Breaking

Showing posts with label Volodymyr Zelensky. Show all posts
Showing posts with label Volodymyr Zelensky. Show all posts

Thursday, August 4, 2022

Thursday, August 04, 2022

Zelensky Ingin Bicara Langsung dengan Presiden China, Bahas Invasi Rusia


Negaratoto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui ingin berbicara secara langsung dengan Presiden China Xi Jinping. Zelensky menyatakan dirinya hendak meminta bantuan Xi untuk mengakhiri perang dengan Rusia yang terus berlangsung di Ukraina.

Seperti dilansir Reuters dan The Hill, Kamis (4/8/2022), keinginan berbicara langsung dengan Xi itu diungkapkan oleh Zelensky dalam wawancara eksklusif dengan South China Morning Post (SCMP) yang dirilis Kamis (4/8) waktu setempat.

"Saya ingin berbicara secara langsung. Saya melakukan satu percakapan dengan Xi Jinping setahun lalu," ucap Zelensky dalam wawancara dengan SCMP.

"Sejak awal agresi skala besar pada 24 Februari, kami telah meminta secara resmi untuk melakukan percakapan, tapi kami belum melakukan percakapan apapun dengan China meskipun saya meyakini itu akan membantu," sebutnya.

Dalam wawancara itu, Zelensky mendesak China untuk memanfaatkan pengaruh politik dan ekonomi yang besar atas Rusia untuk mengakhiri pertempuran di Ukraina.


"China negara yang sangat kuat. Negara dengan perekonomian yang kuat ... Jadi China bisa mempengaruhi Rusia secara politik, secara ekonomi. Dan China juga merupakan anggota permanen Dewan Keamanan PBB," cetusnya.

Lebih lanjut, Zelensky mengharapkan China untuk 'mengkaji ulang' sikapnya terhadap Rusia menyoroti apa yang terjadi di Ukraina usai diinvasi Moskow. Dia bahkan menegaskan perekonomian Rusia akan sangat menderita jika China mengambil langkah-langkah ekonomi terhadap Moskow terkait invasinya ke Ukraina.

"Saya mempercayai, saya meyakini bahwa tanpa pasar China untuk Federasi Rusia, Rusia akan merasakan isolasi ekonomi sepenuhnya," ucapnya. "Itu adalah sesuatu yang bisa dilakukan China -- untuk membatasi perdagangan (dengan Rusia) hingga perang berakhir," cetus Zelensky dalam wawancara dengan SCMP.

Disebutkan Zelensky bahwa China berupaya menjaga sentimennya tetap 'seimbang' terkait invasi Rusia ke Ukraina. Namun dia juga menyebut bahwa China memiliki kewajiban untuk berbuat lebih banyak sebagai anggota permanen Dewan Keamanan PBB.

"Jika kita beroperasi tanpa legislasi, lalu mengapa kita harus memiliki Dewan Keamanan, jika ada sebuah negara ... atau beberapa negara di dunia, dapat memutuskan untuk melanggar aturan secara militer?" tanya Zelensky.

Belum ada tanggapan resmi dari otoritas China terkait pernyataan terbaru Zelensky ini.

Friday, July 15, 2022

Friday, July 15, 2022

Presiden Brasil Tahu Cara Selesaikan Perang Rusia-Ukraina, Gimana?


Negaratoto - Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan bahwa dia tahu bagaimana perang antara Rusia dan Ukraina dapat diselesaikan. Dia akan menyampaikan sarannya kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pembicaraan via telepon minggu depan.

"Saya akan memberi tahu dia pendapat saya, apa yang saya pikirkan. Solusi untuk ini. Saya tahu bagaimana itu bisa diselesaikan. Tapi saya tidak akan memberi tahu siapa pun," kata Bolsonaro kepada wartawan seperti diberitakan kantor berita Reuters, Jumat (15/7/2022).

"Solusi untuk kasus ini seperti bagaimana perang Argentina dengan Inggris berakhir pada 1982," katanya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Argentina dan Inggris terlibat konflik singkat pada tahun 1982 atas kedaulatan Kepulauan Falkland di Atlantik selatan, yang dikenal di Argentina sebagai Malvinas. Perang itu dimulai pada April 1982 ketika pasukan Argentina mendarat di kepulauan yang dikuasai Inggris itu.


Inggris kemudian mengirim satuan tugas Angkatan Laut untuk merebut kembali wilayah tersebut. Pasukan Argentina yang minim persenjataan akhirnya menyerah hanya dua bulan kemudian.

Bolsonaro akan melakukan panggilan telepon dengan Zelensky pada 18 Juli mendatang. Pemimpin Brasil itu mengatakan bahwa Zelensky lebih dulu mengusulkan panggilan telepon tersebut dan dia langsung menyetujuinya.

Sebelumnya, Bolsonaro telah bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Rusia pada Februari lalu, beberapa hari sebelum invasi Rusia ke Ukraina. Bolsonaro sejauh ini mengambil sikap netral dalam konflik tersebut karena Brasil ingin terus melakukan bisnis dengan Rusia.

Awal pekan ini menteri hubungan luar negerinya mengatakan Brasil sedang mengupayakan untuk membeli diesel sebanyak mungkin dari Rusia, yang juga merupakan pemasok besar pupuk untuk negara Amerika Selatan tersebut.

"Perang ini telah menyebabkan gangguan besar. Lebih sedikit untuk Brasil, lebih banyak untuk Eropa," kata Bolsonaro.

Thursday, June 30, 2022

Thursday, June 30, 2022

Jokowi Bertemu Zelensky di Ukraina, Ini Sederet Hal yang Dibahas


Negaratoto - Jokowi bertemu Zelensky di Kyiv, Ukraina. Seperti diketahui, Presiden Jokowi sedang melakukan kunjungan kerja ke tiga negara, yakni Jerman, Ukraina, dan Rusia.

Sejumlah hal menjadi poin pembahasan dalam pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dengan Presiden Ukraina Volodymr Zelensky. Berikut informasinya.

Jokowi Bertemu Zelensky di Istana Maryinsky
Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Ukraina Zelensky di Istana Maryinsky, Ktiv, Ukraina. Menurut keterangan dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jokowi dan Iriana tiba di Ukraina pada Rabu (29/8/2022) pukul 08.50 waktu setempat.

Sebelum bertemu dengan Zelensky, Jokowi sempat meninjau kondisi Apartemen Lipky. Baru setelah itu, Jokowi mengunjungi Istana Maryinsky dan tiba di sana pada Rabu pukul 15.00 waktu setempat.

Jokowi Didampingi Menlu dan Seskab
Dalam kunjungan ke Ukraina, Jokowi ditemani dua menteri Indonesia. Mereka adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsuadi dan Sekretaris Kabinet Pramono Agung.

Kunjungan Jokowi ke Ukraina: Bentuk Kepedulian RI ke Ukraina
Jokowi berbincang-bincang dengan Zelensky di sebuah meja bundar di dalam Istana Maryinsky. Jokowi mengatakn jika kunjungannya adalah bentuk kepedulian Indonesia terhadap kondisi di Ukraina.


"Saya sampaikan ke Presiden Zelensky bahwa kunjungan ini saya lakukan sebagai manifestasi kepedulian Indonesia terhadap situasi di Ukraina," kata Presiden Jokowi, dikutip dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Rabu (29/6/2022).

Jokowi Tawarkan Diri Bawa Pesan Zelensky ke Putin
Setelah Ukraina, Jokowi berencana mengunjungi Rusia. Dalam hal ini, Jokowi menawarkan diri untuk menyampaikan pesan Zelensky kepada Presiden Rusia Putin.

"Dalam kaitan ini, saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelensky untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera," kata Jokowi.

Jokowi Bahas Soal Perang
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan pentingnya Ukraina dalam rantai pasokan pangan. Semua upaya perlu dilakukan agar Ukraina dapat kembali melakukan ekspor pangan.

"Penting bagi semua pihak untuk memberikan jaminan keamanan bagi kelancaran ekspor pangan Ukraina, termasuk melalui pelabuhan laut. Saya mendukung upaya PBB dalam hal ini," ujar Jokowi.

Tak hanya dampaknya, Zelensky dan Jokowi juga membahas soal rekonstruksi setelah perang.

Selama pembicaraan, kami membahas pencabutan blokade Rusia terhadap pelabuhan Ukraina dan melanjutkan ekspor produk pertanian, serta prospek rekonstruksi pascaperang Ukraina," tulis Zelensky dalam akun Instagram miliknya @zelensky_official, Rabu (29/6/2022).

"Kami sepakat untuk meluncurkan rezim bebas visa antara negara kami," imbuhnya.

Jokowi Jadi Presiden Asia Pertama yang Datang ke Ukraina Setelah Perang
Setelah Jokowi bertemu Zelensky, ada ucapan terima kasih dari Presiden Ukraina tersebut. Zelensky mengatakan Jokowi adalah pemimpin negara Asia pertama yang mengunjungi Kyiv sejak perang antar Ukraina-Rusia terjadi.

"Terima kasih atas kunjungan pertama Presiden Indonesia ke Ukraina dalam sejarah hubungan diplomatik. Dan kunjungan pertama pemimpin negara Asia ke Kyiv sejak awal perang Rusia skala penuh," ucap Zelensky.

Thursday, June 30, 2022

Zelensky Apresiasi Jokowi: Kewenangan Anda di Dunia Sangat Tinggi


Negaratoto - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy atau Zelensky. Zelensky mengatakan kunjungan Jokowi ini merupakan kunjungan bersejarah bagi Indonesia dan Ukraina.

"Karena ini merupakan kunjungan pertama oleh Presiden Indonesia ke Ukraina, dan ini adalah kunjungan pertama pemimpin Asia yang sejak awal dari invasi Rusia ke Ukraina," kata Zelensky melalui translator dalam konferensi pers bersama Jokowi, yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (30/6/2022).

Zelensky juga mengapresiasi kehadiran Jokowi. Sebab, keberadaan dan kewenangan Jokowi dan Indonesia di mata internasional sangat tinggi.

"Bapak Presiden, Yang Mulia, kita mengapresiasi hal tersebut. Terutama Indonesia dan kewenangan Anda dan juga keberadaan Anda di dunia internasional sangat tinggi. Anda mewakili negara-negara G20 di mana Indonesia memegang presidensi tahun ini dan merupakan negara yang kuat di ASEAN dan tahun depan akan menjadi Keketuaan ASEAN tahun depan," tuturnya.

Menurut Zelensky, kehadiran Jokowi ini merupakan awal untuk memperkuat koalisi melawan perang. Selain itu, untuk mengembalikan stabilitas dunia.

"Kita mengapresiasi dukungan Indonesia dan juga dukungan pribadi personal anda yang ada di masa perang tersebut untuk perjuangan kemerdekaan kita. Dan kita juga akan memperjuangkan kemerdekaan kita dan juga kemerdekaan Ukraina dari perang kolonial yang dilancarkan oleh Rusia. Dan secepatnya perang ini berakhir, dan kita akan secepatnya untuk dapat mengembalikan situasi politik dan ekonomi di Ukraina," papar Zelensky.


Ada Sejumlah Agenda Dibahas
Zelensky juga memaparkan isi pertemuannya dengan Jokowi. Salah satunya mengatasi persoalan ekspor gandum Ukraina.

"Kita membahas beberapa agenda global di mana kita harus melakukan setiap hal yang memungkinkan untuk mengangkat blokade Rusia di Lexi untuk meneruskan adanya ekspor gandum dan Rusia juga mengancam adanya kelaparan di dunia dan mereka memblokade ekspor dari Ukraina dan mendisrupsi pasar global dan jutaan ton green yang dikirimkan Ukraina juga akan dapat dikirimkan kepada masyarakat, dan apabila tidak ada ambisi dari Rusia kita tidak akan memiliki problem tersebut saat ini dan ini merupakan tantangan global saat ini," tutur dia.

"Dan sebelum invasi Rusia kita tidak ada ancaman kelaparan dunia, tidak ada krisis pangan dan saya sangat menyampaikan terima kasih atas dukungan presiden atas kemerdekaan serta kedaulatan serta integritas teritorial Ukraina," sambung Zelensky.

Zelensky juga menyampaikan terima kasih atas undangan kepada Ukraina untuk menghadiri KTT G20. Dia mengatakan kehadirannya di KTT G20 nanti akan bergantung terhadap situasi keamanan di Ukraina.

"Dan terima kasih atas dukungan anda sebagai Presiden G20 dan saya berterima kasih kepada yang mulia atas undangan anda untuk saya hadir di KTT G20 dan saya menerima undangan tersebut tapi kehadiran Ukraina akan bergantung terhadap situasi keamanan di negara kita dan juga komposisi partisipan yang ada di KTT tersebut," ungkap dia.

Dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai kesepakatan bebas visa antara Ukraina dan Indonesia. Zelensky mengatakan kesepakatan ini sangat penting bagi kemajuan ekonomi dan pembangunan kedua negara.

"Dan saya akan melaporkan adanya kesepakatan bebas visa di antara kedua negara saya kira ini sangat penting bagi kedua bangsa kita untuk kemajuan ekonomi, pembangunan, pendidikan,dan hubungan antar masyarakat kedua negara. Dan saya saya berharap kita dapat membantu rekonstruksi Ukraina, dan saya mengundang Indonesia dan juga perusahaan Indonesia dan profesional-profesional Indonesia untuk ikut dalam proyek-proyek yang ada di Ukraina saat ini. Terima kasih atas negosiasi yang berjalan, terima kasih atas kepercayaan Anda. Terima kasih," pungkas Zelensky.

Thursday, June 23, 2022

Thursday, June 23, 2022

Dukung Jokowi Temui Putin-Zelensky, Legislator PAN Harap Ada Perdamaian


Negaratoto - Rencana Presiden Jokowi menemui Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, untuk mendorong perdamaian kedua negara didukung anggota Komisi I DPR RI Ahmad Rizki Sadig. Rizki Sadiq mengatakan Indonesia harus ikut berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat pembukaan UUD 1945.

"Saya mengapresiasi Presiden Jokowi yang akan melakukan lawatan ke Ukraina dan Rusia, untuk bertemu Presiden Volodymyr Zelensky dan Presiden Vladimir Putin," kata Rizki kepada wartawan, Rabu (22/06/22).

"Langkah ini adalah bentuk implementasi Undang-Undang Dasar kita dalam rangka turut menjaga perdamaian dunia," imbuhnya.

Rizki menilai rencana pertemuan Presiden Jokowi dengan Putin dan Zelensky merupakan implementasi kebijakan politik luar negeri 'bebas aktif'. Terlebih, sebut anggota DPR dari Fraksi PAN itu, perang Rusia dengan Ukraina patut diduga menimbulkan banyak masalah bagi dunia internasional.


"Selain itu, konflik Ukraina dan Rusia ini disinyalir telah membawa banyak masalah bagi dunia, baik krisis energi serta kelangkaan pangan yang memicu terjadinya inflasi, yang membuat sejumlah negara di jurang resesi. Tentu kunjungan Jokowi ini diharapkan bisa menjadi titik temu perdamaian dan stabilitas global," sebut Rizki Sadiq.

Lebih lanjut Rizki menuturkan lawatan Jokowi ke Rusia dan Ukraina bakal menjadi sejarah. Sebab, jika pertemuannya terealisasi, Jokowi bakal jadi pemimpin negara Asia pertama yang mengunjungi Rusia dan Ukraina di tengah kondisi perang.

"Saya mengajak masyarakat Indonesia agar tetap mendukung segala bentuk politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif demi mewujudkan perdamaian dunia. Tidak hanya pada konflik Ukraina-Rusia, tetapi juga di titik konflik dengan isu kemanusiaan lainnya, seperti yang terjadi di Palestina," pungkas Ketua DPW PAN Jawa Timur itu.

Diberitakan sebelumnya, Menlu RI Retno Marsudi mengungkapkan rencana Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kiev dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Lawatan Jokowi ke dua negara itu akan dilakukan setelah menghadiri KTT G7 di Jerman pada 26-27 Juni ini.

Presiden Jokowi direncanakan akan mengunjungi Kiev, Ukraina, dan Moskow, Rusia. Kunjungan ke dua negara ini merupakan kunjungan yang dilakukan dalam situasi yang tidak normal. Kita paham situasi saat ini masih sangat sangat-sangat complicated," kata Retno dalam press briefing secara virtual, Rabu (22/6).

"Dalam kunjungan ke Kiev dan Moskow, tentunya Bapak Presiden akan melakukan pertemuan dengan Presiden Zelensky dan Presiden Putin," imbuh Retno.

Thursday, June 9, 2022

Thursday, June 09, 2022

Perang Makin Sengit, Donbas Ukraina Terancam Dikuasai Penuh Rusia


Negaratoto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan nasib wilayah Donbas kini bergantung pada pertempuran sengit yang terus berlangsung antara pasukan Kiev dan Moskow di kota industri Sievierodonetsk. Zelensky menyebut kota Sievierodonetsk 'tetap menjadi pusat konfrontasi di Donbas'.

Seperti dilansir CNN, Kamis (9/6/2022), Sievierodonetsk diketahui menjadi kota terbesar yang masih dikuasai Ukraina di wilayah Luhansk. Kota ini harus bisa direbut jika Rusia ingin mencapai tujuannya menguasai seluruh wilayah Luhansk.

Pasukan Rusia mengalihkan fokusnya ke wilayah Donbas, yang terdiri atas Luhansk dan Donetsk yang dikuasai separatis pro-Moskow, setelah dipukul mundur oleh pasukan Ukraina dari area sekitar ibu kota Kiev dalam invasinya yang dimulai sejak 24 Februari lalu.

Pertempuran sengit terus berlangsung, bahkan dilaporkan hingga ke jalanan kota Sievierodonetsk. Gubernur Luhansk Sehiy Gaidai dalam pernyataan terbaru mengakui sebagian besar wilayah Sievierodonetsk berada di bawah kendali Rusia.


Zelensky dalam pernyataan terpisah menyebut pertempuran di kota industri itu sangat sulit. "Ini adalah pertempuran yang sangat sengit, sangat sulit," ucapnya.

"Mungkin salah satu yang paling sulit sepanjang perang ini. Saya berterima kasih kepada semua orang yang mempertahankan posisi ini. Dalam banyak cara, nasib Donbas kita ditentukan di sana," tegas Zelensky.

Zelensky juga menyebut 'penjajah mengumumkan kabar yang benar-benar gila bahwa mereka sedang bersiap menyatuhkan sejumlah klub sepakbola dari semua wilayah yang diduduki ke dalam satu kejuaraan semu -- dari Donetsk, Luhansk, Kherson, Melitopol, Crimea dan bahkan sebagian Georgia'.

Dia menyebut keputusan ini sebagai 'penghinaan' terhadap rakyat Ukraina. Hanya kembalinya Ukraina, sebut Zelensky, yang akan membawa 'kehidupan normal untuk wilayah-wilayah ini, untuk kota-kota ini'.

"Damai, aman, terbuka untuk dunia. Dan tentu saja -- pertandingan baru tim kelas dunia di Donbas Arena," ujarnya.

Friday, June 3, 2022

Friday, June 03, 2022

Presiden Ukraina Harapkan Lebih Banyak Senjata dari Barat


Negaratoto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berharap untuk menerima lebih banyak senjata dari negara-negara Barat yang menjadi sekutunya. Hal ini disampaikannya seiring pertempuran melawan pasukan Rusia di Ukraina timur terus berkecamuk.

Dilansir dari kantor berita Reuters, Jumat (3/6/2022), Zelensky mengatakan bahwa pasukan Moskow sekarang menguasai sekitar 20% wilayah Ukraina.

Pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin kini memusatkan perhatian pada kawasan industri Donbas, yang terdiri dari Luhansk dan Donetsk, dengan harapan kemenangan tingkat tinggi.

"Seluruh wilayah negara kita yang diduduki sementara saat ini benar-benar merupakan zona bencana, di mana Rusia memikul tanggung jawab penuh," kata Zelensky dalam pidatonya via tautan video kepada para anggota parlemen Luksemburg atau Kamar Deputi Luksemburg pada Kamis (2/6) malam waktu setempat.

"Kami mengharapkan lebih banyak kabar baik tentang pasokan senjata dari mitra lainnya... Kami sedang bekerja untuk mengupayakan pasokan sistem tempur modern ke tingkat yang jauh lebih tinggi," imbuhnya.


Dalam pidatonya, Zelensky juga mengklaim bahwa lebih dari 30.000 tentara Rusia tewas sejak perang dimulai tiga bulan lalu. Angka tersebut tidak bisa diverifikasi secara independen.

"Itu lebih banyak dari korban tewas Uni Soviet dalam perang selama 10 tahun di Afghanistan, lebih besar dari korban tewas Rusia dalam dua perang Chechnya," ucap Zelensky.

Zelensky mengundang Perdana Menteri (PM) Luksemburg Xavier Bettel untuk berkunjung ke Kiev dan meminta para anggota parlemen untuk mendukung ambisi Ukraina bergabung dengan Uni Eropa. Zelensky menyebut Ukraina sebagai 'bagian de-facto dari Uni Eropa'.

Sejak Rusia menginvasi negaranya, Zelensky sudah berpidato di hadapan puluhan parlemen dan lembaga di negara lain di seluruh dunia, demi menggalang dukungan untuk Ukraina. Pidato Zelensky terhadap parlemen Luksemburg dilakukan pada hari ke-99 invasi Rusia ke Ukraina.

Terhitung sejak 24 Februari lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim pasukan ke Ukraina untuk "de-militerisasi" dan "denazifikasi" negara pro-Barat tersebut.

Zelensky menyebut bahwa antara 60 dan 100 tentara Ukraina tewas di medan tempur setiap hari. Sekitar 500 tentara lainnya terluka setiap hari dalam perang.

Tuesday, May 31, 2022

Tuesday, May 31, 2022

Pasukan Rusia Coba Kuasai Donbas, Zelensky: Situasi Sangat Sulit!


Negaratoto - Pertempuran sengit antara pasukan Ukraina dan Rusia terus berlanjut di pinggiran Sievierodonetsk, kota terakhir yang masih dikuasai Kiev di Provinsi Luhansk yang masuk wilayah Donbas yang kini menjadi fokus serangan pasukan Moskow. Presiden Volodymyr Zelensky menyebut situasi di Donbas saat ini 'sangat sulit'.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (31/5/2022), Rusia diketahui tengah berupaya merebut seluruh wilayah Donbas, yang terdiri atas Luhansk dan Donetsk -- dua wilayah Ukraina bagian timur yang dikuasai separatis pro-Moskow.

Menguasai Sievierodonetsk dan Lysychansk, yang merupakan sister city, akan memberikan kendali efektif bagi Rusia atas Provinsi Luhansk. Kondisi itu juga memungkinkan Kremlin menyatakan semacam kemenangan, usai lebih dari tiga bulan melancarkan invasi yang memicu banyak kematian dan kehancuran di Ukraina.

Namun dengan memfokuskan pada pertempuran untuk kota kecil tersebut, Rusia bisa membiarkan wilayah-wilayah lainnya terbuka untuk serangan balik Ukraina.

Dalam pernyataan terbaru, Zelensky menyebut situasi di Donbas 'tetap sangat sulit'. Dia juga menyatakan bahwa militer Rusia 'tengah berupaya mengumpulkan kekuatan superior untuk memberikan tekanan lebih besar pada para petempur kita'.

"Militer Rusia sekarang mengumpulkan kekuatan tempur maksimum di sana," sebut Zelensky merujuk pada Donbas secara keseluruhan.


Otoritas Ukraina menyatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir, pasukannya mampu mendorong mundur pasukan Rusia ke posisi defensif di Andriyivka, Lozove dan Bilohorka -- desa-desa di tepi selatan Sungai Inhulet yang membentuk perbatasan Provinsi Kherson, di mana Rusia berupaya mengonsolidasikan kendali.

Zelensky dalam pernyataannya juga menyebut pasukan Rusia kembali menggempur kota Kharkiv pada Senin (30/5) waktu setempat, juga wilayah perbatasan Sumy, yang dilanda serangan dari dalam wilayah Rusia.

Gempuran pasukan Rusia disebut telah membuat sebagian besar kota Sievierodonetsk hancur menjadi puing-puing. Namun pertahanan Ukraina diklaim mampu memperlambat pergerakan pasukan Rusia yang lebih luas di wilayah Donbas.

Gubernur Luhansk, Serhiy Gaidai, dalam pernyataan terpisah menyebut pasukan Rusia bergerak maju hingga ke pinggiran tenggara dan timur laut kota Sieveirodonetsk, namun pasukan Ukraina berhasil mengusir mereka dari desa Toshkivka ke area selatan -- dinilai bisa menggagalkan upaya mengepung area itu.

"Mereka menggunakan taktik yang sama berulang-ulang. Mereka menggempur selama berjam-jam -- selama tiga, empat, lima jam -- berturut-turut dan kemudian menyerang," sebut Gaidai.

"Mereka yang menyerang akan mati. Kemudian menggempur dan menyerang kembali, dan begitu seterusnya sampai mereka menerobos suatu lokasi," imbuhnya.

Dengan meningkatnya suhu, sebut Gaidai, ada 'bau kematian yang mengerikan' di pinggiran Sievierodonetsk.

Saturday, May 28, 2022

Saturday, May 28, 2022

Presiden Ukraina Serukan Barat Setop Main-main dengan Rusia!


Negaratoto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan Barat untuk berhenti bermain-main dengan Rusia dan menjatuhkan sanksi yang lebih keras untuk mengakhiri "perang tidak masuk akal" di Ukraina. Zelensky pun menegaskan bahwa negaranya akan tetap merdeka.

Dilansir dari kantor berita Reuters, Sabtu (28/5/2022), kritik Zelensky terhadap Barat telah meningkat dalam beberapa hari terakhir ketika Uni Eropa bergerak lamban menuju kemungkinan embargo minyak Rusia, dan ketika ribuan tentara Rusia mencoba mengepung kota Sievierodonetsk dan Lysychansk di Ukraina timur.

Tiga bulan setelah invasinya ke Ukraina dimulai, Rusia telah menghentikan serangannya di ibu kota Kiev dan berusaha untuk mengkonsolidasikan kendali atas kawasan industri Donbas di Ukraina timur, di mana Putin telah mendukung pemberontakan separatis sejak 2014.


"Ukraina akan selalu menjadi negara merdeka dan tidak akan hancur. Satu-satunya pertanyaan adalah berapa harga yang harus dibayar rakyat kita untuk kebebasan mereka, dan berapa harga yang akan dibayar Rusia untuk perang yang tidak masuk akal ini melawan kita," kata Zelensky dalam pidato pada hari Kamis (26/5) larut malam waktu setempat.

"Peristiwa bencana yang sedang berlangsung masih bisa dihentikan jika dunia memperlakukan situasi di Ukraina seolah-olah menghadapi situasi yang sama, jika kekuatan yang ada tidak bermain-main dengan Rusia tetapi benar-benar mendesak untuk mengakhiri perang," cetus Zelensky.

Dia mengeluh tentang ketidaksepakatan di dalam Uni Eropa soal lebih banyak sanksi terhadap Rusia, dan bertanya mengapa beberapa negara diizinkan untuk memblokir rencana tersebut.

Uni Eropa saat ini sedang membahas putaran keenam tindakan hukuman, termasuk embargo impor minyak Rusia. Ini membutuhkan kebulatan suara, tetapi Hungaria menentang gagasan itu dengan alasan bahwa ekonominya akan terlalu menderita.

Hungaria membutuhkan waktu hingga empat tahun untuk beralih dari minyak mentah Rusia dan melakukan investasi besar untuk menyesuaikan ekonominya. Seorang pejabat tinggi Hungaria mengatakan, sampai ada kesepakatan untuk semua masalah tersebut, Hungaria tidak dapat mendukung embargo minyak Rusia yang diusulkan Uni Eropa.

Zelensky mencatat bahwa Rusia mendapatkan €1 miliar per hari dari Uni Eropa untuk pasokan energi.

"Berapa minggu lagi Uni Eropa akan mencoba menyetujui paket keenam ini?" tanyanya.

Monday, April 11, 2022

Monday, April 11, 2022

Ukraina Bersiap Hadapi Serangan Terbaru Rusia, Zelensky Galang Dukungan

Negaratoto - Militer Ukraina bersiap menghadapi serangan terbaru pasukan Rusia di wilayahnya. Sementara Presiden Volodymyr Zelensky terus menggalang dukungan internasional seraya memperingatkan warganya bahwa sepekan ke depan akan menjadi momen penting dan menegangkan.

"Rusia bahkan akan lebih takut lagi. Mereka akan takut kalah. Mereka takut kebenaran akan diakui," ucap Zelensky dalam pernyataan video pada Minggu (10/4) tengah malam, seperti dilansir Reuters, Senin (11/4/2022).

"Tentara Rusia akan bergerak ke operasi yang lebih besar di wilayah timur negara kita. Mereka bahkan mungkin menggunakan rudal-rudal terhadap kita, bahkan lebih banyak bom udara. Tapi kita bersiap untuk tindakan mereka. Kita akan menjawabnya," tegas Zelensky.

Invasi Rusia telah memaksa sekitar seperempat dari total 44 juta penduduk Ukraina mengungsi dari rumah-rumah masing-masing. Gempuran dan pertempuran sengit telah mengubah kota-kota Ukraina menjadi puing-puing dan dilaporkan memicu ribuan korban jiwa.

Pasukan Rusia telah gagal merebut kota-kota besar di Ukraina, namun Kiev menyebut Moskow telah mengumpulkan pasukannya di wilayah timur untuk serangan besar dan mendesak orang-orang untuk melarikan diri.


Media lokal Ukraina melaporkan pada Minggu (10/4) bahwa rentetan ledakan kuat terdengar di kota Kharkiv dan Mykolaiv. Sebelumnya, Gubernur wilayah Dnipropetrovsk, Valentyn Reznichenko, melaporkan serangan rudal menghancurkan bandara di kota Dnipro.

Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya mengklaim rudal presisi tinggi telah menghancurkan markas batalion Dnipro di Zvonetsky, Ukraina. Reuters tidak bisa memverifikasi laporan tersebut.

Sejak Rusia menginvasi Ukraina, Zelensky menyerukan kepada negara-negara Barat untuk memberikan bantuan pertahanan lebih besar, dan untuk menghukum Rusia dengan sanksi-sanksi lebih berat, mencakup embargo terhadap ekspor energinya.

Zelensky juga menegaskan dirinya memiliki keyakinan terhadap Angkatan Bersenjata Ukraina, namun 'sayangnya saya tidak memiliki keyakinan bahwa kita akan menerima semuanya yang kita butuhkan' dari Amerika Serikat (AS).

"Mereka harus memasok senjata ke Ukraina seolah-olah mereka mempertahankan diri mereka sendiri dan rakyat mereka sendiri," ucap Zelensky dalam wawancara yang ditayangkan program CBS '60 Minutes'.

"Mereka perlu memahami ini. Jika mereka tidak mempercepatnya, akan sangat sulit bagi kita untuk menahan tekanan ini," imbuhnya.

Sebelumnya via Twitter, Zelensky menyatakan dirinya berbicara via telepon dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz soal sanksi-sanksi tambahan, juga soal dukungan pertahanan dan finansial lebih besar untuk Ukraina. Zelensky juga dilaporkan membahas dengan jajaran pejabat Ukraina soal proposal paket sanksi baru Uni Eropa.

Pada Jumat (8/4) lalu, Uni Eropa melarang impor batu bara di antara produk-produk lainnya, namun belum menyentuh impor minyak dan gas dari Rusia.

Saturday, April 9, 2022

Saturday, April 09, 2022

Uni Eropa Beri 'Langkah Penting' ke Ukraina Menuju Keanggotaan Penuh

Negaratoto - Uni Eropa memberikan Ukraina 'langkah penting' menuju keanggotaan penuh dalam blok negara Eropa itu. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen secara seremonial menyerahkan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, sebuah kuesioner untuk dilengkapi sebagai bagian proses keanggotaan Uni Eropa.

"Ukraina tergabung dalam keluarga Eropa. Kami telah mendengar permintaan Anda dengan lantang dan jelas. Dan hari ini, kami ada di sini untuk memberikan jawaban positif pertama kepada Anda," ucap Von der Leyen, seperti dilansir CNN, Sabtu (9/4/2022).

Hal itu disampaikan Von der Leyen saat berbicara kepada wartawan di Kiev, berdampingan langsung dengan Zelensky dan Perwakilan Tinggi Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa Josep Borrell, pada Jumat (8/4) waktu setempat.


"Dalam amplop ini, Volodymyr, ada langkah penting menuju keanggotaan Uni Eropa. Kuesioner yang ada di sini menjadi dasar untuk diskusi kita dalam beberapa pekan ke depan," jelasnya.

"Di sinilah, jalan Anda menuju Eropa dan Uni Eropa dimulai," cetus Von der Leyen.

Von der Leyen mengharapkan bisa bekerja sama dengan Zelensky untuk menyelesaikan kuesioner itu dalam beberapa minggu.

Menanggapi Von der Leyen, Zelensky menyampaikan terima kasih saat menerima dokumen kuesioner tersebut. "Kami akan siap dengan jawabannya, Ursula, dalam satu pekan," ucap Zelensky sedikit berkelakar.

Kuesioner yang diserahkan Uni Eropa kepada Ukraina merupakan salah satu dari banyak langkah yang harus diselesaikan Kiev untuk mencapai keanggotaan penuh.

Diketahui bahwa bergabung dengan Uni Eropa merupakan proses yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun dan membutuhkan pemenuhan kriteria yang ketat, mulai dari stabilitas ekonomi untuk memberantas korupsi hingga menghormati hak asasi manusia (HAM) liberal.

Wednesday, April 6, 2022

Wednesday, April 06, 2022

Viral Perbedaan Wajah Presiden Ukraina Sebelum & Sesudah Perang dengan Rusia

Negaratoto - Rusia telah menginvasi Ukraina lebih dari sebulan, tepatnya 42 hari. Konflik di antara kedua negara itu pun tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat. Presiden Volodymyr Zelensky tentu tengah berupaya untuk melindungi rakyat dan negaranya yang jadi korban. Perubahan wajahnya sesudah dan sebelum perang pun jadi perhatian netizen.

Beberapa waktu lalu Presiden Ukraina mengunjungi Kota Bucha yang digempur pasukan Rusia. Dilaporkan ada sekitar 300 warga sipil yang meninggal dalam pembantaian tersebut. Pemimpin yang dulu komedian dan aktor itu pun terlihat sangat prihatin melihat kondisi negaranya.


"Kejahatan yang terkonsentrasi telah datang ke tanah kita. Dengan mataku sendiri aku melihat Bucha, Irpin, Stoyanka setelah diokupasi. Kami akan mencoba yang terbaik untuk mengembalikan kehidupan secepat mungkin," tulisnya di postingan Telegram Senin lalu.

Selain berita pembantaian Bucha, netizen pun memperhatian perubahan wajahnya sang presiden. Raut wajahnya terlihat jauh berbeda dibanding sebelum invasi terjadi. Ketika itu, ia mengenakan setelan jas dan dasi yang terlihat rapi. Zelensky pun tampak percaya diri.

Sedangkan dalam foto terbarunya, presiden tersebut tampak tak terlalu memperhatikan penampilan. Para netizen memperbincangkan bagaimana kini ia berjanggut dan terlihat lebih banyak uban. Mereka pun setuju bahwa perubahannya disebabkan karena membawa banyak beban dari penderitaan rakyat.

Meski tak prima dalam hal penampilan, para netizen tetap memuji Presiden Zelensky. Mereka juga salut dengannya karena tahu bagaimana berhadapan dengan media dan bersimpati dengan rakyat dalam keadaan yang memprihatinkan.

Friday, April 1, 2022

Friday, April 01, 2022

Ukraina Masuk Uni Eropa Hanya Bisa Dibahas Usai Invasi Rusia Berakhir

Negaratoto - Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian menyebut bahwa nasib Ukraina terkait dengan Eropa. Namun Le Drian juga menegaskan bahwa pembahasan soal bergabungnya Ukraina dengan Uni Eropa (UE) hanya bisa dilakukan setelah invasi Rusia di Ukraina berakhir.

Seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS News Agency, Jumat (1/4/2022), pernyataan terbaru soal Ukraina itu disampaikan Le Drian dalam wawancara dengan media Prancis, Le Figaro, pada Kamis (31/3) waktu setempat. Prancis merupakan salah satu anggota Uni Eropa.

"Selama pertemuan puncak di Versailles, para pemimpin dari 27 negara memperjelas bahwa nasib Ukraina terkait dengan Eropa," sebut Le Drian.

"Setelah konflik berakhir, dunia tidak akan lagi menjadi sama, demikian juga Ukraina. Saat itulah kita harus membicarakannya," cetusnya, merujuk pada keanggotaan Ukraina dalam blok Uni Eropa.


Ukraina diinvasi oleh pasukan militer Rusia sejak 24 Februari lalu, dengan ribuan orang dilaporkan tewas dan lebih dari 4 juta orang mengungsi ke luar negeri.

Invasi militer yang disebut sebagai serangan terbesar terhadap negara Eropa sejak Perang Dunia itu telah menjungkirbalikkan tatanan keamanan di kawasan Eropa. Negara-negara Uni Eropa dipaksa memikirkan kembali soal apa yang harus diperjuangkan, termasuk kebijakan ekonomi, pertahanan dan energinya.

Uni Eropa dengan cepat menjatuhkan sanksi-sanksi terhadap Rusia dan menawarkan dukungan politik maupun kemanusiaan kepada Ukraina, bahkan sejumlah pasokan senjata. Namun sempat terjadi perbedaan pendapat soal permintaan Ukraina untuk menjadi anggota.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya mendorong Uni Eropa untuk menerima Ukraina sebagai anggota dalam prosedur baru secara khusus, yang lebih cepat dibandingkan proses normal.

Bahkan pada 1 Maret lalu, kepala kantor kepresidenan Ukraina Andrey Yermak mengungkapkan jika Zelensky telah secara resmi menandatangani dokumen pengajuan keanggotaan Uni Eropa untuk Ukraina. Pengajuan itu kemudian akan dikaji oleh Uni Eropa.

Namun Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 10 Maret lalu menyatakan dirinya tidak menganggapnya mungkin untuk mengkaji pengajuan keanggotaan di tengah konflik bersenjata yang terus berlangsung di Ukraina.

Diketahui bahwa bergabung dengan Uni Eropa merupakan proses yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun dan membutuhkan pemenuhan kriteria yang ketat, mulai dari stabilitas ekonomi untuk memberantas korupsi hingga menghormati hak asasi manusia (HAM) liberal.

Monday, March 28, 2022

Monday, March 28, 2022

Minta Lebih Banyak Senjata, Presiden Ukraina Tanya Apakah Barat Takut Rusia

Negaratoto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuntut negara-negara Barat untuk memberikan lebih banyak bantuan persenjataan. Zelensky yang tampak kesal juga mempertanyakan apakah negara-negara Barat takut dengan Rusia.

Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Senin (28/3/2022), beberapa negara berjanji untuk mengirimkan rudal antibaja dan rudal antipesawat, juga senjata-senjata ringan, namun Zelensky menyatakan Kiev tidak mendapatkan apa yang dibutuhkan.

"Itu adalah tank untuk negara kami. Itu adalah pertahanan rudal. Itu adalah senjata antikapal. Itulah yang dimiliki mitra-mitra kami, itu yang dibiarkan berdebu di sana," kata Zelensky dalam pernyataan via video pada Sabtu (27/3) tengah malam.

"Ini semua tidak hanya untuk kebebasan Ukraina, tapi juga untuk kebebasan Eropa," tegasnya.


Dicetuskan Zelensky bahwa Ukraina hanya membutuhkan 1 persen pesawat-pesawat NATO dan 1 persen tank-tank NATO.

Dia menyatakan tidak mungkin untuk menghentikan serangan Rusia terhadap kota pelabuhan Mariupol yang dikepung pasukan Rusia selama beberapa pekan terakhir, tanpa memiliki tank, kendaraan lapis baja dan pesawat tempur yang cukup..

"Kami sudah menunggu 31 hari. Siapa yang bertanggung jawab atas komunitas Euro-Atlantik? Apakah benar-benar masih Moskow, karena intimidasi?" tanya Zelensky.

Zelensky berulang kali berargumen bahwa Rusia akan berupaya memperluas lebih jauh ke Eropa jika Ukraina jatuh. Namun, NATO menolak seruannya untuk menerapkan zona larangan terbang di wilayah udara Ukraina, dengan alasan bisa memicu perang yang lebih luas.

Sebelumnya, Zelensky berbicara dengan Presiden Polandia Andrzej Duda dan menyampaikan kekecewaan bahwa jet tempur buatan Rusia milik negara-negara Eropa Timur belum juga dikirimkan ke Ukraina.

Zelensky mengatakan bahwa Polandia dan Amerika Serikat (AS) telah menyatakan kesiapan untuk mengambil keputusan soal jet-jet tempur itu. Namun, AS menolak tawaran mengejutkan Polandia agar pengiriman jet tempur MiG-29 milik mereka untuk Angkatan Udara Ukraina dilakukan via pangkalan udara AS di Jerman.