Breaking

Showing posts with label pemkot. Show all posts
Showing posts with label pemkot. Show all posts

Wednesday, October 26, 2022

Wednesday, October 26, 2022

Pemkot Bogor Bongkar Bangunan Liar Penyebab Longsor di Gang Barjo

 

Negaratoto - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, membongkar sebuah indekos di atas tebingan Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (25/10). Bangunan tersebut dituding jadi salah satu penyebab labilnya tanah, hingga akhirnya longsor beberapa waktu lalu.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengungkapkan, sebelum dibongkar menggunakan alat berat, Pemkot Bogor telah menjalin komunikasi dengan pemilik indekos. Pasalnya, bangunan tersebut ternyata tidak dilengkapi dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Jadi Pemkot Bogor melakukan pembongkaran bangunan yang diduga jadi salah satu penyebab longsor di Gang Barjo. Kami sudah komunikasi dengan pemilik bangunan dan sudah diberi peringatan. Pemilik pun menerima untuk dibongkar," kata Bima Arya.

Bima menjelaskan, pembongkaran ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Bogor dalam menata tebingan pasca longsor, sekaligus membuat saluran air dari Kali Cidepit menuju Sungai Cisadane, yang ada tepat di bawah bangunan tersebut.

Bima menegaskan, Pemkot Bogor akan terus mengawasi pembangunan di kawasan tersebut agar tidak ada lagi bangunan-bangunan liar berdiri di kawasan tanah genting, untuk menghindari hal-hal tak diinginkan.

"Jadi Kali Cidepit itu akan dibuatkan saluran air menuju Sungai Cisadane, supaya tidak menggerogoti tanah di bawahnya yang semakin keropos. Pengawasan juga terus dilakukan agar tidak ada lagi pembangunan di kawasan ini," tegas Bima.

Selain itu, Bima memastikan ada 60 Kepala Keluarga (KK) di Gang Barjo, akan direlokasi ke hunian sementara (huntara) untuk beberapa bulan ke depan. Sementara tiga rumah yang telah hancur tidak dibangun dulu untuk sementara.

"Kami komunikasikan untuk bisa dipindahkan dan kami terus berkoordinasi dengan ahli geologi untuk memetakan perencanaan seperti apa di sini. Memungkinkan atau tidak untuk dibangun rumah baru," jelas Bima.

Ahli Geologi Pusat Kajian Geopark dan Kebencanaan Geologi Universitas Pakua, Denny Sukamto Kadarisman mengungkapkan, hasil analisa sementara longsor disebabkan adanya pelapukan batuan dan terlalu banyaknya air dari Sungai Cidepit yang meresap ke tebingan.

Sehingga, tanah di lokasi tersebut menjadi labil, kemudian longsor pada Rabu (12/10) hingga menimbun 8 orang dan menewaskan 4 orang di antaranya.

"Dari sisi geologi, secara kasat mata ada lapisan tanah tebal luar biasa. Kami jarang-jarang menemukan tanah yang begitu tebal, khususnya di Bogor. Mungkin tadinya batuan, namun lama-lama menjadi lapuk karena terkena air, lalu menjadi tanah tebal," ujar Denny Sukamto.

Menurut Denny, longsor yang terjadi di Gang Barjo itu, lebih disebabkan karena tanah yang roboh, bukan tanah yang menggelincir seperti pada umumnya ketika ada bencana tanah longsor.

Hasil kajian Denny dan tim geolog dari Universitas Pakuan ini, akan digunakan Pemkot Bogor dalam menentukan langkah pascabencana, terutama di Gang Kepatihan dan Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah.

"Sementara disepakati akan dilakukan penanganan fisik. Teknis membangun terasering dari bawah dan membongkar sedikit bangunan di atas, jika pemilik setuju. Rekomendasinya, membuat saluran air yang lebih baik, terasering atau tembok penahan tanah. Kalau sudah aman, Gang Barjo aman. Perlu relokasi atau tidak pemkot yang menentukan," jelasnya.

Thursday, October 20, 2022

Thursday, October 20, 2022

Pemkot Bogor Cari Lahan untuk Relokasi Korban Bencana Longsor

 






Negaratoto - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mencari lokasi lahan yang aman untuk 

merelokasi warga pascabencana tanah longsor. Wali Kota Bima Arya 

Sugiarto menegaskan, warga yang mengungsi segera dipindahkan ke hunian sementara.

"Saya minta laporan segera terkait ketersediaan lahan di mana saja (untuk relokasi). Ada aset Pemkot Bogor, aset provinsi atau mungkin aset pemerintah pusat, bisa kita minta," kata Bima Arya, Rabu (19/10).

Menurut Bima, untuk pendanaan relokasi nantinya Pemkot Bogor berencana mengajukan bantuan ke pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat, agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Jika pendataan dan perencanaan hingga realisasinya berjalan dengan baik, mitgasi bencana, penanganan bencana dan relokasi akan menjadi model dalam penanganan kebencanaan di Indonesia.

Bima Arya meminta camat, lurah dan aparatur di wilayah secepat mungkin melakukan pendataan warga yang terkena bencana jumlah hunian di lokasi rawan, termasuk jumlah jiwa maupun keluarga yang ada di lokasi bencana.

"Keamanan dan keselamatan warga adalah yang utama. Kita perlu solusi permanen. Maka butuh perencanaan yang baik untuk solusi permanen pascabencana ini," tegas Bima Arya .

Tanggap Darurat Dua Pekan

Saat ini proses tanggap darurat bencana alam yang terjadi di Kota Bogor masih terus dilakukan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor serta TNI-Polri, serta relawan.

Tanggap darurat akan berlangsung hingga dua pekan sejak warga terdampak ditempatkan di pengungsian. Selanjutnya penanganan bencana akan masuk pada tahap rencana pemulihan.

Sejauh ini terdapat 6 bidang tanah yang kemungkinan besar bisa digunakan sebagai tempat relokasi warga. Namun, perlu ada pengecekan lebih lanjut untuk memastikan peruntukan lahan tersebut, sehingga bisa digunakan untuk membangun hunian baru bagi warga.

.

Logistik Pengungsi

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Teheofillo Patricinio Freitas menyampaikan, dalam tanggap darurat ini, ada beberapa warga yang terdampak bencana alam masih tinggal di pengungsian, seperti warga yang terdampak tanah longsor di Gang Barjo dan Gang Kepatihan. Setelah dua pekan dari awal tinggal di pengungsian, mereka akan ditempatkan di hunian sementara (huntara) agar bisa lebih aman dan nyaman.

"Maksimal dua minggu untuk di pengungsian, selanjutnya kita masukkan ke huntara kita. Dari hasil asesmen dan pendataan di situ ada sekitar 53 kepala keluarga," katanya.

Mengenai kebutuhan makanan, pakaian, obat-obatan dan perlengkapan lainnya, Dinas Sosial Kota Bogor sudah melakukan pendistribusian ke setiap kecamatan yang kemudian disalurkan melalui kelurahan yang membutuhkan.

"Bantuan dari Dinsos sejak kemarin sudah kami sebar ke kecamatan, karena keterbatasan tenaga di Dinsos, jadi agar pihak kelurahan tidak terlalu jauh mengambilnya maka kami kirim ke kecamatan. Jadi saya meminta bantuannya agar camat menugaskan dan membantu memantau kebutuhan warga," kata Kadinsos Kota Bogor Fahrudin.

Dia memaparkan saat ini tersisa 200 paket sembako di Dinsos. Sementara itu paket bantuan yang melimpah adalah baju siap pakai, buku tulis dan pampers.

"Jadi nanti minta tolong pak camat, bu camat daerah mana yang butuhkan itu mohon informasi kepada kami, agar kami bisa mendistribusikan pakaian layak pakai dan buku tulis," ujarnya.