Breaking

Showing posts with label Jurnalis. Show all posts
Showing posts with label Jurnalis. Show all posts

Friday, December 23, 2022

Friday, December 23, 2022

Jurnalis jadi Korban Begal di Flyover Sudirman, Motor Raib dan Paha Kena Tusuk

 



Negaratoto Seorang wartawan inisial YAN menjadi korban pembegalan oleh kelompok yang tidak dikenal saat melintas di flyover Sudirman, Jakarta Pusat, pada Senin (19/12) malam. YAN menerima luka tusukan di bagian paha. Sedangkan motor Vespa Martic korban dengan pelat nomor AB 6731 FV dirampas.

Korban menceritakan, awalnya hendak pulang makan dari kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat melintasi Fly over Sudirman. Saat melintas fly over, dia dipepet oleh kawanan begal.

"Saya dipepet dari kanan, tetapi sempat melawan. Para pembegal lebih banyak, sehingga dipukul bagian dada kiri hingga jatuh," ungkap YAN dalam keterangannya, Selasa (20/12).

Korban mengaku sempat melakukan perlawanan, namun massa begal cukup banyak dan agresif. Dia mengalah dan merelakan sepeda motor miliknya raib. Dia menerima luka tusuk di bagian paha.

"Saya kemudian ditolong rombongan pemotor dari arah sebaliknya. Sebagian rombongan penolong sempat ngejar rombongan pelaku, tapi kehilangan jejak di daerah Kanal Banjir Timur," ceritanya.

Korban pun langsung di bawa ke rumah sakit RS AL Mintoharjo sekitar pukul untuk perawatan intensif.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin mengatakan pembegalan di kawasan Sudirman baru terdengar lagi.

"Jadi sudah berapa saya tidak pernah dapat informasi pembegalan terutama di daerah Sudirman," ungkap Komarudin.

Kendati itu, pihaknya akan menunggu laporan dari korban dan setelahnya akan diusut.

"Nanti kalau ada (laporannya) saya dalami," imbuhnya.


Wednesday, June 22, 2022

Wednesday, June 22, 2022

Panas! Edy Mulyadi Teriak ke Saksi hingga Hakim Dituding Jaksa Berat Sebelah


Negaratoto - Sidang lanjutan terdakwa kasus keonaran 'tempat jin buang anak' Edy Mulyadi sempat diwarnai cekcok antara jaksa-Edy Mulyadi-dan majelis hakim. Jaksa sempat menilai majelis hakim tidak fair, hakim pun meminta jaksa menulis surat keberatan dan diserahkan di sidang selanjutnya.

Awalnya, sidang memanas lantaran Edy Mulyadi mengeluarkan suara tinggi ketika bertanya ke saksi Hengky Primana selaku Kabid Kepemudaan Kemahasiswaan SEMMI. Suara tinggi itu keluar ketika Edy bertanya terkait BAP Hengky yang menilai pernyataan Edy Mulyadi soal aset-aset negara dijual adalah pernyataan bohong.

"Saya katakan (di video Tolak IKN) negara jual aset, saudara katakan itu bohong betul?" tanya Edy dan diamini Hengky.

Hengky meyakini perkataan Edy itu bohong sebab dia tidak pernah melihat kuitansi jual beli aset negara. Edy pun menganalogikan aset negara dengan sebuah mobil.

"Karena saudara nggak lihat kwitansi. Misal jaksa X punya mobil, Anda pernah lihat kuitansinya?" tanya Edy.

"Karena mobil beliau itu bukan hak milik saya," jawab Hengky.

Ketika itu juga suara Edy meninggi. Edy teriak meminta jawaban Hengky.

"Anda pernah atau tidak!" ucap Edy.

"Itu bukan hak milik saya!" timpal Hengky.

"Anda pernah atau tidak, jawab pernah atau tidak!" teriak Edy.

Hakim pun mengetuk palu hingga tiga kali dan meminta Edy lebih sopan lagi. Hakim heran mengapa Edy bertanya hingga ribut.


"Bentar-bentar ini kenapa ribut-ribut ini," ujar hakim ketua Adeng AK.

Edy pun meminta maaf dengan menggerakkan kedua tangannya ke kepala. Dia meminta maaf karena telah membuat kegaduhan.

"Izin majelis hakim janganlah terlalu... izin biar kami teruskan dulu majelis hakim. Satu, terdakwa menyatakan terhadap saksi kami yang kami hadirkan menyatakan bahwa terkait UU ITE padahal kami bukan hanya menerapkan UU ITE, kami sudah mendiamkan majelis hakim. Kedua terdakwa juga seperti itu, tolonglah biar kita juga fair. Tadi didiamkan majelis, terdakwa menyatakan UU ITE padahal ini bukan UU ITE saja," kata jaksa.

Hakim pun meminta jaksa tidak berkesimpulan dan meminta Edy melanjutkan pertanyaannya ke Hengky dengan syarat Edy harus bersikap sopan.

"Bukan, bukan. Ini kita selesaikan saudara bisa lebih sopan nggak?" tanya hakim Adeng ke Edy dan dijawab 'bisa' oleh Edy.

Hakim Minta Jaksa Tulis Surat Keberatan

Sidang pun dilanjut, Edy kembali dikasih kesempatan oleh majelis hakim untuk melanjutkan pertanyaan ke saksi Hengky. Edy kembalu bertanya seputar pernyataan Hengky yang mengatakan Edy berbohong kala menyebut aset negara dijual dalam video 'Tolak IKN' yang ada di channel YouTube Edy Mulyadi.

Setelah Edy selesai bertanya dan majelis ingin selesaikan sidang. Tiba-tiba jaksa menyampaikan keberatan dan menganggap majelis hakim mendiamkan keberatan jaksa, hakim lantas keberatan dengan pernyataan jaksa.

"Lho kami bukan diamkan. Lah kalau pertanyaannya (pengacara) nggak ini, saya cut kok. Kok saudara jadi menilai kami ini... saudara jadi menilai kami berpihak? Bagaimana kami menilai kalau saudara... silakan bilang bahwa majelis ini tidak bermartabat lagi kalau saudara bilang seperti itu," kata hakim ketua Adeng AK.

Hakim Adeng kemudian meminta jaksa menulis surat keberatan. Hakim Adeng juga meminta panitera mencatat keberatan jaksa.

"Silakan kalau Saudara keberatan dengan majelis ini, saudara adukan kepada ketua kami, dengan senang hati, dengan senang hati. Silakan melalui Jaksa Agung sekalipun ya agar majelis ini diganti karena sudah tidak fair. Dicatat, Pak, karena (jaksa) menilai kami sudah berpihak," kata hakim Adeng.

Jaksa pun meluruskan pernyataannya. Jaksa mengatakan bukan bermaksud menilai hakim berat sebelah.

"Izin majelis kami menyampaikan, jadi bukan kami menjustifikasi majelis berpihak, cuma kami kan menunggu dimana tadi kan terdakwa menanyakan terkait substansi ke saksi terkait dengan sangkaan ITE. Makanya kami menanyakan bahwa sangkaan kami bukan hanya ITE, itulah yang jadi pertanyaan kami majelis, seperti itu kurang lebih. Mohon maaf majelis hakim Yang Mulia," ucap jaksa.

Namun majelis hakim tetap meminta jaksa menulis surat keberatan. Hakim kemudian menunda sidang hingga Kamis (23/6) dan memberi kesempatan jaksa membuat surat keberatan.

"Nggak, ini saya minta agar saudara mengajukan keberatan. Kami dengan senang hati pak. Perkara ini mau bebas, mau terbukti, nggak ada urusan lagi, kami hanya memandang dari sisi hukum. Jadi tolong dicatat di berita acara, ini jamnya jam sekian, catat kalau ada keberatan, ditunggu sampai sebelum ada persidangan, berarti Kamis, kami dengan senang hati pak, oke kita sudahi dulu," ujar hakim Adeng.

"Kita sudahi ya daripada kita memeriksa terus tapi kami dianggap tidak netral, tidak fair, jadi sidang kita tunda Kamis jam 09.00 WIB, demikian sidang ditutup," tutup hakim.

Saturday, April 2, 2022

Saturday, April 02, 2022

2 Minggu Hilang, Jurnalis Ukraina Ditemukan Tewas

Negaratoto - Fotografer Ukraina dan pembuat dokumenter, Maks Levin ditemukan tewas di dekat Kiev, ibu kota Ukraina. Dia ditemukan tewas setelah hilang lebih dari dua minggu lalu.

"Dia hilang di daerah konflik pada 13 Maret di wilayah Kiev. Mayatnya ditemukan di dekat desa Guta Mezhygirska pada 1 April," kata Andriy Yermak, pembantu Presiden Ukraina, di Telegram seperti diberitakan AFP, Sabtu (2/4/2022).

Institute of Mass Information, sebuah organisasi non-pemerintah, mengutip temuan awal dari kantor kejaksaan yang mengatakan bahwa wartawan Ukraina itu tewas akibat "dua tembakan" dari militer Rusia.

Levin (40), ayah dari empat anak, telah bekerja untuk media Ukraina dan internasional.

Selama pertempuran antara pasukan Ukraina dan separatis yang didukung Rusia di wilayah Ukraina timur pada tahun 2014, dia berhasil melarikan diri dari pengepungan di sebuah kota di mana ratusan tentara Ukraina tewas.

Monday, March 14, 2022

Monday, March 14, 2022

Jurnalis AS Tewas Tertembak di Irpin Ukraina

Negaratoto - Seorang jurnalis Amerika Serikat (AS) tewas tertembak di Irpin, pinggiran barat laut Kiev, Ukraina. Seorang lainnya, menurut petugas medis dan saksi, terluka akibat serangan itu.

Seperti dilansir AFP, Minggu (13/3/2022), Danylo Shapovalov, seorang ahli bedah yang menjadi sukarelawan untuk pertahanan teritorial Ukraina, mengatakan jurnalis AS itu tewas seketika dan seorang lainnya dirawat.

Jurnalis AFP di Irpin melihat jenazah korban. Korban ketiga, seorang Ukraina yang berada di mobil yang sama dengan jurnalis AS, juga terluka.

Pejabat Ukraina menyalahkan pasukan Rusia atas penembakan itu tetapi keadaan pastinya tidak jelas. Jurnalis AFP mendengar tembakan senjata ringan dan artileri di daerah itu.


"Mobil itu ditembak. Ada dua wartawan dan satu dari kami (seorang Ukraina)," kata Shapovalov kepada AFP.

"Orang kami dan wartawan terluka, saya memberi mereka pertolongan pertama, yang lain menerima luka di leher, dia langsung meninggal."

Kertas-kertas yang ditemukan di tubuh jurnalis AS itu mengidentifikasi bahwa dia sebagai kamerawan dokumenter video berusia 50 tahun, bernama Brent Renaud, dari New York.

Sebuah kartu identitas New York Times termasuk di antara surat-surat itu, yang menunjukkan bahwa dia bekerja untuk New York Times, tetapi harian AS itu mengatakan Brent tidak bekerja untuk New York Times pada saat kematiannya.

"Brent adalah seorang fotografer dan pembuat film berbakat yang telah berkontribusi pada The New York Times selama bertahun-tahun," kata sebuah pernyataan yang di-tweet oleh wakil editor pelaksana Cliff Levy.

"Meskipun dia telah berkontribusi pada The Times di masa lalu (paling baru pada tahun 2015), dia tidak sedang ditugaskan untuk meja apa pun di The Times di Ukraina."