Breaking

Showing posts with label Pendaki. Show all posts
Showing posts with label Pendaki. Show all posts

Saturday, October 22, 2022

Saturday, October 22, 2022

Lima Pendaki Diduga Tersesat di Gunung Guntur Garut

 



Negaratoto Lima orang pemuda yang tengah melakukan pendakian di kawasan Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (21/10) malam tersesat di kawasan hutan. Mereka sempat meminta untuk dievakuasi karena kondisi tubuh mereka yang kedinginan karena diguyur hujan sejak siang.

Analis SAR Basarnas Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor mengatakan, awalnya pihaknya menerima laporan salah seorang pendaki melalui aplikasi perpesanan.

"Kami menerima laporan sekitar pukul 20.25 yang isinya meminta evakuasi darat karena sedang terjebak di kawasan hutan Gunung Guntur," katanya.
Selain itu, korban juga kepada pihaknya menyebut bahwa bukan hanya dirinya saja yang terjebak, namun total ada lima orang pendaki. Mereka mengaku mulai melakukan pendakian di Gunung Guntur sejak pukul 13.30 dari kawasan Tanjung.

Untuk data pendaki yang tersesat di kawasan Gunung Guntur itu, salah satunya adalah atas nama Hilmi, warga Kecamatan Cisurupan, Garut. Untuk yang lainnya belum terkonfirmasi," sebutnya.

Atas laporan itu, Joshua mengaku langsung berkoordinasi dengan relawan dan potensi SAR yang ada di Garut untuk membantu mengevakuasi kelima pendaki tersebut. Mereka saat ini berupaya bertahan di kawasan hutan sambil menunggu dievakuasi oleh tim SAR.

Sementara itu, Kapolsek Tarogong Kaler, Ipda Budiman mengaku sudah mengetahui adanya informasi pendaki yang diduga tersesat di wilayahnya.

"Ini kami sedang berada di basecamp untuk mengkoordinasikan terkait evakuasi dan lainnya," ucapnya.

Informasi sementara yang diterimanya, lima orang warga yang terjebak adalah Husni, Angga, Mikdar, Raihan, dan Jilmi. Mereka terjebak karena diduga salah belok saat melintasi pos pertama gunung Guntur.

"Informasi terakhir, mereka bertahan di dalam tenda karena di kawasan Gunung Guntur masih diguyur hujan," pungkasnya.

Saturday, April 16, 2022

Saturday, April 16, 2022

Niat Taklukan Everest, Pendaki Nepal Gugur di Puncaknya

Negaratoto - Pendaki asal Nepal tewas di puncak Everest. Kematiannya menjadi yang pertama di musim pendakian ini.

Pendaki bernama Ngimi Tenji Sherpa ditemukan tewas pada Kamis (14/4/2022) pagi di jalan setapak yang dekat dengan daerah yang dikenal sebagai lapangan sepak bola. Wilayah ini relatif aman dari bahaya.

"Jenazahnya telah dibawa turun. Tidak ada kecelakaan dan pemeriksaan medis menunjukkan ini sebabkan penyakit pada ketinggian," kata Pasang Tsering Sherpa dari Beyul Adventures, mitra lokal perusahaan ekspesidi International Mountain Guides.

Sherpa membawa peralatan mendaki ke Kamp 2 dan ditemukan dalam posisi duduk masih mengenakan ransel. Kematiannya mengejutkan mengingat dirinya sudah beberapa kali berhasil naik ke puncak gunung itu.


Dilansir dari AFP, sekitar sepertiga dari kematian di Everest dialami pemandu dan porter Nepal. Pekerjaan itu memang berisiko karena mereka membawa barang-barang pendaki hingga sampai ke puncak demi mendapat bayaran.

Kebanyakan pendaki yang mencoba untuk mencapai puncak gunung setinggi 8.848 meter melakukannya dengan bantuan setidaknya satu pemandu.

Untuk setiap ekspedisi, lebih banyak lagi yang melakukan beberapa perjalanan berbahaya untuk mengangkut tenda, makanan, dan botol oksigen ke kamp-kamp di ketinggian.

Insiden hari Kamis menyusul kematian seorang pendaki Yunani di Dhaulagiri dengan ketinggian 8.167 m pada hari Selasa.

Antonios Sykaris jatuh sakit saat turun dari puncak gunung tertinggi ketujuh di dunia dan meninggal di ketinggian 7.400 m.

Nepal merupakan rumah bagi delapan puncak tertinggi di dunia. Banyak pendaki datang di musim semi ketika suhu hangat dan angin biasanya tenang.

Negara ini baru membuka kembali puncaknya untuk pendaki gunung mulai tahun lalu setelah pandemi menutup industri pada tahun 2020.

Thursday, March 31, 2022

Thursday, March 31, 2022

Ukraina Sambat ke Nepal, Minta Larang Pendaki Rusia Naik Himalaya

Negaratoto - Ukraina sambat ke Nepal. Dalam permintaannya, mereka menginginkan pelarangan pendaki Rusia naik ke Pegunungan Himalaya, termasuk Gunung Everest.

Sembilan orang Rusia telah diberikan izin untuk mendaki puncak di Nepal musim semi ini. Keputusan itu mengindahkan seruan dari diplomat Ukraina dan pendaki gunung agar mereka dilarang setelah Presiden Putin mengirim pasukan ke Ukraina.

Sebuah catatan diplomatik dari kedutaan Ukraina di Delhi kepada pemerintah Nepal mengatakan bahwa banyak federasi olahraga internasional telah melarang atlet Rusia.

"Dengan mempertimbangkan hal di atas, pihak Nepal yang terhormat diminta untuk melarang tim pendaki gunung Rusia sampai akhir invasi Rusia ke Ukraina," bunyi surat itu.

Namun para pejabat di Nepal mengatakan mereka terus mengeluarkan izin kepada siapa pun yang mematuhi aturan dan peraturan pemerintah

"Tidak ada perubahan dalam kebijakan kami sejauh ini," kata direktur jenderal departemen pariwisata Nepal, Taranath Adhikari, kepada BBC, Kamis (31/3/2022).


"Kami percaya gunung kami adalah aset global dan warga negara mana pun yang ingin mengunjunginya untuk mencapai perdamaian harus diizinkan melakukannya selama mereka melakukannya dalam ketentuan hukum kami," imbuh dia.

"Dengan mempertimbangkan hal di atas, pihak Nepal yang terhormat diminta untuk melarang tim pendaki gunung Rusia sampai akhir invasi Rusia ke Ukraina," bunyi surat itu.

Namun para pejabat di Nepal mengatakan mereka terus mengeluarkan izin kepada siapa pun yang mematuhi aturan dan peraturan pemerintah

"Tidak ada perubahan dalam kebijakan kami sejauh ini," kata direktur jenderal departemen pariwisata Nepal, Taranath Adhikari, kepada BBC, Kamis (31/3/2022).

"Kami percaya gunung kami adalah aset global dan warga negara mana pun yang ingin mengunjunginya untuk mencapai perdamaian harus diizinkan melakukannya selama mereka melakukannya dalam ketentuan hukum kami," imbuh dia.

"Tidak ada kedamaian, tidak ada pendakian. Semoga segera kita akan memiliki kedamaian dan pendakian." Dn, tidak ada pendaki Ukraina yang naik pada musim semi ini.

"Kami mendapat pesanan sekitar 35 pendaki dari Ukraina termasuk ke Everest tetapi semuanya telah dibatalkan," kata Mingma Sherpa, ketua Seven Summit Treks, operator pendakian gunung dan trekking di Nepal.

"Kami telah mendapat pembatalan dari Rusia serta pendaki Eropa lainnya karena perang," imbuh dia.

Departemen pariwisata Nepal sejauh ini telah mengeluarkan izin bagi 18 tim ekspedisi untuk mendaki gunung di atas 6.000 MDPL pada musim semi ini. Dari 135 pendaki di tim ini, hanya satu yang berasal dari Rusia.

Tahun lalu, pada musim pendakian musim semi dan musim gugur, terdapat 49 orang Rusia dan 19 orang Ukraina terdaftar di pegunungan Nepal yang tingginya lebih dari 8.000 MDPL, menurut Database Himalaya, yang mencatat data terkait pendakian gunung di Himalaya Nepal.