Negaratoto - Menteri Pertahanan (Menhan) China Wei Fenghe menyatakan negaranya telah membuat 'kemajuan yang mengesankan' dalam pengembangan senjata nuklir baru. Namun, Wei juga menegaskan bahwa China hanya akan memakainya untuk pertahanan diri dan tidak akan menjadi yang pertama menggunakannya.
Seperti dilansir Reuters, Senin (13/6/2022), penegasan Wei itu disampaikan saat menghadiri Shangri-La Dialogue di Singapura pada Minggu (12/6) waktu setempat.
Merespons pertanyaan soal laporan tahun lalu yang menyebut Beijing membangun lebih dari 100 silo rudal nuklir baru di wilayah bagian timur, Wei menegaskan bahwa China 'selalu menggunakan jalur yang tepat untuk mengembangkan kemampuan nuklir bagi perlindungan negara kami'.
Dia menambahkan bahwa senjata nuklir yang dipamerkan dalam parade militer tahun 2019 di Beijing -- yang mencakup peluncur rudal balistik antarbenua DF-41 yang sudah di-upgrade -- kini beroperasi dan telah dikerahkan.
"China telah mengembangkan kemampuannya selama lebih dari lima dekade. Adil untuk mengatakan ada kemajuan yang mengesankan," ucap Wei di hadapan delegasi yang menghadiri Shangri-La Dialogue.
"Kebijakan China tetap konsisten. Kami menggunakannya untuk pertahanan diri. Kami tidak akan menjadi yang pertama menggunakan (senjata) nuklir," tegasnya.
Lebih lanjut dia menekankan bahwa tujuan akhir dari persenjataan nuklir China adalah untuk mencegah perang nuklir.
"Kami mengembangkan kemampuan nuklir untuk melindungi kerja keras rakyat China dan melindungi rakyat kami dari bencana perang nuklir," ujar Wei.
Tahun lalu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyebut pengembangan nuklir China mengkhawatirkan. Disebutkan juga bahwa Beijing tampaknya menyimpang dari strategi nuklir bertahun-tahun yang didasarkan pada pencegahan minimal.
AS menyerukan kepada China untuk terlibat dengan pihaknya 'dalam langkah-langkah praktis untuk mengurangi risiko perlombaan senjata yang memicu destabilisasi'.
No comments:
Post a Comment