-masing terdeteksi tahun 1997 dan 2013 lalu, bertanggung jawab atas sebagian besar kasus flu burung pada manusia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa penularan pada manusia untuk zoonosis -- penyakit binatang yang bida ditularkan ke manusia -- 'umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan binatang yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi, namun tidak memicu transmisi efisien dari virus-virus ini di antara manusia'.

No comments:

Post a Comment