Breaking

Showing posts with label HAM. Show all posts
Showing posts with label HAM. Show all posts

Saturday, April 16, 2022

Saturday, April 16, 2022

Candiru, Spyware Israel yang Serang Indonesia

Negaratoto - Amerika mengeluarkan laporan praktik HAM di dunia. Tercetus nama spyware Candiru untuk menyerang aktivis di Indonesia. Inilah sosok spyware Candiru.

Sebelumnya, Kemenlu Amerika Serikat mengeluarkan 'Laporan Praktik HAM Tahun 2021 pada 12 April 2022. Ada 198 negara jadi sorotan termasuk di Indonesia.

Ada beberapa kasus termasuk salah satunya adalah pada 15 Juli 2021, Citizen Lab di Universitas Toronto menerbitkan laporan penggunaan perangkat mata-mata (spyware) produk perusahaan Israel bernama Candiru. Spyware itu cuma dijual ke pemerintahan. Laporan Citizen Lab menyatakan spyware itu digunakan melawan situs web Indonesia bernama IndoProgress.

Apa itu spyware Candiru? Dilansir dari media Israel, Haaretz seperti dilihat Sabtu (16/4/2022) Candiru adalah perusahaan teknologi di Tel Aviv, Israel yang berdiri 2014. Foundernya adalah Eran Shorer dan Yaakov Weizman.


Haaretz menjelaskan Candiru adalah perusahaan yang sangat misterius dan rahasia. Tidak ada website perusahaan dan semua pegawai menandatangani perjanjian tutup mulut dan tidak boleh mengaku kerja di sana dalam profil LinkedIn.

Candiru menawarkan layanan teknologi spionase siber dan pengawasan untuk klien pemerintah. Candiru mengambil namanya dari ikan parasit di Amazon yang bisa masuk ke saluran kemih manusia.

Itu sebabnya, Candiru menawarkan spyware yang bisa menembus komputer, server, perangkat mobile dan cloud korbannya. Targetnya adalah pengguna Windows. Semua perangkat bisa disusupi dan dimata-matai Candiru mulai dari Android, iPhone, Mac, PC sampai akun Cloud.

"Alat ini digunakan dalam serangan presisi terhadap komputer target, telepon, infrastruktur jaringan dan perangkat yang terhubung ke internet," kata Cristin Goodwin, General Manager Unit Keamanan Digital Microsoft seperti dikutip dari Bloomberg.

Candiru dilaporkan Citizen Lab menyerang lewat link berbahaya, serangan Man in The Middle (MiTM), file yang dipersenjatai untuk OS Windows dan serangan fisik online. Candiru juga bisa mencuri data dari sejumlah aplikasi mulai dari Gmail, Skype, Telegram dan Facebook.

Candiru juga mencuri cookies dan password dari Chrome, Internet Explorer, Firefox, Safari dan Opera. Candiru memang bukan spyware sembarangan dan sungguh mengerikan.

Saturday, April 16, 2022

Serangan Balik RI Kala Laporan AS Soroti Sana-sini

Negaratoto - Amerika Serikat (AS) menyoroti praktik hak asasi manusia (HAM) di ratusan negara. Indonesia sebagai salah satu negara yang kena sorot kemudian menanggapi, seolah bak serangan balik ke AS.

Sorotan soal Indonesia adalah bagian dari 'Laporan Praktik HAM Tahun 2021' dari Biro Demokrasi, HAM, dan Tenaga Kerja, Departemen Luar Negeri AS, diterbitkan pada 12 April 2022. Ada 198 negara (salah satunya Indonesia) yang masuk dalam laporan ini.

Ada tujuh bagian dalam satu laporan ini, meliputi penghormatan terhadap perseorangan, penghormatan kebebasan sipil, kebebasan berpartisipasi politik, soal korupsi dan kurangnya transparansi pemerintah, postur pemerintahan terhadap investigasi dugaan pelanggaran HAM, diskriminasi, dan hak-hak pekerja.

Laporan dari Departemen Luar Negeri AS itu menyebut soal pelanggaran privasi di aplikasi PeduliLindungi, menyoroti pembunuhan di luar hukum dan bermotif politik, menyoroti kasus Wakil Ketua KPK Lili Pintauli, hingga soal kebebasan internet berikut fenomena buzzer. Banyak pula perkara lain yang disorot laporan itu, termasuk soal kondisi di Papua.

"Masalah hak asasi manusia yang signifikan termasuk laporan yang dapat dipercaya tentang: pembunuhan di luar hukum atau sewenang-wenang oleh pasukan keamanan pemerintah; penyiksaan oleh polisi; kondisi penjara yang keras dan mengancam jiwa; penangkapan atau penahanan sewenang-wenang; tahanan politik; masalah serius dengan independensi peradilan; campur tangan sewenang-wenang dan melanggar hukum dengan privasi; pelanggaran serius dalam konflik di Provinsi Papua dan Papua Barat," demikian tulis laporan itu.

Serangan balik RI

Mahfud Md

Laporan AS itu menyoroti aplikasi PeduliLindungi di Indonesia. LSM disebut prihatin karena aplikasi itu mengumpulkan informasi individu tanpa diketahui bagaimana data itu disimpan dan digunakan oleh pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md menyatakan aplikasi itu justru untuk melindungi rakyat.

"Nyatanya kita berhasil mengatasi COVID-19 lebih baik dari Amerika Serikat (AS)" kata Mahfud, Jumat (15/4/2022).


Dia mengatakan perlindungan HAM bukan cuma hanya HAM individu. Mahfud menilai ada HAM komunal yang juga harus dilindungi. Mahfud kemudian membandingkan laporan dugaan pelanggaran HAM oleh Indonesia dan AS. Dia menyebut AS lebih banyak dilaporkan.

"Kalau soal keluhan dari masyarakat kita punya catatan AS justru lebih banyak dilaporkan oleh SPMH. Pada sekitar kurun waktu 2018-2021 misalnya, bedasar Special Procedures Mandate Holders (SPMH), Indonesia dilaporkan melanggar HAM 19 kali oleh beberapa elemen masyarakat sedangkan AS pada kurun waktu yang sama dilaporkan sebanyak 76 kali, ada juga India yang juga banyak dilaporkan. Laporan-laporan itu ya biasa saja dan bagus sebagai bentuk penguatan peran civil society. Tapi laporan seperti itu belum tentu benar," ujarnya.

Kemenkes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan laporan AS soal PeduliLindungi itu tidak berdasar. Kemenkes sadar laporan itu tidak menuduh penggunaan aplikasi ini melanggar HAM. Lagipula, aplikasi ini sudah berkontribusi pada rendahnya penularan COVID-19 di Indonesia.

"PeduliLindungi turut berkontribusi pada rendahnya penularan Covid-19 di Indonesia dibanding negara tetangga dan bahkan negara maju. Aplikasi ini memiliki peran yang besar dalam menekan laju penularan saat kita mengalami gelombang Delta dan Omicron," kata Juru Bicara Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari situs Sehat Negeriku Kemenkes.

Kemlu RI

Dalam laporan AS itu, banyak kekurangan praktik HAM di Indonesia yang disoroti. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia merespons.

"Tidak ada negara yang sempurna dalam isu HAM dan tidak juga AS," kata Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, Jumat (15/4/2022).

Menurut Faizasyah, AS sendiri bukanlah negara yang sempurna dalam soal HAM. Kasus George Floyd menjadi salah satu contohnya. Pembunuhan pria kulit hitam oleh polisi pada 25 Mei 2020 itu memicu protes masif. Itu adalah salah satu bukti bahwa perkara HAM di AS juga sama-sama belum sempurna.

"Masih ingat kasus terbunuhnya George Floyd oleh polisi AS serta gerakan Black Lives Matter (BLM) sesudahnya?" singgung Teuku Faizasyah.

Tuesday, April 5, 2022

Tuesday, April 05, 2022

Rusia Marah Usai AS-Inggris Minta Penangguhan dari Dewan HAM PBB

Negaratoto - Amerika Serikat dan Inggris mengumumkan rencana untuk meminta penangguhan keanggotaan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, menyusul tuduhan bahwa pasukan Rusia secara sistematis mengeksekusi warga sipil di kota Bucha, Ukraina.

"Gambaran dari Bucha dan kehancuran di seluruh Ukraina mengharuskan kita untuk mencocokkan kata-kata kita dengan tindakan," kata Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield dalam cuitan di Twitter pada Senin (4/4) waktu setempat.

"Kita tidak bisa membiarkan negara anggota yang merongrong setiap prinsip yang kita pegang teguh untuk terus berpartisipasi di dewan," imbuhnya seperti dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (5/4/2022).

Menurut AS, Voting soal penangguhan Rusia ini dapat diadakan pada hari Kamis mendatang.

"Mengingat bukti-bukti kuat kejahatan perang, termasuk laporan kuburan massal dan pembantaian keji di Bucha, Rusia tidak dapat tetap menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Rusia harus ditangguhkan," kata Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss.


Rusia bereaksi dengan marah. "Ini luar biasa," cetus Vassily Nebenzia, Duta Besar Rusia untuk PBB. "Apa yang coba dilakukan Barat dengan Rusia, mencoba mengeluarkannya dari forum-forum multilateral yang kita miliki di dunia ... ini belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.

"Ini tidak akan memfasilitasi atau mendorong atau membantu apa yang terjadi antara Rusia dan Ukraina dalam pembicaraan damai," imbuhnya.

Sebelumnya pada akhir pekan kemarin, para wartawan menemukan mayat-mayat berpakaian sipil, dengan kondisi tangan terikat, di kota Bucha di luar Kiev, ibu kota Ukraina setelah pasukan Ukraina merebutnya kembali dari tentara Rusia.

Wali Kota Bucha, Anatoly Fedoruk mengatakan banyak yang "dibunuh, ditembak, di bagian belakang kepala."

Jumlah korban masih dikumpulkan, tetapi jaksa agung Ukraina Iryna Venediktova mengatakan sejauh ini 410 mayat sipil telah ditemukan.

Kepala hak asasi manusia PBB Michelle Bachelet mengatakan situasi di Bucha menunjuk ke "kemungkinan kejahatan perang."

Pemerintah Rusia telah membantah pasukannya membunuh warga sipil, dan menyebut bahwa gambar-gambar mayat di Bucha adalah "palsu."

Menangguhkan Rusia dari Dewan HAM PBB akan membutuhkan suara yang mendukung oleh dua pertiga dari Majelis Umum PBB. Tindakan seperti itu telah diambil di masa lalu terhadap Libya.