Breaking

Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts
Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts

Saturday, May 13, 2023

Saturday, May 13, 2023

Gunung Semeru Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,5 Kilometer

 

Negaratoto - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) pada Sabtu (13/5). Secara visual, asap mengepul terlihat di jalur lava.

APG terlihat tebal berwarna putih kelabu meluncur dari ujung lidah lava mengarah ke tenggara. Berdasarkan informasi dari Pos Pantau PVMBG, APG tersebut berlangsung selama 157 detik dengan jarak luncur 1,5 kilometer.

Atas peningkatan aktivitas itu, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Patria Dwi Hastiadi meminta masyarakat untuk tidak panik. Pasalnya, APG yang terjadi kini sudah selesai dan aktivitas Gunung Api kembali terkendali.

“APG yang terjadi 2 menit 37 detik dengan jarak 1.500 meter dari puncak. Artinya ini masih jarak aman. Yang penting masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.

Menurutnya, hingga kini status Gunung Semeru masih pada level III (Siaga). Maka dari itu, pihaknya meminta agar masyarakat di sekitar lereng Gunung tetap waspada dan jaga jarak ketika beraktivitas.

“Tetap jaga jarak aman dan jangan panik,” ujar Patria.

Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap mematuhi rekomendasi PVMBG yakni tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari bantaran sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat di lereng Semeru juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.


Wednesday, February 1, 2023

Wednesday, February 01, 2023

Warga Lumajang Digegerkan Penemuan Mayat Mengapung di Sungai Bondoyudo

 



Negaratoto - Warga Lumajang, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan mayat mengapung di Sungai Bondoyudo. Mayat laki-laki itu mengapung di Dam Umbul di antara tumpukan sampah, Selasa (31/1).

Mayat yang masih lengkap mengenakan kaos dan celana jin kondisinya sudah membengkak dan kulit pucat. Diduga mayat tersebut sudah berhari-hari mengambang.

Sugianto, salah seorang warga mengaku penemuan itu bermula saat warga melihat mayat mengambang sekitar 1 kilometer dari Dam Umbul.

Setelah hanyut dari arah atas aliran sungai, mayat tersangkut di antara sampah dan mengapung di pusaran dam. Warga sekitar pun mengikat mayat dengan tali tambang agar tidak hanyut dan semakin terbawa arus.

"Ini sudah mengambang dari arah atas, pas hanyut turun dari dam, warga langsung mengikatnya (mayat). Kemudian, lapor petugas untuk dievakuasi," kata Sugianto, warga Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Selasa (31/1) malam.

Warga kemudian menghubungi aparat dan petugas terkait untuk segera mengevakuasi mayat tersebut.

Setelah beberapa saat, aparat kepolisian dan petugas TRC BPBD Lumajang pun datang ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi mayat tanpa identitas itu.

Proses evakuasi cukup memakan waktu kurang lebih 2 jam. Petugas BPBD sempat mengalami kendala saat mengevakuasi jenazah mengingat kondisinya yang mengambang.

Usai dievakuasi, mayat dibawa ke rumah sakit dr. Haryoto untuk dilakukan penanganan jenazah.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Hari Siswanto mengatakan belum mendapat informasi mengenai identitas mayat tersebut. Pihaknya juga masih belum mengetahui penyebab pasti kematian tersebut.

"Identitasnya belum kami dapat, nanti akan kita identifikasi di rumah sakit mudah-mudahan bisa muncul kalau terekam," katanya.

Lebih lanjut, ia menginformasikan kepada masyarakat apabila ada warga ataupun anggota keluarga yang hilang bisa menghubungi pihak kepolisian.

"Ciri-cirinya pria dengan tinggi sekitar 170 cm, mengenakan celana jeans dan kaos. Usianya kurang lebih 40 tahun. Bagi masyarakat yang merasa ada anggota keluarganya kehilangan dengan ciri-ciri tersebut bisa melaporkan ke kami atau RSUD dr. Haryoto," tutupnya.


Saturday, January 21, 2023

Saturday, January 21, 2023

Perampokan di Bank Lumajang, Pelaku Gondol Uang Rp180 Juta usai Ancam Bunuh Pegawai

 

Negaratoto - Aksi perampokan di Bank BRI Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terekam CCTV pada Jumat siang (20/1). Peristiwa tersebut terjadi di kantor Bank BRI Unit Kecamatan Kunir sekira pukul 12.15 WIB.

Dalam rekaman video CCTV terlihat dua pelaku yang penutup wajah yang jaket dan helm masuk ke dalam kantor bank. Salah satu pelaku terlihat membawa senjata tajam.

Kemudian, salah satu pelaku mendekati meja karyawan dengan menodongkan sajam jenis parang dan memaksa teller untuk memasukkan uang dari laci ke dalam kantong yang dibawa pelaku.

Usai melancarkan aksinya, pelaku dengan santai meninggalkan kantor tersebut kemudian melarikan diri.

Menurut kesaksian warga setempat, saat kejadian, sebagian karyawan dan petugas keamanan sedang menjalankan salat Jumat. Sementara, di dalam kantor hanya ada beberapa karyawan perempuan yang sedang istirahat jam kantor.

“Kejadiannya saat itu pas jam istirahat, semua karyawan laki-laki salat Jumat, hanya tersisa karyawan perempuan di dalam,” kata Jaelani, warga setempat.

Polisi menyelidiki laporan perampokan tersebut dan langsung melakukan olah TKP. Beberapa barang bukti diperiksa dan diamankan termasuk rekaman video CCTV aksi kedua pelaku.

Selain mengamankan barang bukti, polisi juga membawa beberapa karyawan untuk dimintai keterangan.

Sementara, Wakapolres Lumajang Kompol Andi Febrianto mengatakan, kasus tersebut saat ini tengah didalami dan telah menginstruksikan jajaran satreskrim untuk memburu pelaku.Dari keterangan yang berhasil dihimpun pelaku membawa uang kurang lebih Rp180 juta.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Untuk sementara karyawan tidak ada ada yang dilukai, waktu kejadian ada sekitar 5-7 karyawan di dalam,” tutupnya.

Saturday, December 10, 2022

Saturday, December 10, 2022

Cemburu Buta, Suami Bacok Istri Hamil 5 Bulan sampai Tewas di Lumajang

 


Negaratoto - Seorang suami di Lumajang Jawa Timur nekat membantai istri sirinya yang tengah hamil 5 bulan. Hal ini dilakukan lantaran dia diduga tengah cemburu buta pada sang istri. Akibatnya, dia diringkus polisi setelah sempat kabur ke Madura.

Pria yang membunuh sang istri itu diketahui bernama Ahmad Rifal (27), warga Jatiroto Lumajang. Dia ditangkap oleh Subdit Jatanras, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

Kasubdit Jatanras AKBP Lintar Mahardono menjelaskan usai membunuh, AR kabur di rumah kerabatnya di daerah Madura. Selain itu, AR juga berencana akan kabur ke Malaysia, namun rencana tersebut digagalkan oleh tim Jatanras Polda Jatim yang lebih dulu menangkapnya.

"Yang bersangkutan bersembunyi di rumah kerabatnya. Modus operandi sementara tersangka cemburu buta terhadap orang yang diduga menjadi pacar istri sirinya. Sehingga tersangka melakukan pembunuhan tersebut," jelas AKBP Lintar, Jumat (9/12).

"Dari keterangan bidan, korban kondisi hamil 5 bulan pada saat dibunuh," tambahnya.

AKBP Lintar menjelaskan, tersangka AR menjalin pernikahan siri dengan korban bernama Dian Tri Sivia. Namun mereka tidak tinggal satu rumah, karena tersangka AR memiliki istri sah.

Dalam perkara ini, tersangka AR curiga lantaran korban saat diajak ke rumahnya tidak mau di dusun Wonokerto, Desa Kaliboto Kidul, Lumajang. Tersangka AR mendatangi rumah korban, namun korban tidak ada dirumah, hanya ada orang tua korban.

"Saat tersangka AR bertemu dengan korban DTS, mencium bau minuman beralkohol. Namun korban menjawab tidak jujur. Sehingga tersangka AR membawa korban DTS naik ke sepeda motor Honda Supra dari Desa Ranulogong Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, menuju Desa Gedangmas Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang," kata AKBP Lintar.

"Di tengah perjalanan sekitar persawahan Desa Gedangmas, Kecamatan Randuagung, Kab Lumajang, tersangka AR membacok korban DTS sebanyak 6 kali yang mengakibatkan korban DTS meninggal dunia di tempat," pungkasnya.

Diketahui, sesosok mayat perempuan ditemukan di area persawahan Desa Gedangmas, Randuagung, Lumajang. Saat ditemukan, kondisi mayat bersimbah darah dan penuh luka bacokan pada 28 Oktober lalu.




Wednesday, July 20, 2022

Wednesday, July 20, 2022

KRI Bima Suci Berlayar Bawa Misi Diplomasi Bangsa


Negaratoto - KRI Bima Suci kembali melakukan pelayaran operasi diplomasi muhibah duta bangsa dalam rangka mendukung latihan praktek pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) Taruna AAL Angkatan Ke-69 tahun 2022.

Pelepasan keberangkatan ditandai dengan pelepasan tali tambat terakhir KRI Bima Suci secara simbolis oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono didampingi Pangkoarmada II Laksda TNI T.S.N.B. Hutabarat dan Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksda TNI Denih Hendrata.

"Jadi KRI (Bima Suci) ini, akan membawa 208 personel terdiri dari 102 orang taruna dan taruni, 92 kru kapal dan 14 staf latihan. Kemudian menuju Jakarta dan akan mendapatkan pembekalan dan dilepas oleh Panglima TNI," kata Ahmadi Heri Purwono, Selasa (19/7/2022).

Ahmadi menambahkan pelayaran tersebut, merupakan pelaksanaan program latihan akademi angkatan laut dari taruna tingkat 4 dan sekaligus mengemban misi diplomasi negara, mewakili Indonesia dan juga mengenalkan budaya Indonesia serta mengenal taruna-taruna angkatan laut.


"Mereka akan mengunjungi Singapura, kemudian Sabah, Malaysia, kemudian akan menuju ke Australia. Pelayaran akan dilaksanakan 91 hari," ungkap Ahmadi

"Tugas pokoknya yaitu belajar, bagaimana taruna-taruna tingkat tiga ini mengaplikasikan pelajaran yang diperoleh di pendidikan dan juga memberi pelajaran bagi mereka menjadi duta bangsa yang baik, membawa misi-misi diplomasi kepada dunia luar. Semoga kita juga mendoakan mudah-mudahan selama pelayaran 91 hari nanti semuanya diberi kelancaran, selamat sampai dengan kembali ke Indonesia, " lanjut Ahmadi.

Setelah taruna-taruni yang mengikuti pelayaran dengan KRI Bima Suci, terlihat suasana haru dari para orang tua di pinggir Dermaga Ujung. Isak tangis para orang tua pun tidak bisa terbendung.

Salah satunya yakni Purwono (45) warga Menganti, Gresik yang setiap hari berprofesi sebagai tukang kebun itu tidak menyangka putranya bisa masuk di akademi angkatan laut. Ia bersama istrinya Lilik Rodiyah (44) tak kuasa menahan tangis haru melihat putranya ikut berlayar dengan menggunakan KRI Bima Suci.