Negaratoto - Joan Laporta malu melihat puluhan ribu fans Eintracht Frankfurt memenuhi Camp Nou. Presiden Barcelona itu membantah pihaknya menjual tiket lebih ke tim lawan.
Tribun Camp Nou memutih saat Barcelona menjamu Eintracht Frankfurt pada leg kedua perempatfinal Liga Europa, Jumat (15/4/2022). Penampakan itu memperlihatkan 30 ribu suporter tim tamu menyaksikan langsung pertandingan.
Dukungan langsung para penggemar tersebut menjadi motivasi tersendiri buat Eintracht Frankfurt. Filip Kostic dkk berhasil menumbangkan Barcelona 3-2, sekaligus lolos ke semifinal dengan agregat 4-3.
Membludaknya penggemar Eintracht Frankfurt di Camp Nou menghebohkan kubu Barcelona. Bukan apa-apa, angka 30 ribu fans tim tamu yang hadir melewati kuota yang diberikan Blaugrana.
Barcelona hanya memberi jatah 5.000 tiket untuk penggemar Eintracht Frankfurt. Namun, tidak sedikit yang menuding klub asal Catalunya itu menjual tiket lebih yang bisa dibeli langsung fans tim lawan.
Joan Laporta menyanggah tudingan Barcelona memberi jatah tiket lebih ke tim lawan. Dia menduga para penggemar Eintracht Frankfurt mendapatkan karcis yang diperuntukkan bagi masyarakat umum.
"Kami menjual 34.440 tiket dengan batasan tidak dapat dibeli menggunakan kartu kredit Jerman dan jaringan internet Jerman. Pembatasan-pembatasan itu sudah berlangsung selama enam tahun," kata Laporta, dilansir dari Mundo Deportivo.
"Anggota diprioritaskan selama 24 jam dan mereka mendapatkan tiket untuk masyarakat umum. Namun apa yang mereka beli itu dikirim ke orang-orang Jerman, ini menjadi bukti," sambungnya.
Laporta turut menduga para pemilik tiket musiman ikut memberi jatah mereka ke fans Eintracht Frankfurt. Dia berharap kejadian seperti ini tidak terulang di masa depan.
"Ada juga bukti yang terdeteksi dari 37.746 tiket musiman. Beberapa dari tiket musiman itu jatuh ke tangan fans Jerman. Jadi ada dua tindakan yang tak wajar,".
"Mereka yang mengenal saya tahu bahwa saya selalu memikul tanggung jawab. Apa yang saya lakukan adalah mencari solusi sebab kami tak ingin hal ini terjadi lagi," Joan Laporta mengungkapkan.
No comments:
Post a Comment