Friday, July 15, 2022
Tuesday, April 12, 2022
Polisi Prancis Tiba di Ukraina Bantu Selidiki Dugaan Kejahatan Perang Rusia
Negaratoto - Personel kepolisian dan dokter forensik Prancis telah tiba di Ukraina pada awal pekan ini untuk membantu penyelidikan dugaan kejahatan perang oleh Rusia. Penyelidikan tengah dilakukan Ukraina setelah ratusan mayat sipil ditemukan di kota-kota sekitar Kiev usai pasukan Rusia mundur dari area tersebut.
Monday, April 11, 2022
Serangan Roket Rusia Hancurkan Bandara Di Kota Dnipro Ukraina
Dnipro Merupakan Kota Industri Yang Menampung Satu Juta Orang Penduduk, Kota Ini Memang Telah Menjadi Sasaran Pasukan Rusia Sejak Mereka Melancarkan Invasi.
NEGARATOTO - Serangan roket Rusia telah menghancurkan sebuah bandara di Ukraina, tepatnya di Kota Dnipro. Akibat serangan itu, sebanyak lima pekerja darurat mengalami luka-luka.
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Valentyn Reznichenko, gubernur wilayah Dnipropetrovsk tengah. Ia menyebut bahwa serangan tersebut telah menghancurkan infrastruktur di sekitar bandara.
"Ada serangan lain di bandara Dnipro. Tidak ada yang tersisa dari itu," kata Reznichenko. "Bandara itu sendiri dan infrastruktur di sekitarnya telah hancur. Roket terus terbang dan terbang."
Sebuah bangunan di distrik kota Pavlohrad juga terkena serangan sebuah rudal. Pada Minggu, serangan di kota Dnipro, yang terletak di tepi Sungai Dnieper, mengalami peningkatan, sebagaimana yang dilaporkan oleh Reznichenko.
Dnipro merupakan kota industri yang menampung satu juta orang penduduk, Kota ini memang telah menjadi sasaran pasukan Rusia sejak mereka melancarkan invasi. Namun sejauh ini telah terhindar dari kehancuran besar.
Sementara itu, Mykola Lukashuk selaku kepala dewan wilayah Dnipro, mengatakan lima staf layanan darurat negara telah terluka akibat serangan di bandara. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan jika rudal yang ditembakkan telah menghancurkan pangkalan militer Ukraina di Zvonetsky yang baru-baru ini "menerima bala bantuan dari tentara bayaran asing".
Pada hari yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga mengatakan rencananya terkait kemungkinan untuk memberikan sanksi tambahan terhadap Rusia dalam panggilan telepon dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz. Zelenskyy telah menyerukan embargo impor gas dan minyak dari Rusia, tetapi Jerman sejauh ini menolak tekanan untuk menyatakan embargo.
Sebagaimana diketahui, minyak Rusia telah menyumbang 25 persen dari impor Jerman. Angka itu turun dari 35 persen sebelum invasi pada 24 Februari. Impor gas ke Jerman dari Rusia telah dipotong menjadi 40 persen dari 55 persen, dan impor batu bara keras menjadi 25 persen dari 50 persen.
Thursday, March 31, 2022
Rusia Telah Sepakat Mengurangi Aktivitas Militer Di Ukraina Pada Selasa (29/3) Kemarin. Tapi Rusia Tampaknya Tak Menepati Janji Dan Masih Terus Aktif Melancarkan Serangan Ke Ukraina.
NEGARATOTO - Pasukan Rusia menyerang kota-kota di seluruh Ukraina, meningkatkan serangan setelah berjanji untuk mengurangi aktivitas militer selama pembicaraan damai baru. Pada Rabu (30/3), pejabat Ukraina mengatakan mereka telah melihat penembakan baru di utara Ukraina dan tidak ada tanda-tanda pengurangan permusuhan.
Meski begitu, sikap Rusia itu tampaknya sudah diduga oleh pihak Ukraina. Pejabat Ukraina mengatakan kelanjutan serangan Rusia itu tidak mengejutkan mereka.
Pasukan Rusia menyerang kota utara Chernihiv, kurang dari 100 mil jauhnya dari ibukota Kyiv. Pejabat kota juga mengungkap bahwa penduduk di sana tinggal tanpa listrik, air atau gas.
"Malam itu seperti yang kami harapkan, bahwa (semua yang dijanjikan Rusia) adalah kebohongan dari awal hingga akhir. Itulah sebabnya pada malam hari kami melakukan penembakan yang serius... dan Rusia berusaha menghancurkan semua sarana yang mungkin untuk menyeberangi Sungai Desna menuju Kyiv," kata Walikota Chernihiv, Vladyslav Atroshenko, melansir The Guardian.
Di wilayah barat Khmelnytsky, babak baru serangan menghantam fasilitas industri dan memicu kebakaran. Pejabat Ukraina mengatakan Moskow terus merebut fasilitas infrastruktur penting di bagian timur dan utara negara itu.
"Ada alarm udara di seluruh negeri pada malam hari. Faktanya, tidak ada daerah tanpa sirine. Di pagi hari, mereka diulang. Secara khusus, di Donbas... wilayah Kyiv," kata Vadym Denysenko, penasihat menteri dalam negeri Ukraina, melansir CNN.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Ukraina, Iryna Vereshchuk mengatakan bahwa bagian dari kesepakatan yang berasal dari pembicaraan damai hari Selasa kemarin termasuk koridor evakuasi yang akan dibuka pada hari Rabu. Vereshchuk mengatakan itu termasuk evakuasi penduduk Mariupol di Ukraina selatan dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Berdyansk.
Dia juga mengatakan rute baru dari Melitopol akan diizinkan. Bersama dengan satu untuk kendaraan pribadi yang digunakan untuk penduduk yang bepergian dari Enerhodar ke Zaporizhzhia.
PBB juga merilis angka pengungsi baru pada hari Rabu. Mengatakan bahwa lebih dari 4 juta orang Ukraina telah meninggalkan negara asal mereka sejak invasi dimulai 24 Februari.
"Hak untuk bergerak bebas di dalam wilayah Schengen berarti hanya ada sedikit kontrol perbatasan di dalam Uni Eropa," kata badan pengungsi PBB dalam sebuah pernyataan.
"Data kedatangan di negara-negara Schengen (Hongaria, Polandia, Slovakia) yang berbatasan dengan Ukraina oleh karena itu hanya mewakili penyeberangan perbatasan ke negara itu, tetapi kami memperkirakan bahwa sejumlah besar orang telah pindah ke negara lain," pungkasnya.
Monday, March 28, 2022
Hampir Rata dengan Tanah, Tak Ada yang Tertinggal di Kota Mariupol Ukraina
NEGARATOTO- Butuh dua hari bagi saudara kembar Hanna dan Anastasiya Hrechkina mencari tumpangan untuk ke luar dari Mariupol saat kota itu terus dibombardir pasukan Rusia.
"Saya kehilangan harapan karena orang-orang tidak mau berhenti," kata Anastasiya (22), mahasiswa psikologi, dikutip dari Reuters, Jumat (25/3).
Bersama ibu dan bibi mereka, seorang sepupu dan teman, saudara kembar itu mengatakan mereka memutuskan meninggalkan Mariupol setelah dua pekan lebih dikepung pasukan Rusia.
Anastasiya menuturkan, pada hari pertama mereka berusaha melarikan diri, pertempuran sangat intens di mana setiap lima sampai 10 menit mereka harus meninggalkan barang-barang mereka di pinggir jalan dan lari untuk menyelamatkan diri.
Akhirnya, mereka menyerah dan kembali ke rumah.
Lalu pada hari kedua, seorang pria yang melarikan diri bersama keluarganya menggunakan empat kendaraan setuju untuk memberi tumpangan pada saudara kembar itu dan keluarganya.
Walaupun hanya ada kursi tambahan untuk empat penumpang, enam orang itu rela berdesakan di kendaraan yang disebut Hanna "momen paling membahagiakan hari itu."
Mariupol, kota yang populasinya berjumlah 400.000 orang, hampir rata dengan tanah karena gempuran Rusia yang bertujuan untuk menghancurkan kelompok perlawanan di kota itu.
Ratusan ribu orang bersembunyi di ruang bawah tanah tanpa air mengalir, makanan, obat-obatan maupun listrik, tidak bisa keluar dari tempat tersebut. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy mengatakan "tak ada yang tertinggal" di kota itu.
Kementerian Pertahanan Rusia menyalahkan "nasionalis Ukraina" atas apa yang disebut "bencana kemanusiaan" di Mariupol.
Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi khusus" untuk menghancurkan kemampuan militer negara tetangganya itu dan menangkap apa yang disebutnya nasionalis berbahaya. Rusia membantah menargetkan warga sipil.
Saudara kembar Hrechkina dan keluarganya mencoba bertahan pada pekan pertama pengepungan, walaupun ketika kondisi semakin memburuk dan pertempuran semakin mendekat.
Saya tidak ingin mati di jalan
Anastasiya mengatakan mereka kekurangan makanan, hanya memakan dua kali dalam sehari. Tanpa persediaan gas, mereka mengatakan para penduduk membuat api di luar rumah untuk memanaskan makanan mereka, beberapa merusak bangku atau menebang pohon.
Dengan jaringan seluler yang terputus dan tidak ada listrik untuk mengisi daya ponsel, saudara kembar itu terputus dari dunia luar.
"Kami pikir mungkin kalau tidak ada yang datang menolong kami, mungkin dunia tidak tahu tentang situasinya," kata Anastasiya.
Ketika gempuran semakin intensif mereka tidak bisa lagi mengambil air dari sumur terdekat, mereka tahu itulah saatnya mereka harus pergi.
Ketika empat kendaraan itu mereka temukan di jalan, dua bersaudara itu tak bertanya lagi kemana tujuan mereka.
"Saya tidak tahu kemana kami pergi, saya tidak tahu butuh waktu berapa lama tapi saya bahagia saya ada di dalam mobil, kami semua bersama keluarga kami," kata Hanna.
Tapi kemudian mereka mengetahui tidak semua mobil menuju destinasi yang sama, takut mereka dipisahkan dengan ibu mereka.
Mobil itu membawa mereka ke Berdiansk, dari sana mereka naik bus yang disiapkan Palang Merah Ukraina yang akan membawa mereka ke Zaporizhzhia, di mana mereka berharap berkumpul kembali dengan ibu mereka.
Namun, gempuran sengit memaksa bus itu berhenti sekitar 50 kilometer dari kota itu.
"Saya diserang panik di sana, saya pikir setelah kami melarikan diri dari Mariupol, saya tidak ingin mati di jalan," kata Anastasiya.
Akhirnya mereka bertemu dengan ibu mereka. Dari Zaporizhzhia, kerabatnya membawa dua bersaudara itu ke Kryvyi Rih, 400 kilometer barat laut Mariupol.
"Saya ingin di Ukraina dan saya ingin kembali ke Ukraina, tapi saat ini saya merasa perlu ada di tempat yang lebih aman daripada apa yang ada di Ukraina sekarang," kata Hanna.
"Selalu ada ancaman untuk dikepung lagi. Saya tidak ingin melalui itu," pungkas Anastasiya.
Thursday, March 3, 2022
Mahkamah Internasional Mulai Penyelidikan Kejahatan Perang di Ukraina
Negaratoto - Kepala jaksa Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC) mengatakan penyelidikan aktif terhadap kemungkinan kejahatan perang di Ukraina "akan segera dilanjutkan". Hal ini disampaikan setelah kantornya menerima dukungan dari 39 negara.







