Breaking

Showing posts with label kalimantan barat. Show all posts
Showing posts with label kalimantan barat. Show all posts

Tuesday, April 18, 2023

Tuesday, April 18, 2023

Dua Rampok Sekap Kasir Alfamart, Bawa Kabur Rp63 Juta

 

NegaratotoMinimarket Alfamart di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat dirampok dua pria bersenjata tajam pada pukul 22.58 WIB, Minggu (16/4).

Kepala Polisi Resor Ketapang, AKBP Laba Meliala mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat dua karyawan Alfamart hendak menutup minimarket dengan merapatkan pintu. Namun saat itu mereka belum mengunci pintunya.

Saat tengah menghitung uang hasil pendapatan harian, tiba-tiba muncul dua orang pelaku. Mereka langsung menghampiri korban dan menodongkan pisau.

“Kedua pelaku mengancam korban dan meminta kunci brankas,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/4).

Dia menjelaskan, pelaku juga sempat membawa kedua korban ke ruang belakang. Di sana, mereka langsung menutup mulut serta mengikat tangan korban menggunakan lakban.

“Pelaku juga sempat memukul wajah dan mencekik leher korban,” ungkapnya.

Laba mengungkapkan, setelah berhasil membuka brankas, pelaku mendapati uang Rp63 juta, CPU komputer, dan sejumlah bungkus rokok.

Saat mencoba kabur melalui pintu depan, pelaku diteriaki korban sehingga mengundang perhatian warga sekitar. Seorang pelaku berinisial MR (27) berhasil ditangkap, satu orang pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

“Pelaku sempat akan kabur menggunakan sepeda motor, namun salah satu pelaku dikejar dan ditangkap warga. Satu pelaku lain berhasil kabur dan masih dalam pengejaran, identitasnya sudah kita dapati,” tutupnya.


Friday, November 4, 2022

Friday, November 04, 2022

Warga Meninggal Terkena Peluru Nyasar Saat Polisi Bersihkan Senjata, Begini SOP-nya

 

Negaratoto Seorang warga sipil menjadi korban peluru nyasar oleh anggota polisi di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Peluru nyasar ini mengenai seorang pengendara mobil hingga tewas.

Hal itu terjadi saat polisi mencoba membersihkan senjata api jenis HS. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalbar menyampaikan permintaan maaf atas kelalaian anggotanya.

Bahkan telah jelaskan pula seperti apa sebenarnya SOP dalam membersihkan senjata api yang tak boleh dilakukan sembarangan. Berikut ulasan selengkapnya, Jumat (4/11).

Polisi Ingin Bersihkan Senjata

Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Suryanbodo Asmoro memberikan keterangan tentang kelalian anggotanya Bripka FM. Dijelaskan dalam unggahan video Instagram @polresta _pontianak, FM bertugas di lantas Polresta Pontianak Kota.

Saat itu dia sedang beristirahat. Lalu FM mencoba untuk membersihkan senjatanya yang dirasa basah karena sempat terkena hujan.

"Memang sudah disiapkan untuk alat-alatnya, lalu dia mau coba bersihkan senjata karena kemarin habis terkena hujan. Katanya mau dibersihkan karena senjatanya takut kena karat, lalu kemudian dia duduk membersihkan senjata api," kata Suryanbodo.

Tak Sengaja Keluarkan Peluru

Saat senjata api berjenis HS dibersihkan, pelurunya keluar dan menembus ke dalam salah seorang pengemudi mobil NISSAN X-TRAIL warna hitam. Begitu mengejutkan, warga yang mengemudikan mobil ini lantas meninggal dunia.

"Kemudian keluarlah gencatan dari pos itu keluar mengenai triplek, ada kaca di luar, dalamnya triplek. Kena triplek, kemudian mengenai kaca baru tembus ke kendaraan," ungkap Suryanbodo.

"Itu sama sekali tidak diketahui, tidak ada unsur-unsur kesengajaan. Kemudian ia baru sadar, meledak baru dia keluar karena sudah banyak kendaraan yang klakson karena kendaraan itu diam. Dia datangi ternyata sudah ada bekas peluru," imbuhnya menceritakan kronologi.

SOP Pembersihan Senjata

Kabid Propam Kalimantan Barat Kombes Pol Andree Ghama Putra mengatakan jika sebenarnya proses pembersihan senjata tidak boleh dilakukan di sembarang tempat. Sudah ditetapkan tempat atau lokasi aman untuk membersihkan senjata.

"Sudah ada tempatnya. Di mana tempatnya itu? Satu, di gudang senjata. Dua, tempat latihan menembak lapangan tembak, itu adalah tempat membersihkan senjata api. Tidak boleh seorang anggota POLRI sembarangan," kata Andree.

"Ini adalah kesalahan prosedur yang dilakukan anggota kami,"