Breaking

Showing posts with label pelaku pencabulan. Show all posts
Showing posts with label pelaku pencabulan. Show all posts

Saturday, May 27, 2023

Saturday, May 27, 2023

Istri Tidur, Suami Setubuhi Adik Ipar hingga Melahirkan

 



NegaratotoEmpat pelaku pencabulan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat ditangkap polisi. Keempat orang yang ditangkap diduga mencabuli anak di bawah umur di empat lokasi berbeda.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Suhardi Hery Haryanto mengatakan bahwa empat orang yang ditangkap berinisial DN, SY, AB, dan HR. Para pelaku diketahui masih merupakan kerabat dekat korban, mulai kakak dan adik ipar, paman, bahkan ayah tiri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, DN mencabuli adik iparnya saat istrinya sedang tidur. “Pelaku masuk ke kamar adik iparnya dan menyetubuhi korban,” jelasnya.

Tersangka Lain

Untuk pelaku SY, diungkapkan Suhardi, diketahui mencabuli keponakannya yang masih berusia 13 tahun. Aksi paman terhadap keponakan itu dilakukan saat situasi dan kondisi rumah sedang sepi.

Untuk dua pelaku lainnya yang berinisial AB dan HR, diketahui mencabuli anak tirinya yang masih berusia 10 dan 14 tahun. Keduanya melakukan aksi tersebut di malam hari saat istrinya sedang tidur atau saat berada di luar rumah.

“Untuk pelaku AB tidak hanya mencabuli anak tirinya, namun juga melakukan tindakan kekerasan. Jadi keempat korbannya memang masih usia sekolah, ada yang masih SD dan SMP," ungkapnya.

Para korban, menurut Suhardi saat ini sudah dalam penanganan dan pendampingan untuk pemulihan kondisi psikologisnya. “Untuk para tersangka kami jerat pasal 81 dan atau 82 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan kurungan 15 tahun penjara,” pungkasnya.



Tuesday, January 10, 2023

Tuesday, January 10, 2023

Dosen Pelaku Pencabulan Remaja di Toilet Bandara Ngurah Rai Bali Terancam Dipecat

 


Negaratoto Dosen berinisial FBS (38) yang diduga mencabuli remaja di toilet Bandar Udara Ngurah Rai, Bali, ternyata merupakan salah satu pengajar di Universitas Katolik (Unika) Weetabula, di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Pihak kampus akan memecatnya jika terbukti bersalah melakukan perbuatan itu.

Rektor Universitas Katolik (Unika) Weetebula Wilhelmus Yape Kii mengakui FBS merupakan dosen di universitas yang dia pimpin. "Kita kaget dengan kasus tersebut. Tapi saya mengakui kalau dia itu dosen yang mengajar di kampus Unika Weetebula," jelasnya, Selasa (10/1).

Wilhelmus mengatakan, selama ini belum pernah ada laporan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan FBS terhadap mahasiswa, maupun lingkungan sekitar. Pria yang telah memiliki istri dan tiga orang anak itu hendak melanjutkan studi di kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Ponsel Tak Aktif Lagi

Sesuai aturan yang berlaku dan kode etik dosen, FBS terancam dipecat dari statusnya sebagai dosen. Seorang pendidik tidak boleh melakukan hal yang tidak senonoh.

"Namun ini kan masih praduga tak bersalah yang harus dibuktikan di pengadilan, tapi kalau dilihat dari aturan dan kode etik dosen sudah jelas kena pecat. Kita juga upayakan untuk melakukan pendampingan hukum tapi kita lihat saja perkembangannya," ungkap Wilhelmus.

Ia menyesalkan perbuatan FBS. Bahkan pihaknya sudah mengupayakan untuk menelepon untuk menanyakan kondisinya, namun nomor teleponnya tidak aktif.

"Ini pelajaran berharga bagi kami sehingga kejadian semacam itu tidak lagi terulang lagi. Tadi saya telepon ulang-ulang tapi tidak aktif, kemungkinan sudah ditahan polisi," tambahnya.

"Saya sudah mengimbau kepada semua dosen maupun mahasiswa, agar tidak lagi melakukan hal sebagaimana dilakukan oleh FBS karena tidak baik untuk dicontoh," tutupnya.