Breaking

Showing posts with label KTT G20. Show all posts
Showing posts with label KTT G20. Show all posts

Thursday, July 14, 2022

Thursday, July 14, 2022

Jokowi Akan Teruskan Misi Damai Ukraina dan Rusia di KTT G20


Negaratoto - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan perihal penyelenggaraan KTT G20 di Bali dalam sambutannya di upacara pelantikan perwira TNI-Polri. Jokowi ingin memanfaatkan forum tersebut untuk membangun ketertiban dunia.

"Bahkan kita tahun ini memimpin G20. Kumpulan 20 negara ekonomi terbesar dunia. Kita akan memanfaatkan untuk membangun ketertiban dunia dan kesejahteraan bersama," kata Jokowi dalam sambutannya seperti dilihat di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (15/7/2022).

Jokowi lantas mengatakan upaya membangun ketertiban itu sudah dia mulai dengan berkunjung ke Ukraina dan Rusia. Jokowi berharap upaya itu membuahkan hasil di KTT G20.

"Kita sudah memulai dengan kunjungan saya ke Ukraina dan Rusia bulan lalu, upaya ini akan terus kita lakukan dengan harapan akan membuahkan hasil di KTT G20 November yang akan datang di Bali," ujarnya.


Presiden Jokowi telah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy atau Zelensky. Kunjungan Jokowi ke dua negara yang berkonflik itu untuk membawa misi damai.

Kunjungan pertama Jokowi bertemu dengan Zelensky di Kyiv, setelah itu bertemu dengan Putin di Moskow. Pada pertemuan dengan Putin, Jokowi menyampaikan pesan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

"Isu perdamaian dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Dalam konteks inilah, saya lakukan kunjungan ke Kyiv dan Moskow," kata Jokowi sesuai keterangan tertulis dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (30/6/2022).

Meski situasi saat ini masih sangat sulit, Jokowi mengatakan penyelesaian damai sangat penting untuk terus dikedepankan. Jokowi menyatakan siap untuk menjembatani komunikasi Putin dan Zelensky.

"Saya telah sampaikan pesan Presiden Zelensky untuk Presiden Putin dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara dua pemimpin tersebut," ucap Jokowi.

Friday, April 29, 2022

Friday, April 29, 2022

Kremlin Ungkap Jokowi dan Putin Teleponan Bahas KTT G20, Ini Isinya


Negaratoto - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja berkomunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Jokowi meminta Putin menguraikan penilaian Rusia terkait situasi di Ukraina.

Berita komunikasi Jokowi dan Putin ini dirilis langsung laman resmi Kremlin. Komunikasi ini juga berkaitan dengan kegiatan G20, yang akan berlangsung di Jakarta.

"Isu kerja sama Rusia-Indonesia dibahas serta dengan mempertimbangkan kepemimpinan Jakarta dalam G20, berbagai aspek kegiatan asosiasi ini," bunyi keterangan di laman Kremlin itu.

Selain itu, Putin menguraikan penilaian Rusia atas kondisi di Ukraina saat ini. Saat ini, operasi militer masih berlangsung di Ukraina.

"Atas permintaan Joko Widodo, Vladimir Putin menguraikan penilaian Rusia terhadap situasi di Ukraina dalam konteks operasi militer khusus yang sedang berlangsung," demikian keterangan Kremlin.


Selanjutnya, Jokowi dan Putin setuju akan kembali melakukan komunikasi lebih lanjut.

Komunikasi dengan Putin ini dilakukan Jokowi setelah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Dalam pembicaraan dengan Zelensky, Jokowi kembali menegaskan bahwa Indonesia akan tetap mendukung perundingan damai antara Ukraina dan Rusia.

"Kemarin saya berbicara dengan Presiden Ukraina @ZelenskyyUa," kata Jokowi dalam akun Twitternya, Kamis (28/4/2022).

"Saya kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap segala upaya agar perundingan damai berhasil dan siap memberikan bantuan kemanusiaan," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, perundingan damai antara Ukraina dan Rusia belum tercapai. Bahkan Rusia memperingatkan, konflik Ukraina berisiko meningkat menjadi Perang Dunia III. Peringatan itu disampaikan Rusia merespons kunjungan pejabat Amerika Serikat ke Ukraina.

Peringatan Perang Dunia III
Seperti dilansir AFP, Selasa (26/4/2022), hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov untuk menanggapi pernyataan Amerika Serikat bahwa Ukraina bisa mengalahkan Rusia. Lavrov menyebut peringatan itu juga bagian dari kritik terhadap Ukraina yang mencoba menggagalkan pembicaraan damai.

"Risiko Perang Dunia III sangat serius," ucap Lavrov.

"Itu nyata, kamu tidak bisa meremehkannya," lanjut dia.

Lebih lanjut Lavrov menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga 'berpura-pura' bernegosiasi dengan Rusia. Dia menambahkan sikap Zelensky merupakan kontradiksi.

"Anda akan menemukan seribu kontradiksi," ujar dia.

Sunday, April 10, 2022

Sunday, April 10, 2022

Usul G20 di RI Ditunda Tahun Depan Disarankan Dibahas Bareng Negara Lain

Negaratoto - Usul agar KTT G20 di RI ditunda ke tahun depan mencuat buntut polemik kehadiran Rusia. Keputusan soal apakah KTT G20 di Bali jadi tahun ini atau ditunda disarankan dibahas bersama negara G20 lainnya.

Wakil Ketua Komisi Kajian MPR Martin Hutabarat, yang sempat mengusulkan gelaran KTT G20 ditunda, mengingatkan pelaksanaan KTT G20 jangan dipandang seolah Pemerintah RI memiliki masalah dengan Amerika dan negara lain. Martin mendorong keputusan soal pelaksanaan KTT G20 tersebut diserahkan kepada negara-negara anggota.

"Jadi atau tidaknya KTT G20 di Bali tahun ini jangan dipersepsikan seolah-olah ini jadi persoalan Indonesia dengan Amerika dan negara-negara lain. Kita serahkan saja kepada anggota G20 sendiri yang akan memutuskan apakah KTT G20 ini jadi dilaksanakan tahun ini di Bali atau ditunda ke tahun depan," kata Wakil Ketua Komisi Kajian MPR Martin Hutabarat kepada wartawan, Minggu (10/4/2022).

Martin mewanti-wanti pemerintah tak gegabah menyikapi permasalahan tersebut lantaran dapat berdampak pada kepentingan dan keutuhan negara. Menurutnya, dunia tahu bahwa Indonesia hanya ketiban sial.

'Kita tidak boleh bersikap dan bertindak terlalu jauh, sebab ini bisa berdampak pada kepentingan dan keutuhan negara kita. Semua negara-negara lain juga tahu bahwa Indonesia hanya ketiban sial saja," katanya.


Lantas, lanjut Martin, polemik pelaksanaan KTT G20 bukan disebabkan oleh Pemerintah RI yang didapuk sebagai tuan rumah. Menurut dia, penolakan terhadap kehadiran Putin oleh Amerika dan sekutunya dilatarbelakangi invasi Rusia ke Ukraina.

"Bukan karena Indonesia sebagai tuan rumah maka muncul penolakan. Bagi Amerika dan sekutunya, menolak kehadiran Putin dan mengucilkannya, serta berusaha mengeluarkan Rusia dari ekonomi global adalah balasan terhadap tewasnya puluhan ribu orang tentara dan rakyat Ukrania. Hampir 5 juta mengungsi ke LN, jutaan keluarga berpencar terpisah satu sama lain dan hancurnya puluhan kota-kota di Ukrania," ujarnya.

Politikus Partai Gerindra itu menilai invasi tersebut melukai rasa kemanusiaan sejumlah negara. Dia menyebut Pemerintah RI tak memiliki pandangan serupa, melainkan hanya melihat konflik Rusia dan Ukraina sebagai permasalahan kedua negara tersebut semata.

"Bagi rakyat negara tersebut, terutama Eropa, hal ini sangat peka karena mengusik rasa kemanusiaannya. Inilah akar persoalan KTT G20 di Bali. Hal ini saya lihat agak berbeda dengan Indonesia yang cenderung melihat invasi Rusia ini sebagai persoalan Rusia dan Ukrania saja," kata dia.

Menurutnya, sulit membayangkan Barat duduk berdampingan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di forum internasional saat ini. Dengan demikian, dia menegaskan kembali usulannya agar gelaran KTT G20 ditunda pada tahun depan.

"Oleh karena itu selama invasi Rusia terhadap Ukrania belum berhenti, sulit membayangkan Presiden Amerika dan sekutunya duduk berdampingan, berfoto bersama dengan Presiden Rusia dalam suatu forum apapun dalam waktu dekat ini," katanya.

"Itu sebabnya kita menyarankan, supaya tidak ada yang kehilangan muka, agar Indonesia mengusulkan kepada anggota G20 supaya KTT G20 di Bali tahun ini ditunda ke tahun depan. Ini lebih realistis bagi kita maupun semua negara-negara anggota G20," imbuhnya.