Breaking

Showing posts with label Pengedar. Show all posts
Showing posts with label Pengedar. Show all posts

Wednesday, January 25, 2023

Wednesday, January 25, 2023

Polri Gagalkan Penyelundupan 149 Kg Sabu dari Malaysia ke Aceh


NEGARATOTO Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 149 kilogram narkoba jenis sabu dari jaringan Aceh-Malaysia, dengan menangkap lima orang kurir serta satu orang pengendali.

"Kenapa disebut jaringan Aceh-Malaysia, karena narkoba dikirim dari Malaysia menuju Aceh," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu.

Sabu ratusan kilo tersebut diselundupkan dari Malaysia dengan cara dikemas menggunakan bungkus Teh China, lalu dititipkan ke kapal nelayan jenis Oskadon di Perairan Aceh. Lima tersangka yang ditangkap, yakni Burhanuddin, Mustakim, Jufri Ismail dan Yusda adalah para kurir dan tekok kapal yang bertugas mengantar sabu dari Malaysia masuk ke Perairan Aceh.

Kelima tersangka ini dikendalikan oleh seorang pengendali yang berada di wilayah Depok, Jawa Barat, bernama Tarmizi alias Tambi. Saat dilakukan penegakan hukum pada 22 Januari, tersangka mencoba melawan petugas dan mencoba melarikan diri, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur.

"Pada saat dilakukan penangkapan, tersangka yang dari Depok ini melawan petugas dan berusaha melarikan diri, maka petugas melakukan tindakan tegas dan terukur," ucap Ramadhan.

Lebih lanjut, Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Krisno H Siregar menjelaskan, Tarmizi sebagai pengendali yang berhubungan langsung dengan Mr X (DPO) sebagai dalang pemilik narkoba yang berada di Malaysia.

Krisno menyebut ada dua tembakan yang dialamatkan kepada tersangka Tambi, hingga kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkari, Polri.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi akan adanya pengiriman narkoba jenis sabu dalam jumlah besar dari Malaysia ke Perairan Aceh, tepatnya di Bireuen dan Pidie, Provinsi Aceh.

Dari informasi tersebut, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserser Narkoba Polda Aceh dan Direktorat Bea Cukai melakukan operasi penindakan.

"Kasus ini terus kami kembangkan, kami mendapatkan petunjuk berdasarkan keterangan tersangka Tambi, dia berkolaborasi atau dikendalikan oleh dalang kami beri nama Mr X," ujar Krisno.

Pengungkapan peredaran gelap narkoba dengan pola yang sama ini merupakan kali kedua di tahun 2023. Sebelumnya, Selasa (10/1), Dittipidnarkoba Bareskrim Polri juga menggagalkan penyeludupan 50 kg sabu dengan kemasan Teh China di perairan Aceh yang dikirim dari Malaysia. Total ada 10 tersangka yang ditangkap.

Sementara itu dari pengungkapan ini, estimasi jiwa yang bisa terselamatkan 149 ribu gram itu dapat menyelamat potensi pengguna 596 ribu jiwa dengan asumsi satu gram sabu dapat disalahgunakan oleh empat orang penyalahguna.

Kepala Sudirektorat Analisis dan Targeting Narkotika Ditjen Bea Cukai Tery Z.M mengapresiasi keberhasilan pengungkapan penyeludupan narkoba tersebut.

Menurut dia, adanya pengungkapan ini, dari sisi penerimaan negara berimplikasi kepada penghematan keuangan negara dari sektor yang dikeluarkan untuk membiayai rehabilitasi masyarakat yang terpapar narkoba.

"Dari Kemenkeu menyampaikan, dengan tidak sampai-nya barang ini kepada pengguna maka negara diuntungkan melakukan penghematan keuangan negara dari sektor yang dikeluarkan dari biaya untuk rehabilitasi apabila masyarakat terpapar narkoba," paparnya.

Saturday, October 29, 2022

Saturday, October 29, 2022

Pengedar Narkoba di Bogor Diciduk saat Santai Rebahan sambil Main HP



Negaratoto Satnarkoba Polresta Bogor Kota menangkap AM, seorang pengedar narkoba di wilayah Bogor Selatan, Kota Bogor. Ketika ditangkap, AM sedang asyik tidur-tiduran di rumahnya.

Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota, Kompol Agus Susanto mengungkapkan, penangkapan AM dilakukan usai pihaknya menerima informasi dari masyarakat yang resah dengan gerak-gerik AM yang ternyata mengedarkan narkoba.

"Saat penangkapan yang bersangkutan sedang tidur-tiduran di ruang tamu rumahnya sambil main handphone," kata Kompol Agus, Jumat (28/10).

Meski begitu, AM sempat tidak mengaku memiliki narkoba. Namun, saat rumah digeledah polisi menemukan tiga bungkus klip kecil sabu dan sembilan bungkus klip kecil ganja disimpan di dalam lemari pakaian.

Kami juga temukan timbangan digital, sabu 1,02 gram dan ganja 30 gram, yang semuanya disimpak dalam lemari pakaian yang ada di kamar tidur yang bersangkutan," kata Agus.

Kata Agus, AM mengaku menjual satu bungkus klip kecil sabu kepada D. Ada pun AM mendapatkan barang-barang tersebut dari E yang kini Daftar Pencarian Orang (DPO).

Thursday, April 21, 2022

Thursday, April 21, 2022

Enam Tentara Tewas Diserang Kelompok Pengedar Narkoba di Kolombia

Negaratoto - Sedikitnya enam tentara tewas dalam serangan yang dilakukan tersangka pengedar narkoba di Kolombia Timur Laut. Lima tentara lainnya mengalami luka-luka.

Dilansir AFP, Kamis (21/4/2022) penyerangan diduga dilakukan oleh kartel Clan del Golfo. Kartel ini disebut paling kuat di negara itu, namun pemimpinnya Dario Antonio Usuga telah ditangkap pada Oktober.

"Sayangnya pembunuhan enam tentara kami telah dikonfirmasi," kata militer dalam sebuah pernyataan.

Lima tentara yang terluka disebut telah dievakuasi. Selain itu, satu tentara dinyatakan hilang.

"Lima tentara yang terluka dari Brigade keempat dievakuasi dengan pesawat ke rumah sakit," tuturnya.


"Pasukan di lapangan terus mencari salah satu tentara kami," tambah tentara.

Serangan itu terjadi sekitar tengah malam Selasa di departemen Antioquia. Antioquia adalah koridor utama untuk pengangkutan kokain ke pantai Pasifik Kolombia dan ke Panama.

Jenderal Juvenal Diaz mengatakan kepada Blu Radio bahwa Clan del Golfo bertanggung jawab untuk meledakkan "alat peledak rakitan" ketika sebuah kendaraan militer lewat.

Clan del Golfo telah meningkatkan serangannya terhadap angkatan bersenjata sejak penahanan Usuga, yang dikenal dengan alias Otoniel.

Kolombia adalah produsen kokain terbesar di dunia, yang sebagian besar diselundupkan ke Amerika Serikat dan Eropa.

Pemerintah Kolombia telah menyetujui ekstradisi Usuga ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba.