Breaking

Showing posts with label Sergei Lavrov. Show all posts
Showing posts with label Sergei Lavrov. Show all posts

Saturday, July 30, 2022

Saturday, July 30, 2022

Menlu AS-Rusia Pertama Teleponan Sejak Invasi Ukraina, Bahas Apa?


Negaratoto - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dan Menlu Rusia Sergei Lavrov berbicara via telepon untuk pertama kalinya sejak Moskow menginvasi Ukraina pada akhir Februari lalu. Blinken menyebut percakapan dengan Lavrov itu 'terus terang'. Apa yang dibahas keduanya?

Seperti dilansir AFP, Sabtu (30/7/2022), percakapan telepon antara Blinken dan Lavrov itu berlangsung pada Jumat (29/7) waktu setempat. Blinken diketahui telah menghindari Lavrov sejak beberapa pekan terakhir.

Dalam percakapan telepon itu, Blinken menuturkan dirinya mendorong Rusia untuk membebaskan dua warga AS yang mereka tahan. Blinken juga mendesak Moskow untuk menerima tawaran Washington DC untuk melakukan pertukaran tahanan.

"Kami melakukan percakapan yang terus terang dan langsung. Saya menekan Kremlin untuk menerima proposal substansial yang kami ajukan untuk pembebasan Paul Whelan dan Brittney Griner," ucap Blinken kepada wartawan.

Presiden Joe Biden menghadapi tekanan publik yang semakin besar untuk mengupayakan pembebasan Griner, seorang bintang basket AS yang dipenjara karena kedapatan membawa minyak ganja, dan Whelan, seorang mantan Marinir AS yang dibui atas tuduhan spionase yang telah dia bantah.

Blinken menolak untuk menjelaskan lebih lanjut reaksi Lavrov atas dorongan AS itu. "Saya tidak bisa memberikan kepada Anda penilaian apakah saya pikir segala sesuatunya menjadi lebih mungkin atau kurang mungkin terjadi," ujarnya.

"Tapi penting bahwa dia mendengarnya secara langsung dari saya soal itu," imbuh Blinken.


Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan terpisah membahas percakapan telepon itu, menyatakan bahwa hubungan kedua negara 'sangat membutuhkan normalisasi'.

"Mengenai kemungkinan pertukaran tahanan Rusia dan Amerika, pihak Rusia bersikeras agar kita kembali pada rezim dialog profesional, bebas dari spekulasi media, dalam kerangka diplomasi rahasia," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Lavrov juga mengecam militer AS dan aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang mengirimkan pasokan persenjataan senilai miliaran dolar Amerika untuk Ukraina. "Itu hanya memperpanjang penderitaan rezim Kiev, memperluas konflik dan korbannya," imbuh pernyataannya.

Proposal AS, yang dikirimkan secara diam-diam ke Rusia beberapa pekan sebelumnya, dilaporkan mencakup tawaran pertukaran dua warga AS yang ditahan Moskow dengan seorang warga Rusia terpidana penyelundup senjata, Viktor Bout, dan akan mengikuti pertukaran tahanan serupa pada April lalu.

Dalam percakapan telepon itu, sebut Blinken, dirinya juga menekan Lavrov agar Rusia mematuhi proposal ekspor gandum keluar Ukraina yang dimediasi Turki. Blinken juga menyebut dirinya membahas soal rencana Moskow menganeksasi wilayah-wilayah Ukraina yang berhasil direbut pasukannya. Ditegaskan Biden kepada Lavrov bahwa dunia tidak akan mengakui aneksasi yang dilakukan Rusia.

Percakapan telepon pada Jumat (29/7) waktu setempat itu menjadi yang pertama antara Blinken dan Lavrov sejak 15 Februari lalu, ketika Blinken memperingatkan Rusia agar tidak menginvasi Ukraina. Presiden Vladimir Putin memerintahkan pengiriman pasukan Rusia ke Ukraina sembilan hari kemudian, yang mendorong AS dan sekutu-sekutunya menjatuhkan rentetan sanksi untuk mengisolasi Moskow dari dunia.

Saat sama-sama menghadiri pertemuan G20 di Bali pada awal Juli lalu, Blinken menolak untuk bertemu Lavrov. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, menyatakan bahwa Blinken tidak ada rencana bertemu Lavrov pekan depan saat keduanya sama-sama menghadiri pertemuan di Kamboja.

Sunday, July 10, 2022

Sunday, July 10, 2022

Rusia-RI Luruskan Kabar Menlu Lavrov Walk Out di G20 Bali


Negaratoto - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov dikabarkan media asing walk out (WO) atau keluar dari pertemuan para menlu sejumlah negara G20 di Bali. Kemlu RI dan Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia kompak menepis kabar Menlu Lavrov WO.

Juru bicara Kedubes Rusia Dennis Tetyusin secara tegas membantah kabar walk out Segrei Lavrov dari forum tersebut. "Tidak benar," kata Dennis, Sabtu (9/7/2022).

Dennis menyebut Lavrov hanya keluar ruangan sebentar saat acara sedang berjalan. Kala itu, Lavrov diketahui tengah mengadakan pertemuan bilateral dengan Cina, India, Brasil, dan Argentina.

"Jangan terpancing berita media barat. Bapak Menlu keluar sebentar saja dari ruang acara karena ada beberapa pertemuan bilateral," ujar Dennis.

Sementara itu, juru bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah mengaku heran perihal adanya kabar walk out Lavrov dari pertemuan para menlu G20. Senada dengan Dennis, Faizasyah mengatakan Lavrov saat itu keluar ruangan lantaran ada pertemuan bilateral.

"Kok walk out ya? Sepengetahuan saya Menlu Rusia ada beberapa bilateral di sela-sela pertemuan (sama juga dengan negara-negara lain, termasuk Indonesia). Siangnya, setelah makan siang yang bersangkutan tinggalkan Indonesia," kata Faizasyah.

Faizasyah juga mengkonfirmasi kabar mengenai Lavrov tidak ikut makan malam dengan para menlu G20 seusai pertemuan. Dia menyebut tidak ada acara makan malam setelah acara tersebut.


"Tidak ada acara jamuan makan malam seusai pertemuan, yang ada Ibu Menlu (Retno Marsudi) makan malam dengan beberapa pejabat Kemlu," katanya

Lavrov Dikabarkan Walk Out di G20 Bali
Dilansir dari Reuters, Sabtu (9/7), Menlu Rusia Sergei Lavrov dilaporkan melakukan aksi walk out dari pertemuan Menlu G20 di Bali. Lavrov meninggalkan ruangan saat pertemuan digelar pada Jumat (8/7) kemarin.

Dalam pertemuan itu, para menlu G20 menyerukan diakhirinya invasi Rusia dan blokade gandum di Ukraina. Forum itu adalah pertemuan tatap muka pertama antara Rusia dan negara-negara Barat yang mengkritik sengit perang Rusia di Ukraina.

Sorotan tertuju pada Lavrov, yang kedatangannya pada pertemuan itu disambut dengan teriakan "Kapan Anda akan menghentikan perang" dan "Mengapa Anda tidak menghentikan perang" saat dia disambut oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi.

Lavrov muncul di depan wartawan seusai sesi pertama di mana dirinya mendapat kritik keras dari para Menlu Barat, yang disebutnya "menyimpang" dari topik diskusi "ke kritik hiruk pikuk Federasi Rusia".

"Agresor, penjajah, pendudukan--kami mendengar banyak hal seperti itu hari ini," kata Lavrov kepada wartawan.

"Jika Barat tidak ingin ada pembicaraan tetapi ingin Ukraina mengalahkan Rusia di medan perang, maka mungkin tidak ada yang perlu dibicarakan dengan Barat," cetus Lavrov.

Pada sesi berikutnya, Lavrov membaca sebuah pernyataan lalu pergi meninggalkan ruangan, tanpa mendengarkan pernyataan dari yang lainnya. Demikian disampaikan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, yang menggambarkan tindakan itu sebagai "tidak hormat".

Tak hanya itu, Lavrov juga dikabarkan tidak menghadiri makan malam bersama para Menlu G20 usai pertemuan tersebut.